Presiden Joko Widodo

Negara Rugi Hampir 20 Triliun, Ungkap BPK ke Jokowi

BeritaBintangNegara Rugi Hampir 20 Triliun, Ungkap BPK ke Jokowi

Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka hari ini. Mereka melaporkan hasil audit keuangan negara yang dirangkum dalam laporan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS)  II 2016,

Ketua BPK Harry Azhar mengungkapkan, dalam laporan IHPS 2016 ditemukan bahwa kerugian mencapai Rp19,48 triliun. Jumlah tersebut berasal dari 5.810 temuan yang terdiri dari 7.594 permasalahan ketidakpatuhan terhadap peraturan.

“Sebanyak 18 persen permasalahan pada kelemahan SPI (Sistem Pengendalian Internal) dan 82 persen merupakan ketidakpatuhan terhadap perundang-undangan yang nilainya Rp19,48 triliun,” jelasnya , dalam pertemuan dengan Presiden, Jakarta Senin 17 April 2017.

Harry menjelaskan, dari permasalahan ketidakpatuhan itu, sebanyak 1.968 atau 32 persen diantarannya merupakan permasalahan berdampak finansial senilai Rp12,59 triliun.

[Baca Juga -“LBH Jakarta: Penodaan Agama Jadi Alat Kriminalisasi Pilkada“]

“Yang jelas-jelas merugikan negara sebanyak 1.205 temuan senilai Rp1,37 triliun atau 61 persen dan 329 potensi kerugian negara sebesar 17 persen yang nilainya lebih besar Rp6,55 triliun dan yanglg ketiga yaitu yang 22 persen atau sebanyak 434 kekurangan penerimaan yang nilainya sebesar Rp4,66 triliun,” jelasnya.

Menurutnya, kerugian negara tersebut tidak lepas dari tiga persoalan. Yang pertama, jelas Harry jaminan kesehatan nasional yang pelayanannya belum memadai.

“Pelayanan kesehatan pada puskesmas dan RSUD belum didukung dengan jumlah dan fasilitas SDM yang memadai karena ada 155 Pemda yang program jaminan kesehatannya belum terintegrasi dengan program jaminan kesehatan nasional,” jelas dia.

Kedua, lanjut Harry, belum diaturnya pembagian tugas dan penanggungjawab penyediaan sarana dan prasarana pendidikan. Mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK.

Selanjutnya yang ketiga, adalah persoalan pajak. Salah satunya mengenai pemungutan Pajak Pertambahan nilai yang dilakukan otoritas terkait.

Demokrat: Anytime Kita Siap Ketemu Pak Jokowi

BeritaBintangDemokrat: Anytime Kita Siap Ketemu Pak Jokowi

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan yang menyatakan Presiden Joko Widodo telah siap bertemu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hinca menuturkan, apabila kabar itu benar, maka orang nomor satu di partai berlambang bintang mercy itu siap kapan saja untuk bertemu dengan Presiden.

Anytime kita siap bertemu dengan Pak Jokowi,” ujarnya di Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.

[Baca Juga -“Ketua KPU DKI: Daripada Demo, Lebih Baik Berdoa di Rumah“]

Ia menambahkan, dalam pertemuan nanti SBY akan mengklarifikasi segala informasi tentang dirinya yang tidak benar. Agar semuanya menjadi jelas dan untuk kemajuan bangsa yang lebih baik.

“Kita ingin semuanya menjadi terang benderang, sehingga permasalahan ini cepat selesai,” imbuhnya.

Menurutnya, tak perlu orang nomor satu di Partai Demokrat itu menyampaikan surat resmi untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo. Sebab, kata dia, pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan pihak istana, tapi tidak muncul ke publik.

“Saya kira pesan melalui konferensi pers lalu sudah lebih bermakna, ketimbang mengirim surat formal,” tandasnya.

Dana Tax Amnesty Tahap 1 untuk Infrastruktur

BeritaBintang – Program Pengampunan pajak alias tax amnesty tahap pertama telah dinilai sukses. Dari aliran dana masuk yang berasal dari tebusan maupun repatriasi diharapkan dapat menyentuh sektor riil khususnya percepatan infrastruktur.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, struktur porsi proyek investasi infrastruktur antara swasta dan pemerintah dalam hal ini Badan Umum Milik Negara (BUMN) tidak dicampuradukkan.

