Oleh Sobchenko

Pilot Wanita Ukraina Divonis Penjara, Kedutaan Rusia Dilempari Telur

BeritaBintang – Pasca ditangkap milisi pro-Rusia pada 17 Juni 2014 di sebuah desa dekat Metalist, pilot wanita Ukraina, Nadiya (Nadezhda) Savchenko menjalani persidangan dan Senin, 21 Maret 2016 waktu setempat, Savchenko divonis 23 tahun penjara.

Savchenko diputuskan bersalah pada sebuah persidangan di Donetsk, atas pembunuhan dua jurnalis Rusia di Luhansk, timur Ukraina, kala pecah konflik Rusia-Ukraina 2014 lalu.

“Savchenko dengan sengaja menyebabkan kematuan dua orang, bertindak menurut sebuah konspirasi dan dimotivasi kebencian serta permusuhan,” sebut hakim Leonid Stepanenko, dilansir Daily Mail, Selasa (22/3/2016).

Veteran Perang Irak berusia 34 tahun yang dijuluki Joan of Arc-nya Ukraina itu juga didakwa hakim Stepanenko, bersalah atas dakwaan melanggar perbatasan Rusia secara ilegal.

Sementara itu merespons putusan hakim Rusia terhadap Savchenko, Presiden Ukraina, Petro Poroshenko menyebut persidangan itu sebagai persidangan sandiwara.

Sementara sejumlah pengunjuk rasa, menyatroni Kedutaan Rusia di Kiev, Ukraina. Mereka memrotes putusan Savchenko, sembari melempari telur ke halaman kedutaan.

“Putusan ini layaknya penderitaan (rakyat Ukraina). Putusan itu dihasilkan pengadilan kanguru!,” seru salah satu pengunjuk rasa, Oleh Sobchenko.