Pantauan Agen Bola

Aksi Bela Ulama 96, Pagi Ini Kawasan Masjid Istiqlal Masih Sepi

BeritaBintangAksi Bela Ulama 96, Pagi Ini Kawasan Masjid Istiqlal Masih Sepi

Suasana di Masjid Istiqlal pagi ini tampak sepi. Terlihat tidak ada satu pun massa aksi dari Presidium Alumni 212 yang akan menggelar aksi Bela Ulama 96 di sekitaran Masjid Istiqlal.

Pantauan Agen Bola di lokasi, tidak terlihat adanya spanduk-spanduk maupun bendera yang biasa dijadikan perlengkapan aksi.

[Baca Juga -“Warga di Bangunan Liar Eks Lokalisasi Kalijodo Keukeuh Akan Bertahan “]

Meski tidak ada satupun massa aksi dari Presidium Alumni 212, anggota kepolisian sudah disebar sejak tadi pagi di berbagai penjuru Masjid Istiqlal.

Sebagaimana diketahui, Presidium Alumni 212 akan mengelar aksi bela ulama dengan menyiapkan serangkaian kegiatan di kawasan Masjid Istiqlal. Namun pengelola Mesjid Istiqlal mengeluarkan surat yang berisi tidak memberikan izin kepada massa aksi untuk melakukan aksi unjuk rasa. Pasalnya di hari yang sama Masjid Istiqlal tengah mengadakan agenda rutin.

Diperiksa sebagai Pelapor Pembagian Sembako, 20 Anggota ACTA Sambangi Bawaslu DKI

BeritaBintangDiperiksa sebagai Pelapor Pembagian Sembako, 20 Anggota ACTA Sambangi Bawaslu DKI

Pilkada DKI Jakarta putaran kedua telah berlangsung pada Rabu 19 April 2017. Dalam jalannya pesta demokrasi tersebut terjadi sejumlah dugaan kecurangan, yakni pembagian sembako di masa tenang.

Hal itu menyulut Tim Reaksi Capat Advokasi Cinta Tanah Air (ACTA) untuk melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)DKI Jakarta, Sunter, Jakarta Utara.

Pantauan Agen Bola di lokasi, Senin (23/4/2017). Tim Reaksi Cepat ACTA tiba di lokasi sekira pukul 13.10 WIB. Ada sekira 20 orang yang menyambangi lembaga pengawas pemilu tersebut.

Mereka mayoritas mengenakan pakaian kemeja putih lengan pendek yang bertuliskan Tim Reaksi Cepat ACTA tepat di depan dada kanannya. Tak hanya lelaki yang datang, kaum hawa pun mengikuti aksi pelaporan tersebut.

[Baca Juga -“Masalah Reklamasi, Anies: Kita Jalankan Sesuai Janji saat Kampanye“]

Sebelumnya diberitakan, Ketua Dewan Pembina ACTA, Habiburokhman akan memasukan permohonan ke Bawaslu agar kasus yang diduga melibatkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 ini diperiksa, karena sudah memenuhi unsur TSM (Terstruktur, Sistematis dan Massif).

“Jadi di Bawaslu ada 2 format penanganan, yang pertama lapor biasa dan kedua TSM. Terstrukturnya karena kita lihat pemberitaan di salah satu media online bahwa ada bandar beras yang mengaku mendapat order beras dari petinggi partai politik. Sistematis karena polanya jelas, hampir sama sembako dibawa malam pakai truk disimpan ke posko. Dan massif karena terjadi dibanyak tempat,” kata Habiburokhman.