NGO

Terungkap, Terjadi 161 Serangan Senjata Kimia di Perang Suriah

BeritaBintang ~  Sebuah laporan terbaru mengenai perang di Suriah mengungkapkan telah terjadi 161 serangan senjata kimia menjelang akhir 2015 hingga menyebabkan 1.491 orang meninggal dunia. Jumlah tersebut diketahui meningkat. Pada tahun lalu, sedikitnya 69 orang meninggal dan 14.581 lainnya mengalami luka.

The Syrian American Medical Society  menyatakan laporan yang dirilis pada hari ini, Senin 14 Maret 2016, adalah daftar paling komprehensif tentang penggunaan senjata kimia di Suriah. Lembaga nonprofit Amerika Serikat, yang mendukung lebih dari 1.700 pekerja di lebih dari 100 pusat medis di Suriah, itu mengungkapkan bahwa daftar tersebut berdasarkan laporan personel medis yang dibantu NGO dan organisasi lokal lainnya.

Sebagaimana dikutip dari BintangBoLa, Selasa (15/3/2016), organisasi tersebut meminta 15 anggota badan keamanan PBB dan komunitas internasional agar secepatnya mengidentifikasi pelaku dan membawa mereka ke Pengadilan Kriminal Internasional. Sebagian besar dokumen yang dilaporkan sudah diberikan ke pengawas kimia global yaitu The Organization for the Prohibition of Chemical Weapons.            

Pemerintah Suriah telah berulang kali dituduh oleh AS dan negara-negara Barat menggunakan senjata kimia untuk menghadapi warganya. Bahkan, Dewan Keamanan PBB pada 2013 telah memerintahkan Pemerintah Suriah melakukan program eliminasi senjata kimianya. Perintah ini disampaikan setelah terjadi serangan di Kota Damaskus yang membunuh ratusan warga sipil.

PBB pada tahun lalu juga mengutuk penggunaan bahan kimia beracun seperti klorin setelah meningkatnya laporan peledakan bom barel berisi gas yang dimasukkan ke area kelompok oposisi.

Meski demikian, Pemerintah Suriah menyangkal telah menggunakan senjata kimia ataupun bahan kimia beracun terhadap warga