Negeri Paman Sam

Azealia Banks Masih Bela Donald Trump soal Pelarangan Imigran

BeritaBintangAzealia Banks Masih Bela Donald Trump soal Pelarangan Imigran

Donald Trump lagi-lagi mendapat perlawanan dari selebriti Hollywood. Sang Presiden Amerika Serikat menandatangani pelarangan masuk bagi orang-orang dari setidaknya tujuh negara Muslim. Mereka disebut-sebut berpotensi melahirkan terorisme baru di Negeri Paman Sam.

Keputusan baru itu membuat beberapa nomine Oscar 2017 tak bisa hadir di karpet merah. Terutama mereka yang masuk nominasi karena Film Berbahasa Asing Terbaik dan Film Dokumenter Panjang/ Pendek Terbaik. Sudah ada beberapa yang menjadi ‘korban.’

Tapi rapper Azealia Banks masih saja membela presidennya. Sejak Trump kampanye hingga dihujani Women’s March pada hari pelantikannya, Banks terus membela miliuner itu.

Kali ini soal imigran. Ia menyuarakan opininya soal larangan Trump terhadap warga negara yang kampung halamannya didominasi Muslim untuk masuk AS, melalui Instagram. Banks bahkan kali ini menyerang Rihanna, karena sang musisi ikut menyalahkan Trump atas keputusan itu.

Baca Juga: ” Metallica Siapkan Penampilan Spesial Untuk Grammy Awards 2017

Banks menyebut Rihanna bukan warga negara Amerika. “Bukan warga negara, dan tidak bisa memilih,” tulisnya di Instagram. “Dan semua selebriti yang menggunakan pengaruh mereka untuk menyetir publik, Anda butuh diam dan duduk tenang,” tulis Banks

Ia lalu menegaskan, “Berhenti menghukum presiden. Itu terlihat bodoh dan menyedihkan. Semua ini membingungkan orang. Berharap presiden gagal adalah seperti naik pesawat dan berharap pilotnya menabrak.” Ia menambahkan dengan menulis keterangan foto lebih panjang.

Di sisi lain, Rihanna menanggapinya dengan santai. Ia justru mengunggah foto dirinya mengerucutkan bibir seperti hendak mencium, ke Instagramnya. “Wajah yang Anda buat ketika Anda seorang imigran,” tulis pelantun Umbrella itu sebagai keterangan fotonya.

Trump Naikkan Pajak Impor untuk Bayar Tembok Meksiko

BeritaBintangTrump Naikkan Pajak Impor untuk Bayar Tembok Meksiko

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mengenakan pajak senilai 20 persen untuk impor dari Meksiko. Langkah ini dilakukan untuk membiayai tembok yang dia bangun di perbatasan kedua negara.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Pers Gedung Putih Sean Spicer. Menurutnya, kebijakan ini masuk dalam paket reformasi pajak yang akan dilakukan Trump dan Partai Republik.

“Dengan melakukan ini, kita bisa mendapatkan $10 miliar per tahun dan dengan mudah membayar tembok hanya dengan mekanisme itu sendiri,” kata Spicer.

Menurut Kantor Perwakilan Perdagangan AS, ekspor Meksiko ke Amerika pada 2015 lalu bernilai $316,4 miliar. Defisit perdagangan diperkirakan mencapai $50 miliar.

Baca Juga: “ Surat Terbuka dari Anak Suriah untuk Donald Trump

Rencana baru Gedung Putih ini menyusul pembatalan pertemuan kedua pimpinan negara. Sikap Meksiko ini merespons sikap keras Trump yang menuntutnya untuk membayar pembangunan tembok tersebut.

Trump sebelumnya memang sudah menyiratkan akan mengambil langkah terkait hal ini. “Jika Meksiko tidak mau menghormati Amerika Serikat secara adil, pertemuan semacam itu akan sia-sia dan saya akan mengambil rute lain,” ujarnya.

Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto membatalkan pertemuan dengan Trump setelah pemimpin Negeri Paman Sam terus berkicau meminta tetangganya itu membayar tembok yang dibangun di perbatasan.

“Pagi ini kami telah memberi tahu Gedung Putih bahwa saya tidak akan menghadiri pertemuan yang dijadwalkan Selasa depan dengan POTUS (Presiden AS),” kata Pena Nieto melalui akun Twitternya.

