Polda Metro Jaya

Kasus Buni Yani P21, Kepolisian Segera Layangkan Undangan untuk Pelimpahan Tahap 2

BeritaBintangKasus Buni Yani P21, Kepolisian Segera Layangkan Undangan untuk Pelimpahan Tahap 2

Berkas perkara kasus tersangka Buni Yani telah dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Buni Yani terjerat kasus ujaran kebencian yang disidik oleh Polda Metro Jaya.

Artinya, tahap selanjutnya Buni Yani akan diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat untuk pelimpahan tahap dua yakni barang bukti dan tersangka.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan pihak kepolisian akan mencari waktu untuk memanggil Buni Yani.

“Nanti kita buatkan undangan, surat panggilan kepada Buni Yani oleh penyidik ya. Kan barusan saja p21-nya, nanti direncanakan, kita cek dulu ada di mana keberadaan Buni Yani. kita cari tahu di mana, nanti kita buat undangan, panggilan untuk kita hadapkan ke pihak kejaksaan,” kata Rikwanto di Kompleks Mabes Polri Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (5/4/2017).

Kasus Buni Yani sendiri akan disidangkan di Pengadilan Negeri Depok Jawa Barat. Berkas perkara yang menyeret Buni Yani jadi tersangka diketahui bernomor B 1491/0.2euh.1/3.2007 tanggal 22 Maret 2017.

“Berkas telah dinyatakan lengkap sejak pekan lalu,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Setia Untung Arimuladi di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa 4 April 2017.

Untung mengungkap, para jaksa peneliti telah menilai bahwa berkas perkara Buni Yani yang disidik penyidik Polda Metro Jaya dinilai memenuhi syarat formal dan material tindak pidana.

[Baca Juga -“Catat! Jika Anies-Sandi Korupsi, Bersama Rakyat Prabowo Akan Lengserkan Keduanya“]

Kini, jaksa penuntut umum (JPU) tengah menunggu pelimpahan tahap dua atas berang bukti dan tersangka dari penyidik Polda Metro Jaya.

Selanjutnya, kata Untung, pihaknya pun telah menunjuk jaksa senior sebagai penuntut umum untuk membuktikan dakwaan terhadap Buni Yani. “Kita masih menunggu pelimpahan tahap duanya,” ujarnya.

Buni Yani dijerat Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 32 ayat 1 Undang undang no 11/2008 tentang Informasi Transaksi elektronik. Bila terbukti, Buni terancam kurungan 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Kasus ini berawal ketika Buni Yani mengunggah video penggalan pidato Ahok di Kepulauan Seribu soal Surah Al Maidah Ayat 51. Namun yang dipersoalakan polisi bukanlah video yang diunggah. Namun deskripsi yang ditulis Buni Yani di lama Facebooknya yang dianggap melanggar Undang-Undang ITE. Selama pemberkasan kasus Buni Yani tidak ditahan. Dia juga pernah mengajukan upaya hukum praperadilan atas status tersangkanya. Namun majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan Buni Yani tersebut.

Ini Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Menjadi Polwan

BeritaBintang –  Perwira Koordinator Polwan Polda Metro Jaya, AKBP Djublina M. Ratu mengatakan setiap perempuan berhak untuk menjadi polwan selama fisik dan mental mereka layak untuk menjadi polwan.

“Siapkan diri, siapkan mental. Siapkan diri berati harus siapkan fisik dia, karena apapun juga polisi memerlukan fisik yang lebih untuk melayani masyarakat. Untuk melindungi masyarakat berarti harus mempunyai fisik yang lebih kuat. Sedangkan metal, tentu harus punya mental yang bagus,” tutur Djublina usai Kampanye Polwan Berani Matahati, di Bunderan HI, Jakarta, Kamis (01/9/2016).

Djublina menginformasikan bahwa setiap tahun pihaknya selalu membukan rekrutmen personel Polwan yang akan ditempatkan di berbagai institusi Polri. Terlebih lagi saat ini marak kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang perlu ada penanganan khusus dari seorang wanita.