“Jangan yang bisa dikerjakan swasta dikerjakan pemerintah juga atau BUMN,” kata Bambang di Agen Judi Online Jakarta, Senin, 03 Oktober 2016.

Bambang menjelaskan, proyek infrastruktur yang digarap oleh swasta seperti jalan tol, pembangkit listrik, pelabuhan besar dan bandara besar, perusahaan pelat merah tidak perlu lagi ikut campur.

“Swasta itu hanya akan masuk, di jalan tol, pembangkit listrik, pelabuhan besar dan bandara besar. Sisanya ya BUMN, kerja sama pemerintah badan usaha, dan ada yang harus APBN seperti jalan arteri, waduk, irigasi, sanitasi itu harus APBN dan APBD,” tuturnya.

Bambang mengakui memang infrastruktur menjadi prioritas bagi pemerintah saat ini. Di mana Presiden Joko Widodo juga telah memberikan sinyal akan menaikkan dana alokasi untuk infrastruktur menjadi Rp400 triliun.

Namun menurut Bambang kenaikan alokasi dana tersebut harus diimbangi dengan ketegasan mana-mana saja proyek yang dibiayai negara dan swasta.

Jose Mourinho Diminta Latih Timnas Indonesia

BeritaBintang  –  Peringkat Indonesia di ranking FIFA terus menurun. Sejak mendapat sanksi dari induk sepak bola internasional tersebut, Indonesia kini berada di peringkat 185 di bawah negara-negara anggota AFF, seperti Kamboja, Laos, bahkan Timor Leste.

Untuk mendongkrak prestasi sepak bola nasional, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sudah bersiap merealisasikan idenya, terutama jika FIFA mencabut sanksi. Usai jumpa pers TAFISA Games 2016, di Media Center Kemenpora, Senin (9/5/2016), Imam melontarkan ide untuk merekrut pelatih top dunia yang bisa menukangi tim nasional Indonesia kelak.

Indonesia beberapa kali pernah merasakan tangan dingin pelatih impor. Sebut saja Wim Rijsbergen, Alfred Rield hingga, Jackson F. Thiago. Untuk nama yang terakhir, dia tak hanya sukses sebagai pelatih, tapi juga sebagai pemain bersama sejumlah klub Indonesia.

Imam Nahrawi berharap publik pecinta sepak bola di Tanah Air kembali optimistis dengan masa depan timnas Indonesia. Salah satu cara membangkitkan semangat untuk mendukung skuat Merah Putih adalah merekrut pelatih top yang akan berduet dengan juru taktik lokal.

“Paling tidak akan memicu adrenalin pecinta sepak bola. Yang pasti tim nasional kita nanti harus pelatih asing hebat yang didampingi asisten domestik,” kata Imam usai.

Ide Menpora ini sempat dilontarkan di depan Presiden Joko Widodo saat bertemu bersama Erick Thohir, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Thohir bahkan mengusulkan nama Guus Hiddink, yang sukses membawa Korea Selatan ke babak semifinal Piala Dunia 2002.

“Motivasi yang ingin kami bangkitkan adalah semangat juang pemain. Kalau Pak Erick bilang jangan Jose Mourinho, tapi Guus Hiddink. Daripada pemain dibayang-bayangi nanti timnas dinegosiasi lagi,” Imam menambahkan.

Jika benar Menpora ingin merekrut pelatih ternama, tentu pemerintah harus merogoh koceh dalam-dalam untuk mengontrak Mourinho atau Hiddink. Untuk Mourinho saja, gaji bersih pelatih asal Portugal itu di Chelsea berkisar 250 ribu pound sterling per pekan atau Rp 4 miliar lebih.

“Yang jelas Presiden ingin timnas dilatih pelatih asing. Sekali lagi alasannya untuk meningkatkan kualitas pemain dan nama timnas itu sendiri. Kalau saya sih Mourinho,” tutur Imam.

