Phillip Island

Marquez Tak Yakin Bisa Pertahankan Gelar Juara Dunia MotoGP

BeritaBintangMarquez Tak Yakin Bisa Pertahankan Gelar Juara Dunia MotoGP

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, tak yakin bisa berpeluang kembali mempertahankan gelar juara di MotoGP 2017. Pasalnya, ia tak yakin dengan strategi yang diterapkan pada musim lalu bisa berjalan lancar.

Memang peta persaingan MotoGP 2017 sangat ketat. Bagaimana tidak, beberapa pembalap melakukan pergantian tim, seperti Jorge Lorenzo ke Ducati Corse, Maverick Vinales ke Movistar Yamaha, dan Andrea Iannone ke Suzuki Ecstar. Bahkan persaingan tidak hanya berkutat sekadar Valentino Rossi dan Marquez saja.

Baca Juga : ” CATAT! 5 Makanan Berikut Jangan Dikonsumsi saat Batuk

Melihat persaingan tersebut, Marquez mengaku sangat sulit memprediksi siapa calon juara dunia. Bahkan ia akan kesulitan di gelaran perdana MotoGP yang terjadi di Sirkuit Losail, Qatar pada 26 Maret 2017.

“Kejuaraan masih sangat panjang. Tentu kami tak tampil kompetitif setiap pekan. Di Malaysia kami merasa kompetitif, dan di Phillip Island kami sangat kuat. Losail mungkin menjadi sirkuit yang kami rasa sangat sulit,”ujar Marquez seperti dikutip Crash, Rabu (15/3/2017).

“Jadi kami akan melihat sepanjang balapan dan ketika kami tiba di Eropa. Tes kali ini bukan yang terbaik untuk saya dan tim. Namun kami akan berusaha untuk mengatasinya dengan cara yang benar untuk balapan,”pungkasnya.

 

Marc Marquez Masih Ragu Bisa Juara Dunia Musim Ini

BeritaBintang –  Jelang menghadapi seri ke-14 MotoGP musim ini, Marc Marquez datang dengan modal yang cukup kuat. Pembalap Repsol Honda tersebut masih memimpin klasemen sementara dengan raihan 223 poin.

Meski memiliki kans yang cukup besar untuk memenangkan juara dunia musim ini, Marquez ternyata masih merasa ragu. Menurut pembalap yang menggunakan nomor 93 tersebut, segalanya masih mungkin terjadi di musim ini.

Penampilan Marquez dalam beberapa seri belakangan memang agak kurang meyakinkan. Selepas menggapai podium puncak di GP Jerman, saudara kandung dari Alex Marquez tersebut gagal menjadi juara dalam empat balapan beruntun.

“Jika saya memenangkan gelar tanpa memenangkan lagi balapan, maka itu tak masalah. Kami harus mampu dan bekerja keras. Kami tahu ada beberapa sirkuit yang bagus untuk kami yakni di Phillip Island dan Valencia, namun pada tahun ini Anda tidak akan pernah tahu,” jelasnya seperti dikutip dari Bandar Bola, Jumat (23/9/2016).

“Dengan ban dan elektronik, Anda bisa menang 10 detik lebih cepat atau Anda bisa kesulitan dan menyelesaikan balap 10 detik di belakang pimpinan balapan,” tambahnya kepada Panduan Judi Online

Sepang Kembali Tolak Disalahkan atas Kepergian Marco Simoncelli

BeritaBintang – Minggu 23 Oktober 2011 menjadi hari yang sangat berduka bagi para pencinta MotoGP. Pada saat itu, pembalap Italia, Marco Simoncelli meninggal dunia saat sedang mengaspal di Sirkuit Internasional Sepang di Malaysia.

Usai kejadian tersebut, Sepang memang sempat mendapat kritikan dari beberapa pihak. Saat itu Valentino Rossi menyebut Sepang sebagai sirkuit yang berbahaya bahkan lebih berbahaya jika dibandingkan dengan Phillip Island.

