Nusa Penida

Mengenal Toyapakeh, Spot Diving di Bali yang Dirusak Turis Nakal

BeritaBintang – Dunia pariwisata Indonesia tengah heboh dengan foto perusakan karang di spot Toyapakeh, Nusa Penida, Bali oleh tulis nakal. Ini adalah lokasi yang indah.

Lewat sejumlah foto yang diunggah di akun Judi Online, tampak jelas sejumlah perusakan di atas batu karang yang digurat dengan aksara Mandarin. Foto itu pun mendadak viral dan mengundang kemarahan para netizen.

Sedihnya, perusakan itu terjadi di spot diving Toyapakeh yang cukup populer di Nusa Penida, Bali. Namun sebelum mengulas lebih jauh, sebelumnya mari kita telusuri lebih dulu tentang spot diving Toyapakeh yang menjadi lokasi perusakan.

Dilansir Linkalternatif.info dari situs Kadisbudpar Klungkung, Senin (12/9/2016) spot diving Toyapakeh masuk ke dalam kawasan Nusa Penida yang berjarak sekitar 28 km di sisi Timur Tanjung Benoa dan Sanur di Bali. Namanya sendiri diambil dari Kampung Toyapakeh.

Di kalangan diver atau penyelam, spot Toyapakeh memang dikenal indah dan memiliki ragam terumbu karang dan kaya. Tak sedikit operator dive yang menyediakan paket wisata untuk menyelam di Toyapakeh.

Selain kaya akan ragam terumbu karang, di Toyapakeh traveler juga bisa menjumpai penyu, ikan warna-warni hingga ikan mola-mola yang menjadi primadona.

Dengan kedalaman laut sekitar 10-30 meter, tingkat visibility di Toyapakeh juga cukup jernih. Jadi bagi traveler yang tidak bisa diving, juga bisa menikmati indahnya pesona bawah laut Toyapakeh lewat snorkeling.

Namun perlu diingat, sewaktu-waktu arus di Toyapakeh bisa sangat kuat. Selain wajib didampingi instruktur, ada baiknya traveler juga sudah memiliki sertifikat selam lebih dulu.

Apabila ingin berkunjung, disarankan traveler datang antara bulan Juli dan Agustus. Selain faktor cuaca yang cukup baik, di bulan tersebut ikan mola-mola juga lebih mudah dijumpai.

Untuk mencapainya, traveler pun harus naik speedboat atau perahu nelayan dari daerah Sanur atau Padang Bai dengan waktu tempuh sekitar 20-40 menit. Liburan boleh, tapi jangan sampai merusak terumbu karang yang ada ya!

Potret Menembus Batas: Surga untuk Jalak Bali

BeritaBintang –Bali myna, jalak bali, sebagian orang menyebut curik bali. Spesies burung pengicau, satu-satunya satwa endemik Pulau Bali yang tersisa setelah harimau bali dinyatakan punah. Penampilannya yang elok dan kicau yang indah memikat para kolektor dan pemelihara burung.

Taman Nasional Bali Barat adalah satu-satunya tempat tinggal jalak bali di alam. Taman Nasional dengan luas 77 ribu hektare itu laksana surga bagi jalak bali.

Hutan hujan dataran rendah dengan makanan melimpah, seperti buah-buahan dan serangga atau ulat, jadi tempat paling istimewa bagi jalak bali. Di sini juga menjadi rumah 160 spesies hewan dan tumbuhan yang dilindungi.

Itulah tempat Walter Rothschild, pakar hewan berkebangsaan Inggris, menemukan dan mengidentifikasi hampir 100 tahun silam.

Perburuan liar, hilangnya habitat hutan dan terbatasnya daerah burung itu ditemukan, membuat populasi jalak bali menyusut tajam dan terancam punah dalam waktu singkat.

Namun, banyak pihak terlibat dalam konservasi jalak bali. Tak rela burung kebanggaan Pulau Dewata itu punah.

Seperti di Nusa Penida, pulau di tenggara Bali. Kawasan dengan bentang 200 kilometer persegi itu adalah surga kedua bagi jalak bali.

Burung bernama latin leucopsar rotschildi hidup bebas berdampingan dengan warganya. Tak ada rasa cemburu, burung-burung bebas memadu kasih di mana saja. Vegetasi alam Nusa Penida dianggap paling sesuai untuk jalak bali.

Program pelestarian jalak bali seiring sejalan dengan kesadaran masyarakat menjaganya, hingga memberlakukan sebuah awig-awig atau aturan adat yang melarang penangkapan jalak bali. Bila dilanggar, akan ada sanksi adat.

Pelepasliaran 25 ekor jalak bali di Desa Ped, menandai keberhasilan pelepasliaran total 84 ekor jalak bali oleh Friends of National Parks Foundation (FNPF), 10 tahun silam.

Upaya pelestarian jalak bali tidak berhenti di Nusa Penida. I Gede Bayu Wirayuda melanjutkannya di Gianyar dengan sebuah penangkaran resmi untuk konservasi.

Kehadiran jalak bali menguntungkan banyak pihak. Selain menjaga keseimbangan alam, burung-burung itu memikat banyak wisatawan dan relawan asing.

Roda ekonomi berputar lebih cepat. Jalak bali hadir sebagai sebuah anugerah.

Tak sulit bertemu dengan rusa di Taman Nasional Bali Barat, rumah yang tak hanya bagi jalak bali, tapi juga satwa lainnya seperti lutung, binturong, burung raja udang, burung pelatuk dan juga ular pyton. Momen itulah daya tarik paling kuat Taman Nasional Bali Barat.

Upaya penyadartahuan Desa Sumber Klampok, salah satu desa penyangga di Taman Nasional Bali Barat, menjadi ujung tombak menangkarkan jalak bali secara resmi.

Semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya keberadaan jalak bali, mendorong masyarakat bahu-membahu dengan negara menjadi penyelamat satwa. Inilah harmonisasi alam dengan manusia.

Pada akhirnya, pelestarian jalak bali membawa manfaat untuk semua. Jalak bali selamat dan bisa hidup berdampingan dengan manusia.

Masyarakat mendapat manfaat dari kehadiran jalak bali, sementara wisatawan pun mendapat hiburan dari jalak bali.

Bagaimana upaya konservasi terhadap jalak bali serta satwa endemik pulau Bali lainnya? Saksikan selengkapnya dalam tayangan Potret Menembus Batas SCTV edisi Senin (16/5/2016) di bawah ini.