New Hampshire

Seniman Ini Gratiskan Tato Bergambar Trump

BeritaBintang –   Nama Donald Trump sebagai salah satu kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, tengah naik daun. Perlahan, jumlah pendukungnya mulai meningkat. Baik dari kalangan atas, maupun bawah seperti seorang seniman tato, Bob Holmes.

Holmes sendiri mengaku bahwasannya selama ini dirinya terbilang “golput” alias golongan putih. Dari waktu ke waktu, pemilik “Clay Dragon Tattoo” di Seabrook, New Hampshire, AS ini tak pernah peduli dengan politik, hingga tak pernah pula ikut serta memberikan suara dalam pemilihan presiden.

Tapi sejumlah kontroversi yang dilakoni Trump yang menyasarkan sejumlah isu sensitif, justru memunculkan antusiasme tersendiri buat Holmes.

Oleh karenanya, dia pun menggratiskan setiap pelanggan yang ingin membuat tato bergambar wajah Trump, maupun slogan-slogan yang selama ini dibawakan dalam kampanye Trump.

“Tak peduli bagaimana gaya hidup Anda. Tak peduli bagaimana cara Anda mencari nafkah, terlepas dari itu bagaimana Anda tidak menyukai Donald Trump?,” papar Holmes.

So far, Holmes mengaku sudah menggambar tato wajah Trump maupun slogan kampanye Trump, kepada 14 pelanggannya dan itu diberikannya secara cuma-cuma.

“Demi masa depan yang lebih baik untuk negara ini, bagaimana Anda tidak menyukai Trump? Buat saya, dia bukan seorang politikus,” tambahnya, dikutip ITV, Minggu (31/1/2016).

“Dia mengatakan setiap hal yang dipikirkan semua orang, di mana semua orang selama ini tak punya nyali mengatakannya. Sebagai pebisnis, saya menyukai fakta bahwa dia juga pebisnis dan begitulah negara ini seharusnya dijalankan (seperti bisnis),” tandas Holmes.

X-Men: Apocalypse Bakal Miliki Sekuel

BeritaBintang –  Film superhero X-Men: Apocalypse masih belum dirilis sampai enam bulan ke depan pada 2016. Akan tetapi, situs Journal De Montreal menyampaikan kabar bahwa kru film sedang kembali ke Montreal untuk mempersiapkan sekuelnya.

Dilansir dari Comic Book Movie, Selasa (17/11/2015), pihak situs juga mengklaim telah memiliki beberapa rincian tentang masa depan franchise film X-Men. Mereka menyatakan bahwa syuting X-Men akan dimulai lagi pada awal 2017 dengan Bryan Singer sebagai sutradara.

Jika itu benar, maka Bryan Singer perlu merampungkan syuting 20.000 Leagues Under the Sea yang tengah dikerjakannya. Sehingga, Fox akan memulai kelanjutan franchise film ini di bioskop-bioskop pada 2018 mendatang.

Andaikan laporan tersebut akurat, maka bisa saja Bryan Singer hanya kembali sebagai produser supaya fokus franchise filmnya di masa depan lebih berat ke karakter muda dengan sineas baru sebagai sutradaranya.

Di X-Men: Apocalypse, Mystique (Jennifer Lawrence), Beast (Nicholas Hoult), dan Professor X (James McAvoy) bergabung untuk melawan musuh baru bernama Apocalypse (Oscar Isaac) yang merekrut sebuah tim mutan yang sangat kuat.

Disutradarai oleh Bryan Singer, X-Men: Apocalypse dijadwalkan untuk rilis di bioskop Amerika Serikat pada 27 Mei 2016 mendatang.

Penanya Bilang Obama Muslim, Donald Trump Tak Gubris

BeritaBintang – Ketika seorang penanya mengatakan bahwa Presiden AS Barack Obama adalah seorang Muslim dan tidak berkewarganegaraan AS, Donald Trump malah tidak menggubrisnya.

Saat mengadakan kampanye di sebuah SMA di Rochester, New Hampshire, AS, Kamis (17/9/2015), Donald memberi kesempatan kepada sekitar 3.000 hadirin acara itu untuk mengutarakan padanya sejumlah pertanyaan.

“Kita memiliki masalah di negeri ini dan itu adalah kelompok Muslim. Kami tahu presiden AS yang menjabat sekarang ini adalah satu dari mereka,” kata seorang penanya, dikutip oleh The Guardian.

“Anda juga tahu bahwa ia bahkan bukan orang Amerika, dari akte kelahirannya,” tambah penanya itu lagi, yang pada intinya menanyakan gagasan upaya Donald terkait masalah yang melibatkan kelompok Muslim di Amerika.

Atas pernyataan terkait Obama adalah Muslim, Donald sama sekali tak menampik atau menggubris hal itu. Padahal, jelas bahwa presiden ke-44 AS itu menganut ajaran Nasrani.

“Banyak yang mengatakan demikian dan banyak pula yang mengatakan bahwa hal buruk sedang terjadi di luar sana, (jadi) kami akan memberi perhatian atas hal itu dan lainnya (terlebih dahulu),” jawab Donald.

Memang banyak yang mempertanyakan soal kepercayaan yang dianut Obama, terlebih karena ayahnya berkewarganegaraan Kenya dan berkepercayaan Islam. Banyak juga yang meragukan apakah Obama dilahirkan di AS.

Keraguan tersebut dikatakan telah menjadi sebuah wacana yang dipergunjingkan di ranah politik, yang kemudian memunculkan gerakan “birther”, yaitu kelompok yang meragukan keabsahan Obama sebagai presiden AS karena adanya teori bahwa Obama bukanlah warga asli AS.