Namun, saat itu pihak Sepang menolak disalahkan karena kecelakaan tersebut baru pertama kali terjadi semenjak sirkuit tersebut menjadi tuan rumah MotoGP. Mereka juga menyebut FIM tak meminta adanya pergantian trek pada saat itu.

Kini, dalam sebuah wawancara bersama dengan Bintangbola.co, CEO Sepang, Dato Razlan Razali, menegaskan bahwa dirinya tak bersalah dalam kecelakaan Simoncelli.

“Itu adalah bukan kesalahan kami. Itu memang sebuah masalah, itu bukan suatu hal yang mudah untuk diselesaikan,” ujar Razali seperti diberitakan Panduan Judi Online, Jumat (24/6/2016).

“Apa yang terjadi dengan Marco adalah suatu hal yang tidak disengaja. Tetapi saya tegaskan itu bukan kesalahan kami. Sepang selalu menjadi sirkuit yang aman. Kami tak ingin diingatkan lagi mengenai itu,” tandasnya.

Rider Pramac Ducati Tak Sabar Balapan di Le Mans

BeritaBintang –Pembalap Pramac Ducati, Danilo Petrucci, segera kembali mengaspal dalam seri kelima MotoGP 2016 yakni GP Prancis. Dia pun mengaku sudah tidak sabar membalap di Sirkuit Le Mans Bugatti.

Gara-gara cedera yang dialami saat tes pramusim di Phillip Island, dan kembali sial saat latihan bebas dalam seri pembuka GP Qatar, Petrucci harus naik meja operasi sebanyak dua kali. Dia mematahkan tiga metacarpal yang membuat tangannya dipasang 12 sekrup dan dua plat.

Cedera parah tersebut membuat Petrucci harus rela menyaksikan dari layar kaca saat para pembalap lain mengikuti empat seri pembuka. Pembalap berkebangsaan Italia tersebut juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantunya selama beberapa minggu terakhir.

“Saya sering berlatih dalam beberapa pekan terakhir. Kali ini saya melakukan segalanya dengan lebih kalem, menunggu tubuh ini memberikan ijin untuk berlatih. Saya senang bisa kembali dan saya merasa enak,” kata Petrucci, seperti diberitakan Indowins, Selasa (3/5/2016).

“Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang telah membantu saya, pelatih Marco Baglioni, Tommaso, Filippo, dan saudara saya Francesco yang telah berlatih bersama. Saya juga ingin berterima kasih kepada tim medis di Terni yang menyediakan alat-alat untuk fisioterapi,” jelasnya.

Rider Ducati Kini Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

BeritaBintang – Pembalap Pramac Ducati, Scott Redding, menyatakan bahwa dirinya semakin percaya diri bisa memenuhi targetnya di MotoGP 2016, yakni menembus peringkat enam di klasemen akhir rider. Optimisme ini sebagai buntut hasil menjanjikan yang diperoleh rider Inggris itu dalam rangkaian uji coba pramusim di Sirkuit Losail, Qatar, pekan lalu.

Redding berhasil menduduki posisi kedua dalam daftar kombinasi catatan waktu, hanya kalah dari jagoan Movistar Yamaha yang juga jawara MotoGP 2015, Jorge Lorenzo. Padahal, Redding ‘hanya’ mengendarai motor Desmosedici GP15, bukan GP16 yang merupakan motor Ducati teranyar.

“Banyak media menertawakan saya ketika saya berkata pasti mampu menembus enam besar tahun ini, tapi ini bukan candaan! Uji coba Qatar adalah tempat di mana saya lebih ngotot untuk menunjukkan potensi, dan saya berhasil. Saya melaju cepat dengan ban baru. Jadi ini sisi yang benar-benar positif bagi saya,” celoteh Redding, seperti dimuat RACER, Selasa (8/3/2016).

“Saya sangat puas untuk progress yang saya raih, dan rasa percaya diri saya sangat meningkat jauh. Ducati sedikit kesulitan di Phillip Island, tapi kami tampil baik di Sepang dan Jerez. Saya percaya diri di atas Michelin dan semakin baik memahami elektronik baru. Jadi saya sangat optimis menatap musim ini,” urainya.