“Setiap tahun memang ada penambahan personel (Polwan), sekarang untuk Polda Metro Jaya sudah mencapai 1.875 personel,” tambahnya

Sementara dalam rangka penangan kekerasan terhadap anak dan perempuan yang masih kerap terjadi saat ini, pihaknya telah mengambil langkah untuk menempatkan minimal dua personel polwan yang akan ditempatkan di tingkat Polsek.

“Maka kami memberikan suatu kebijakan dua personel Polwan di Polsek untuk menangani kejahatan yang menyangkut anak dan perempuan baik sebagai pelaku maupun korban,” pungkas dia.

Ratusan Personel Gabungan Dikerahkan Jaga Keamanan Ragunan

BeritaBintang –   Ratusan petugas dikerahkan untuk menjaga lokasi wisata Taman Margasatwa Ragunan. Pasalnya, pada libur panjang Lebaran kali objek wisata tersebut didatangi oleh ribuan pengunjung.

Demi menjaga kenyamanan pengunjung dan serta menjaga terjadi hal yang tak diinginkan, ratusan personel gabungan dikerahkan untuk menjaga keamanan.

“Untuk personel hari ini kami menurunkan 362. Terdiri atas 235 Polri, 18 TNI, 109 sipil, dan patroli dari Polda Metro Jaya ada dua,” kata Wakapolsek Pasar Minggu, AKP Sri Pariaksi kepada BintangBola.Online di pos polisi Ragunan, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2016).

Sementara itu, Kepala Humas Kebun Binatang Ragunan, Wahyudi Bambang mengaku telah mengantisipasi pelonjakan pengunjung dengan melakukan beberapa persiapan. Persiapan itu di antaranya dengan menambah kapasitas tempat parkir, jumlah personel, serta loket untuk melayani pengunjung.

“Pertama parkir tambahan kapasitas maksimum 27 ribu sepeda motor, 6 ribu mobil, dan 200 bus. Layanan loket dan petugas juga ditambah yakni, 50-an loket serta total ada 700 personel membantu layanan libur Lebaran,” ujarnya di lokasi yang sama.

Dari pantauan BintangBola.Online di lokasi, puluhan polisi bersenjata lengkap membantu mengawasi pintu masuk Taman Margasatwan Ragunan. Selain itu, polisi membantu mengamankan kondisi lalu lintas di sekitar wilayah tersebut.

Malam Takbiran, Ribuan Polisi Berjaga di Titik Penting Jakarta

BeritaBintang –  Jajaran petugas dari gabungan Polres Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya diterjunkan untuk mengamankan takbir keliling di kawasan Jakarta malam ini, Selasa (5/7/2016).

Kasubag Humas Polres Jakpus, Kompol Suyatno mengatakan, pihaknya akan melakukan apel malam takbiran di Lapangan Sepatu Roda, Monas, dan Gambir pada pukul 16:00 WIB.

“Jumlah kuat Pam malam Takbir dari Polres Metro Jakarta Pusat 243 personel. Sedangkan dari Polda Metro Jaya 1.783 personel,” kata Suyatno saat dihubungi BintangBola.Online, Selasa (5/7/2016).

Suyatno mengatakan, jajarannya akan menyebar petugas keamanan ke sejumlah titik utama Ibu Kota. Setidaknya ada 13 titik lokasi yang dipantau, di antaranya di ruas jalan protokol, seperti Jalan MH. Thamrin dan Jendral Sudirman.

“Sekitar Monas, Patung Kuda Indosat, depan Kedubes Amerika Serikat, Harmoni, Jembatan Bina Graha, Monas Timur, Tugu Tani, Jalan Gunung Sahari, Masjid Istiqlal, Istana Presiden dan Istana Wakil Presiden, terakhir di jalan Abdul Muis. Tapi kita tetap lihat kondisi, bisa saja tempat pengamanan memjadi luas dibeberapa titik,” imbuhnya.

