Presiden Barack Obama

Penasihat Trump Sebut Rusia Terlibat Peretasan di AS

BeritaBintangPenasihat Trump Sebut Rusia Terlibat Peretasan di AS

James Woolsey, penasihat utama presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, meyakini Rusia terlibat dalam peretasan guna mencampuri proses pemilu pada 8 November lalu. Pernyataan ini sangat bertolak belakang dengan sikap Trump yang selalu membantah mentah-mentah tudingan keterlibatan Moskow itu.

“Saya pikir Rusia ada [terlibat] di sana. Namun, bukan berarti pihak lain [di luar Rusia] tidak terlibat juga. Tidak mudah memang untuk mengatakan siapa [pelaku peretasan] karena ada banyak trik untuk menyembunyikan ini,” ungkap Woolsey.

Mantan bos Lembaga Pusat Intelijen AS (CIA) ini menyatakan, memang sulit menentukan dalang di balik peretasan ini.

Namun ia percaya, pihak asing termasuk Rusia terlibat dalam aksi campur tangan yang dianggap Presiden Barack Obama telah membahayakan kepentingan negaranya itu, meski belum tentu peretasan yang dilakukan Moskow ini berpengaruh pada hal-hal yang penting.

“Terkadang orang-orang di Lembaga Keamanan Nasional AS saling berbincang dan mengungkapkan gagasan mereka terkait kemungkinan modus peretasan ini. Tapi saya pikir hal ini bukan jadi masalah substansial di sini. Saya pikir [keterlibatan Rusia] hanya sebatas dialog bolak-balik saja,” kata penasihat keamanan nasional Trump itu.

Baca Juga: ” Lantunan ‘ Cinta Palsu ‘ Drake dan Jlo

Komentar Woosley ini datang beberapa hari usai Biro Investigasi Federal (FBI) merilis laporan investigasi terbaru terkait dugaan intervensi Kremlin dalam pemilu untuk membantu kemenangan Trump.

FBI bahkan mengaku memiliki bukti sampel kode komputer berbahaya yang digunakan dalam peretasan besar-besaran oleh Moskow.

Bersamaan dengan rilisnya laporan FBI, Obama juga memutuskan untuk menjatuhkan sejumlah sanksi diplomatik dan ekonomi terhadap Rusia, termasuk dengan mengusir 35 diplomat Rusia dari AS.

Hingga saat ini, Trump dan tim transisinya terus menampik dan menyebut tuduhan Gedung Putih ini sebagai tudingan konyol yang tidak berdasar.

“Saya tahu banyak tentang peretasan. Peretasan sangat sulit dibuktikan, jadi bisa saja dilakukan oleh pihak lain,” kata Trump.

Juru bicara Trump, Sean Spicer, bahkan mengatakan bahwa tudingan ini tidak bertanggung jawab karena belum ada laporan akhir intelijen yang mampu menjelaskan bahwa kemenangan Trump dibantu oleh Rusia.

“Tidak ada bukti bahwa mereka memengaruhi pemilu. Gagasan untuk menyimpulkan sebelum memiliki laporan akhir adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab,” kata San kepada Fox News, Rabu(4/1).

Isu peretasan dan intervensi Rusia ini kian mencuat usai kekalahan Hillary Clinton dari Trump dalam pemilu lalu.

Jaringan surel internal partai Demokrat sempat diretas saat masa kampanye pemilu berlangsung. Hal ini cukup membuat Clinton kelimpungan mempertahankan kredibilitasnya semasa kampanye.

Trump ‘Serang’ PBB karena Kecam Okupasi Israel di Palestina

BeritaBintangTrump ‘Serang’ PBB karena Kecam Okupasi Israel di Palestina

Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump menyinggung Perserikatan Bangsa-Bangsa karena telah mengadopsi resolusi yang melarang Israel membangun permukiman Yahudi di Palestina.

“PBB punya banyak potensi tapi kini hanya jadi sebuah perkumpulan orang-orang untuk mengobrol dan bersenang-senang. Menyedihkan,” kata Trump melalui akun Twitter-nya, Rabu (28/12).

