Partai Komunis

Kura-Kura Keramat Mati, Warga Vietnam Berkabung

BeritaBintang –    Kura-kura yang dikeramatkan oleh warga Vietnam karena menjadi simbol kemerdekaan dikabarkan mati. Peristiwa itu pun membuat sedih hingga berkabung banyak pihak di sana.

Reptil bercangkang yang keramat ini adalah sejenis kura-kura hidung babi yang terancam punah. Kura-kura ini sendiri di Vetnam dianggap memiliki peran penting di cerita mitologi.

Reptil keramat ini juga bukan kura-kura hidung babi biasa, karena para ahli mengatakannya masuk ke spesies kura-kura cangkang lunak raksasa Yangtze dan diketahui hingga kini tersisa empat ekor di dunia.

Dua ekor berada di kebun binatang China dan dua lagi berada di danau yang berada di Hanoi, Vietnam.

Dilaporkan, hewan keramat di Vietnam ini ditemukan dalam keadaan mati di Danau Hoan Kiem, Hanoi, pada Selasa 19 Januari dini hari. Kura-kura ini memiliki bobot 200 kilogam dan diperkirakan telah berusia hingga 100 tahun.

“Reptil ini kemungkinan spesies paling langka di planet ini. Dengan kematiannya, ini sebuah hal yang sangat menyedihkan,” kata Tim McCormack dari Asian Turtle Program, sebagaimana dilansir Bioskopsemi , Juma’t (22/1/2016).

“Reptil ini sudah pasti hewan kuno, dan saya dengan mudah mengatakan usianya pasti lebih dari 100 tahun,” papar McCormack.

Ia menuturkan, akibat masalah budaya, yakni rata-rata masyarakat Vietnam menganggap reptil ini suci, sehingga sulit untuk memasukannya ke program pembiakan yang sebenarnya dapat membantu melestarikan spesies ini.

Dikabarkan, kematian dari kura-kura keramat ini membuat pada netizen dan media di Vietnam berkabung. Banyak yang mengira bahwa ini pertanda buruk, apalagi sebentar lagi di Vietnam akan mengadakan kongres lima tahunan dan dapat membuat perubahan di dalam Partai Komunis yang memimpin negara tersebut.

Pemda di China Ancam Bantai Semua Anjing Peliharaan

BeritaBintang – Pemerintah di sebuah distrik di China memberi ultimatum kepada para pemilik anjing peliharaan: buang anjing Anda atau kami akan datang ke rumah Anda dan membunuh mereka di tempat.

Bahkan di negara di mana kepemilikan anjing diatur dengan ketat, perintah yang dikeluarkan pekan ini oleh Distrik Baru Dayang di kota Jinan di bagian timur ini terhitung ekstrim.

“Tidak ada orang yang diizinkan untuk memelihara anjing jenis apapun,” demikian bunyi pengumuman yang di pasang di gerbang-gerbang kompleks apartemen bertingkat tinggi di wilayah ini. “Anda tangani sendiri, atau komisi akan mengirim orang ke rumah Anda dan memukul anjing Anda hingga mati di tempat.”

Pemerintah-pemerintah daerah di China sudah pernah melakukan pembantaian binatang sebelumnya, tapi biasanya dilakukan kepada hewan tanpa tuan. Baru kali ini, perintah yang sama diberlakukan kepada anjing yang telah terdaftar dan divaksinasi.

Perintah pembantaian biasanya dipicu oleh berjangkitnya penyakit rabies, yang menewaskan 2.000 warga setiap tahunnya. Namun pemerintah di distrik Dayang ini hanya menyebut pemeliharaan sanitasi lingkungan dan “kehidupan normal bagi semua orang” sebagai alasan di balik keputusan tersebut.

Saat dihubungi, tidak ada orang di kantor pemerintah distrik Dayang yang dapat berkomentar mengenai isu ini.

Namun, seorang pegawai yang tidak disebut namanya, saat diwawancara oleh stasiun televisi lokal bersikeras bahwa perintah ini didasarkan pada keinginan mayoritas warga distrik ini, yang berjumlah lebih dari 1.000 orang.

“Anjing buang air besar di sembarang tempat dan mengganggu orang. Banyak orang mengeluh jadi kami membuat pengumuman untuk menghindari konflik,” ujar pria itu.

Perintah ini menggarisbawahi lemahnya sistem hukum di China terutama yang terkait dengan wewenang polisi dan perlindungan hak milik warga. Peraturan publik mengenai hewan peliharaan juga hampir tidak ada, seperti keharusan untuk menggunakan tali anjing dan denda bagi pemilik yang tidak membersihkan kotoran anjing mereka.

Tidak ada perlindungan terhadap binatang

Walaupun China memiliki hukum yang melindungi spesies yang terancam punah, belum ada hukum yang melindungi binatang dari kekejaman.

Rakyat China tampaknya terbelah dua antara mereka yang mencintai binatang dan mereka yang memandang anjing sebagai ancaman bagi publik.

Memelihara anjing sebagai binatang peliharaan sebelumnya dilarang pada beberapa dekade pertama pemerintah Republik Rakyat China dan dicela oleh para pemimpin Partai Komunis sebagai sesuatu yang berbau borjuis dan berlebihan.

Namun selama 20 tahun terakhir, banyak warga memelihara anjing walaupun masih ada larangan untuk memelihara anjing berukuran besar di daerah perkotaan. Gerakan membela hak-hak binatang juga bermunculan, dengan para pecinta anjing terkadang memblokir truk-truk yang mengantarkan anjing-anjing ke pasar untuk menjadi sajian bagi sebagian kecil masyarakat yang mau makan daging anjing.