Partai Demokrat

Percaya Hoax soal Clinton, Pria AS Todong Senapan di Restoran

BeritaBintang – Seorang pria bersenjata api mendatangi restoran pizza di Washington DC, Amerika Serikat, karena menyakini sebuah berita bohong, alias hoax, terkait calon presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton.

Kepolisian Metropolitan Washington sebagaimana dikutip Agen Bola online, Selasa (6/12), menyebut pria itu mendatangi restoran Comet Ping Pong untuk menyelidiki berita tentang eksploitasi anak.

“Berdasarkan pemeriksaan, diketahui dia datang untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus ‘pizza gate’, sebuah teori konspirasi fiktif di dunia maya,” bunyi pernyataan polisi.

Pelaku, Edgar Maddison Welch, memasuki restoran dan menodongkan senapan kepada seorang pegawai restoran tersebut, Minggu (4/12). Peluru pun dilepaskan.

Beruntung, korban bisa melarikan diri dan melapor kepada petugas. Tidak ada korban dalam kejadian ini.

Seorang saksi mata di restoran tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa keadaan kala itu sedang ramai.

“Tampaknya dia membawa sebuah senapan. Kami lari berhamburan,” ujar saksi yang tidak disebutkan namanya itu.

Atas perbuatannya, polisi menetapkan Welch sebagai tersangka serangan dengan senjata berbahaya. Sebagai barang bukti,Linkalternatif.info polisi menyita dua senjata yang ditemukan di dalam restoran.

Satu senjata lain belakangan ditemukan di mobil tersangka.

Bulan lalu, media juga melaporkan ancaman pembunuhan terhadap pemilik restoran setelah muncul berita di internet yang menyebutnya menjalankan bisnis eksploitasi anak. Bisnis itu, menurut berita tersebut, dijalankan oleh Clinton.

Rusia Sebut Mata-mata Asing Coba Retas Sistem Bank Negara

BeritaBintang – Badan Intelijen Dalam Negeri Rusia (FSB) tengah berupaya menggagalkan rencana mata-mata asing untuk meretas sistem perbankan negara mereka.

“FSB melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menetralkan ancaman terhadap keamanan informasi dan keuangan Rusia,” demikian kutipan pernyataan resmi FSB seperti dilansir Bandar Bola Terbaik, Minggu (4/12).

Melalui pernyataan resminya, FSB menyatakan bahwa serangan itu direncanakan dilancarkan pada 5 Desember mendatang dengan target beberapa bank besar dan kecil di sejumlah kota di Rusia.

“Serangan siber itu rencananya akan dilakukan dengan mengirim banyak pesan singkat dan puiblikasi di media sosial yang bernada provokatif terkait krisis di sistem perbankan Rusia, kebangkrutan, dan penarikan lisensi,” tulis FSB.

Menurut FSB, serangan siber itu berpusat di Belanda, menggunakan akses dari perusahaan jaringan internet Ukraina, BlazingFast. Namun, mereka tak menyebut secara rinci mata-mata negara mana yang merencanakan serangan tersebut.

Direktur BalzingFast, Anton Onoprichuk, mengatakan bahwa perusahaannya sama sekali tak pernah dihubungi oleh pihak FSB maupun badan intelijen lainnya. Ia pun menanti informasi lebih lanjut agar perusahaannya dapat melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Ketika ditanya ihwal kemungkinan peretasan dengan skema yang dijabarkan FSB, Onoprichuk berkata, Linkalternatif.info“Secara teknis, itu mungkin. Dapat dikerjakan oleh perusahaan mana pun, di mana kalian meminjam jaringan. Kalian dapat menyerang apa pun dan 99 persen kasus hanya diketahui setelah terjadi.”

Belakangan ini, Rusia sedang dalam siaga tinggi terhadap serangan siber, terutama setelah beberapa pejabat Amerika Serikat menuding Kremlin terlibat dalam peretasan terhadap jaringan surat elektronik Partai Demokrat selama masa pemilihan umum presiden.

Sejak saat itu, terdapat beberapa serangan siber terhadap sejumlah institusi Rusia. Namun hingga kini, belum ada bukti jelas bahwa rangkaian serangan tersebut berkaitan dengan hubungan antara AS dan Rusia.

