Olimpiade Tokyo

Ban Inovatif Tanpa Udara Ini Enggak Bikin Ribet

BeritaBintangBan Inovatif Tanpa Udara Ini Enggak Bikin Ribet

Bridgestone memperkenalkan ban tanpa udara pada 2011 sebagai produk konsep. Kini produk inovatif itu segera terwujud dalam penggunaan sehari-hari.

Ban bekerja dengan memanfaatkan kisi-kisi berupa plastik kaku yang dapat mempertahankan bentuk lingkaran sempurna ban saat menggelinding di jalanan. Rencananya perusahaan asal Jepang itu akan memasarkan ban tanpa udaranya untuk sepeda.

Tidak diperlukan lagi ban dalam sebagai penampung angin. Ban tanpa udara hanya terdiri dari bahan karet solid serta kisi-kisi plastik. Konsep ini sebenarnya bukan baru pertama kali hadir. Pada dasarnya ban pada kendaraan utilitas juga tidak menggunakan angin melainkan menggunakan bahan karet solid. Namun tentunya bobotnya menjadi bertambah berat.

{ Baca Juga, ” Bikin Ruangan Luas Terlihat Lebih Rapi dan Nyaman, Simak Caranya! ” }

Penggunaan ban dengan konsep tanpa udara diklaim memiliki keuntungan, di simple juga membuat perjalanan lebih halus karena ban ini mampu meredam guncangan lebih baik saat di jalan tidak rata. Pengguna sepeda juga tidak perlu khawatir lagi dengan ban bocor.

Jika suatu saat digunakan pada kendaraan bermotor, ban tanpa udara ini juga bisa meningkatkan efisiensi atau membuat bahan bakar lebih irit serta mengurangi risiko kecelakaan di jalan karena ban pecah.

Brigdestone menargetkan ban tanpa udara ini akan dijual mulai 2019. Bahkan, perusahaan itu juga mengupayakan agar ban ini bisa digunakan dalam Olimpiade Tokyo pada 2020.

Agar Tak Mudah Dipalsukan, Jepang Percantik Desain E-Paspor

BeritaBintang –   Belakangan, halaman dalam lembaran paspor tak hanya berupa kertas biasa. Sejumlah negara menempatkan gambar pemandangan dalam cetakan lembar kertas paspor. Seperti Amerika, negara ini memiliki cara membuat paspornya menarik. Di setiap halaman visa, terlihat bergambar pemandangan yang menjadi ikon Amerika, seperti patung Liberty, hingga kelompok koboi menggembalakan kawanan ternak.

Jepang pun memiliki caranya sendiri untuk mendandani ulang paspor mereka. Seperti yang baru saja diumumkan oleh Kementerian Luar Negeri setempat, dalam waktu yang tidak lama lagi, paspor warga negara Jepang akan dihiasi oleh karya seni Katsushika Hokusai, seniman lukis dan woodblock terkenal di Jepang.

Sebagai kesimpulan akhir dari proyek ini, di mana untuk mendapat desain baru yang bisa mewakili budaya Jepang, sekaligus agar sulit dipalsukan, komite yang ditunjuk oleh menteri, telah memutuskan untuk menggunakan karya pilihan dari Hokusai yang terkenal, tiga puluh enam pemandangan Gunung Fuji ukiyo-e series.

Dilansir Rocketnews24, paspor warga Jepang tidak sampai 36 halaman, yang berarti tidak ada ruang untuk memasukkan setiap gambar dari hasil karya Hokusai. Hingga akhirnya, komite memutuskan menggunakan 24 gambar saja, termasuk karya terkenal The Great wave off Kanagawa dan Koshu Kajikazawa.

Paspor cantik ini dijadwalkan akan dikenalkan mulai tahun 2019. Menteri Luar Negeri mengatakan waktu ini dipilih agar mereka bisa siap tepat waktu untuk Olimpiade Tokyo 2020.

2020, Belanja di Jepang Pakai Sidik Jari

BeritaBintang –   JELANG Olimpiade Tokyo 2020 mendatang, Jepang mulai mengatur skema baru untuk turis. Nantinya, turis harus memakai sidik jari untuk belanja.

Dengan skema pengaturan ini, pemerintah Jepang berharap dapat membuat pariwisata menjadi lebih ramping dan aman.

Turis ke Jepang tidak perlu menukarkan uang mereka ke dalam mata uang Jepang, Yen, karena Jepang berencana memperkenalkan mata uang dengan sidik jari.

Skema baru ini akan mulai diperkenalkan pada musim panas mendatang. Para turis akan diidentifikasi terlebih dahulu, kemudian mereka dapat membeli barang-barang dari toko dengan flash saat rincian kartu mereka telah diproses.

Tak hanya itu, melalui sidik jari pula, mereka dapat menarik uang tunai di Aenon Bank yang berbasis di Tokyo.

Skema baru ini diperkenalkan dalam upaya untuk mendorong kunjungan turis asing ke Jepang selama Olimpiade Tokyo dan Paralimpic Games 2020 mendatang.

Turis bisa mendaftarkan sidik jari dan mengisi informasi data mereka di bandara. Dengan skema baru ini, pemerintah Jepang berharap dapat meredakan penipuan melalui kartu kredit dan kartu debit.

Sebanyak 300 toko suvenir, restoran dan hotel telah mendaftar untuk skema baru ini. Toko-toko yang berpartisipasi ini rata-rata berlokasi di area yang paling populer dikunjungi turis asing, seperti Hakone, Kamakura, Yugawara di Prefektur Kanagawa dan Atami di Prefektur Shizuoka.