Kendala yang Dialami Yamaha Jelang MotoGP 2016

BeritaBintang – Ketua Tim Monster Yamaha Tech 3, Herve Poncharal, menyebut kendala yang dialami timnya jelang tampil di MotoGP 2016. Poncharal menyebut, tim yang bermarkas di Bormes-Les-Mimosas masih beradaptasi dengan perangkat elektronik baru (ECU).

Pada MotoGP 2016, Dorna selaku promotor MotoGP mengeluarkan beberapa kebijakan baru. Salah satunya ialah keharusan menggunakan perangkat elektronik baru buatan Magneti Marelli dari Dorna.

Hal itu membuat pembalap yang tampil di MotoGP 2016 harus beradaptasi penuh, termasuk tim Monster Yamaha Tech 3. Dalam tes pramusim yang diadakan di Phillip Island, Australia pada 19 April 2016, dua pembalap Tim Monster Yamaha tech 3 yakni Pol Espargaro dan Bradley Smith gagal meraih hasil optimal.

Espargaro hanya menduduki posisi delapan, sementara Smith harus puas menempati tangga 16. Karena itu, pada tes pramusim selanjutnya yang berlangsung di Losail Qatar pada 2-4 April 2016, perbaikan harus dilakukan Tim Monster Yamaha.

“Saat ini kami berada di posisi harus menggunakan perangkat elektronik baru. Kami harus belajar atau mendalami perangkat elektronik baru ini,” jelas Poncharal, mengutip dari Speedweek, Rabu (2/3/2016).

Tes Terakhir Jadi Ajang Pemanasan bagi Miller

BeritaBintang –   Rider Tim Estrella Galicia 0,0 Marc VDS, Jack Miller, menjadikan tes pramusim terakhir di Sirkuit Losail, Qatar, sebagai ajang pemanasan sebelum mulai musim balap 2016. Tes di Qatar juga menjadi kesempatan bagi Miller untuk kemampuan motor secara keseluruhan.

Sebab, pembalap asal Australia ini harus absen saat mengaspal pada tes pertama yang berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia, akibat cedera. Sementara di Phillip Island, penampilan Miller juga tidak maksimal.

Penyebabnya tidak lain adalah cuaca buruk yang menerjang Australia. Alhasil, rider 21 tahun ini hanya mampu menempati posisi 14 di tes terakhir dengan catatan waktu 1 menit 30,023 detik.

“Saya sangat tidak sabar untuk (mengaspal di) Qatar. (Tes) ini akan menjadi kesempatan pertama untuk mencoba secara keseluruhan kemampuan motor untuk memulai musim dan saya siap untuk bekerja lebih baik dengan kru saya,” kata Miller, seperti dilansir dari situs resmi BintangBoLa, Rabu (2/3/2016).

“Sirkuit Losail akan lebih sulit dengan cedera yang saya derita, tapi saya sudah bekerja keras dengan fisioterapi saya di Australia dalam beberapa minggu terakhir, jadi saya sangat siap,” tuntasnya.

Ducati Luncurkan Desmosedici GP16

BeritaBintang –   Di tengah jeda agenda uji coba pramusim MotoGP 2016. Ducati mengenalkan motor anyar yang akan digunakan di MotoGP 2016, yakni Desmosedici GP16. Presentasi itu dilakukan di Borgo Paniga, Bologna, Italia.

Acara tersebut dihadiri oleh dua pembalap mereka, Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone, yang didampingi oleh CEO Ducati, Claudio Domenicali dan Gigi Dall’Inga selaku General Manager Ducati. Selain mereka juga ada Direktur Olahraga, Paolo Ciabatti dan Manajer Tim, Davide Tardozzi.

Perbedaan desain lama dengan baru terlihat jelas pada bagian sayap motor, yang dominan dengan warna putih. Motor baru ini diharapkan Iannone dan Dovizioso memberikan peruntungan baik di MotoGP 2016.