Partai Demokrat Ingin Jegal Trump di Electoral College

BeritaBintang – Setidaknya enam pemilih dalam Electoral College dari Partai Demokrat yang akan secara resmi memilih presiden Amerika Serikat yang baru pada Desember mendatang dilaporkan tengah berupaya menjegal langkah presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump. Mereka juga dikabarkan berencana merendahkan proses Electoral College dengen memilih kandidat selain Trump maupun rivalnya, Hillary Clinton.

Electoral College adalah lembaga konstitusional yang memilih presiden dan wakil presiden AS, ini adalah tahapan berikutnya yang dilalui dalam pemilihan presiden setelah pemilu 8 November lalu. Lembaga ini dibentuk dengan dasar hukum yang tercantum dalam Pasal Dua Ayat Satu dalam Konstitusi Amerika Serikat, yang mengatur soal pemilihan lembaga presiden di semua negara bagian setiap 4 tahun sekali.

Pada pemilu presiden pada 8 November lalu, warga AS memang memilih capres unggulan mereka dalam pemilu. Namun sejatinya, hasil pemilu akan menentukan jumlah pemilih, atau disebut juga electors, yang akan maju lagi ke tahap terakhir, yaitu Electoral College.

Terdapat 538 pemilih (electors) yang akan maju ke Electoral College, sesuai dengan jumlah suara pemilih (electoral votes) yang diperebutkan masing-masing capres pada pilpres. Dengan mekanisme yang sudah diterapkan selama 200 tahun ini, pilpres di AS berbeda dengan di Indonesia, yang menerapkan sistem pemilihan umum secara one man one vote.

Diberitakan Linkalternatif.info pada Kamis (24/11), sekelompok pemilih dari Demokrat itu berharap dapat mempengaruhi para pemilih dari Republik untuk tidak memilih Trump. Jika konglomerat asal New York itu tidak mendapatkan dukungan 270 orang dalam Electoral College, maka dia tidak akan menjadi presiden AS.

Para pemilih yang “memberontak” itu diduga akan mendukung tokoh moderat Republik, seperti John Kasich atau Mitt Romney. Langkah ini dinilai bukan hanya sebagai upaya untuk menjegal Trump, namun juga untuk mengurangi dukungan untuk kedua capres, baik Trump maupun Clinton.

Jika rencana itu diterapkan, maka Konstitusi AS mewajibkan para pejabat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menyelesaikan kisruh ini dan memilih presiden AS selanjutnya.

Namun, rencana itu akan sulit diterapkan. Pasalnya, dibutuhkan setidaknya 37 pemilih dari Republik untuk tidak mendukung Trump.

Meski demikian, para pemilih AS disebutkan punya rencana lain yang dinilai akan efektif. Mereka mencoba membujuk sebanyak-banyaknya pemilih untuk tidak memberikan suara mereka. Jika itu terjadi, maka para pemilih kemudian bisa mempertanyakan legitimasi lembaga Electoral College itu sendiri.

“Saya benar-benar yakin rencana ini akan menjadi langkah serius untuk mengingatkan soal upaya mereformasi Electoral College,” ujar Michael Baca dari Colorado, pemilih dari Partai Demokrat, dikutip dari Bandar Bola Terbaik.

“Jika DPR sampai turun tangan, maka akan terjadi kontroversi dan ketidakpastian yang pada akhirnya memicu kisruh politik di AS. Harapan saya, ini akan membuat publik mempertanyakan kembali konsep Electoral College,” tuturnya.

Dalam sejarahnya, Electoral College dibentuk sebagai lembaga yang akan mempertahankan hak presiden terpilih pada pilpres untuk secara resmi dilantik, meski ia dinilai tidak memiliki kemampuan untuk memimpin pemerintahan.

Namun di masa modern, fungsi Electoral College berubah hanya menjadi formalitas belaka, dan sering kali hasilnya tak jauh berbeda dengan hasil perhitungan electoral votes tiap negara bagian pada pilpres pada November lalu.

Serupa dengan pilpres, dalam Electoral College para pemilih akan memilih capres yang mereka dukung. Capres yang mengantongi mayoritas suara dari satu negara bagian akan mendapatkan dukungan dari seluruh pemilih Electoral College di negara bagian itu. Begitu seterusnya hingga terdapat satu capres yang mengantongi mayoritas suara dari seluruh negara bagian.

