Polisi Prancis

Jadi Sasaran Serangan Teroris, Polisi Prancis dan Belgia Siaga Satu

BeritaBintang –Polisi Prancis dan penyelidik anti terorisme memperingatkan kemungkinan serangan teroris yang dilancarkan oleh kelompok-kelompok kecil ekstrimis. Mereka disebut telah meninggalkan Suriah menuju Prancis dan Belgia.

“Intelijen Belgia mengirimkan catatan kepada rekan-rekannya di Prancis tentang kelompok kecil tersebut, dan itu dikirim ke polisi di Prancis pada hari Selasa kemarin. Otoritas Prancis tetap sangat berhati-hati tentang informasi itu, karena mereka menerima catatan tersebut secara rutin,” ujar seorang pejabat keamanan Prancis, sebagaimana dilansir dari TaruhanBolaOnline, Jumat(17/6/2016).

Pejabat yang berbicara dengan kondisi anonim itu mengatakan, informasi itu tidak mengubah pemahaman ancaman secara keseluruhan di tubuh Pemerintah Prancis. Prancis telah menetapkan berada di bawah siaga satu karena serangan ekstrimis ISIS pada tahun lalu dan ancaman kekerasan selama Piala Eropa.

Sementara tabloid Belgia, Derniere Heure melaporkan, Dinas Anti Teror Belgia telah memperingatkan pihak kepolisian, bahwa teroris yang memiliki akses kepemilikan senjata telah meninggalkan Suriah 10 hari lalu. Para teroris ini bepergian tanpa paspor dan diyakini berusaha mencapai Eropa menggunakan perahu melaui Turki dan Yunani. Pusat perbelanjaan, restoran cepat saji AS, dan pos polisi bisa jadi target mereka.

Pusat analisis ancaman keamanan Belgia mengatakan akan tetap menjaga status siaga keamanan negara pada tingkat saat ini. “Kami masih di tingkat tiga, tingkat ancaman yang cukup tinggi ancaman,” kata Benoit Ramacker, juru bicara Crisis Center.

Polisi Prancis Rilis Foto Tersangka Teror di Paris

BeritaBintang –  Polisi di Prancis hari Minggu, 15 November telah mengeluarkan foto tersangka yang masih buron dalam serangan di Paris hari Jumat, 13 November malam, yang menewaskan sedikitnya 132 orang. Tiga orang meninggal dunia di rumah sakit beberapa saat lalu.

Tersangka diidentifikasi sebagai Salah Abdesalam, seorang laki-laki berusia 26 tahun yang diketahui lahir di Brussels, Belgia. Polisi mengatakan Abdesalam, yang disebut sebagai tersangka kedelapan, adalah orang yang berbahaya dan siapa pun yang memiliki informasi tentang dirinya, harus segera menghubungi pihak berwenang.

Abdesalam adalah salah satu dari tiga bersaudara yang terkait dengan serangkaian serangan terkoordinir di Paris Jumat malam.

Saudara laki-lakinya, Ibrahim Salah, meledakkan dirinya di gedung konser Bataclan dalam serangan yang menewaskan lebih dari 80 orang. Pihak berwenang Belgia sudah menangkap saudara lainnya.

Polisi di Prancis dan Belgia telah melakukan sejumlah penangkapan dan juga menginterogasi anggota-anggota keluarga dan orang-orang yang terkait dengan tersangka penyerang lainnya.

Media-media Prancis mengatakan ketiga penyerang bunuh diri Prancis juga sudah diidentifikasi. Mereka juga melaporkan tentang dua mobil yang digunakan penyerang, yang menggunakan nomor kendaraan Belgia.

Polisi Prancis hari Minggu juga menginterogasi beberapa anggota keluarga Omar Ismail Mostefai, teroris pertama yang diidentifikasi dalam serangan itu. Ayah, abang dan ipar Mostefai adalah tiga dari enam orang yang ditahan pihak berwenang. Mostefai adalah salah satu dari tujuh penyerang, yang semuanya mengenakan rompi yang dipadati bom.

Enam penyerang meledakkan diri mereka, sementara penyerang ketujuh tewas dalam baku tembak dengan polisi. Sedikitnya tiga dari tujuh penyerang itu berkewarganegaraan Prancis.

Jaksa Prancis Francois Molins mengatakan Mostefai dikenal polisi sebagai penjahat kelas teri, tetapi tidak pernah dikaitkan dalam penyelidikan atau dikaitkan dengan teroris. Laki-laki berusia 29 tahun itu tinggal di Chartres, di dekat Paris.