Pokemon Go

Wah! Niantic Siap Boyong Harry Potter dalam Game Berteknologi AR

BeritaBintangWah! Niantic Siap Boyong Harry Potter dalam Game Berteknologi AR

Pokemon Go menjadi game yang digandrungi para gamer di berbagai negara. Game ini menggunakan teknologi augmented reality (AR) dan memungkinkan pengguna berkeliling di wilayahnya demi menangkap Pokemon.

Pokemon Go menjadi game yang hits dan banyak digunakan para gamer di berbagai belahan dunia bahkan tak lama setelah game ini dirilis. Tak ayal banyak developer turut mengembangkan game AR mobile lainnya demi meraih peruntungan.

Tak puas dengan Pokemon Go, Niantic – developer game Pokemon Go dikabarkan tengah mengembangkan game baru dengan menggunakan teknologi AR. Harry Potter: Wizards Unite dilaporkan akan menjadi game AR rancangan Niantic.

Jika Anda merupakan penggemar Hary Potter, kabar ini mungkin tak akan Anda lewatkan begitu saja. Menariknya, game Harry Potter akan dirilis pada 2018 meski belum ada informasi yang rinci.

[ Baca Juga – Game StarCraft 2: Wings of Liberty Bisa Dimainkan Secara Gratis ]

Niantic diperkirakan akan sangat terinspirasi dari Ingress, jenis game online yang terdiri dari banyak pemain yang menggunakan informasi lokasi dan teknologi AR.

Di Harry Potter: Wizard Unite, pemain harus mengumpulkan kekuatan, mempertahankan lokasi dan menjelajahi lingkungan baru sambil menjelajahi dunia nyata sama seperti Pokemon GO.

Niantic sendiri telah mengonfirmasi bahwa perusahaannya tengah mengembangkan game mobile baru berteknologi AR. Sayangnya, Niantic tak memberikan detail game selanjutnya itu. Demikian seperti dilansir Poker Online.

Asyik Bermain Pokemon Go, Ibu Hamil di China Alami Kebutaan

BeritaBintangXinbei Sejak Pokemon Go resmi dirilis di berbagai belahan penjuru dunia beberapa bulan yang lalu, banyak gamers yang dilaporkan mengalami kejadian tidak menyenangkan.

Mulai dari perampokan, tertabrak kendaraan, jatuh ke dalam sungai, jatuh dari tebing, tewas, dan kini mengalami kebutaan.

Seperti laporan yang dikutip dari Link Alternatif SBOBET, Kamis (1/9/2016), seorang ibu hamil berusia 31 tahun di Kota New Taipei, mengunjungi rumah sakit setempat karena mata kanannya tidak bisa melihat.

Sang dokter, Chen Yu-an, mendiagnosa perempuan tersebut menderita degenerasi makular — hilangnya penglihatan akibat kerusakan macula atau bagian tengah retina.

“Kondisi matanya semakin parah karena terlalu sering bermain Pokemon Go,” kata Chen.

Chen mengatakan salah seorang pasiennya yang lain juga mengalami gangguan penglihatan, karena terlalu terobsesi bermain gim populer itu.

Sejak 3 minggu sejak Pokemon Go dirilis di Taiwan, dokter itu menyatakan jumlah pasien di rumah sakit mata tempat dia bekerja bertambah sebanyak 20 persen.

Namun, tidak semua penderita penyakit mata diakibatkan oleh gim terinspirasi dari film kartun anak Pokemon itu. Beberapa dari pasiennya terlalu memaksakan kerja mata, sehingga mengakibatkan saraf mata menegang.

Hal tersebutlah yang memicu terjadinya kerusakan pada penglihatan, terutama jika seseorang memiliki riwayat penyakit mata.

Chen menyebutkan pada awal 2016, seorang perempuan di Nanjing hampir buta karena nonton drama Korea selama 18 jam tanpa henti.

Sementara itu, ternyata popularitas Pokemon Go di Taiwan tidak hanya merusak indra penglihatan saja. Pekan lalu para maniak gim mengakibatkan macet total karena turun ke jalan untuk menangkap salah satu karakter Pokemon, Snorlax.

Hal tersebut membuat pihak berwajib Taiwan meningkatkan penempatan polisi lalu lintas (polantas), untuk menilang maniak gim yang menyebabkan bahaya saat bermain Pokemon Go.

Menurut laporan, setelah gim tersebut resmi dirilis, dalam dua hari polantas menilang setidaknya 349 warga yang tertangkap bermain Pokemon Go sambil berkendara.

Survei yang dilakukan oleh EZchoice menyatakan, 1 dari 3 warga di Taiwan bermain Pokemon Go. Hal tersebut menunjukkan bahwa sekitar 7,9 juta gamer menghabiskan waktu rata-rata 114 menit bermain gim setiap harinya.

Ribuan Pokemon Turun ke Jalan

BeritaBintang –  RIBUAN Pokemon turun ke jalanan di kota Yokohama, Jepang. Pokemon tersebut memenuhi jalanan dalam rangka Festival Pokemon di kota ini.

Ribuan Pokemon yang turun ke jalanan ini tidak ada hubungannya dengan permainan Pokemon Go yang sedang digandrungi banyak orang akhir-akhir ini. Melainkan Yokohama memang telah mengadakan festival ini sejak 2014 lalu.

Meski demikian, ribuan Pokemon yang turun ke jalanan hanyalah karakter Pikachu saja. Sehingga jalanan dipenuhi warna kuning khas Pikachu.

Maklum saja, pemerintah Yokohama menamai festival ini dengan nama bernama asli Pikachu Tairyou Hassei-Chu.

Penyelenggaraan ini diharapkan dapat menarik kunjungan wisatawan asing. Terutama setelah aplikasi Pokemon Go rilis beberapa waktu yang lalu.

Dilansir BintangBola.Co , Selasa (9/8/2016), di antara karakter Pokemon yang lain, Pikachu dianggap sebagai karakter yang paling lucu dan banyak disukai. Oleh karenanya, ribuan Pokemon dihadirkan ke jalanan untuk menghibur pengunjung.

Festival Pokemon sendiri selalu tampil dengan tema yang berbeda. Tahun lalu, tema Festival Pokemon adalah “An Outbreak of Pikachu Dancing”. Sedangkan untuk tahun ini, tema yang diusung adalah “They Gonna Get Wet This Time???”