Pembalap Movistar Yamaha

Juara di Le Mans, Vinales Akui Yamaha Berikan Motor Terbaik

BeritaBintangJuara di Le Mans, Vinales Akui Yamaha Berikan Motor Terbaik

Pembalap Movistar Yamaha, Maverick Vinales, mengaku mendapatkan motor terbaik kala mengaspal di Sirkuit Le Mans. Hasilnya, ia berhasil keluar sebagai juara pertama di lintasan sepanjang 4,1 kilometer tersebut.

“Saya senang bisa memenangi balapan di Le Mans dan kembali ke puncak klasemen. Rasanya menyenangkan karena saya menjalani dua balapan yang buruk,” ujar Vinales seperti mengutip dari AGEN BOLA, Kamis (25/5/2017).

[ Baca Juga : ” Movie Review: Pirates of the Caribbean: Salazar’z Revenge ” ]

Tercatat, pembalap berpaspor Spanyol itu menuntaskan balapan dengan waktu 43 menit 29,793 detik. Ia unggul dari Johann Zarco (Yamaha Tech 3) dan Dani Pedrosa (Repsol Honda) yang berada di belakangnya.

Vinales begitu senang usai kembali berada di podium. Maklum dalam dua balapan terakhir ia gagal tampil maksimal. Ia menyebutkan kalau YZR-M1 yang dikendarainya adalah yang terbaik.

“Kami telah mengumpulkan banyak informasi terbaik sepanjang sesi latihan. Sekali lagi, Yamaha memberi saya motor yang sangat tangguh,”pungkasnya.

Ultimatum Lorenzo: Ubah Gaya Balapmu Iannone

BeritaBintang – Jorge Lorenzo rupanya masih kesal ditabrak Andrea Iannone di Sirkuit Catalunya akhir pekan lalu. Pembalap Movistar Yamaha itu pun memberikan peringatan keras pada Iannone.

Nasib buruk dialami Lorenzo dalam GP Catalunya. Mendapat start di posisi pertama, ia justru tidak bisa melihat bendera finis.

Lorenzo ditabrak oleh Iannone pada lap ke-16. Beruntung keduanya tidak mengalami cedera serius.

Akibat insiden itu, Iannone mendapat hukuman start dan pengurangan poin di seri selanjutnya. Namun Lorenzo merasa hukuman itu terlalu ringan.

“Saat saya masih berusia 17 atau 18 tahun, saya juga pembalap yang liar, namun tidak pernah merasa begitu. Tetapi akhirnya saya dihukum tidak boleh membalap di Seri Sepang pada kelas 250 cc,” kata Lorenzo seperti dilansir Bintangbola.co.

“Dan hukuman itu jelas mengubah segalanya. Jika tidak dihukum, mungkin hingga sekarang saya masih balapan dengan liar.”

Itu sebabnya Lorenzo berharap pembalap yang menabrak lawannya dihukum serupa. Meski ia sendiri tidak mau mengajukan banding pada hukuman Iannone.

“Iannone harus mengubah gaya manuver membalapnya. Sebab kalau tidak suatu saat nanti bahaya akan menimpa dirinya atau pembalap lain,” kata Lorenzo kesal.

Sportpedia: Profil Sirkuit Mugello

BeritaBintang –SIRKUIT Mugello merupakan salah satu sirkuit besar di Italia. Sirkuit ini dibangun pada 1974 dan terletak 30 kilometer dari timur laut Florence . Dalam perjalanannya dari masa ke masa, sirkuit ini digunakan untuk kejuaraan Superbike, A1GP dan MotoGP.

Mugello merupakan sebuah sirkuit yang dilengkapi teknologi canggih yang memiliki panjang lintasan sejauh 5,2 kilometer dengan perpaduan tikungan cepat dan lambat. Sirkut ini juga memiliki beberapa tikungan tajam dan banyak trek lurus yang menuntut keahlian para pembalap, serta performa dapur pacu dari setiap kendaraan.

