NU

Puasa dan Lebaran Diprediksi Serentak hingga 2021

BeritaBintang –   Lembaga Antariksa Nasional (LAPAN) memprediksi awal puasa bakal terjadi besok, Senin 6 Juni. Sedangkan lebaran Idul Fitri, bakal jatuh pada 6 Juli mendatang.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin memperkirakan dalam lima tahun ke depan, umat muslim di Indonesia bak menggelar awal puasa dan Idul Fitri secara serentak. Bahkan, ia melihat kriteria yang digunakan dua ormas Islam, Muhammadiyah dan NU juga hampir serupa.

“Hingga lima tahun ke depan sampai 2021, kriteria yang digunakan NU dan Muhammadiyah berpotensi seragam,” ujar Thomas kepada BintangBola.Co , Minggu (5/6/2016).

Sebab itu, Thomas menilai momen tersebut sebagai kesempatan bagi pemerintah untuk menggelar dialog. Hal tersebut untuk mendapatkan satu kriteria bersama penentuan kalender umat muslim di Indonesia.

“Kesempatan hampir tidak ada perbedaan itu diintensifkan dialog untuk nantinya mendapatkan satu kriteria bersama sebagai penentuan kalender selanjutnya,” tandasnya.

Grace Natalie menjadi Ketua Umum PSI

BeritaBintang – Mantan presenter televisi, Grace Natalie, tiba-tiba memperkenalkan diri sebagai ketua umum partai dalam acara silaturahmi di Kantor PP Muhammadiyah,  Jakarta, Kamis (26/3). Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpinnya itu akan dideklarasikan tahun depan.

“Perkenalkan saya Grace, Ketua Umum PSI. Saya perempuan, muda, non-Muslim dan Tionghoa. Kalau bukan di Muhammadiyah dan juga NU, tentu saya tidak bisa duduk bareng tokoh senior yang saya hormati ini. Mungkin saya akan ditempatkan di barisan paling belakang,” ungkap Grace dalam acara Silaturahmi Tokoh Bangsa ke-7 bertema ‘Problematika Bangsa dan Solusinya’ itu, seperti siaran pers yang diterima merdeka.com.

Dalam acara tersebut, hadir sejumlah tokoh seperti Ketua Umum Muhammadiyah  Din Syamsuddin, Ketua Komisi Yudisial Suparman, Mahfud MD, Jimly Asshiddiqie, Franz Magnis Suseno, Fuad Bawazier, Bambang Sudibyo, Akbar Tandjung, dan Fadel Muhammad.

“Jika bukan karena ajaran Muhammadiyah, tentu Sekjen PSI Raja Juli Antoni, kader Muhammadiyah tulen, tidak akan merelakan Kursi Ketua Umum PSI kepada seorang perempuan seperti saya,” sambung Grace.

Di hadapan para tokoh tersebut, Grace berbicara mewakili dua identitas, yaitu, sebagai minoritas dan sebagai mayoritas. “Saya minoritas marjinal karena saya perempuan dan non muslim. Saya mayoritas karena saya anak muda,” jelasnya.

Sebagai minoritas, Grace mengaku harus berterimakasih kepada organisasi seperti Muhammadiyah. “Karena Muhammadiyahlah, saya dan kaum saya sampai pada titik hari ini. Karena kemanapun saya pergi, Muhammadiyah selalu memberikan rasa aman untuk saya di rumah Indonesia yang kita cintai bersama ini,” ungkapnya.

Sementara sebagai mayoritas, Grace menyampaikan bahwa dirinya bersama sejumlah tokoh-tokoh muda lainnya sedang mendirikan sebuah partai politik baru.

“Bukan untuk memberontak atau menegasikan peran para tokoh senior bangsa. Tapi lebih karena kesadaran bahwa anak muda harus belajar mandiri dan menempa nasib mereka sendiri,” tandasnya.