Resolusi tersebut diadopsi setelah 14 dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB sepakat mengecam pendudukan Israel di Palestina. Amerika Serikat menyatakan abstain.

Kebijakan AS ini dinilai sebagai kado terakhir Presiden Barack Obama untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Keduanya diketahui tidak memiliki hubungan yang baik selama ini.

Bahkan, Netanyahu justru sempat meminta Trump, yang belum menjabat sebagai presiden, untuk mendesak PBB tidak mengadopsi resolusi tersebut.

Baca Juga: ” Kamboja Hukum Penjara Ketua Partai Oposisi

Keputusan PBB dan kebijakan AS jelas membuat Netanyahu marah. Dia mengatakan keputusan AS untuk tidak memveto resolusi tersebut “memalukan.”

Sang Perdana Menteri pun melaksanakan manuver untuk menenangkan warga negaranya atas kekalahan di kancah internasional ini.

Dia mencoba untuk mengumpulkan massa di sekitarnya dan menyebut peristiwa ini adalah tantangan bagi kedaulatan Israel. Hal ini dilakukan ketika Netanyahu, tanpa direncanakan, mengunjungi Dinding bagian Barat di Yerusalem dalam rangka Hanukkah.

“Saya tidak berencana datang ke sini, malam ini. Tapi setelah PBB mengadopsi resolusi itu, saya pikir tidak ada tempat lain yang lebih baik untuk menyalakan lilin Hanukkah kedua selain di sini,” kata Netanyahu.

“Saya bertanya pada negara yang mengucapkan kepada kita selamat hari raya Hanukkah, bagaimana bisa mereka menyatakan tempat ini sebagai daerah yang diokupasi?”

Pada Jumat (23/12) Dewan Keamanan PBB meloloskan resolusi itu setelah AS bersikap abstain, dan ini merupakan resolusi kecaman terhadap kebijakan pemukiman Yahudi Israel yang pertama sejak 1979.

Resolusi ini menuntut “Israel dengan segera dan sepenuhnya menghentikan kegiatan pemukiman Yahudi di wilayah pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur”.

Isi resolusi tersebut menetapkan bahwa pemukiman Yahudi “tidak memiliki dasar hukum yang sah” dan “berbahaya bagi penerapan solusi dua negara.”

Netanyahu, yang juga memegang jabatan menteri luar negeri Israel, menolak resolusi itu dengan menyebutnya sebagai “pukulan memalukan bagi Israel.”

Duterte: Jangan Jadikan Filipina Anjing Amerika

BeritaBintang – Presiden Filipina Rodrigo Duterte seakan tidak pernah kehabisan kata-kata kasar, terutama yang dialamatkan untuk Amerika Serikat. Dalam ocehan terbarunya, Duterte mengatakan bahwa Filipina tidak akan menjadi “anjingnya” Amerika.

Diberitakan Bandar Bola Terbaik, komentar ini disampaikan Duterte di bandara Manila sesaat sebelum dia berangkat kunjungan kenegaraan ke Jepang, Rabu (26/10). Menurut Duterte, AS yang memulai lebih dulu konflik dengan Filipina melalui kritikan terhadap gaya kepemerintahan dan kebijakannya, khususnya pada caranya mengatasi narkotika.

Sejak Duterte menjabat sebagai presiden pada Juni lalu, lebih dari 3.000 orang terduga bandar dan pengguna narkoba tewas ditembak polisi atau jadi korban pembunuhan di jalan.

“Obama dan Uni Eropa, mereka yang memulai perselisihan dengan mengangkat isu pelanggaran HAM kepada saya. Lantas mereka mengancam akan memutus bantuan untuk FIlipina,” ujar Duterte

“Lalu saya tegaskan kepada mereka, ‘dasar anak pelacur, jangan jadikan kami anjing kalian, seolah kami anjing yang diikat Linkalternatif.info, dan kalian melempar roti yang tidak bisa kami raih,” lanjut dia.