Menanti Sidang Jessica dalam Kasus Kopi Maut Sianida

BeritaBintang –  Jessica Kumala Wongso, tersangka pembunuh Wayan Mirna Salihin akan segera menduduki kursi persidangan. Sebab, jaksa penuntut umum (JPU) tengah merampungkan surat dakwaan untuk mengantarkan Jessica ke meja hijau.

“Tim sekarang sedang berkumpul untuk menyiapkan surat dakwaan. Pokoknya setelah selesai surat dakwaan segera kita limpahkan ke pengadilan,” kata Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejaksaan Tinggi, Waluyo Yahya saat dihubungi BintangBola.Co , Senin (30/5/2016).

Alhasil, Waluyo pun belum tahu kapan tanggal pastinya putri bungsu dari tiga bersaudara akan menduduki kursi panas pengadilan.

Namun ia mengatakan, persidangan tidak tergantung pada masa penahanan Jessica di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur selama 20 hari itu.

“Ya tergantung, kita tidak terpaut dengan 20 hari. Namun seandainya sebelum 20 hari itu selesai, itu sudah harus segera dilimpahkan kejaksaan enggak menunda-nunda. Intinya segera lah,” tukas Waluyo.

Sekedar diketahui, impian Jessica untuk menghirup udara bebas pupus. Jelang berakhirnya masa penahanan dua hari lagi, tiba-tiba Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menyatakan bahwa berkas tersebut dinyatakan lengkap atau P21.

Hal itu tertuang dalam surat Kepala Kejati DKI Jakarta nomor B 3763011/EPP/1052016 tanggal 25 Mei 2016. Alhasil, keesokan harinya penyidik Polda Metro Jaya melimpahkan tahap dua ke Kejari Jakarta Pusat.

Jessica pun kini resmi menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dan mendekam di Rutan Pondok Bambu hingga 20 hari ke depan.

Kakak Agnez Mo Janji Bayar Utang, Laporan di Polda Siap Dicabut

BeritaBintang –PT. Griya Remiza sempat melaporkan PT A2D Indo Energi lantaran dianggap telah melakukan kasus dugaan penipuan dan penggelapan ke Polda Metro Jaya. Namun, upaya hukum tersebut dihentikan lantaran kedua belah pihak sepakat memilih untuk berunding dengan mengedepankan jalur kekeluargaan.

Steve Muljoto, kakak dari penyanyi Agnez Mo, yang juga merupakan petinggi PT. A2D Indo Energi berjanji untuk membayar kewajibannya sebagaimana yang dituntut PT Griya Remiza.

“Intinya mereka punya itikad baik memenuhi kewajibannya,” kata Kuasa Hukum PT. Griya Remiza, Risha Shindyani Halim di Polda Metro Jaya, Kamis (5/5/2016).

Menurut Risha, dengan adanya kesepakatan tersebut, pihaknya berjanji untuk mencabut laporan polisi jika PT. A2D Indo Energi membayar tuntutan.

“Nanti laporannya akan kami cabut karena sudah sepakat untuk damai,” kata dia

Berita Online

Sebelumnya, PT. Griya Remiza melaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan yang dilakukan petinggi PT A2D Indo Energi yang terdiri dari Steve Muljoto, Adnan AS, Reco Iswanto dan Viktor Rindanaung.

Kasus ini berawal saat Steve Muljoto Cs melakukan order ke PT Griya Remiza. PT A2D Indo Energi kemudian memberikan cek senilai Rp780 juta untuk pembayaran. Akan tetapi cek itu tidak bisa dicairkan lantaran diduga bodong.

Tuduhan penipuan dan penggelapan tersebut tercantum dengan nomor laporan LP/1211/III/2015/PMJ/Ditreskrimum.