Legitimasi Electoral College memang dipertanyakan belakangan ini, lantaran kekalahan Clinton dari Trump pada pilpres lalu. Pasalnya, penghitungan suara terakhir menunjukkan bahwa secara keseluruhan, Clinton berhasil meraup dukungan dari 63.757.077 pemilih, sementara Trump jauh tertinggal dengan angka 62.004.178.

Namun, Trump tetap dinyatakan memenangi pilpres dan terpilih sebagai presiden karena meraih electoral votes yang lebih banyak ketimbang Clinton.

Kemenangan Trump, Kekhawatiran Lady Gaga

BeritaBintang – Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS, pada Selasa (8/11) tak bisa diterima begitu saja oleh Lady Gaga.

Pelantun hit Bad Romance itu tidak hanya protes lewat akun media sosialnya, akan tetapi juga ikut turun ke jalan, dan protes di halaman Trump Tower di New York City.

Ia juga kemudian menyalahkan Trump atas kekacauan yang kemudian terjadi di Amerika Serikat, dengan banyaknya protes anti-Trump.

Sebagaimana dilaporkan Agen Bola Online, ada beberapa demonstrasi yang terjadi di sejumlah kampus dan jalanan Amerika Serikat. Ada yang menyebutkan aksi demo di New York bahkan mencapai 100 ribu orang.

Gaga lalu kembali menyampaikan suaranya lewat akun Twitter untuk membela kaum minoritas, dalam hal ini komunitas Lesbian Gay Biseksual dan Transeksual, dan warga kulit hitam.

“Bangkit untuk menyebar kebaikan, persamaan, dan cinta,” tulisnya. “Tak ada satupun yang dapat menghentikan kita.”

Ia melanjutkan, “Saya harap siapa pun yang merasa takut hari ini ingatlah bahwa perubahan sosial yang dicapai dalam delapan tahun terakhir mesti dipertahankan.”

“Kekacauan yang terjadi di Amerika Serikat saat ini adalah akibat kampanye tak bertanggungjawab Trump. Ia bukanlah panutan, lihatlah kekacauan yang telah ia buat,” ungkapnya seperti dikutip dari Panduan Judi Online.

Gaga tak berhenti menyuarakan kepeduliannya, bahkan termasuk musisi yang paling vokal mendukung Hillary CLinton dalam pemilihan presiden AS.

Sehari sebelum pemiihan ia ikut dalam kampanye Clinton dan menyampaikan pidato agar memilih kandidat dari Partai Demokrat tersebut.

Sebelumnya, ia juga menantang Donald Trump dan istrinya Melania. Tantangan ini berkaitan dengan pidato Melania yang mengatakan akan bertindak terhadap kekerasan di dunia maya atau internet yang diklaim Gaga sebagai sebuah hipokrisi.

Lewat akun twitternya Linkalternatif.info, ia mengatakan, bagaimana mungkin seseorang mengatakan anti-bullying, sementara suaminya sendiri adalah pelaku kekerasan nomor satu yang paling berbahaya.

Ia juga secara terang-terangan menyebut Trump dalam cuitannya, dan mengatakan bahwa ia telah memecah belah warga AS dengan ketakutan dan kebencian. Oleh karenanya ia memilih Hillary Clinton untuk mempersatukan.

Donald Trump Terpilih jadi Presiden Amerika Serikat

BeritaBintang – Taipan real-estate asal New York, Donald Trump, memenangkan pemilu presiden Amerika Serikat pada Rabu (9/11).

Dalam pidato kemenangannya di Hotel Hilton Midtown Manhattan, Trump menyampaikan terima kasih kepada warga Amerika Serikat, khusunya para pemilihnya.

“Terima kasih, terima kasih,” ujar Trump kepada para pendukungnya yang meneriakkan “USA! USA!”

Pada awal pidatonya, Trump secara mengejutkan menyampaikan terima kasih kepada Clinton, yang selama ini selalu dia serang dan cela. Dalam kampanyenya, Trump bahkan sering menyebut Clinton “pembohong.”

“Saya baru menerima telepon dari Bandar Bola Terbaik. Dia memberi selamat kepada saya. Dan saya juga memberi selamat kepadanya,” ucap Trump.