Duterte sebelumnya juga pernah mengatakan Presiden Barack Obama sebagai “anak pelacur” yang membuat pertemuan bilateral kedua negara batal dilakukan. Dalam langkahnya yang lebih ekstrem, Duterte akan menghapuskan kerja sama militer dengan AS, termasuk latihan gabungan yang rutin digelar setiap tahun.

Duterte juga mengecam kehadiran tentara AS di Filipina dan mengancam akan membatalkan kesepakatan kerja sama pertahanan kedua negara.

Salah satu kesepakatan pertahanan kedua negara adalah Enhanced Defence Cooperation Agreement (EDCA) yang telah disepakati Presiden AS Barack Obama dan mantan Presiden Filipina benigno Aquino pada April 2014 lalu. Pakta pertahanan ini memungkinkan peningkatan kehadiran tentara AS di Filipina.

“Saya menginginkan tak ada lagi pasukan atau tentara asing di negara saya kecuali tentara Filipina itu sendiri,” kata Duterte.

Belum ada komentar dari pemerintah AS terkait pernyataan terbaru Duterte ini. Namun sebelumnya sumber di pemerintahan Amerika mengatakan bahwa mereka sebisa mungkin mengabaikan ocehan Duterte, yang menurut mereka akan semakin menjadi jika ditanggapi.

Michelle Obama Minta Siswa di Liberia Tidak Putus Sekolah

BeritaBintangMONROVIA – Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama bertandang ke Liberia bersama ibu dan kedua putrinya, Malia (17) dan Sasha (15). Malia sendiri baru saja lulus SMA. Di sana mereka memantau secara langsung kehidupan anak-anak di salah satu negara termiskin di dunia itu.

Dalam kunjungannya, istri Barack Obama tersebut menekankan pentingnya untuk tetap berada di bangku pendidikan. Ia berharap anak-anak tidak putus sekolah, dan terus memperjuangkan semangatnya untuk meraih cita-cita melalui pendidikan.

“Saya sangat senang berada di sini bersama kalian. Saya kemari untuk menyinari kalian dengan cahaya terang yang besar,” kata perempuan nomor satu di Negeri Paman Sam itu, seperti dikutip dari TaruhanBolaOnline, Selasa (28/6/2016).

Republik Liberia adalah sebuah negara di pesisir barat Afrika yang digetarkan oleh perang saudara pada 1989-1996 sampai 1999-2003. Negara yang berbatasan dengan Sierra Leone, Guinea dan Pantai Gading ini juga didera wabah Ebola pada 2014, sehingga mengakibatkan kematian atas 4.800 orang.

Selain itu, tragedi berkepanjangan di negara tersebut telah menyebabkan sekolah-sekolah di sana tutup. Hal inilah yang mengundang perhatian salah satu perempuan paling berpengaruh menurut Forbes tersebut.

Terkait kunjungan kenegaraan Michelle, US Agency for International Development (USAid) mengumumkan penyaluran dana sebesar USD27 juta untuk program ‘Let Girls Learn’ di Liberia. Program tersebut diketahui merupakan inisiatif langsung dari Presiden Barack Obama dan istri sejak tahun lalu.

Di masa lalu, Liberia memiliki hubungan yang sangat erat dengan sejarah perbudakan AS. Di mana para budak yang dibebaskan, diungsikan ke negara beribukota Monrovia.

Selain itu, sang ibu negara dijadwalkan juga akan bertandang ke Ghana, Afrika Selatan, Bostwana, Senegal, Tanzania, Maroko dan Spanyol pada perhentian selanjutnya.

Dana Dibutuhkan, Tapi Tak Bisa Mengontrol Pemilu AS

BeritaBintang –Ternyata banyak sekali usaha yang dibutuhkan oleh seorang bakal calon presiden untuk bisa memenangkan hati dan suara masyarakat demi bisa menduduki jabatan presiden di suatu negara, termasuk di Amerika Serikat.

Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia, Brian McFeeters, mengatakan, salah satu faktor utama yang dibutuhkan untuk bisa sukses adalah dana besar.