Indonesia Sepekan: Dari Gerhana Matahari Total hingga Kelahiran Cucu Presiden

BeritaBintang –   Indonesia sepekan ke belakang, di Ibu Kota, diwarnai cerita-cerita yang beragam, dari gerhana matahari total yang menjadi perhatian dunia, kisruh antara Menteri yuddy dengan guru honorer hingga kelahiran cucu pertama Presiden Joko Widodo.

Berikut rangkuman berita yang menyedot perhatian sepanjang pekan lalu.

1. Gerhana Matahari Total

Perhatian dunia pada pekan ini sempat tertuju ke Indonesia, bukan karena aksi ekonomi, olahraga atau politiknya yang membuat mata dunia terpusat ke Bumi Nusantara, namun karena adanya fenomena Gerhana Matahari Total yang melanda sebagian wilayah Indonesia.

Gerhana Matahari Total dipercaya terulang dalam hitungan puluhan tahun, tak heran jika fenomena ini tidak dilewatkan oleh banyak kalangan, dari masyarakat biasa hingga para astronom, hingga para pejabat dan kaum agamis.

Di banyak daerah, fenomena ini disikapi sebagai fenomena alam karena kebesaran Allah. Tidak heran jika banyak masyarakat yang menggelar salat gerhana untuk menyambut fenomena tersebut.

Sementara untuk kalangan astronom, fenomena ini Komunitas pecinta ilmu astronomi asal Yogyakarta “Jogja Astro Club” mendorong pemerintah memanfaatkan fenomena gerhana matahari total (GMT) sebagai momentum untuk membangkitkan ilmu astronomi nasional.

“Euforia masyarakat mengamati fenomena alam ini perlu dimanfaatkan sebagai awal dibangkitkannya kembali ilmu tentang astronomi di Indonesia,” kata Pembina Jogja Astro Club (JAC) Mutoha Arkanuddin.

Menurut Toha, tingginya animo masyarakat menyaksikan peristiwa langka yang pernah terjadi 33 tahun silam itu menandakan bahwa sebagian besar masyarakat telah memiliki kepedulian terhadap ilmu astronomi. Jauh berbeda dengan gerhana matahari total pada 1983 yang justru disambut dengan ketakutan.

“Ini juga berkat peran media massa yang memiliki kontribusi besar menghubungkan para pakar astronomi dengan masyarakat, sehingga rasa takut atau acuh terhadap fenomena gerhana matahari menghilang,” kata dia.

Oleh sebab itu, menurut Mutoha, perubahan cara pandang masyarakat tersebut diharapkan dapat ditangkap oleh para pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan ilmu astronomi. Contoh yang paling kecil, misalnya, menurut dia, adalah dengan membuka mata pelajaran khusus astronomi di sekolah formal mulai SD hingga SMA.

Momentum gerhana matahari total yang terjadi di Indonesia rupanya tak luput dari pengamatan dua kepala negara Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Berbeda dengan JK yang menyaksikan fenomena tersebut di Palu, Presiden Jokowi lebih memilih melihat langsung fenomena gerhana matahari total di Istana Bogor.

Dalam akun Facebook resmi miliknya, Presiden Jokowi setidaknya mengunggah empat foto aktivitasnya dalam mengamati gerhana matahari total.

Dengan mengunakan kacamata khusus untuk mengamati gerhana matahari total, pria asal Surakarta, Jawa Tengah tersebut nampak santai dengan mengunakan kemeja berwarna putih dan sarung.

“Menyaksikan gerhana matahari dari halaman Istana Bogor. Fenomena alam yang luar biasa. Inilah tanda-tanda kekuasaan Allah, kebesaran Allah,” ujar Presiden Jokowi dalam akun Facebook miliknya.

Hal ini menjadi perhatian, karena Presiden Jokowi nampak berbeda dengan aktivitas kesehariannya yang lebih sering mengenakan jas dan pakaian batik formal.

Dalam foto selanjutnya Presiden Jokowi juga nampak berjongkok mengamati matahari yang tepat ada di depannya tersebut. Rupanya fenomena langka tersebut dijadikan momentum orang nomor satu di Indonesia tersebut untuk mengawali pagi harinya.