“Kami memiliki isu kecil di dua tes pertama (Malaysia dan Australia), tapi kami menunjukkan perkembangan di Phillip Island. Saya percaya kami semua memiliki segalanya untuk memimpin, saya punya ekspektasi tinggi untuk tes di Qatar,” ucap Doviziso di BintangBoLa, Rabu (24/2/2016).

“Saya pikir ini (Desmosedici GP16) motor yang bagus, kami melalui 2015 dengan positif dan melakukan langkah maju. 2016 akan sulit karena kami punya ekpektasi tinggi, dan kami siap menghadapi tantangan itu,” imbuh Iannone.

Rossi Tak Bisa Banyak Komentar soal Cadalora

BeritaBintang –   Valentino Rossi menyatakan, belum ada keputusan mengenai Luca Cadalora yang ditengarai akan menjadi bagian dari timnya. Spekulasi itu muncul setelah Cadalora termasuk dalam rombongan The Doctor saat datang ke Phillip Island.

Detail lebih lanjut mengenai kabar itu belum diketahui. Akan tetapi, Cadalora diisukan akan memiliki jabatan serupa dengan Wilco Zeelenberg di timnya Jorge Lorenzo yakni sebagai manajer tim.

“Mungkin dia bisa memberikan saya beberapa bantuan. Kami juga pernah membalap bersama, dan bertukar banyak cerita menarik. Saya tidak pernah memiliki teman seperti ini. Jadi saya pikir kenapa tidak?” papar Rossi, seperti dilansir BintangBola, Kamis (18/2/2016).

“Dia seharusnya membantu saya dari sisi teknikal, khususnya mengobservasi apa yang terjadi di trek. Untuk saat ini dia datang saat tes saya. Akan tetapi, belum ada yang diputuskan,” lanjutnya.

Adapun saat tes hari pertama di Phillip Island, Rossi merupakan salah satu pembalap yang cukup produktif nan impresif. Dia menyelesaikan 27 putaran termasuk menjajal ban baru Michelin.

“Kami sedikit bosan dan sebenarnya juga bukan tes yang sia-sia. Kami berhasil melakukan beberapa lap di trek basah, dan tetap mengaspal saat kering. Selalu sulit menemukan set-up tepat dengan ban intermediate,” terang Rossi.

“Di masa lalu, dengan slick, cukup berbahaya saat turun di trek setengah basah setengah kering. Semoga cuaca akan lebih baik nanti dan Jumat,” tutupnya.

Australia Berpotensi Gelar Dua Seri MotoGP

BeritaBintang –   Safety Officer Federation of International Motorcycling (FIM), Franco Uncini, menyatakan Australia bisa menggelar dua seri MotoGP di dalam waktu dekat. Hal itu dia ungkapkan saat mengunjungi SA Motorsport Park di Adelaide.

Setelah melakukan inspeksi selama dua jam di situs kontruksi, Uncini mengklaim SA Motorsport Park bisa memenuhi persyaratan untuk menyentuh standar kelas A MotoGP. Hal itu adalah syarat penting suatu sirkuit menjadi venue kasta teratas balap motor dunia.

“Secara keseluruhan, sirkuit ini sangat aman dan menarik. Saya telah bekerja dengan Peregrine Corporation (developer) untuk beberapa waktu,” kata Uncini, seperti diberitakan The Advertiser, Kamis (11/2/2016).

“Saya merasa fantastis bisa berada di sini untuk pertama kali, dan melihat layout-nya. Tak ada alasan untuk tidak menggelar dua seri MotoGP di Australia,” jelasnya.

Kini, satu-satunya seri Australia digelar di Phillip Island. Adapun Uncini membocorkan bahwa SA Motorsport Park akan siap menggelar MotoGP mulai musim 2018, tapi segala persyaratan agar bisa masuk kalender MotoGP masih harus dipertimbangkan dengan Dorna Sports.