Tanpa Iqbaal, Fans CJR Makin Solid

BeritaBintang – Keberangakatan Iqbaal ‘CJR‘ ke Amerika Serikat untuk melanjutkan pendidikan rupanya tak mematahkan semangat dua member lainnya, Kiki dan Aldy. Keduanya tetap melanjutkan kegiatan meski merasa keshilangan.

“Pastilah (kehilangan). Kurang biasa nyanyi bertiga sekarang berdua. Kayak ada yang kurang begitu,” kata Kiki kepada Judi Bola Online  di Kemang, Jakarta Selatan pada Senin (24/10/2016).

Pada Agustus kemarin Iqbaal berangkat ke Negeri Paman Sam usai proses syuting bersama CJR berjudul Ada Cinta Di SMA selesai. Hal itu membuat produser untuk melebarkan produksi film dengan merilis novel dan soundtrack untuk melanjutkan karier CJR.

“Iqbaal enggak ada, ya kita jalanin aja, pas dua hari syuting dia keterima (beasiswa), abis keterima sampai sekarang fokus ke film ini, untuk bikin kesatuan dengan buku album dan film,” kata Patrick Effendy, produser CJR.

Tanpa Iqbaal, ia mengakui kekuatan para fans CJR atau Comate semakin membuatnya takjub. Sejauh ini karier pelantun Eaaa tersebut masih dalam perbincangan usai perilisan film.

“Kedepannya CJR kayak apa sedang dalam pembahasan, tergantung penjualan album (dan) film. Pengin lihat dengan kondisi sekarang, hype-nya di luar ekspektasi kita, perginya Iqbaal bikin Comate gabung yang bikin kita amaze,” tambahnya.

DPR: Razia Warung Makan Saat Ramadan Harus Persuasif

BeritaBintang – BREVARD – Peluncuran roket terbesar di dunia yang diadakan pada Sabtu 11 Juni 2016 di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat (AS) dilaporkan membawa satelit mata-mata yang diklaim untuk membantu pertahanan nasional Negeri Paman Sam.

Roket yang bernama United Launch Alliance Delta IV Heavy meluncur pada pukul 13.51 waktu setempat dan menjadi bagian misi intelijen dari National Reconnaissance Office (NRO). Misi intelijen tersebut dinamakan NROL-37.

Dilaporkan, peluncuran roket itu sendiri sebenarnya disiarkan langsung oleh NRO, namun siaran tersebut sempat dipotong selama enam menit.

Sebagaimana dilansir dari Taruhan Bola Online, Senin (13/6/2016) seorang sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa pemotongan siaran tersebut untuk menjaga kerahasiaan dari satelit mata-mata yang dibawa oleh roket tersebut.

Sumber itu menuturkan satelit mata-mata tersebut bernama Mentor dan dapat menangkap sinyal elektronik yang dipancarkan oleh kapal dan pesawat terbang.

Dilaporkan, pihak NRO sendiri tidak merilis informasi mengenai apa yang sebenarnya roket tersebut bawa.

Roket Terbesar di Dunia yang Bawa Satelit Mata-Mata Diluncurkan

BeritaBintang – BREVARD – Peluncuran roket terbesar di dunia yang diadakan pada Sabtu 11 Juni 2016 di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat (AS) dilaporkan membawa satelit mata-mata yang diklaim untuk membantu pertahanan nasional Negeri Paman Sam.

Roket yang bernama United Launch Alliance Delta IV Heavy meluncur pada pukul 13.51 waktu setempat dan menjadi bagian misi intelijen dari National Reconnaissance Office (NRO). Misi intelijen tersebut dinamakan NROL-37.

Dilaporkan, peluncuran roket itu sendiri sebenarnya disiarkan langsung oleh NRO, namun siaran tersebut sempat dipotong selama enam menit.

Sebagaimana dilansir dari Taruhan Bola Online, Senin (13/6/2016) seorang sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa pemotongan siaran tersebut untuk menjaga kerahasiaan dari satelit mata-mata yang dibawa oleh roket tersebut.

Sumber itu menuturkan satelit mata-mata tersebut bernama Mentor dan dapat menangkap sinyal elektronik yang dipancarkan oleh kapal dan pesawat terbang.

Dilaporkan, pihak NRO sendiri tidak merilis informasi mengenai apa yang sebenarnya roket tersebut bawa.

