Pierre Gasly

Pembalap Muda Juga Bisa “Berbicara” di F1

BeritaBintang –   Pembalap junior Red Bull, Pierre Gasly, percaya penampilan impresif Max Verstappen membuktikan bahwa driver belia bisa unjuk gigi dalam Formula One (F1). Gasly menyatakan Verstappen memang memiliki bakat alami luar bisa yang mengantarnya berjaya.

Verstappen menjadi bahan pembicaraan publik lantaran performanya sangat bagus di F1 musim 2015. Meski berstatus rookie, pembalap berkebangsaan Belanda ini mengakhiri musim di peringkat 12 dengan 49 poin, dan pencapaian terbaiknya adalah dua kali finis keempat dalam GP Hungaria dan GP Amerika Serikat.

Masih muda dan tak berpengalaman sempat membuat Verstappen dalam tekanan, tapi skill-nya kala melakukan overtake membuat publik angkat topi. Pembalap berusia 17 tahun ini pun masuk tiga kategori dalam penghargaan akhir musim FIA.

“Menyenangkan bisa melihat pembalap muda bisa melaju cepat di F1. Saya pernah balapan dengan Vertappen dan Carlos Sainz beberapa tahun yang lalu, jadi saya tahu apa dan bagaimana mereka bertualang di F1. Saya pikir mereka tampil bagus di F1,” kata Gasly kepada Bioskop168 , Selasa (8/12/2015).

“Verstappen memiliki bakat yang bagus. Tapi agar bisa menembus F1, Anda membutuhkan semuanya seperti dukungan dari sponsor, keberuntungan, dan kesempatan untuk mendapatkan tim. Semuanya datang di waktu sempurna buat Verstappen,” jelasnya.

Finis Keempat, Rio Haryanto Kehilangan Podium Sebelum Tiga Tikungan Terakhir

BeritaBintang – Pebalap muda Indonesia, Rio Haryanto, harus menerima kenyataan pahit saat turun pada balapan pertama (feature race) GP2 Hongaria di Sirkuit Hungaroring, Sabtu (25/7/2015).

Pebalap Campos Racing tersebut kehilangan podium sebelum tiga tikungan terakhir balapan, dan akhirnya finis keempat. Rio mengawali balapan hari ini dari posisi start ketujuh. Posisinya bahkan sempat merosot pada awal balapan. Namun, semangat pebalap 22 tahun tersebut tetap membara.

Pemuncak klasemen sementara, Stoffel Vandoorne, lebih dulu melakukan pit stop pada lap ke-6 dari 37 putaran yang dijadwalkan. Dia melakukan kesalahan saat keluar dan mendapat penalti lima detik.

Rio menyusul masuk ke pit pada lap ke-10. Saat kembali ke lintasan, Rio berada di urutan ke-13, di belakang Vandoorne. Alex Lynn yang start dari pole position memimpin balapan.

Lynn bertahan di depan hingga akhir lap ke-22 ketika dia harus melakukan pit stop, yang diikuti para pebalap lain. Vandoorne dan Rio yang lebih dulu melakukan pit stop memimpin balapan di posisi pertama dan kedua.

Dengan ban yang lebih baru, Lynn mulai mengejar Vandoorne dan Rio. Pada lap ke-30, Lynn berhasil melewati Rio di tikungan 1. Tiga putaran berikutnya, di tikungan yang sama, Lynn melewati Vandoorne.

Rio harus bekerja keras untuk mempertahankan posisinya dengan ban yang semakin habis. Memasuki dua putaran terakhir, Lynn makin cepat di depan, disusul Vandoorne yang akan kehilangan lima detik, lalu Rio.

Namun, Pierre Gasly berhasil melewati Rio untuk mendapatkan tempat ketiga. Sensasi Gasly berlanjut dengan melewati Vandoorne.

Sebelum memasuki tikungan ketiga terakhir jelang finis, Sergey Sirotkin melakukan manuver untuk melewati Rio. Senggolan antara kedua mobil tak terhindarkan dan Rio kehilangan front wing.

Sirotkin mengamankan tempat keempat yang berarti finis podium karena Vandoorne akan kehilangan lima detik.

Lynn berhasil finis pertama. Gasly dan Sirotkin mendampingi Lynn naik podium kedua dan ketiga. Rio harus puas berada di urutan keempat, sementara Vandoorne yang sebenarnya finis ketiga turun ke urutan kelima karena penalti lima detik.

Delapan pebalap yang finis pertama pada feature race, akan memulai balapan kedua (sprint race) pada Minggu (26/7/2015), dengan posisi terbalik. Lynn yang finis pertama hari ini akan start dari posisi kedelapan pada balapan kedua.

Rio akan mengawali sprint race dari posisi start kelima, sementara Vandoorne keempat. Pole position akan ditempati Nobuharu Matsushutia.