Indonesia Sepekan: Dari Gerhana Matahari Total hingga Kelahiran Cucu Presiden

BeritaBintang –   Indonesia sepekan ke belakang, di Ibu Kota, diwarnai cerita-cerita yang beragam, dari gerhana matahari total yang menjadi perhatian dunia, kisruh antara Menteri yuddy dengan guru honorer hingga kelahiran cucu pertama Presiden Joko Widodo.

Berikut rangkuman berita yang menyedot perhatian sepanjang pekan lalu.

1. Gerhana Matahari Total

Perhatian dunia pada pekan ini sempat tertuju ke Indonesia, bukan karena aksi ekonomi, olahraga atau politiknya yang membuat mata dunia terpusat ke Bumi Nusantara, namun karena adanya fenomena Gerhana Matahari Total yang melanda sebagian wilayah Indonesia.

Gerhana Matahari Total dipercaya terulang dalam hitungan puluhan tahun, tak heran jika fenomena ini tidak dilewatkan oleh banyak kalangan, dari masyarakat biasa hingga para astronom, hingga para pejabat dan kaum agamis.

Di banyak daerah, fenomena ini disikapi sebagai fenomena alam karena kebesaran Allah. Tidak heran jika banyak masyarakat yang menggelar salat gerhana untuk menyambut fenomena tersebut.

Sementara untuk kalangan astronom, fenomena ini Komunitas pecinta ilmu astronomi asal Yogyakarta “Jogja Astro Club” mendorong pemerintah memanfaatkan fenomena gerhana matahari total (GMT) sebagai momentum untuk membangkitkan ilmu astronomi nasional.

“Euforia masyarakat mengamati fenomena alam ini perlu dimanfaatkan sebagai awal dibangkitkannya kembali ilmu tentang astronomi di Indonesia,” kata Pembina Jogja Astro Club (JAC) Mutoha Arkanuddin.

Menurut Toha, tingginya animo masyarakat menyaksikan peristiwa langka yang pernah terjadi 33 tahun silam itu menandakan bahwa sebagian besar masyarakat telah memiliki kepedulian terhadap ilmu astronomi. Jauh berbeda dengan gerhana matahari total pada 1983 yang justru disambut dengan ketakutan.

“Ini juga berkat peran media massa yang memiliki kontribusi besar menghubungkan para pakar astronomi dengan masyarakat, sehingga rasa takut atau acuh terhadap fenomena gerhana matahari menghilang,” kata dia.

Oleh sebab itu, menurut Mutoha, perubahan cara pandang masyarakat tersebut diharapkan dapat ditangkap oleh para pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan ilmu astronomi. Contoh yang paling kecil, misalnya, menurut dia, adalah dengan membuka mata pelajaran khusus astronomi di sekolah formal mulai SD hingga SMA.

Momentum gerhana matahari total yang terjadi di Indonesia rupanya tak luput dari pengamatan dua kepala negara Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Berbeda dengan JK yang menyaksikan fenomena tersebut di Palu, Presiden Jokowi lebih memilih melihat langsung fenomena gerhana matahari total di Istana Bogor.

Dalam akun Facebook resmi miliknya, Presiden Jokowi setidaknya mengunggah empat foto aktivitasnya dalam mengamati gerhana matahari total.

Dengan mengunakan kacamata khusus untuk mengamati gerhana matahari total, pria asal Surakarta, Jawa Tengah tersebut nampak santai dengan mengunakan kemeja berwarna putih dan sarung.

“Menyaksikan gerhana matahari dari halaman Istana Bogor. Fenomena alam yang luar biasa. Inilah tanda-tanda kekuasaan Allah, kebesaran Allah,” ujar Presiden Jokowi dalam akun Facebook miliknya.

Hal ini menjadi perhatian, karena Presiden Jokowi nampak berbeda dengan aktivitas kesehariannya yang lebih sering mengenakan jas dan pakaian batik formal.

Dalam foto selanjutnya Presiden Jokowi juga nampak berjongkok mengamati matahari yang tepat ada di depannya tersebut. Rupanya fenomena langka tersebut dijadikan momentum orang nomor satu di Indonesia tersebut untuk mengawali pagi harinya.

