Pelita Jaya Jakarta

CLS Knights Surabaya Kampiun IBL 2016

BeritaBintang –CLS Knights Surabaya akhirnya dipastikan keluar sebagai kampiun Indonesian Basketball League (IBL) 2016. Kepastian ini didapat setelah pasukan Wahyu Widayat Jati menumbangkan Pelita Jaya Jakarta 67-61 pada game ketiga laga final di Britama Arena, Rabu (01/5/2016) malam.

Musim ini CLS memang tampil luar biasa.  Dengan kombinasi pemain-pemain senior macam Mario Wuysang dengan pemain-pemain muda, CLS tercatat hanya menelan tiga kali kekalahan sepanjang musim, yakni dari Aspac (dua kali) dan Pelita Jaya (final game pertama).

Ini merupakan kali pertama CLS jadi juara sejak kompetisi bola basket paling elit di Tanah Air dimulai pada 2003 lalu.

Game final final ini sebenarnya terlihat akan berlangsung antiklimaks ketika CLS mampu mendominasi Pelita i dua kuarter awal. Setelah memimpin 17-8 di kuarter pertama, CLS sukses mengakhiri paruh pertama laga dengan keunggulan 40-22 atas.

Pelita sendiri sempat menunjukkan sinyal kebangkitan saat merebut tujuh poin beruntun di awal kuarter ketiga, namun anak-anak CLS mencoba tetap tenang dan menjaga keunggulan.

Meski demikian, setidaknya Pelita mampu memangkas selisih lima poin di kuarter ketiga yang berakhir dengan skor 54-41 untuk CLS.

Game ketiga ini akhirnya benar-benar berjalan sesuai ekspektasi seperti harapan banyak orang seiring kebangkitan Pelita di kuarter keempat. Di lima menit awal, Kelly Purwanto dan kolega secara luar biasa mampu memangkas selisih angka hingga hanya tertinggal satu bola, 54-56.

Selisih dua angka terus dijaga CLS hingga memasuki dua menit terakhir. Namun, tembakan dua angka pemain CLS, Rachmad Febri Utomo dari posisi sulit membuat CLS unggul 62-58. Momen ini membuat mental anak-anak Pelita jatuh.

CLS pun sukses menjaga keunggulan mereka di satu menit terakhir. Strategi foul game yang coba dijalankan Pelita tak berjalan baik. CLS mampu menambah lima angka, sementara Pelita hanya tiga. Lagapun berakhir dengan skor 67-61 untuk keunggulan CLS.

Sekadar informasi, pada game pertama CLS sebenarnya takluk dengan skor 70-77 atas Pelita. Namun, mereka mampu bangkit di game kedua dan menang 59-54. Tren positif berlanjut di game ketiga dan mereka akhirnya jadi juara IBL. Tak ketinggalan, andalan CLS, Jamaar Johnson pun terpilih sebagai MVP untuk musim 2016.

CLS Knights Surabaya Kampiun IBL 2016

BeritaBintang –CLS Knights Surabaya akhirnya dipastikan keluar sebagai kampiun Indonesian Basketball League (IBL) 2016. Kepastian ini didapat setelah pasukan Wahyu Widayat Jati menumbangkan Pelita Jaya Jakarta 67-61 pada game ketiga laga final di Britama Arena, Selasa (31/5/2016) malam.

Musim ini CLS memang tampil luar biasa.  Dengan kombinasi pemain-pemain senior macam Mario Wuysang dengan pemain-pemain muda, CLS tercatat hanya menelan tiga kali kekalahan sepanjang musim, yakni dari Aspac (dua kali) dan Pelita Jaya (final game pertama).

Ini merupakan kali pertama CLS jadi juara sejak kompetisi bola basket paling elit di Tanah Air dimulai pada 2003 lalu.

Game final final ini sebenarnya terlihat akan berlangsung antiklimaks ketika CLS mampu mendominasi Pelita i dua kuarter awal. Setelah memimpin 17-8 di kuarter pertama, CLS sukses mengakhiri paruh pertama laga dengan keunggulan 40-22 atas.

Pelita sendiri sempat menunjukkan sinyal kebangkitan saat merebut tujuh poin beruntun di awal kuarter ketiga, namun anak-anak CLS mencoba tetap tenang dan menjaga keunggulan.