Lintasan ekstrim ini memiliki enam tikungan ke kiri dan sembilan tikungan ke kanan dengan lebar lintasan sekira 14 meter. Sirkuit ini memiliki latar pepohonan yang menciptakan sensasi tersendiri bagi para pembalap dan juga para penonton.

MotoGP selalu dijadwalkan melintasi sirkuit ini sebanyak 23 lap setiap musimnya dengan jarak tempuh total sejauh 120,6 kilometer. Pada musim 2015, pembalap Movistar Yamaha menjadi yang tercepat dengan menyelesaikan perlombaan selama 41 menit 39,173 detik. Sedangkan rekor lap tercepat dipegang oleh Andrea Iannone dengan waktu 1 menit 46,489 detik.

Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, menjadi pembalap yang paling sering memenangkan perlombaan di sirkuit ini. The Doctor telah meraup tujuh kali kemenangan dan mendapat lima kali pole position sepanjang kariernya di MotoGP. Sedangkan, Lorenzo baru memperoleh empat kali kemenangan di sirkuit Italia tersebut.

Top 3 Bola: Marquez Bicara Kepindahan Lorenzo

BeritaBintang – Marc Marquez akhirnya angkat bicara soal kepindahan Jorge Lorenzo ke Ducati mulai musim depan. Juara dunia MotoGP 2015 itu memutuskan tidak lagi membela tim Movistar Yamaha. Pembalap Repsol Honda menilai kepindahan Lorenzo akan membuat balapan musim 2017 semakin seru. Komentar Marquez tentang kepindahan Lorenzo menjadi berita yang banyak dibaca pembaca kanal bola Kamusjudi.com.

Selain itu, berita tentang Torabika Soccer Championship Presented by IM3 Ooredoo juga menarik perhatian para pembaca. Turnamen yang mulai bergulir 29 April 2016 ini dibuka dengan laga Persipura Jayapura kontra Persija Jakarta.

Berita kesuksesan Valentino Rossi menjuarai MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez, akhir pekan lalu, masih menjadi berita yang diminati. Pembalap Movistar Yamaha itu tak bisa dikejar para pesaingnya, Jorge Lorenzo dan Marquez.

Mulai MotoGP 2017, Jorge Lorenzo akan bercerai dengan Valentino Rossi. Lorenzo tidak lagi membela tim Movistar Yamaha musim depan. Pria Spanyol itu sudah memastikan diri akan membela Ducati.

Tantangan berat sudah menanti Lorenzo di Ducati. Pabrikan asal Italia itu tidak pernah memenangkan balapan di MotoGP sejak Oktober 2010. Terakhir kali pembalap Ducati jadi juara dunia pada tahun 2007 melalui Casey Stoner.

Marquez menganggap kepindahan Lorenzo akan membuat balapan musim 2017 semakin seru. “Ini penting dan ini bagus bagi kejuaraan. Ini akan menarik, bagi pembalap lain, bagi fans, bagi semua orang untuk melihat apa yang bisa Lorenzo dan Ducati lakukan,” tutur Marquez seperti diberitakan Berita Bintang

 

Terjatuh di Podium, Marquez Protes ke Race Direction

BeritaBintang – Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, berhasil menyelesaikan balapan MotoGP di Argentina dengan sempurna. Berhasil menjadi juara, namun Marquez melakukan kesalahan cukup fatal saat di podium.

Marquez yang berhasil menjadi juara pertama nampaknya terlalu bersemangat saat memasuki podium. Akhirnya, pembalap 23 tahun tersebut harus terjatuh di podium. Hal tersebut sempat mengundang tawa penonton yang hadir.

Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, bahkan sempat hampir tertawa dengan kejadian tersebut. Namun mengingat persaingannya dengan Marquez, pembalap Italia tersebut memutuskan untuk menahan tawanya.

