Negeri Ginseng

Main Film Korea, Joe Taslim: Anyeong

BeritaBintangMain Film Korea, Joe Taslim: Anyeong

Joe Taslim diketahui sudah terbang ke Korea untuk syuting film terbarunya, Swordsman. Beberapa minggu di Negeri Ginseng, Joe sekarang sudah mulai menggunakan bahasa Korea untuk menyapa penggemarnya di media sosial.

Setidaknya itulah yang terlihat dalam postingan Instagram terbarunya. Joe mengunggah foto ujung atap sebuah bangunan tradisional Korea dengan caption yang diakhiri sapaan dalam bahasa Korea.

[ Baca Juga : ” Komentari Kinerja Pelatih Pengganti Steve Kerr, Thompson: Brown Melakukannya dengan Bai ” ]

“It’s like a dream. Cita-cita dari kecil main pilem silat tercapai gara-gara banyakan baca Kho Ping Hoo… Anak rantau. Anyeong,” tulis AGEN BOLA

Tentu saja, komentar berisi ucapan selamat dan rasa bangga atas capaian Joe itu ramai membanjiri Instagramnya. Banyak pula yang mencoba menitipkan salam untuk artis-artis Korea yang menjadi lawan main Joe di Swordsman.

Sementara itu, Joe akan beradu akting dengan Janghyuk dan Minhyuk di debut film Koreanya ini. Joe berperan sebagai Gurutai, komandan ahli pedang dari kerajaan Dinasti Qing yang dikenal kejam.

April, Korea Festival 2016 Ramaikan Jakarta

BeritaBintang –   ADA kabar gembira bagi pecinta budaya korea. Karena Korea Festival 2016 periode pertama akan segera digelar bulan ini.

Festival Korea yang diselenggarakan oleh Korea Tourism Organization Jakarta (Jakarta) digelar pada 8-10 April 2016 di Lotte Shopping Avenue. Dalam acara ini, para pecinta budaya korea akan dimanjakan dengan berbagai hiburan dan kompetisi.

Kali ini, Korea Festival mengusung tema “Korea Spring & Summer Festival”. Festival ini pun diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal lebih banyak soal budaya Korea. Ada dua kategori besar yang dihadirkan dari Korea Festival 2016, yakni Enjoy Korea dan Experience Korea.

“Di Korea Festival kali ini kita menitikberatkan pada dua hal. Pertama kultur yang dibawakan oleh seniman Korea. Kedua kultur ygang dikhususkan untuk orang Indonesia,” terang Direktur Korea Tourism Organization, OH Hyonjae dalam konferensi pers di Korea Trade Center, Wisma GKBI, Jl Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (4/4/2016).

Dalam acara ini, pecinta budaya Korea juga akan dimanjakan dengan penampilan seniman dari Negeri Ginseng, mulai dari pertunjukan Non Verbal Performance dari Sachoom dan The Painters: Hero, hingga penampilan Taekwondo, K-Pop Cover Dance, K-Pop Dance Class serta kompetisi seni memahat es (Ice Carving).

Dari berbagai kompetisi yang akan digelar, kompetisi Ice Carving merupakan salah satu yang menarik. Karena kompetisi ini akan menampilkan karya-karya pahatan es menarik dari pemahat profesional Indonesia. Berbagai bentuk pahatan bertema Korea dan Indonesia akan ditampilkan selama tiga hari.

“Indonesia tidak memiliki musim salju, jadi kompetisi ini mungkin sangat jarang diadakan di sini. Maka kami berharap kompetisi ini bisa menjadi tontonan yang unik dan menarik bagi masyarakat Indonesia,” ujar OH Hyonjae.

Dalam kompetisi Ice Carving, para peserta diharapkan bisa menampilkan karyanya dengan simbol Indonesia. Seperti yang pernah dilakukan di Hong Kong beberapa waktu lalu dalam festival budaya Korea.

“Di Hong Kong, mereka menggambar simbol terkenal, yaitu Bruce Lee. Untuk di Indonesia, mungkin mereka akan menggambar yang menyimbolkan Indonesia. Tapi kita belum tahu apa itu,” tutup OH Hyonjae.

Korsel Klaim Serangan Siber Korut Meningkat

BeritaBintang –   Pada Jumat 11 Maret, badan intelijen Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa pada bulan ini Korea Utara (Korut) semakin meningkatkan serangan siber ke Negeri Ginseng.

Pada pertemuan komite parlemen Korsel, National Intelligence Service (NIS) mengatakan bahwa Korut telah gagal untuk meretas sistem kendali rel kereta api dan jaringan komputer di institusi finansial yang ada di Korsel.

Sebagaimana dilansir dari BintangBoLa, Sabtu (12/3/2016) laporan mengenai meningkatnya serangan siber ini disampaikan oleh Joo H-Young yang menghadiri pertemuan tertutup tersebut .

Sebelumnya, NIS juga pernah memberikan klaim bahwa Korut pada akhir Februari hingga awal Maret mencoba meretas smartphone milik 300 pejabat di Korsel.

Salah satu staf dari anggota parlemen yang tidak disebutkan namanya memaparkan Korut berhasil meretas 30 dari 300 pejabat tersebut dan berhasil mencuri berbagai data yang ada di telefon genggam pintar milik para pejabat itu.

Dilaporkan, NIS tidak menyebutkan apakah data yang dicuri oleh Korut berisi pesan-pesan yang bersifat rahasia ataupun sensitif untuk keamanan negara Korsel. Korsel memang kerap menuduh Korut melancarkan serangan siber, namun negara Komunis tersebut selalu menepisnya.