2. Kisruh Menteri Yuddy dengan Guru Honorer

Mashudi, guru honorer asal Brebes, Jawa Tengah, ditangkap anggota Polda Metro Jaya pada Jumat 4 Maret karena mengirim pesan singkat (SMS) ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi.

Mashudi kesal terhadap Yuddy yang berjanji akan mengangkat guru honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Sebab, Mashudi yang telah 16 tahun bekerja sebagai guru honorer tak juga diangkat menjadi PNS.

Hingga akhirnya Mashudi mengirim SMS ke Yuddy Chrisnandi saat melakukan demonstrasi di depan Istana Negara pada 10-12 Februari yang berujung pada jeruji besi.

“Mashudi ditangkap oleh Polda Metro Jaya dengan tuduhan pencemaran nama baik. Bagi kami, ini sebuah kriminalisasi,” ucap Wakil Ketua Umum Forum Komunikasi Honorer K2 Indonesia, Andi Nurdiansyah, kepada awak media, di Kantor LBH Jakarta.

Andi menjelaskan, Mashudi mengirim SMS sebanyak 20 kali kepada Yuddy namun tak digubris, hingga akhirnya kembali mengirim SMS yang ke-21 kali dan dijawab oleh staf khusus Yuddy.

SMS balasan yang diterima Mashudi dari staf khusus tersebut dinilai memancing Mashudi untuk melemparkan kata-kata kasar. Mashudi dituduh sebagai calo PNS dalam balasan SMS-nya.

“Ini yang memancing emosi Mashudi. Ia kemudian ditangkap dengan tuduhan pencemaran nama baik oleh Polda Metro Jaya, yang dilaporkan oleh staf khusus ini,” jelas Andi.

Andi kembali menerangkan, Mashudi yang setiap bulannya hanya diupah Rp350 ribu ditangkap oleh anggota Polda Metro Jaya di Brebes. Menurut Andi, penangkapan yang dilakukan Polda Metro Jaya dinilai tidak masuk akal dan sebagai bentuk kriminalisasi.

“Mashudi ditangkap Polda (Metro Jaya) di Brebes, dijemput dari Jakarta cuma untuk menangkap guru honorer yang ngirim SMS ke menteri kan enggak masuk akal,” tukasnya.

3. Kelahiran Cucu Pertama Persiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo (Jokowi), sudah sah menyandang status kakek. Pasalnya telah lahir benih cinta putra pertamanya, Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda yang diberi nama Jan Ethes Sri Nalendra.

Menurut Gibran, ‘Jan’ memiliki arti sangat, ‘Ethes’ memiliki arti cerdas dan trengginas, Sri Nalendra memiliki arti pemimpin yang baik. Sehingga, Gibran mengharapkan, nantinya cucu pertama Presiden Jokowi itu kelak menjadi sangat cerdas dan trengginas untuk menjadi seorang pemimpin yang baik.

Kabar gembira ini langsung disambut Presiden Jokowi dengan melihat secara langsung cucu pertamanya di Surakarta. Presiden Joko Widodo mengungkapkan rasa kegembiraannya dengan hadirnya Jan Ethes Sri Narendra, cucu pertamanya, dari buah cinta Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda.

Bahkan dengan gaya candanya, Presiden Jokowi mengaku baru menyadari kalau dirinya saat ini sudah menjadi seorang kakek.

“Sekarang saya sudah jadi kakek. Padahal saya masih merasa muda. Ya, disyukuri saja,”ujar Jokowi yang disambut tawa para hadirin, di UNS Solo, Jawa Tengah,Jumat (11/3/2016).

Meski begitu, Jokowi mengaku sangat bersyukur sekali, proses kelahiran menantunya berjalan lancar.

Ketua Divisi Sosialisasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Erlinda berharap, kehadiran cucu pertama orang nomor satu di Indonesia ini menjadi “amunisi” tersendiri bagi Presiden Jokowi untuk membawa Indonesia semakin hebat.

Menurut Erlinda, momentum kelahiran cucu pertama ini juga diharapkan dapat menjadikan  Presiden Jokowi lebih dekat dengan rakyatnya. Selain itu, dapat juga dijadikan untuk membangkitkan perlindungan anak Indonesia sesuai dengan haknya.