“Dia telah berjuang sangat keras pada kampanyenya. Saya juga berterima kasih atas jasanya kepada negara ini,” tuturnya.

Trump selanjutnya menyampaikan pesan persatuan kepada warga AS yang terpolarisasi lantaran kedua capres kerap saling serang pada masa kampanye.

“Untuk semua pendukung Republik, Demokrat, liberal dan lainnya di penjuru negara ini, mari bersatu. Saya meminta kepada setiap warga negara, untuk bersatu,” ucap mantan bintang televisi ‘The Apprentice’ ini.

Saya meminta kepada mereka yang tidak memilih saya, mereka yang jumlahnya lebih sedikit,” Linkalternatif.info kata Trump sembari tersenyum, “saya minta untuk bekerja sama demi mempersatukan negara kita.”

Trump juga menyebutkan bahwa kampanyenya selama sekitar 1,5 tahun terakhir “bukanlah kampanye, tapi pergerakan yang menakjubkan.”

“Ini semua untuk melayani rakyat dan kami akan melayani rakyat,” seru Trump disusul oleh teriakan para pendukungnya.

Trump sejauh ini berhasil mengungguli rivalnya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, dengan 288 electoral votes, sedang Clinton hanya meraup 215 electoral votes. Penghitungan electoral votes masih berlangsung, total 538 yang diperebutkan.

Ketahuan punya bisnis di Kuba, Donald Trump jadi bulan-bulanan

BeritaBintang – Borok calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, kembali terekspos setelah perusahaannya diketahui pernah berbisnis di Kuba, dan ini mendorong lawannya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, angkat bicara dengan menyatakan Trump telah melanggar undang-undang Amerika Serikat.

Judi Bola Online lalu melaporkan bahwa sebuah perusahaan hotel dan kasino milik Trump diam-diam menjalin bisnis dengan Kuba yang adalah ilegal karena waktu itu AS menerapkan sanksi kepada pemerintahan presiden Kuba (waktu itu) Fidel Castro.

“Hari ini kita mengetahui usaha-usahanya untuk berbisnis di Kuba yang jelas menyalahi undang-undang AS, jelas-jelas mencemooh kebijakan luar negeri Amerika, dan dia dengan konsisten menyesatkan rakyat dalam menjawab pertanyaan apakah dia telah berusaha berbisnis di Kuba,” kata Hillary kepada wartawan di pesawat kekampanyeannya.

Hillary dan Trump bersaing sengit menjelang Pemilu Presiden 8 November.

Newsweek, mengutip wawancara dengan bekas eksekutif Trump, dokumen internal perusahaan dan berkas pengadilan, melaporkan bahwa perusahaan Trump telah mengeluarkan paling tidak 68.000 dolar AS untuk kunjungan ke Kuba pada 1998 ketika perjalanan bisnis ke Kuba dilarang oleh pemerintah AS.

Perusahaan Trump itu tidak secara langsung membelanjakan uangnya, namun menyalurkan dana tunai untuk kunjungan ke Kuba itu melalui sebuah perusahaan konsultan Amerika, lapor Linkalternatif.info.

Mengutip bekas eksekutif Trump, Newsweek menyebutkan bahwa tujuan kunjungan ke Kuba itu adalah memberikan batu pijakan kepada perusahaan Trump sebagai ancang-ancang seandainya embargo AS ke Kuba dicabut oleh Washington.

Bekas eksekutif itu mengaku Trump ikut dalam pembahasan tentang kunjungan ke Kuba itu dan tahu itu terjadi.

Masuk Daftar Teroris Global, Ruhut Akui Kehebatan Santoso

BeritaBintang – Anggota Komisi III DPR RI Ruhut Sitompul menyambut positif keputusan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang memasukkan teroris asal Indonesia, Santoso dalam Specially Designated Global Terrorist (SDGT).

Sikap Negeri Paman Sam itu menurut Ruhut sebagai bentuk perang terhadap terorisme yang semakin meresahkan kehidupan masyarakat.

“Saya rasa wajar, kenapa demikian kan, dalam kesepakatan inrternasional, teroris, narkoba, koruptor ada agreement saling bantu membantu, jadi Santoso sudah lama sekali permasalahan dia,” kata Ruhut kepada Okezone, di Jakarta, Rabu (23/3/2016).

