Pembalap Repsol Honda

Jelang MotoGP 2017, Dani Pedrosa Tak Ingin Alami Mimpi Buruk seperti Musim 2016

BeritaBintangJelang MotoGP 2017, Dani Pedrosa Tak Ingin Alami Mimpi Buruk seperti Musim 2016

Pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa, tak ingin mengalami mimpi buruk seperti musim 2016. Memasuki kompetisi MotoGP 2017, rider asal Spanyol itu ingin tampil lebih baik dengan meraih poin oenting di tiap race.

Musim lalu menjadi mimpi buruk bagi Pedrosa, bagaimana tidak, ia hanya meraih 155 poin, menutup musim dengan berada di posisi enam klasemen pembalap. Hasil tersebut sama seperti musim 2015, tapi kala itu ia sukses mengumpulkan 206 poin dengan berada di posisi empat.

[ Baca Juga : ” Power Rangers: Lebih dari Sekadar Nostalgia untuk Generasi 90-an ” ]

Perlahan tapi pasti pembalap berusia 31 tahun itu ingin berbenah, terlebih dengan RC213V. Ia melihat semua elemen motor begitu penting, kendati Honda menawarkan beberapa perangkat baru. Menurutnya, perubahan itu merupakan awal yang baik baginya.

“Semuanya penting, mereka menawarkan ini dan itu, saya pikir itu penting. Saya pikir tahun lalu saya memiliki perasaan yang buruk dalam satu hal. Kami adalah sedikit lebih baik dalam hal ini, ini membuat perbedaan besar. Itulah titik yang baik,” ujar Pedrosa mengutip dari AGEN BOLA, Sabtu (25/3/2017).

Memasuki musim 2017, pembalap yang memiliki kontrak hingga 2018 itu harus bisa bangkit. Sebab, sudah banyak pesaing dari tim lain macam Andrea Iannone (Suzuki), Maverick Vinales (Yamaha) yang siap tampil meledak.

Marquez Tak Yakin Bisa Pertahankan Gelar Juara Dunia MotoGP

BeritaBintangMarquez Tak Yakin Bisa Pertahankan Gelar Juara Dunia MotoGP

Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, tak yakin bisa berpeluang kembali mempertahankan gelar juara di MotoGP 2017. Pasalnya, ia tak yakin dengan strategi yang diterapkan pada musim lalu bisa berjalan lancar.

Memang peta persaingan MotoGP 2017 sangat ketat. Bagaimana tidak, beberapa pembalap melakukan pergantian tim, seperti Jorge Lorenzo ke Ducati Corse, Maverick Vinales ke Movistar Yamaha, dan Andrea Iannone ke Suzuki Ecstar. Bahkan persaingan tidak hanya berkutat sekadar Valentino Rossi dan Marquez saja.

Baca Juga : ” CATAT! 5 Makanan Berikut Jangan Dikonsumsi saat Batuk

Melihat persaingan tersebut, Marquez mengaku sangat sulit memprediksi siapa calon juara dunia. Bahkan ia akan kesulitan di gelaran perdana MotoGP yang terjadi di Sirkuit Losail, Qatar pada 26 Maret 2017.

“Kejuaraan masih sangat panjang. Tentu kami tak tampil kompetitif setiap pekan. Di Malaysia kami merasa kompetitif, dan di Phillip Island kami sangat kuat. Losail mungkin menjadi sirkuit yang kami rasa sangat sulit,”ujar Marquez seperti dikutip Crash, Rabu (15/3/2017).

“Jadi kami akan melihat sepanjang balapan dan ketika kami tiba di Eropa. Tes kali ini bukan yang terbaik untuk saya dan tim. Namun kami akan berusaha untuk mengatasinya dengan cara yang benar untuk balapan,”pungkasnya.

 

Marc Marquez Masih Ragu Bisa Juara Dunia Musim Ini

BeritaBintang –  Jelang menghadapi seri ke-14 MotoGP musim ini, Marc Marquez datang dengan modal yang cukup kuat. Pembalap Repsol Honda tersebut masih memimpin klasemen sementara dengan raihan 223 poin.

Meski memiliki kans yang cukup besar untuk memenangkan juara dunia musim ini, Marquez ternyata masih merasa ragu. Menurut pembalap yang menggunakan nomor 93 tersebut, segalanya masih mungkin terjadi di musim ini.

Penampilan Marquez dalam beberapa seri belakangan memang agak kurang meyakinkan. Selepas menggapai podium puncak di GP Jerman, saudara kandung dari Alex Marquez tersebut gagal menjadi juara dalam empat balapan beruntun.

“Jika saya memenangkan gelar tanpa memenangkan lagi balapan, maka itu tak masalah. Kami harus mampu dan bekerja keras. Kami tahu ada beberapa sirkuit yang bagus untuk kami yakni di Phillip Island dan Valencia, namun pada tahun ini Anda tidak akan pernah tahu,” jelasnya seperti dikutip dari Bandar Bola, Jumat (23/9/2016).