Lima Lokasi Berhantu di AS

BeritaBintang –   Lokasi berhantu selalu menjadi daya tarik sendiri bagi beberapa pihak, walaupun pada dasarnya manusia takut akan lokasi tersebut. Banyak yang berasumsi justru karena rasa takut yang muncul, manusia cenderung menyukai berbagai hal yang dapat meningkatkan detak jantung dan menjadikan bagian dari pemicu adrenalin.

Percaya atau tidak mengenai keberadaan arwah atau hantu, namun fenomena ini tidak pernah hilang dan cenderung sangat dekat dengan masyarakat di Indonesia. Kali ini, BintangBoLa akan mencoba merangkum lima lokasi yang terkenal berhantu di Amerika Serikat (AS).

  • Vilisca Axe Murder House

Lebih dari 100 tahun yang lalu, sebuah rumah di Kota Vilisca yang berada di barat daya Des Moines, Iowa, AS menjadi saksi dari pembunuhan kejam enam orang yang berasal dari keluarga Josiah B. Moore dan dua perempuan muda.

Pembunuhan ‘kampak’ Vilisca terjadi pada 9 Juni 1912 – 10 Juni 1912 di Kota Vilisca. Korban insiden ini terdiri dari enam anggota keluarga Moore dan dua tamu yang sedang menginap disana.

Delapan korban tewas, yang termasuk dengan enam anak-anak ditemukan dalam keadaan mengenaskan dengan luka di kepala akibat terhantam kampak.

Pada saat itu diadakan penyelidikan besar-besaran terhadap kasus ini, dan menghasilkan beberapa tersangka, namun tidak satupun yang terbukti menjadi pelaku. Hingga saat ini kejahatan ini tidak pernah terungkap.

Hingga kini banyak warga yang tinggal di sekitar sana mendengar suara anak-anak menangis dan melihat penampakan pria membawa kampak berkeliaran dekat rumah yang menjadi saksi pembunuhan sadis.

  • Trans-Allegheny Lunatic Asylum

Rumah sakit jiwa yang terletak di Weston, West Virginia, menjadi saksi dari ribuan orang yang meninggal pada saat mengidap gangguan jiwa dan para arwah dari para korban perang sipil di AS.

Trans-Allegheny Lunatic Asylum dibangun antara tahun 1858-1881, bangunan ini adalah bangunan dengan bahan batu bata terbesar di wilayah Amerika Utara. Bahkan dikabarkan ini adalah bangunan dengan dasar batu bata terbesar kedua di dunia. Yang pertama adalah Kremlin di Rusia.

Rumah sakit ini pada awalnya hanya memiliki daya tampung untuk 250 jiwa dan dibuka pada 1864, namun membludak pada 1950 dengan total 2.400 pasien. Hal ini membuat keadaan perawatan serta sanitasinya menjadi buruk.

Akhirnya pada tahun 1994, rumah sakit ini resmi ditutup oleh pemerintah setempat. Rumah sakit jiwa ini kerap masuk ke dalam acara investigasi paranormal di televisi AS.

Banyak orang-orang yang suka menguji nyali mendatangi rumah sakit ini dan mengatakan mereka sering melihat penampakan para pasien dan suara-suara erangan dari arah kamar bekas tempat tinggal para pasien.

  • Gedung Putih

Gedung Putih di Washington, AS terkenal juga akan seringnya muncul penampakan arwah. Ya, ini adalah bangunan yang menjadi kantor sekaligus rumah dari orang nomor satu di Negeri Paman Sam.

Salah satu bangunan ikonik di AS ini, bahkan termasuk ke dalam daftar salah satu rumah paling berhantu di Negeri Paman Sam. Dilaporkan, dari mulai presiden, ibu negara bahkan para staf yang bekerja di Gedung Putih kerap melihat penampakan bahkan suara-suara aneh yang tidak tahu berasal dari mana.

Penampakan yang kerap muncul adalah para arwah dari presiden-presiden generasi awal AS. Namun yang paling terkenal dan populer adalah penampakan arwah dari sosok Abraham Lincoln.

Dilaporkan, para staf di Gedung Putih mengatakan bahwa arwah dari Lincoln berkeliaran di bangunan tersebut semenjak ia tewas akibat ditembak. Bahkan Eleanor Roosevelt dan Ratu Wilhelmina dari Belanda pernah bersaksi melihat penampakan dari arwah presiden yang menjadi saksi perang sipil di AS tersebut.

Selain Lincoln, penampakan arwah yang paling terkenal di Gedung Putih adalah penampakan dari Presiden Andrew Jackson yang kerap muncul di kamar tidurnya dulu dan berkeliaran di lorong-lorong Gedung Putih.