Meski demikian, setidaknya Pelita mampu memangkas selisih lima poin di kuarter ketiga yang berakhir dengan skor 54-41 untuk CLS.

Game ketiga ini akhirnya benar-benar berjalan sesuai ekspektasi seperti harapan banyak orang seiring kebangkitan Pelita di kuarter keempat. Di lima menit awal, Kelly Purwanto dan kolega secara luar biasa mampu memangkas selisih angka hingga hanya tertinggal satu bola, 54-56.

Selisih dua angka terus dijaga CLS hingga memasuki dua menit terakhir. Namun, tembakan dua angka pemain CLS, Rachmad Febri Utomo dari posisi sulit membuat CLS unggul 62-58. Momen ini membuat mental anak-anak Pelita jatuh.

CLS pun sukses menjaga keunggulan mereka di satu menit terakhir. Strategi foul game yang coba dijalankan Pelita tak berjalan baik. CLS mampu menambah lima angka, sementara Pelita hanya tiga. Lagapun berakhir dengan skor 67-61 untuk keunggulan CLS.

Sekadar informasi, pada game pertama CLS sebenarnya takluk dengan skor 70-77 atas Pelita. Namun, mereka mampu bangkit di game kedua dan menang 59-54. Tren positif berlanjut di game ketiga dan mereka akhirnya jadi juara IBL. Tak ketinggalan, andalan CLS, Jamaar Johnson pun terpilih sebagai MVP untuk musim 2016.

CLS dan Pelita Jaya Memburu Sejarah Baru

BeritaBintang –Kompetisi bola basket tertinggi di Indonesia bakal memiliki juara baru di tahun ini. CLS Knights Surabaya dan Pelita Jaya Jakarta berhasil mematahkan dominasi M88 Aspac dan Satria Muda Pertamina. CLS dan Pelita akan bertarung di final Indonesian Basketball League (IBL) 2016.

Partai final IBL mengusung format best of three. Artinya tim yang berhasil menang dua kali akan menjadi juara. Laga pertama final dihelat Kamis (26/5/2016). Final kedua dilaksanakan Sabtu (28/5/2016). Jika diperlukan partai ketiga digelar hari Minggu (29/5/2016). Seluruh laga final digelar di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta.

Baik CLS maupun Pelita sama-sama optimistis akan menjadi juara baru. CLS tak mau jumawa meski di musim reguler selalu mampu mengalahkan Pelita dalam tiga kali pertemuan.

“Babak playoffs dan final tentunya beda dengan babak regular season. Semuanya pasti mau menang. Meski kami tiga kali mengalahkan mereka, buktinya di semifinal kemarin kami menang dengan susah payah melawan Satria Muda. Yang pasti target kita adalah juara. Terserah mereka akan meladeni kami dengan bermain cepat atau lambat, kami siap tabrak dan fight di lapangan. CLS harus “believe” musim ini menjadi juara,” komentar Wahyu Widayat Jati, pelatih CLS Knights Surabaya.

“Kekuataan mereka terletak di posisi bigman dan mereka dihuni oleh kumpulan para pemain Nasional. Ibarat supermarket mereka itu kelas Premium (semuanya lengkap dan ada). Tapi mereka juga punya kelemahan yakni rata-rata mereka berada di usia emas, sedangkan di tim saya hanya 4 pemain senior (Mario Wuysang, Febri, Sandy, Thoyib), sisanya adalah pemain muda,” imbuhnya lagi.

Sementara pelatih Pelita, Benjamin Alvarezsipin III, ingin membalas tiga kekalahan di musim reguler. Coach Benji akan memanfaatkan momentum main di Jakarta.

“Saya katakan kepada para pemain jika kita kalah di final mungkin rekor pertemuan kami menghadapi CLS menjadi lima kali kalah selama musim ini. Tapi mengapa kita tidak membalas kekalahan tersebut dengan mengalahkan mereka di babak final di dua pertemuan saja dan saya yakin hal ini bisa saja terjadi. Pelita Jaya sudah bekerja keras menjadi juara pre season kemarin dan kini melangkah ke final, kami harus ambil kesempatan itu,” kata coach Benji.

Bersamaan dengan final IBL, promotor Starting5 juga akan menggelar final Women’s Basketball League (WIBL) 2016 yang memeprtemukan Surabaya Fever dengan Tomang Sakti Merpati Bali. Final WIBL juga memakai format best of three.