2. Kisruh Menteri Yuddy dengan Guru Honorer

Mashudi, guru honorer asal Brebes, Jawa Tengah, ditangkap anggota Polda Metro Jaya pada Jumat 4 Maret karena mengirim pesan singkat (SMS) ke Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi.

Mashudi kesal terhadap Yuddy yang berjanji akan mengangkat guru honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Sebab, Mashudi yang telah 16 tahun bekerja sebagai guru honorer tak juga diangkat menjadi PNS.

Hingga akhirnya Mashudi mengirim SMS ke Yuddy Chrisnandi saat melakukan demonstrasi di depan Istana Negara pada 10-12 Februari yang berujung pada jeruji besi.

“Mashudi ditangkap oleh Polda Metro Jaya dengan tuduhan pencemaran nama baik. Bagi kami, ini sebuah kriminalisasi,” ucap Wakil Ketua Umum Forum Komunikasi Honorer K2 Indonesia, Andi Nurdiansyah, kepada awak media, di Kantor LBH Jakarta.

Andi menjelaskan, Mashudi mengirim SMS sebanyak 20 kali kepada Yuddy namun tak digubris, hingga akhirnya kembali mengirim SMS yang ke-21 kali dan dijawab oleh staf khusus Yuddy.

SMS balasan yang diterima Mashudi dari staf khusus tersebut dinilai memancing Mashudi untuk melemparkan kata-kata kasar. Mashudi dituduh sebagai calo PNS dalam balasan SMS-nya.

“Ini yang memancing emosi Mashudi. Ia kemudian ditangkap dengan tuduhan pencemaran nama baik oleh Polda Metro Jaya, yang dilaporkan oleh staf khusus ini,” jelas Andi.

Andi kembali menerangkan, Mashudi yang setiap bulannya hanya diupah Rp350 ribu ditangkap oleh anggota Polda Metro Jaya di Brebes. Menurut Andi, penangkapan yang dilakukan Polda Metro Jaya dinilai tidak masuk akal dan sebagai bentuk kriminalisasi.

“Mashudi ditangkap Polda (Metro Jaya) di Brebes, dijemput dari Jakarta cuma untuk menangkap guru honorer yang ngirim SMS ke menteri kan enggak masuk akal,” tukasnya.

3. Kelahiran Cucu Pertama Persiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo (Jokowi), sudah sah menyandang status kakek. Pasalnya telah lahir benih cinta putra pertamanya, Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda yang diberi nama Jan Ethes Sri Nalendra.

Menurut Gibran, ‘Jan’ memiliki arti sangat, ‘Ethes’ memiliki arti cerdas dan trengginas, Sri Nalendra memiliki arti pemimpin yang baik. Sehingga, Gibran mengharapkan, nantinya cucu pertama Presiden Jokowi itu kelak menjadi sangat cerdas dan trengginas untuk menjadi seorang pemimpin yang baik.

Kabar gembira ini langsung disambut Presiden Jokowi dengan melihat secara langsung cucu pertamanya di Surakarta. Presiden Joko Widodo mengungkapkan rasa kegembiraannya dengan hadirnya Jan Ethes Sri Narendra, cucu pertamanya, dari buah cinta Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda.

Bahkan dengan gaya candanya, Presiden Jokowi mengaku baru menyadari kalau dirinya saat ini sudah menjadi seorang kakek.

“Sekarang saya sudah jadi kakek. Padahal saya masih merasa muda. Ya, disyukuri saja,”ujar Jokowi yang disambut tawa para hadirin, di UNS Solo, Jawa Tengah,Jumat (11/3/2016).

Meski begitu, Jokowi mengaku sangat bersyukur sekali, proses kelahiran menantunya berjalan lancar.

Ketua Divisi Sosialisasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Erlinda berharap, kehadiran cucu pertama orang nomor satu di Indonesia ini menjadi “amunisi” tersendiri bagi Presiden Jokowi untuk membawa Indonesia semakin hebat.