Arwah Ibu Negara Abigail Adam juga dikabarkan kerap muncul mengejutkan para staf dan juga sering terlihat menghantui lorong-lorong Gedung Putih sambil terlihat sedang memegang sesuatu.

  • Mercusuar St. Augustine Light

Mercusuar St. Augustine terletak di Florida, AS dan dibangun pada 1874 oleh Dr. Alan Ballard. Ia dipaksa menjual mercusuar tersebut kepada pemerintah pada 1865.

Karena pada saat itu, pasca Perang Saudara, dana pemerintah Florida menipis dan berniat membayar mercusuar tersebut dengan harga yang murah. Ballard langsung menolak ketika ditawari harga jauh lebih murah dari biaya yang ia keluarkan untuk membangun mercusuar itu.

Ketika pemerintah semakin menekan, Ballard bersumpah tidak akan pernah meninggalkan mercusuar itu. Hingga kini banyak orang-orang yang sering melihat penampakan dari Dr. Ballard di sekitar mercusuar.

Selain itu, orang-orang yang mengunjungi mercusuar ini kerap melihat penampakan dari mantan penjaga disana, yang bernama Peter Rasmussen yang suka merokok cerutu.

Selain melihat penampakannya, para pengunjung juga suka mencium aroma cerutu di sekitar mercusuar. Selain itu juga di mercusuar ini kerap muncul dua arwah anak perempuan yang dikabarkan tewas tenggelam ketika ayah mereka sedang merenovasi bangunan. Hingga kini banyak orang yang kerap melihat dua arwah perempuan kecil berbaju warna biru dan tertawa sambil berlarian di sekitar mercusuar pada malam hari.

  • Medan Perang Gettysburg

Banyak yang mengatakan lokasi yang pernah menjadi medan perang berdarah pada tahun 1800-an adalah salah satu lokasi paling berhantu yang ada di AS. Sebuah lapangan yang berlokasi di Gettysburg, Pennsylvania ini pernah menjadi saksi dari tumpukan jenazah yang menjadi korban Perang Sipil.

Sekitar 8.000 pasukan Union dan Confederate tewas serta puluhan ribu orang terluka pada 3 Juli 1983 di lapangan ini. Banyak penampakan arwah para tentara, hingga suara-suara orang yang seperti sedang berperang kerap terdengar di lapangan ini.

Para pengunjung yang mendatangi bekas medan perang ini kerap bersaksi melihat orang berpakaian tentara berjalan dan mendadak menghilang. Lalu, suara teriakan, erangan, suara meriam sering terdengar oleh para penguji nyali yang datang ke lapangan ini pada malam hari.

Bahkan ada satu video yang direkam oleh Tom Underwood pada 2001 yang memperlihatkan penampakan di Triangular Field yang berada di bekas medan perang Gettysburg.

Warga AS Parno soal Teroris, Obama Salahkan Media

BeritaBintang –  Sejak trauma dan perasaan ‘parno’ (paranoid) terhadap teroris sempat memudar pasca-beberapa tahun selepas peristiwa “9/11”, warga Amerika Serikat (AS) belakangan kembali diterpa kecemasan berlebih soal teroris, terutama ancaman dari kelompok radikal ISIS.

Ya, semenjak peristiwa teror-Paris November silam yang menewaskan sekitar 130 orang, warga AS seolah membangkitkan kembali “Islamophobia”, di mana ada anggapan awam bahwa seorang muslim otomatis seorang teroris.

Padahal Presiden AS, Barack Obama, sudah berulang kali menyampaikan kepada masyarakat di Negeri Paman Sam, untuk tidak parno terhadap teroris.

Namun kecemasan warga AS masih mencuat. Perihal ini, Presiden Obama justru menunjuk pemberitaan media sebagai kambing hitamnya.

“Jika Anda menonton televisi selama sebulan terakhir, semua yang Anda lihat dan dengar adalah tentang orang-orang berbendera hitam dan bermasker yang berpotensi mengancam Anda,” ujar Obama, seperti dikutip Bioskop168 , Selasa (22/12/2015).

“Saya paham kenapa masyarakat cemas soal itu. Lihat saja, media-media sedang mengejar rating. Pemberitaan seperti ini memang sah-sah saja. Saya berpikir, tentu terserah media untuk menetapkan bagaimana cara mereka memberitakan banyak hal,” tandasnya singkat.