Pau Gasol

Bintang Bulls Absen di All-Star

BeritaBintang –    Nahas, itulah nasib ace Chicago Bulls, Jimmy Butler. Sang small forward boleh jadi merupakan andalan utama Bulls dalam beberapa tahun terakhir. Ya, bahkan lebih krusial dari Derrick Rose. Namun sayang, ceritanya berbeda jika bicara keterlibatan Butler dengan tim All-Star.

Setelah terpilih menjadi salah satu bagian dari Tim All-Star Wilayah Timur – meskipun bukan sebagai starter, Butler dipastikan tak akan ambil bagian di perhelatan istimewa yang akan digelar akhir pekan ini tersebut. Seperti dilaporkan laman resmi NBA, Kamis (11/2/2016), pemain berusia 26 tahun tersebut mengalami cedera lutut dan harus absen selama satu bulan.

Well, ini tentu bak dejavu bagi Butler. Pasalnya, tahun lalu Butler juga dibekap cedera hingga gagal tampil di All-Star.

Dengan cederanya Butler, Komisioner NBA, Adam Silver, pun pemain Bulls lainnya yang juga langganan All-Star, Pau Gasol, sebagai pengganti. Performa Gasol sendiri musim ini terbilang cukup baik. Dia membuat rataan 17 poin, 10,9 rebounds, 3,3 assists, dan dua blok bersama Bulls.

Cavaliers Jadi Bahan Amukan Banteng Chicago

BeritaBintangCHICAGO – Tuan rumah Chicago Bulls tanpa kesulitan menangani perlawanan Cleveland Cavaliers dengan skor 113-98 di United Center, Chicago. Yang menjadi pahlawan kemenangan Bulls tak lain adalah sang bintang, Derrick Rose.

Pemain yang berposisi sebagai point guard itu tampil mengesankan dengan torehan 30 poin. Selain itu, Pau Gasol membukukan 18 poin serta 10 rebounds, Tony Snell 22 poin. Kegemilangan para pemain Bulls sukses meredam bintang Cavaliers, LeBron James, yang mencatat 31 poin.

“Saya hanya membiarkan permainan saya datang dengan sendirinya. Itulah yang saya lakukan, saya hanya bersabar terhadap bola. Saya mencoba untuk membaca pertahanan mereka dan memberikan bola kepada pemain yang berada di posisi tepat,” kata Rose.

“Apakah saya senang dengan cara saya bermain? Ya, sangat senang,” lanjutnya.

Kedua tim bermain tanpa pemain salah satu pilar penting mereka, Bulls ditinggal Jimmy Butler karena mengalami cedera bahu kanan. Sementara itu, Cleveland dipaksa bermain tanpa Kevin Love yang mata kanannya bermasalah. Namun, tuan rumah tetap di atas angin dan meraih hasil yang lebih baik.

“Menuju rehat, sebenarnya kami bisa keluar dan bermain lebih baik dengan pengetahuan kami miliki. Terdapat beberapa hal yang bisa kami tingkatkan,” kata David Blatt, pelatih Cavaliers.

Tembakan Moore di Detik Terakhir Redam Thunder

BeritaBintang – SHOOTING guard E’Twaun Moore menjadi bintang bagi Chicago Bulls saat mengalahkan Oklahoma City Thunder 108-105 kemarin. Tembakan tiga angka Moore saat laga tersisa 2,1 detik membuat Bulls balik memimpin 107-105. Satu poin tambahan Bulls dicetak Nikola Mirotic melalui free throw.

“Aku sangat sadar waktu sudah hampir habis. Saat Gasol membawa bola, aku sudah bersiap-siap jika dia (Gasol) melakukan kick out. Ternyata benar dan tidak ada pilihan lain. Aku hanya menembaknya dengan penuh keyakinan,” tutur Moore, 26, seperti dikutip Associated Press.

Kemenangan itu membuat Bulls kini mengemas rekor menang kalah 39-23. Saat ini mereka tepat berada di bawah pimpinan klasemen wilayah timur, Atlanta Hawks. Hawks sendiri telah memastikan satu tempat di babak playoff dan mengemas rekor menang kalah 48-12.

Dua power forward Bulls, Nicola Mirotic dan Pau Gasol, tampil apik di laga tersebut. Mirotic menjadi pencetak poin terbanyak bagi Bulls dengan 26 poin. Sementara itu, Gasol mengemas double-double, 21 poin dan 12 rebound. Moore sendiri mencetak poin tertinggi sepanjang kariernya di NBA dengan 19 poin dan empat rebound.

Kemenangan Bulls sekaligus menutup rekor dahsyat point guard Thunder Russell Westbrook. Sebelum laga kemarin, Westbrook mencatatkan diri sebagai pemain yang sukses mengemas triple double empat kali berturut turut. Dia menyamai pencapaian legenda NBA Michael Jordan pada 1989.

Meski Thunder kalah, Westbrook tetap tampil sangar. MVP All-Star 2015 itu mengemas 43 poin, 8 rebound, dan  7 assists. Itu menjadikan dirinya masuk dalam empat pemain sepanjang sejarah NBA yang mampu mengemas sedikitnya 40 poin, lima assists, dan lima rebound di tiga beruntun.