Menurut Erlinda, momentum kelahiran cucu pertama ini juga diharapkan dapat menjadikan  Presiden Jokowi lebih dekat dengan rakyatnya. Selain itu, dapat juga dijadikan untuk membangkitkan perlindungan anak Indonesia sesuai dengan haknya.

Kriminolog: CCTV Bukan Hal Mutlak Bongkar Kejahatan Jessica

BeritaBintang –   Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Erlangga Masdiana memandang bahwa dalam penanganan kasus kematian Wayan Mirna Salihin, polisi sudah memiliki bukti yang cukup kuat. Empat alat bukti yang diklaim telah dikantongi Polda Metro Jaya tinggal dibuktikan saja di depan pengadilan.

“Saya rasa memang pembuktian saja nanti di pengadilan,” kata Erlangga saat dihubungi Beritakampus, Sabtu (6/2/2016).

Lebih lanjut Erlangga menjelaskan, bukti rekaman kamera CCTV bukanlah sesuatu yang mutlak untuk membongkar sebuah kasus pembunuhan. Menurutnya, tindakan kejahatan tidak selalu harus diketahui orang untuk pembuktiannya.

“Orang (kasus pembunuhan) Munir saja bisa ketahuan kok, enggak ada CCTV. Memang banyak kasus kejahatan yang pelaku tindakannya tidak selalu harus diketahui orang,” jelas dia.

Mengenai penanganan kasus yang dianggap lambat oleh beberapa pihak, Erlangga mengaku tak sepakat. Sebelumnya diketahui, meskipun telah menetapkan Jessica Kumala Wongso sebagai tersangka dalam kasus ini, namun motif dibalik pembunuhan belum berhasil terungkap.

Polisi masih memburu beberapa alat bukti yang diyakini menjadi kunci dalam kasus ini. Selain itu, penyidikan juga melibatkan aparat kepolisian Australia.

Dalam hal ini Erlangga menilai bahwa polisi hanya bersikap hati-hati, agar bukti-bukti yang telah dikumpulkan tak mudah dipatahkan ketika dihadapkan di meja hijau kelak.

“Saya pikir polisi lebih hati-hati saja. Dan tidak ingin fakta-fakta yang telah dikumpulkan itu mudah terbantah di pengadilan,” tutup Erlangga.

Tahu Rumah Piyu Padi Disatroni Maling, Polda Metro Jaya Kirim Anjing Pelacak

BeritaBintang – Kemarin malam, rumah milik mantan gitaris band Padi, Piyu, disatroni oleh tiga orang maling. Dari rekaman kamera pengintai, ketiganya melakukan aktifitas jahat mereka sejak pukul 03.00 sampai 05.30 pagi.

“Rumah saya sedang dalam keadaan kosong. Dari rekaman CCTV yang ada di rumah, terlihat ada tiga pelaku yang masuk ke rumah,” kata Piyu saat

Dari rekaman kamera pengintai itu, Piyu menggambarkan bahwa pelaku terlihat sangat tenang dan berhati-hati ketika mengambil barang-barang berharga miliknya. Mereka sempat memecahkan kaca, sebagai akses untuk masuk ke dalam rumah dan studio.

“Dari CCTV, mereka terlihat sangat tenang ketika mengambil barang-barang di rumah saya. Mereka masuk melalui tembok pagar yang sebenarnya cukup tinggi,” kata Piyu.

Akibatnya, beberapa barang berharga Piyu seperti televisi LED berukuran besar, laptop, dan alat-alat musiknya hilang tak bersisa. Jika dirinci, Piyu mengalami kerugian hingga Rp 200 juta. Makanya, ia langsung melaporkan hal ini kepada pihak terkait.

“Setelah saya tahu rumah kecolongan, saya laporkan ke Polsek Menteng. Setelah itu diperiksa polisi TKP-nya, sampai ada tim anjing pelacak dan tim identifikasi dari Polda Metro Jaya,” kata Piyu.