Paul Scholes

Hot Soccer: Messi dan Ronaldo Pantas Dibanderol 100 Juta Pounds, Pogba Tidak!

BeritaBintang – Transfer Paul Pogba ke Manchester United masih menjadi topik hangat dalam beberapa hari terakhir. Kali ini giliran Paul Scholes yang berkomentar mengenai gelandang andalan Juventus tersebut.

Beberapa media di Inggris melaporkan bahwa Pogba tinggal selangkah lagi merampungkan transfer ke Man United sebesar 110 juta euro (sekira Rp1,5 triliun). Padahal, belum lama ini petinggi Juventus, Giuseppe Marotta, menampik adanya kontak dari pihak Setan Merah.

Scholes sendiri tidak bisa membantah dirinya merupakan pengagum bakat ajaib Pogba. Akan tetapi, dia merasa pemain berjuluk Il Polpo ini tidak pantas dilabeli harga selangit seperti yang diembuskan media.

“Dia adalah pemain yang sangat bertalenta. Saya sempat bermain bersama dia beberapa kali. Dia memang telah melewati beberapa momen hebat, dan benar bahwa terdapat perkembangan yang pesat akan kemampuannya,” kata Scholes, seperti dimuat Bintangbola.co, Minggu (24/7/2016).

“Tapi, saya tidak yakin dia adalah pemain yang berharga 100 juta pounds (sekira Rp1,7 triliun). Uang sebesar itu pantas untuk pemain yang mencetak 50 gol lebih seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Pogba belum sampai ke sana,” lanjutnya.

Melepas Welbeck ke Arsenal adalah Kesalahan Besar!

BeritaBintang – Legenda Manchester United yang kini aktif sebagai pandit, Paul Scholes, menyatakan kalau The Red Devils sudah membuat kesalahan besar dengan membiarkan Danny Welbeck bergabung dengan Arsenal. Pernyataan The Ginger Prince ini dimuat BT Sport, Sabtu (19/3/2016).

Welbeck diboyong Arsenal ke Emirates Stadium dengan mahar 16 juta pounds di musim panas 2014. Scholes sendiri percaya ini adalah kesalahan besar yang dilakukan mantan timnya.

“Setiap kali saya menonton Manchester United, saya terus memikirkan para pemain yang dibiarkan untuk pergi dari klub. Saya kira Welbeck adalah contoh yang paling bagus, ia seharusnya tidak pernah dibiarkan untuk pergi dari klub,” ketus Scholesy.

“Ia adalah contoh terbesar atas apa yang sudah dilakukan Manchester United belakangan ini. Ia telah bersama United sejak usia sembilan tahun dan ia langsung bisa masuk ke tim inti. Ia cepat, kuat, dan bisa mencetak gol. Dia juga bisa bermain di sayap. Ia akan dengan mudah masuk tim inti sekarang, namun ia dibiarkan pergi begitu saja. Saya tidak tahu, tapi ini adalah keputusan manajer yang saya pikir merupakan keputusan yang sangat aneh,” kecam mantan pilar Timnas Inggris itu lagi.