Otak Anda

Biasa Jalan Kaki Setiap Hari Tingkatkan Kesehatan Otak

BeritaBintangBiasa Jalan Kaki Setiap Hari Tingkatkan Kesehatan Otak

JANGAN remehkan kebiasaan baik dari kegiatan jalan kaki setiap hari. Jika Anda tak melewatkannya, manfaatnya tidak cuma melangsingkan badan, tetapi juga dapat meningkatkan kesehatan otak.

Sebuah penelitian baru menunjukkan, jalan kaki tidak hanya meningkatkan kekuatan otot dan jantung. Otak Anda juga harus dijaga kesehatannya agar tak terjadi penurunan fungsi.

Saat berjalan kaki, tubuh Anda akan menghantarkan tekanan gelombang melalui arteri secara signifikan. Secara otomatis, cara ini juga dapat meningkatkan pasokan darah ke otak dengan baik.

{ Baca Juga, ” Ungkap Kesalahan Terbesarnya, Marquez: Saya Paling Kecewa di GP Australia ” }

Melalui studi disampaikan oleh peneliti di Amerika Serikat, sel dari otak manusia butuh diremajakan kembali. Caranya yakni dengan meningkatkan aliran darah ke otak setiap saat.

“Orang dewasa muda jangan malas jalan kaki. Kegiatan ini dapat meningkatkan aliran darah ke otak dari ujung kaki,” ujar peneliti, dikutip JUDI ONLINE, Sabtu (29/4/2017).

Keuntungannya, jika pasokan darah lancar ke otak, oksigen juga ikut dengan sendirinya. Dengan ini, Anda dapat meningkatkan kecerdasan dan daya ingat, serta kesehatan otak.

Menurut Penelitian, Stress Itu Menyehatkan

BeritaBintang –   Stress selalu dikaitkan dengan hal negatif. Mulai dari membuat berat badan yang bertambah, meningkatkan resiko terkena serangan jantung dan penyakit kronis lainnya seperti kanker dan diabetes.  (sumber: Panduan Bermain Judi Online )

Namun, sebuah studi yang dilakukan oleh Kirstin Aschbacher, assistant professor of psychiatry di University of California menemukan fakta kalau sebenarnya stress mempunyai dampak sehat pada tubuh Anda. Dan bahkan dapat melindungi Anda dari efek penuaan. Lalu, bagaimana caranya stress dapat memberikan manfaat sehat untuk tubuh? Berikut ini 4 cara menggunakan stress untuk mendapatkan manfaat sehatnya.

1. Good Stress or Bad Stress

Cari tahu tipe stress yang sedang Anda alami. “Saat saya melakukan skydiving, hal itu membuat stress tapi terasa sangat menyenangkan,” papar Dr. Jacob. Perasaan resah menimbulkan respon fight-or fight yang melepas hormon bernama kortisol dan adrenaline yang memberikan lonjakan energi. Untuk mengetahui apakah stress yang Anda alami sehat atau tidak, Dr. Jacob merekomendasikan untuk mengambil momen sebentar untuk mengecek efeknya pada tubuh Anda.

“Beberapa orang mempunyai performa terbaiknya ketikan berada di bawah tekanan tenggat waktu. Buat mereka, hanya di waktu itulah mereka bisa berfungsi secara maksimal. Untuk orang lain, tekanan semacam ini, membuat mereka tidak berfungsi,” ungkap Dr. Jacob. Kalau Anda termasuk orang yang tidak bisa bekerja di bawah tekanan deadline, coba untuk mendelegasikan tugas dan membuat perencanaan hal-hal apa yang akan Anda lakukan sehingga Anda tidak terjebak dalam deadline.

2. Adrenaline Rush

Saat tubuh merasa stress, beberapa hormon akan terlepas seperti adrenaline yang malah akan memberikan manfaat sehat untuk otak. Seperti secangkir kopi yang dapat memberikan tambahan energi secara sementara, adrenaline akan meningkatkan kewaspadaan dan kesadaran yang dapat meningkatkan fungsi kognitif. Otak Anda akan lebih tajam ketika Anda stress.

3. Short-Term Stress

Melakukan hal-hal yang menyebabkan short-term stress yang bisa bertahan satu hingga dua jam seperti memberi public speech, bertemu atau berkenalan dengan orang baru sering diasosiasikan dengan manfaat sehat untuk profil. Studi Kirstin Aschbacher mengatakan kalau sedikit stress menurunkan dampak negatif pada sel dalam tubuh.

Stress dalam jumlah yang sedikit dapat memberitahu tubuh Anda untuk membuat mekanisme anti-oksidan bekerja lebih efisien dalam melawan radikal bebas (molekul yang bertanggungjawab pada masalah penuaan dan beberapa penyakit). Bahkan dalam beberapa kasus, short-term stress dapat meningkatkan sistem imun yang disebabkan dilepasnya hormon kortisol.

4. Motivation for Exercise

Kristin merekomendasikan untuk menggunakan stress Anda sebagai tambahan energi untuk berolahraga. Seperti misalnya, saat Anda melakukan angkat beban, akan timbul stress secara psikologis pada tubuh Anda. Lalu kemudian Anda istirahat, yang memberikan waktu untuk jaringan pada tubuh menyembuhkan diri, lalu Anda akan merasakan kalau tubuh lebih kuat dibanding sebelumnya.

Namun Kristin mengingatkan untuk tidak melakukannya secara berlebihan karena terlalu banyak good stress juga dapat berbahaya. “Sistem stress dimaksudkan untuk menangani aktivitas dalam jangka pendek, bukan jangka panjang,” jelas Kristin.