Pebalap Spanyol

Menjawab Rossi, Lorenzo Buka-bukaan Soal Bantuan 2 Pebalap Spanyol

BeritaBintang – Pebalap Yamaha asal Spanyol, Jorge Lorenzo merebut mahkota juara Moto GP 2015, Minggu (8/11/2015).

Lorenzo meraih gelar juara kelima setelah unggul atas Valentino Rossi di GP Valencia.

Namun rekan satu timnya, Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mengecam kemenangan itu.

Valentino Rossi, menilai Jorge Lorenzo pantas menjadi juara dunia MotoGP 2015. Namun, ia menilai keberhasilan Lorenzo tak lepas dari bantuan Marc Marquez.

“Honda menunjukkan kerja keras yang luar biasa, ya? Saya tahu semua akan berakhir seperti ini. Saya tampil bagus di Sirkuit Motegi (Jepang). Dalam kondisi normal, saya butuh 18 poin tambahan untuk menang,” kata Rossi.

Jorge Lorenzo membela dua rekan satu negaranya meski berbeda tim, Marc Marquez dan Dani Pedrosa dari tim Honda.

Berikut ini kutipan-kutipan pernyataan Lorenzo dikutip Crash :

“Mereka tahu apa strategi saya (saat balapan). Faktanya bahwa mereka pebalap Spanyol itu membantu saya”

“Mereka membantu saya karena pastinya di balapan selanjutnya mereka pasti berusaha mengalahkan saya, yang tak mereka lakukan sekarang ini.”

“Jika Valentino ada di posisi saya dan pebalab Italia di belakang dia. Mereka pasti melakukan hal yang sama. Kemenangan (semalam) itu memang untuk Spanyol.”

Bagi Lorenzo, ini merupakan gelar juara dunia ketiganya di pentas MotoGP.

Sebelumnya, ia telah meraihnya pada 2010 dan 2012 bersama Yamaha.

Secara keseluruhan, Lorenzo telah meraih lima gelar juara dunia.

Dua gelar lainnya didapat di kelas 250cc pada 2006 dan 2007 bersama Aprilia.

Pol Espargaro Senang Mendapat Kontrak Baru dari Yamaha

BeritaBintang – Produsen sepeda motor Yamaha memperpanjang kontrak salah satu pebalapnya, Pol Espargaro, yang kini membela Tim Monster Yamaha Tech 3 untuk musim 2016.

“Saya sangat senang atas kepercayaan ini. Saya sudah sangat memahami sepeda motor ini sehingga saya bisa tampil lebih baik di musim depan,” ujar Espargaro.

Pebalap Spanyol yang kini berusia 24 tahun itu sudah sejak tahun 2013, saat masih berkiprah di Moto2, sudah menjadi pebalap andalan dari Yamaha. Di MotoGP dia menjadi pebalap tim satelit paling hebat saat memulai debut dengan finis di urutan enam.

“Pengumuman ini bisa menambah semangat saya untuk bersaing dalam perebutan gelar juara dunia. Karena saya tak perlu memikirkan masa depan lagi,” ujarnya yang kini berada di urtan sembilan klasemen pebalap MotoGP.

Menurut Lin Jarvis, Managing Director Yamaha, sangat puas melihat performa Espargaro di MotoGP, meski belum mampu mengimbangi kehebatan dari dua pebalap pabrikan Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Karena itu tim berharap di musim 2016, Espargaro bisa meningkatkan prestasinya.

“Dia menghadapi banyak kesulitan di semester pertama 2015 ini, tapi kami masih yakin bahwa dia merupakan salah satu pebalap muda potensial yang bisa berkembang,” ujar Jarvis.

“Dengan rencananya untuk musim depan, dia mengaku sudah bisa fokus membalap di semester kedua musim ini, dan akan lebih baik di musim depan,” ujar Jarvis.

Pol Espargaro Pimpin Timnya Juara Suzuka 8 Hours

BeritaBintang –  Pol Espargaro, Bardley Smith, dan Katsuyuki Nagasuka keluar sebagai juara pada balapan endurance Suzuka 8 Hours yang berlangsung di Sirkuit Suzuka, Jepang, Minggu (26/7/2015).

Mereka mengawali balapan dari pole position setelah Espargaro mencatat waktu tercepat pada Top 10 Trial, Sabtu (25/7/2015). Pebalap Spanyol tersebut mencatat rekor putaran tercepat di sirkuit ini dengan 2 menit 06 detik.

Jalan tim Yamaha untuk menjadi juara semakin terbuka menyusul kecelakaan Casey Stoner yang tergabung di tim pesaing utama mereka, Musashi RT Harc-Pro. Stoner jatuh saat balapan baru memasuki jam kedua. (Baca: Casey Stoner Kecelakaan Saat Balapan Suzuka 8 Hours)

Tanpa Musashi yang harus mengakhir balapan, perlawanan datang dari FCC TSR Honda dan Team Kagayama.

Pada akhir jam kelima dan keenam, FCC TSR yang diperkuat pebalap Moto2, Dominique Aegerter, pebalap Supersport World Cahmpionship, Kyle Smith, dan Josh Hook, memimpin sesi.

Namun, memasuki dua jam terakhir balapan, Espargaro dkk terlalu tangguh. Memasuki satu jam terakhir, para pebalap mulai menyalakan lampu motor mereka, meskipun sinar matahari masih cukup terang.

Balapan tersisa sekitar 25 menit ketika Yamaha melakukan pit stop ke-8 atau terakhir. Smith menggantikan Nagasuka untuk menyelesaikan balapan.

Tak berselang lama setelah Nagasuka melakukan pit stop, salah satu pebalap Honda QCT mengalami kecelakaan, dan safety car pun keluar. Jarak para pebalap pun mulai terpangkas.

Safety car meninggalkan lintasan ketika balapan tersisa sekitar delapan menit. Yamaha tetap di urutan pertama.

Pada lima menit terakhir sesi, jalur Smith bersih dari pebalap lain. Pebalap MotoGP tersebut melaju tanpa ganguan dan akhirnya menyelesaikan balapan dengan finis pertama, disusul FCC TSR Honda yang finis kedua. Yamaha menyelesaikan 204 putaran.

Satu HATI Honda Team Asia yang diperkuat pebalap Dimas Ekky Pratama (Indonesia), Azlan Shah Kamaruzaman (Malaysia), dan Ratthapong Wilairot (Thailand), finis ke-18 dengan menyelesaikan 194 putaran, dengan tujuh kali pit stop.