Di sisi lain, politikus Partai Demokrat itu tak meragukan kekuatan Indonesia dalam menangani Santoso dan kelompoknya. Bahkan, operasi gabungan antara polisi dan TNI sudah berhasil menemukan titik persembunyian kelompok tersebut.

“Jadi, adanya ini mungkin bisa bantu teknologi, tetap percayakan, tidak usah diragukan Densus, Koppassus, Denjaka dan lainnya, bisa mengatasi itu, jadi kalau mau ramai-ramai mengangkat itu enggak masalah untuk kebaikan,” kata Ruhut.

Ruhut sendiri mengakui kehebatan Santoso yang selama ini sulit ditangkap, meski tetap berada di Indonesia.

“Dia enggak ke mana-mana kan, di Indonesia tapi belum ditangkap, hebat dong,” tuntasnya.

Sindir Ahok, Roy Suryo: Jangan Ambisius, Nanti Gagal Maju

BeritaBintang – Partai Demokrat memperoleh kursi di DPRD DKI Jakarta. Untuk mengusung pasangan calon dalam Pilkada di Ibu Kota, minimal parpol atau gabungan parpol harus memiliki 22 kursi di parlemen.

“Kita sangat mungkin mengusung calon, dengan syarat berkoalisi dengan partai lain untuk DKI Jakarta,” kata Wakil Ketua II Partai Demokrat Roy Suryo di Yogyakarta, Minggu (13/3/2016).

Partai yang dinahkodai Susilo Bambang Yudhoyono ini tidak akan mendukung pasangan calon independen. Sebab, informasi yang berkembang calon incamben, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan kembali maju melalui jalur independen.

“Partai Demokrat tidak akan mendukung pasangan calon independen,” tegas pria trah darah biru dari Puro Pakualaman Yogyakarta ini.

Partai Demokrat, kata Roy, memiliki dua nama calon yang mengerucut. Salah satunya, dia sendiri yang dinilai calon muda yang memikili kepiawaan dalam mengalang masa.

Sedangkan nama lainnya, Maijen (Purn) Nahrowi Ramli yang menjabat Ketua DPD PD DKI Jakarta. Putra asli Betawi ini juga dinilai tegas, supel, dan tentunya mengerti betul kebijakan wilayah Jakarta.

“Tak ada nama lain kecuali dua nama yang muncul di internal, saya dan Pak Nahrowi,” katanya.

Mantan Menpora ini mengaku siap mengemban amanah yang ditugaskan partai jika mendapat mandat. Dia mengaku tidak ada keinginan pribadi untuk maju jika dicalonkan sebagai Gubernur atau Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Seperti saat saya dapat tugas untuk menjabat Menpora. Keluarga saya yang pertama kali menertawakan, tak bisa olahraga kok jadi menteri, tapi 1,5 tahun menjalani prestasi cukup membanggakan,” jelasnya.

Begitu juga dengan Pilkada DKI Jakarta, Roy mengaku siap mengemban amanah yang ditugaskan oleh partai. Namun, terkait itu masih dalam pembahasan internal partai.

Sebab, bulan Agustus 2016 nanti baru bisa mengerucut siapa calon yang diusung karena bulan September sudah melakukan pendaftaran ke KPU. Roy mengaku belum final karena pasangan yang akan diusung akan diumumkan nantinya.

Saat ditanya elektabilitas Ahok cukup tinggi, Roy mengaku tidak masalah. Petahata itu belum sepenuhnya aman karena persyaratan calon independen baru akan keluar bulan Juni nanti.

“Kalau boleh mengutip kata Bu Risma (Wali Kota Surabaya), jangan ambisius, belum ada aturan sudah kumpulin persyaratan. Bisa saja nanti malah gagal maju karena tidak memenuhi syarat,” sindirnya.

Roy berharap semua parpol, kecuali Nasdem yang sudah mendukung Ahok, untuk bersatu mengusung satu pasangan calon. Sehingga, akan muncul dua kandidat yang bertarung seperti masa Pilres 2014 lalu. “Bisa saja semua parpol mengusung satu calon, dan itu bisa saja terjadi. Namanya politik itu dinamis,” jelasnya.

Saat ini semua partai tengah menjajaki satu sama lain. Komunikasi intensif dilakukan, baik di internal partai maupun dengan partai lain.