Lahirkan Cucu Jokowi, Selvi Ditempatkan di Kamar Seharga Rp900 Ribu

BeritaBintang – Selvi Ananda, menantu Presiden Joko Widodo melahirkan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Sampai saat ini Selvi masih berada di ruang ruang pemulihan.

Pihak Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta sendiri belum bisa menentukan kapan Selvi akan dipindahkan ke kamar khusus VVIP yang telah disiapkan.

Namun, informasi yang diterima Berita Bintang dari satpam RS PKU Muhammadiyah Surakarta yang namannya tak ingin dipublikasikan, kamar khusus untuk Selvi sudah dipesan jauh hari sebelum Selvi melahirkan.

“Kamar khusus untuk Selvi sudah dipesan jauh hari sebelum Selvi melahirkan di sini. Selvi akan menempati kamar VVIP,” ujar satpam tersebut saat ditemui Berita Bintang  di Solo, Kamis (10/3/2016).

Sementara Wakil Direktur PKU Muhammadiyah Surakarta, Eko Wandoyo tak menjelaskan di mana Selvi akan ditempatkan. Namun ia menuturkan untuk kamar VVIP di RS PKU Muhammadiyah, dihargai Rp900 ribu per hari.

“Saya tidak tahu di mana Selvi akan ditempatkan. Saya malah baru tahu bahwa mbak Selvi akan ditempatkan di kamar VVIP. Namun kalau kamar VVIP di sini seharinya Rp900 ribu,” ucapnya.

Sedangkan total biaya perawatan yang biasa diterapkan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah, bila proses kelahiran itu dilakukan, biasannya menghabiskan dana sebesar Rp22 juta.

“Tapi untuk lengkapnya, silakan ditanyakan langsung ke bagian keuangan. Tapi kurang lebihnya segitu. Itu umum, tanpa melihat apakah itu anak presiden atau bukan,” pungkasnya.

NU: Negara Tidak Boleh Kalah oleh Teroris

BeritaBintang –   Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh aksi teroris.

“Pembiaran terhadap kelompok-kelompok yang radikal akan menumbuhsuburkan gerakan terorisme dan radikalisme,” kata Said Aqil di Jakarta menyikapi aksi teror di Jakarta.

Ia mengatakan, segala bentuk teror yang hendak mengganggu dan merongrong kedaulatan dalam berbangsa dan bernegara harus dilawan.

Said Aqil menegaskan bahwa NU siap menjadi garda terdepan dalam melawan segala bentuk gerakan teror dan segala bentuk ancaman lainnya yang berusaha merongrong keutuhan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di sisi lain, ia menilai Presiden Joko Widodo harus mengevaluasi total kerja-kerja intelijen. “Intelijen harus siap dan sigap dalam kerja-kerja menghalau terorisme,” katanya.

PBNU juga menyeru kepada segenap elemen bangsa untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing. Masyarakat harus tetap mawas diri, waspada, dan tidak terpengaruh dengan ajakan-ajakan yang mengatasnamakan agama dan jihad tetapi perilakunya justru membenarkan ajaran radikalisme dan terorisme.

“Saatnya kita jaga solidaritas. Kita pastikan seluruh elemen negeri ini tetap bersatu dan tidak mudah terpancing dalam tindakan-tindakan yang justru merugikan,” kata Said Aqil.

Ke San Fransisco, Jokowi Ingin Lihat Kesuksesan AS

BeritaBintang – Presiden Joko Widodo dijadwalkan bertemu dengan pimpinan perusahaan besar berbasis digital, seperti Google, Facebook dan lainnya.

Pertemuan itu rencananya digelar di San Fransisco, Amerika Serikat.

Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo ingin melihat kesuksesan Amerika Serikat dalam mengembangkan ekonomi berbasis digital.

“Kemudian di San Fransisco, tujuan pertama kami, ingin bangun semua poros teknologi dan melihat langsung kesuksesan Amerika Serikat dalam membangun ekonomi digital dan ekonomi kreatif,” ujar Presiden saat menggelar jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (24/10/2015).

Menurut Jokowi, Indonesia memerlukan pengembangan ekonomi berbasis digital dan ekonomi kreatif.

