Negeri Kanguru

Mobil “Penjelajah Waktu” Dipakai Keliling Dunia

BeritaBintang –  Masih ingat dengan DeLorean DMC-12? Mobil produksi perusahaan DeLorean Motor Company ini pernah terkenal setelah muncul di film ‘Back to the Future’. Di film Hollywood tersebut, DeLorean menjadi kendaraan penjelajah waktu.

Meski mobil itu sudah tidak diproduksi lagi, sekelompok warga Jerman yakni Wolfgang Hank, Klaus Steiner, dan Andre Springer menggunakannya untuk berkeliling dunia. Ada tiga DeLorean DMC-12 produksi 1980-an yang digunakan untuk berkeliling dunia.

Pada pekan lalu, perjalanan mereka sampai di Darwin, Australia, setelah menempuh perjalanan di Asia.

Setelah berangkat dari Jerman, mereka melanjutkan perjalanan ke Austria. Kemudian, masuk ke Asia melalui Uni Emirat Arab. Lalu sebelum masuk Australia, mereka singgah di Thailand, Singapura, dan Malaysia.

Mereka menargetkan tiba di Sydney pada 15 Desember setelah menempuh 4.500 kilometer.

Selama perjalanan, ada banyak pengalaman menarik yang ditemui. Salah satunya, radiator dan tangki bensin pada mobil DeLorean ternyata tidak memenuhi standar yang berlaku di Australia. Mereka pun harus mengganti komponen tersebut sebelum bisa melanjutkan perjalanan lagi di Negeri Kanguru itu.

Sementara selama di Australia, mereka berencana melintasi jalan tanpa batas kecepatan di Stuart Highway, Northern Territory. Di sana, tiga DeLorean akan dipacu hingga 140 kilometer per jam, kecepatan yang sama saat pemeran ‘Back to the Future’ melajukan DeLorean untuk menembus waktu.

Ketiga pria itu selalu meng-update perjalanan mereka melalui blog dan Facebook. Perjalanan dimulai pada awal 2015.

DeLorean DMC-12 menggunakan mesin 2.849 cc V6 PRV ZMJ-159. Tenaga disalurkan melalui pilihan sistem transmisi, lima percepatan manual dan tiga percepatan otomatis. Hal yang menjadikan mobil ini mudah dikenali adalah pintu gullwing-nya yang membuka ke atas.

Berjuang demi syahwat, Partai Seks Australia dijegal

BeritaBintang – Komisi Pemilihan Umum Australia mencoret Partai Seks Australia (ASP) dari daftar berhak berlaga dalam pemungutan suara. Dengan demikian, organisasi politik nyeleneh itu tak lagi punya kekuatan politik di parlemen.

Keputusan KPU Australia itu muncul dua hari lalu. Alasannya, ASP tak punya minimal 550 anggota resmi di seantero Negeri Kanguru. “Jumlah anggota partai itu tidak mencukupi untuk mendaftar dalam pemilu,” tulis keterangan resmi KPU Australia.

Kebijakan itu sontak diprotes oleh pendukung Partai Seks. Viona Patten, wakil ASP yang berhasil lolos ke parlemen mewakili Negara Bagian Victoria pada 2009, menyatakan kebijakan wasit pemilu tidak adil. Ratusan pendukung memprotes kebijakan itu melalui petisi daring.

“KPU Australia justru membuat pendukung kami bergerak. Kami mendapat tambahan anggota baru dalam waktu singkat. Akan kami buktikan bahwa partai seks patut berlaga di pemilu,” ujarnya.

Partai Seks Australia didirikan pada 2009. Para pendirinya adalah tokoh-tokoh dari industri hiburan esek-esek dan film dewasa Australia, di bawah naungan Eros Foundation.

Ideologi mereka adalah pembebasan syahwat secara fundamental di Negeri Kanguru. Patten menyatakan partainya memperjuangkan penghapusan sensor, diskriminasi, dan kesamaan hak di semua kalangan.

Lebih dari itu, walau diisi anggota yang mendukung industri syahwat, ASP mengklaim mereka mengecam setiap kekerasan dan pelecehan seksual di bawah umur. Mereka pun mendukung pemberdayaan kaum difabel.

“Kami sangat serius memperjuangkan hak seks bagi semua,” tulis kaos para pendukung partai itu setiap hari pemungutan suara. Namun pada pemilu terakhir, ASP hanya mendulang 1,9 persen dukungan secara nasional. Alhasil, partai ini tidak mampu meloloskan calonnya hingga ke tingkat parlemen nasional.

Juru bicara ASP Robbie Swan menilai partainya dikadali aturan pemilu Australia. Sejak awal, partai kecil memang tidak diizinkan hidup.

“Partai besar mendapat kemudahan untuk memeriksa daftar anggotanya dan memenuhi persyaratan minimal 550 anggota. Tapi kami yakin bisa memenuhi persyaratan KPU dan terdaftar lagi untuk pemilu berikutnya,” ungkapnya.