“Dengan ban dan elektronik, Anda bisa menang 10 detik lebih cepat atau Anda bisa kesulitan dan menyelesaikan balap 10 detik di belakang pimpinan balapan,” tambahnya kepada Panduan Judi Online

Rossi Terjatuh, Marquez Rajai MotoGP Austin

BeritaBintang – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez keluar sebagai juara di MotoGP seri Amerika Serikat yang dihelat di Circuit of The Americas, Senin (11/4/2016). Kejutan juga banyak terjadi di seri ini.

Marc Marquez yang menempati pole position langsung tancap gas sejak start. Pembalap Repsol Honda tersebut tak membiarkan Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha) dan Andera Dovizioso (Ducati) yang ada di posisi dua dan tiga menyalipnya.

Di sisi lain, Valentino Rossi (Movistar Yamaha) yang sebetulnya start dari posisi ketiga, justru tercecer ke posisi enam. Puncak kesialan Rossi terjadi di lap ketiga.

Memasuki tikungan dua, motor Rossi tak seimbang saat dia hendak berbelok. Beruntung, Rossi tak mengalami cedera serius setelah kecelakaan itu

Persaingan kemudian memanas antara Lorenzo dan Dovizioso. Lorenzo yang berambisi membalas kegagalannya di GP Argentina, berhasil menyalip Dovizioso untuk menyegel posisi kedua.

Sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah disalip Lorenzo, Dovizioso ternyata juga harus rela tak melanjutkan balapan usai motornya ditabrak Dani Pedrosa (Repsol Honda) dari belakang. Tak lama setelah insiden itu, Pedrosa menghampiri Dovizioso untuk meminta maaf.

Catatan waktu menunjukkan, Marquez unggul hingga 3,2 detik dari Lorenzo. Catatan waktu itu meningkat menjadi 5 detik, setelah Marquez mencatat lap tercepat yakni 2 menit 0,4 detik.

Dengan keunggulan itu, kemenangan Marquez untuk keempat kali berturut-turut di Circuit of The Americas, tak terbendung lagi. Pembalap asal Spanyol itu resmi mengklaim podium pertama pada seri Americas kali ini.

Di belakang Marquez, ada Jorge Lorenzo di posisi kedua dan Andrea Iannone (Ducati di posisi ketiga). Bagi Marquez, kemenangan ini menjadi yang kedua setelah dia menang juga di seri Argentina dua pekan lalu.

Hasil balapan MotoGP Austin 2016:

1.    Marc Marquez    ESP Repsol Honda Team (RC213V) 43m 57.945s
2.    Jorge Lorenzo    ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 44m 4.052s
3.    Andrea Iannone    ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 44m 8.892s
4.    Maverick Viñales    ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 44m 16.367s
5.    Aleix Espargaro    ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 44m 18.656s
6.    Scott Redding    GBR Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 44m 26.906s
7.    Pol Espargaro    ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 44m 30.057s
8.    Michele Pirro    ITA Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 44m 30.702s
9.    Hector Barbera    ESP Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 44m 32.537s
10.   Stefan Bradl    GER Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 44m 38.156s
11.   Alvaro Bautista    ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 44m 43.368s
12.   Eugene Laverty    IRL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 44m 45.072s
13.   Tito Rabat    ESP Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)* 44m 45.371s
14.   Yonny Hernandez    COL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 44m 49.135s
15.   Loris Baz    FRA Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 45m 10.874s
16.   Cal Crutchlow    GBR LCR Honda (RC213V) 45m 17.197s
17.   Bradley Smith    GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 45m 25.981s
Dani Pedrosa    ESP Repsol Honda Team (RC213V) Tidak Finis
Andrea Dovizioso    ITA Ducati Team (Desmosedici GP) Tidak Finis
Valentino Rossi    ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) Tidak Finis

Marquez Belajar dari Kegagalan Musim Lalu

BeritaBintang –    Penampilan Marc Marquez musim lalu memang jauh dari ekspektasi. Berbagai kegagalan dialami oleh rider bertubuh mungil tersebut pada musim lalu. Meski demikian, menurut Manajer Honda Racing Corporation, Livio Suppo, kegagalan yang ia dapatkan musim lalu merupakan pelajaran.

Pembalap Repsol Honda yang menggunakan nomor motor 93 tersebut tercatat gagal finis di enam seri yakni di seri Rio Hondo, Mugello, Barcelona, Silverstone, Aragon, dan Sepang. Pada seri Sepang, dirinya bahkan terlibat kejadian kontroversial yakni bersenggolan dengan rider Movistar Yamaha, Valentino Rossi.

Pembalap andalan Repsol Honda tersebut pada akhirnya menyudahi musim 2015 di posisi ketiga klasemen dengan raihan total 242 poin. Musim lalu, total ia mengepak sembilan kali finis di zona podium.

“Musim lalu adalah pelajaran untuk Marc. Dia untuk kali pertama merasakan bagaimaan pejuangannya di kompetisi ini. Dia berlajar banyak pada 2015, bahkan ia mengakui jika ia kehilangan gelar karena sikapnya dan masalah pada ban,” ujar Suppo seperti dikutip dari BintangBoLa, Minggu (13/3/2016).

“Sekarang kami berada di awal musim dan belum 100 persen. Kami bagaimana pun juga akan bertindak lebih protektif, dan hal itu normal adanya,” tuntasnya.