Paolo Ciabatti

Lorenzo adalah Pahlawan Ducati

BeritaBintang  – Rumor mengenai masa depan Jorge Lorenzo memang sudah terjawab dalam beberapa waktu lalu. Pemilik julukan X-Fuera tersebut dipastikan bakal pindah dari Tim Movistar Yamaha menuju Tim Ducati terhitung pada akhir musim MotoGP 2016.

Bersama Tim Ducati, Lorenzo bakal menjalin kerja sama untuk dua tahun ke depan. Dalam kurun waktu tersebut, banyak yang memprediksi bahwa Lorenzo bakal meraih banyak kesuksesan bersama tim pabrikan asal Italia itu.

Terlebih dalam delapan tahun berpartisipasi di kelas MotoGP, Lorenzo memang mampu menjelma jadi salah satu pembalap papan atas. Tercatat, pembalap berkebangsaan Spanyol itu telah meraih gelar juara dunia sebanyak tiga kali.

Melihat kondisi tersebut lantas mendapatkan pujian dari langsung dari Direktur Olahraga Tim Ducati, Paolo Ciabatti. Menurutnya, Lorenzo layak menerima status sebagai salah satu pahlawan Tim Ducati di MotoGP.

“Ducati merupakan perusahaan khusus. Kami memiliki tim yang kecil ketimbang para pesaing. Namun kami sangat fokus pada kinerja balap, dan memiliki semangat yang luar biasa,” ucap Ciabatti, seperti dikutip dari Panduan Judi Online, Selasa (3/5/2016).

“Gairah seperti ini terus mengelilingi Ducati. Itu adalah salah satu faktor yang bakal mendorong Jorge Lorenzo untuk tampil lebih baik lagi bersama. Tentu saja, tim lebih mementingkan merek ketimbang pembalap. Saya tetap menganggap mereka (pembalap) yang berhasil dengan kinerja yang luar biasa bersama Ducati sebagai pahlawan,” tuntas pria asal Italia tersebut.

Dari Iannone untuk Ducati Usai Momen Buruk di Argentina

BeritaBintang  – Andrea Iannone amat gembira dengan podium di Austin. Hasil itu didedikasikan untuk Ducati sebagai balasan atas insiden buruk yang dia timbulkan di Argentina.

Rider Ducati itu berhasil naik podium ketiga di Austin. Iannone mengakhiri balapan dengan selisih 10,9 detik dari sang pemenang Marc Marquez [Repsol Honda] dan Jorge Lorenzo [Movistar Yamaha].

Ini adalah kali pertama bagi Iannone mendapatkan angka di 2016 setelah gagal finis di dua balapan terakhir. Terutama di Argentina sepekan lalu, Iannone dikecam karena membuat Ducati merugi.

Pada lap terakhir, Iannone menyebabkan kecelakaan yang ikut menyeret rekan setimnya Andrea Dovizioso padahal mereka dalam posisi yang bagus untuk naik podium. Alhasil, Ducati hanya memperoleh angka dari Dovizioso, yang finis ke-13.

Atas insiden itu, Dovizioso tampak cukup kesal dengan Iannone. Sedangkan Ducati melalui direktur olahraganya, Paolo Ciabatti, memperingatkan Iannone agar membatasi rasa antusiasmenya.

“Dua balapan pertama benar-benar sulit,” kata Iannone di Autosport. “Podium ini begitu penting untuk kami, aku mendedikasikan ini untuk semua di Ducati dan seluruh timku karena setelah Argentina, ini adalah yang minimal.”

“Aku membutuhkan podium ini Sebelumnya aku benar-benar menjalani momen yang buruk, salah satu yang terburuk dalam karierku. Aku mendapatkan banyak tekanan dari banyak orang dan orang-orang yang melihat ke arahku.”

“Itu adalah momen-momen yang sangat sulit.”

Ducati Ingin Duetkan Lorenzo dengan Marquez?

BeritaBintang –    Jika berbicara mengenai bursa transfer, MotoGP memang sejauh ini masih adem ayem. Namun, hal itu tidak serta merta membuat para petinggi tim tertentu malu untuk menyatakan ketertarikannya kepada seorang rider.

Salah satunya diungkapkan oleh Sporting Director Ducati Corse, Paolo Ciabatti. Ia terang-terangan menyatakan sangat menyukai rider Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo. Juara dunia musim lalu tersebut memang diisukan akan pindah tim pada musim 2017.

Dua nama tim yang sejauh ini erat dikaitkan dengan pembalap asal Spanyol tersebut adalah Repsol Honda dan Ducati. Namun, hingga kini ia belum sama sekali berkomentar mengenai rumor tersebut.

Selain menyukai Lorenzo, Ciabatti juga suka dengan pembalap andalan Honda, Marc Marquez. Bisa jadi ini merupakan indikasi pabrikan asal Italia tersebut untuk menduetkan kedua pembalap.

“Kami sangat menyukai Jorge Lorenzo, saya mengonfirmasi hal itu. Saya menyukai dirinya sama seperti Gigi Dall’Igna,” terang Ciabatti seperti dikutip dari GP One, Sabtu (13/2/2016).

“Kami juga menyukai Marc Marquez yang memenangkan dua gelar di dua tahun perdananya. Namun, kami belum sama sekali melakukan pergerakan karena kami masih memiliki tugas,” jelasnya.

Masih Ada Kans Stoner Kembali Mengaspal

BeritaBintang –   Casey Stoner kembali memperkuat Ducati sebagai test rider untuk dua musim ke depan mulai MotoGP 2016. Dia juga memiliki kans mengaspal di beberapa seri seperti GP Australia dan GP Italia sebagai wildcard rider.

Alasan terbesar Stoner meninggalkan Honda disebut-sebut karena dia kecewa atas perlakuan manufaktur asal Jepang tersebut. Saat Dani Pedrosa absen dalam lomba di Austin, Rio Hondo, dan Jerez, pembalap berkebangsaan Australia tersebut justru diacuhkan Honda yang lebih memilih Hiroshi Aoyama.

Ditambah lagi dengan feedback Stoner terhadap motor RC213V yang tak diindahkan Honda, sehingga dia akhirnya memilih kembali ke Ducati. Bersama tim asal Italia tersebut, dalam kontrak terdapat klausul yang menyebutkan The Kurri-Kurri Boy –julukan Stoner– bisa membalap sebagai wildcard rider.

“Stoner telah memberitahu kami bahwa dia akan sangat senang mengambil posisi Dani di Austin, karena Dani tak bisa membalap setelah menjalani operasi. Namun, ide kembali sebagai pembalap reguler tak terbersit di benak dia. Kami pikir situasinya akan sama saat ini,” papar Sporting Director Ducati, Paolo Ciabatti, seperti dilansir Bioskop168 , Minggu (27/12/2015).

“Soal ini kami nanti akan menanyakan kepada Casey apakah dia ingin menggantikan salah satu pembalap kami. Terdapat bunyi dalam kontraknya bahwa kami harus menanyakan dia, tapi yang memutuskan tetap dia. Jika dia setuju, maka terjadilah,” jelasnya.