“Sangat sulit dan mahal untuk bisa menjadi kandidat, butuh dana yang sangat banyak untuk melakukan kampanye, membuat iklan, bepergian ke daerah-daerah, menyambangi komunitas politik dan lainnya. Semua biaya itu bisa mencapai ratusan ribu dolar AS,” kata McFeeters ketika ditemui di gedung Kedubes AS, Jakarta, Selasa, 1 Maret 2016.

McFeeters mencontohkan, saat Presiden Barack Obama pertama kali mencalonkan diri, ia mendapat banyak dukungan dana atau donasi dari banyak pihak maupun individu agar bisa melakukan kampanyenya.

“Namun, hal itu tidak bisa mengontrol semuanya, buktinya saja Jeb Bush menerima banyak bantuan dana. Namun, ia tetap tidak berhasil memperoleh suara dan akhirnya keluar dari kontes ini. Uang memang dibutuhkan, namun tidak bisa mengontrol pemilu,” kata dia.

McFeeters menambahkan, ada limit bagi individu atau perusahaan yang mau memberikan sumbangan yakni US$2.700. Namun, perihal sumbangan itu masih menjadi perdebatan publik.

Ia juga menjelaskan, sistem pemilu di AS memperbolehkan siapa pun (dengan syarat tertentu) bisa mencalonkan diri, sehingga pemilu kali ini dirasa lebih banyak menarik perhatian masyarakat.

“Banyak orang bisa mencalonkan diri, namun ia harus mendapatkan petisi, dukungan, dan uang untuk kampanye

Sophia Latjuba Emoh Cerita Ngapain Saja Bareng Ariel Noah di Amrik

BeritaBintang – Setiap ditanya kisah cintanya,Sophia Latjuba (45) tak pernah mau terus-terang.

Sophie –sapaan Sophia Latjuba– senang menyimpan rapat cerita cintanya yang kini terjalin bersama Nazril Irham (34) alias Ariel, vokalis Band Noah.

Saat ditanya perjalanannya menemani Ariel di Amerika Serikat (AS), Sophie juga bungkam. “Nggak mau jawab ah. Jangan tanya itu,” kata Sophie di Taman Menteng, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (31/10).

Meski menolak bicara, janda dua anak ini mengakui sedang berada di Negeri Paman Sam ketika Ariel dan Band Noah menggelar Konser Noah US Tour 2015 di tiga kota di AS.

Sophie mengaku hanya kebetulan sedang ada di AS ketika Ariel‘terbang’ ke negeri adidaya pimpinan Presiden Barack Obama bersama Band Noah.

“Hanya liburan doang kok,” kata bekas istri musisi Indra Lesmana dan Michael Villareal tersebut. Keberadaan Sophie dan Ariel diketahui setelah mereka mengunggah foto mesra bersama di Instagram.

“(Soal Ariel) Nggak mau jawab,” ucap Sophie tersenyum. Soal asmara, bintang sitkom Tetangga Masa Gitu yang juga ibu bintang film Eva Celia Latjuba (23) dan Manuella Natasha Aziza (10) ini selalu bungkam.

Sophie tidak pernah mau jalinan asmaranya bersama Ariel jadi konsumsi publik meski kerap mengumbar foto-foto mesranya di media sosial.

Selama dua pekan, sejak awal hingga pertengahan Oktober lalu, Sophie ikut menemani Ariel saat Noah menggelar mengelilingi tiga kota besar di AS, seperti Fox Theater, Los Angeles (3 Oktober), lalu Silver Spring, Maryland, Washington DC (4 Oktober) dan Santos Party House, New York City (9 Oktober).

Sophie, sebut Ariel beberapa waktu lalu, bahkan menjadi guide. Sekali lagi, Sophie tetap menolak menceritakan liburannya bersama Ariel.

Ketika ditemui di Hard Rock Cafe, Mal Pacific Place, SCBD, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, 23 Oktober lalu, Ariel tak hanya menolak cerita liburan bareng Sophie di AS, tapi juga membantah kabar pernikahan sirinya bersama bintang film Comic 8: Casino Kings itu.