Ia menilai ekonomi digital maupun kreatif mampu menjangkau seluruh rakyat Indonesia apabila dibangun dengan sistem yang benar.

“Manfaat dari ekonomi digital dan ekonomi kreatif ini nantinya, diharapkan akan dirasakan seluruh rakyat Indonesia termasuk rakyat di pedesaan. Saya berharap kunjungan saya ke Amerika Serikat beri manfaat bagi perdamaian dan kesejahteran ‎bersama,” ucap Jokowi.

Dalam kunjungan ke Amerika Serikat ini, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Kepala Staf Presiden Teten Masduki, kemudian beberapa menteri lain yaitu Menkominfo Rudiantara, Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menlu Retno LP Marsudi. Namun, sejumlah menteri berangkat terpisah.

Sempat Tolak Bantuan, Indonesia Kini Minta Bantuan Sejumlah Negara

BeritaBintang – Setelah dikatakan sempat menolak tawaran bantuan internasional terkait penanganan kebakaran hutan, Indonesia kini meminta bantuan sejumlah negara.

Presiden Joko Widodo pada Kamis (8/10/2015) ini disebut meminta bantuan kepada Tiongkok, Malaysia, Singapura, Rusia, dan Jepang untuk membantu memadamkan kebakaran hutan di Indonesia.

Dalam pernyataannya yang dikutip oleh Reuters, Indonesia mengharapkan agar Singapura dan Rusia memberikan tiga pesawatnya untuk mengatasi kebakaran yang dikatakan menjadi penyebab bencana kabut asap di Asia Tenggara.

Pesawat yang diharap oleh Indonesia adalah pesawat yang dapat mengangkut 12 – 15 ton air, bukan sebatas 2 – 3 ton lagi, sebab menurut Jokowi kebakaran yang melanda berbeda dari kebakaran hutan biasa.

Sedangkan, sudah ada beberapa negara yang disebutkan telah merespon permintaan itu, di antaranya Malaysia, Rusia, dan Singapura.

Kamis ini, The Sun Daily mengabarkan bahwa Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein sudah menyampaikan Malaysia akan mengirimkan pesawat amfibi Bombardier CL415MP.

The Straits Times mengatakan Rusia telah sepakat untuk menawarkan Indonesia pesawat bom air Beriev Be-200.

Sedangkan, Singapura yang sudah lebih dulu menawarkan Hercules C-130 dan helikopter Chinook, tawarannya telah diterima Indonesia.

Jokowi Harus Tiru Obama Keluarkan Paket Kebijakan Ekonomi

BeritaBintang – Direktur Sabang-Marauke Circle, Syahganda Nainggolang,   mempertanyakan paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan Presiden Jokowi.

“Kok paket dicicil? Untuk buat kepastian harusnya sekaligus, bukan ketengan. September dua paket, Oktober ada juga,” kata Syahganda dalam diskusi di Cikini, Jakarta, Minggu (4/10/2015).

Ia menuturkan Presiden Joko Widodo seharusnya meniru paket stimulus ekonomi yang dikeluarkan Presiden AS Barack Obama pada 2008. Paket itu bertujuan untuk merangsang daya beli masyarakat.

“Paket Obama, enggak usahlah kemana-mana. Ada uang yang dikeluarkan untuk substitusi pengurangan pajak, kesejahteraan agar ada daya beli dan creating jobs. Kalau tidak seperti itu namanya bukan paket,” kata Syahganda.

Ia mencontohkan Presiden Jokowi yang ingin menaikkan target pajak hingga 30 persen. Tetapi di sisi lain, masyarakat dan pelaku usaha ketahukan dengan target pajak yang luar biasa.

“Bagaimana paket ini seharusnya misalkan penciptaan lapangan kerja baru, langsung ditunjukkan kepada publik harus jelas. Bukan paket malu-malu dibilang sebagai paket,” ujar dia.

Syahganda mengatakan dalam Nawacita mengkritik pemerintahan sebelumnya yang bergaya neolib. Tapi, ternyata pemerintahan Jokowi sama. “Ketika melepaskan kepada coorporate untuk berkuasa, ini melanggar Nawacita,” imbuh dia