Pada acara jumpa wartawan usai balapan, Marquez mengaku dirinya terlalu antusias menaiki posisi pertamanya. Dengan rasa bercanda, Marquez langsung berencana mengajukan protes kepada Race Direction.

“Ya, saya akan protes kepada Race Direction, karena saat itu tidak ada bendera yang mengatakan lintasan berminyak. Saya terlalu bersemangat untuk melangkah,” ujar Marquez sambil tertawa seperti diberitakan Speedweek, Senin (4/4/2016).

Lorenzo Berpikir Berhenti Balapan MotoGP

BeritaBintang –  Pembalap Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, membeberkan masa depannya tidak akan berakhir di atas kuda besi MotoGP. Juara dunia 2015 itu menyatakan minatnya berlabuh bersama tim balap Formula One (F1).

Menurut Lorenzo, dirinya sudah menjajal balapan selain MotoGP dan mendapati suasana yang tidak kalah seru. Lorenzo ingin lebih dahulu menjajal jet darat F1 sebelum pensiun.

“Saya telah mencoba Moto2 dan saat ini salah satu impian tertua saya adalah ingin mencoba mobil F1. Saya tidak terburu-buru untuk pindah dari MotoGP ke F1, tapi di luar MotoGP saya yakin banyak jenis olahraga balap yang menarik,” kata Lorenzo, mengutip dari Bioskop168 , Kamis (10/12/2015).

Demam balapan roda empat memang sedang melanda para pembalap MotoGP. Pembalap Movistar Yamaha yang lain, Valentino Rossi belum lama ini merebut gelar di kejuaraan dunia reli di Monza Rally Show.

Balapan Reli Monza adalah perlombaan yang diikuti The Doctor tiap tahun setelah musim balap motor berakhir. Tercatat, Rossi adalah pemilik tiga gelar pada musim 2006, 2007, dan 2012. Rossi gagal jadi pembalap tercepat di Monza Rally Show 2015, tetapi dia mendapat gelar hiburan.

Ada Peluang Lorenzo Berjaket Ducati Musim Depan

BeritaBintangPALMA – Musim balap MotoGP 2015 baru berjalan tiga serie, namun perbincangan soal hijrahnya seorang rider top ke Ducati telah terdengar. Pembalap Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, disebut-sebut akan bergabung dengan tim pabrikan Italia itu.

Seperti diketahui, performa juara dunia MotoGP dua kali itu sedang menurun. Terbukti dalam tiga serie pembuka, ia belum memijakkan kaki di panggung podium. Pencapaian itu mengingatkan performanya di musim sebelumnya. Bedanya, pada 2014 ia mengalami serentetan kecelakaan.

Tahun ini, kesialan lain menimpa rider Spanyol itu. Ia terlihat dibayang-bayangi performa mengkilap rekan setimnya, Valentino Rossi, yang kini memuncaki klasemen sementara MotoGP. Di serie pembuka, Lorenzo menempati urutan empat, begitu juga di serie selanjutnya. Hasil lebih buruk terjadi saat dirinya membalap di Argentina dengan finis di posisi delapan.

Di sisi lain, Ducati di bawah arahan Luigi Dall’Igna, mulai bangkit dari keterpurukan. Gigi –sapaan Dall’Igna– berhasil membuat perform motor Desmosedici GP15 yang ditunggangi Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone selalu naik podium.

Walau Lorenzo masih memiliki kontrak dua tahun dengan Yamaha, pemilik julukan X Fuera itu bisa memanfaatkan klausul pelepasan kontraknya bersama tim pabrikan asal Jepang di akhir musim ini. Namun ada hal yang harus diperhitungkan olehnya sebelum berganti warna jaket dari biru ke merah.

Musim depan MotoGP berganti produsen ban, dari Bridgestone mereka akan menggunakan ban keluaran Michelin. Dengan demikian, seluruh tim masih buta dan meraba-raba seperti apa karakteristik ban keluaran produsen Prancis itu.