Warga AS Masih Belum Bisa Pastikan Calon Favorit

BeritaBintang –Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Brian McFeeters, berpendapat, hingga saat ini masyarakat AS masih belum memiliki favorit atau “jagoan” terkuat sebagai calon presiden AS yang terpilih pada November mendatang. Dua partai AS yakni Partai Republik dan Demokrat, memiliki belasan calon yang akan maju dalam Super Tuesday malam nanti waktu setempat di AS.

“Ada beberapa calon yang dijagokan, misalnya dari Partai Demokrat ada Hillary Clinton dan Ben Sanders, sedangkan dari Partai Republik ada Donald Trump, Ted Cruz, Marco Rubio, dan Ben Carson. Namun, nama-nama itu masih bisa berubah karena masyarakat masih belum menentukan pilihan terbaik mereka,” kata McFeeters, Selasa, 1 Maret 2016, di gedung Kedubes AS, Jakarta.

Ia menjelaskan, hasil dari Super Tuesday hari ini akan membuat AS melihat siapakah calon kandidat yang akan merepresentasikan masing-masing partai pada Pemilihan Umum pada November mendatang. Partai Republik dan Demokrat, kata dia, terus mencoba meyakinkan masyarakat untuk memilih mereka sebagai kandidat.

“Yang masyarakat lihat adalah bagaimana tiap bakal calon presiden bisa menerapkan ideologi masing-masing partai, karena setiap partai memiliki pandangan yang berbeda terhadap banyak isu, mulai dari aborsi hingga ke kepemilikan senjata,” kata dia.

McFeteers juga mengatakan, pemilu kali ini sangat menarik dan unik jika dilihat dari orang-orang yang maju sebagai bakal calon presiden. Berni Sanders, contoh dia, awalnya tidak ada yang tahu ternyata dia bisa menjadi calon favorit bagi para kaum muda, ataupun Donald Trump yang ternyata memiliki banyak pendukung.

“Dari Partai Republik ada salah satu calon berkulit hitam, ada juga yang memiliki darah Kuba dan ibu dari Donald Trump juga adalah seorang imigran. Sedangkan dari Partai Demokrat ada calon perempuan, dan karena itu lah masyarakat masih belum tahu atau memutuskan siapa yang akan mereka pilih. Masyarakat akan menilai mereka dengan melihat seperti apa masing-masing bakal calon presiden menempatkan dirinya pada isu-isu tertentu,

Suami Arumi Baschin Dikabarkan Menang Pilkada di Trenggalek

BeritaBintang – Perolehan suara Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak-Mohammad Nur Arifin bisa dipastikan mengalahkan Paslon petahana Kholik-Priyo Handoko (KH).

Berdasarkan hitung cepat faktual atau real count Emil-Arifin. Karisma suami artis Arumi Bachsin dan pasangannya yang masih berusia 25 tahun itu mampu menyedot dukungan hingga 76 persen. Sedangkan Paslon KH rivalnya hanya meraup suara 24 persen.

“Hasil sementara menggunakan laporan hasil rekap per TPS melalui saksi paslon Emil-Arifin unggul 76 persen,“ ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek, Doding Rahmadi kepada wartawan, Rabu (9/12/2015).

Secara rinci paslon Emil-Arifin meraup dukungan 260.158 suara. Sedangkan paslon Kholik-Priyo 83.424 suara dari total 343.582 suara yang masuk. Jumlah DPT Kabupaten Trenggalek sebanyak 575.118 suara.

Doding melanjutkan Paslon Emil-Arifin unggul mutlak di 14 kecamatan. Kemenangan Paslon besutan koalisi PDI Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Gerindra dan PAN rata rata kemenangan 66 hingga 87 persen.

“Tingkat kemenangan sesuai dengan kalkulasi politik di awal,“

Menanggapi kemenangan itu, Pujihandi selaku juru bicara tim pemenangan Kholik-Priyo menuding kemenangan rivalnya tidak lepas dari politik uang. Pujihandi juga khawatir kemenangan Emil-Arifin yang berongkos politik besar nantinya akan mencari ganti rugi dari APBD Trenggalek.

“Sementara nilai APBD Trenggalek kecil dan kalau itu terjadi masyarakat yang akan dirugikan,“ tambah Pujihandi.