Pada Mei

Tragedi Paris, Menara Eiffel Masih Ditutup

BeritaBintang –  Menyusul serangan teror yang terjadi di Paris, membuat objek wisata Menara Eiffel ditutup. Belum ada kepastian menara ini akan kembali dibuka.

Efek dari serangan teror di Paris yang terjadi pada Jumat 13 November waktu setempat, beberapa tempat wisata di sana ditutup. Salah satunya adalah Menara Eiffel yang biasanya menjadi magnet wisatawan.

Pada kondisi normal, Menara Eiffel biasanya dibuka setiap hari sepanjang tahun, mulai pukul 09.30 sampai 23.00 waktu setempat dan pukul 09.00 hingga 00.00 pada musim panas.

Mengutip dari Yahootravel, Senin (16/11/2015), Menara Eiffel mampu menarik 20 ribu wisatawan setiap hari. Namun, laman resmi Menara Eiffel baru-baru ini menuliskan bahwa tempat itu ditutup sementara.

“Menara Eiffel saat ini ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut. Atas permintaan Wali Kota Paris Anne Hidalgo, Menara Eiffel tidak akan bersinar malam ini dalam suasana berduka. Terima kasih atas pengertian Anda,” tulis di laman tersebut.

Sepanjang tahun ini, Menara Eiffel telah beberapa kali ditutup. Sebelum teror yang terjadi pada Jumat lalu, Eiffel beberapa kali ditutup dengan beragam faktor di belakangnya.

Pada Mei 2015, Menara Eiffel sempat ditutup satu hari karena kenaikan angka pencopetan terhadap wisatawan. Lalu September, Menara Eiffel kembali ditutup karena pemerintah setempat mencurigai adanya teroris yang telah menyusup ke menara itu. Sementara beberapa hari setelahnya, Menara Eiffel ditutup karena mendapat ancaman bom yang belakangan diketahui hanya ancaman kosong.

Pria Tergemuk dengan Berat 412 Kg Mati Muda, Ini Pesannya

BeritaBintangPria tergemuk di Inggris, Carl Thompson, akhirnya meninggal di rumahnya di kawasan Dover, Kent, Minggu pagi, 21 Juni 2015. Kepolisian Kent telah mengkonfirmasi kematian ini. Ambulans, mobil polisi, dan pemadam kebakaran, tampak berada di depan rumahnya.

Carl yang baru berusia 33 tahun kemungkinan terkena serangan jantung. Bahkan sebelumnya dokter telah memperingatkan kepadanya bahwa ia bisa meninggal jika tidak menurunkan berat badan.

Lelaki yang tinggal di fat Dover itu telah menyadari apa yang terjadi pada dirinya, Pada Mei lalu Carl pun telah berpesan kepada banyak orang agar menghindari makanan instan agar tidak seperti dirinya.

Setiap hari Carl menghabiskan sekitar 10 ribu kalori. Ia semakin membabi-buta makan sejak ditinggalkan oleh ibunya pada 2012 sebagai pelampiasan atas kesedihannya. Carl memang amat dekat dengan ibunya. Sejak itu pula ia hidup seorang diri di sebuah flat. Carl mengandalkan santuan dari pemerintah untuk memenuhi hidupnya.
Karena tubuhnya yang amat gemuk, dengan berat 412 kilogram, ia tidak bisa berjalan atau mandi sendiri. Dalam tiga tahun terakhir, Carl telah beberapa kali dirawat di RS akibat serangan jantung.

“Saya cuma mau menurunkan berat badan saya secar normal, bukan dengan menjalani operasi pita lambung karena itu berbahaya,” ujar Carl pada bulan lalu. Sebelum keinginan ini terwujud, rupanya ajal buru menjemputnya