NATO

Pidato Kongres Trump: Anggota NATO Harus Berkontribusi

BeritaBintangPidato Kongres Trump: Anggota NATO Harus Berkontribusi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan komitmen pemerintahnya untuk terus mendukung Pakta Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) serta aliansi keamanan lainnya, dengan tetap menekankan para sekutunya agar memberikan kontribusi finansial sesuai dengan ketentuan.

“Kebijakan luar negeri AS adalah mendorong keterlibatan langsung, kuat, dan bermakna bagi dunia berdasarkan kepentingan keamanan vital bersama antara AS dan negara sekutu di seluruh penjuru dunia,” ungkap Trump dalam pidato perdananya di Kongres sejak resmi dilantik pada 20 Januari lalu

“Kami berharap mitra kami baik itu NATO, sekutu kami di Timur Tengah dan Pasifik untuk mengambil peran lebih besar dan bermakna dalam kedua operasi strategis militer. Kami juga tetap meminta mereka memenuhi dan membayarkan kewajiban keuangan mereka terhadap aliansi ini. Saya senang mereka mulai melakukan hal ini,” katanya

Pernyataan ini dilontarkan taipan real estate itu sebagai upaya meyakinkan negara mitra AS, tak hanya di Eropa, tapi juga di kawasan lainnya seperti Timur Tengah dan Asia Pasifik, yang selama ini gelisah akan masa depan hubungan mereka dengan AS di tangan pemerintahan Trump.

Baca Juga: ” Biar Tak Dicuri,Ferrari Langka Disembuyikan 30 Tahun di Apartemen

Sebab, semasa kampanye, politikus Partai Republik itu kerap mengkritik dan menilai negara-negara sekutu, termasuk NATO, telah banyak merugikan Amerika.

Trump bahkan sempat mengancam akan mengabaikan organisasi pertahanan berusia puluhan tahun itu ketika dirinya terpilih sebagai presiden. Trump menilai bahwa Washington akan membela anggota NATO lainnya, hanya jika mereka telah “memenuhi kewajiban mereka kepada kami.”

Tak lama usai memenangi pemilu Novemer lalu, Trump bahkan menyebut NATO sudah ketinggalan zaman lantaran tidak bisa melindungi anggotanya yang belakangan diterpa dengan aksi terorisme seperti Jerman dan Perancis.

Komitmen Trump ini juga ditunjukannya dengan mengirimkan sejumlah anggota kabinet senior Trump seperti Menteri Pertahanan James Mattis dan Wakil Presiden Mike Pence ke beberapa negara di Eropa dan Asia Pasifik seperti Brussels, Jerman, Jepang, dan Korea Selatan.

Presiden Trump Janji Dukung NATO

BeritaBintangPresiden Trump Janji Dukung NATO

Meski berulang kali melontarkan kritik terhadap Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjanji akan memberikan dukungan kuat untuk aliansi tersebut.

Trump menunjukkan sikap yang berubah-ubah terhadap NATO selama masa kampanye dan setelah menjabat sebagai presiden. Dia sempat menyebut organisasi tersebut “kuno” dan tidak bisa menghadapi ancaman modern.

Namun pada Senin waktu setempat (6/2), Trump mengindikasikan dirinya akan mempertahankan dukungan AS untuk blok tersebut meski tetap menekankan negara lain agar berkontribusi lebih besar secara finansial.

“Kami sangat mendukung NATO,” kata Trump di Pusat Komando Florida. “Kami hanya meminta semua anggota negara NATO memberikan kontribusi finansial yang penuh dan pantas untuk aliansi.”

Dia meyakini selama ini hal tersebut tidak dilakukan oleh kebanyakan negara lain. “Kebanyakan dari mereka bahkan tidak melakukan itu, dan mereka harus melakukannya.”

Baca Juga: “ Jadwal Lengkap Konser John Legend yang Bertajuk Darkness and Light

NATO ingin negara-negara anggotanya berkomitmen mengeluarkan 2 persen produk domestik brutonya untuk pertahanan. Hanya lima dari 28 negara anggota yang telah memenuhi tujuan tersebut.

Trump telah lama mengkritisi hal ini, menyebut AS mensubsidi negara-negara lain dalam hal pertahanan lewat kontribusinya untuk NATO. Namun, sejak menjabat, dia menghindari retorika keras seperti itu.

Dua hari yang lalu, Trump berbicara lewat telepon dengan Sekretaris Jenderal Jens Stoltenberg. Menurut Gedung Putih, sang Presiden mendiskusikan dukungan kuat AS untuk organisasi dan membahas bagaimana caranya negara-negara lain bisa berkontribusi maksimal.

Trump juga sepakat menemui para pemimpin NATO di Eropa, Mei nanti.

Tak hanya sang Presiden, Menteri Pertahanan James Mattis juga telah menyatakan hal baik soal aliansi tersebut.

Menhan Trump: Rusia Pecah-belah NATO

BeritaBintangMenhan Trump: Rusia Pecah-belah NATO

Calon Menteri Pertahanan Amerika Serikat James Mattis menuduh Rusia ingin memecah-belah NATO dan, di bawah pemerintahan baru, negeri Paman Sam akan mencegahnya.

Kritik tajam jenderal purnawirawan marinir ini berkebalikan dari sikap Donald Trump, presiden terpilih AS yang memilihnya sebagai menteri.

Trump telah berulang kali memuji kualitas kepemimpinan Presiden Rusia Vladimir Putin dan menyatakan berniat menjalin hubungan lebih baik.

Diberitakan AFP, Jumat (13/1), Mattis mengatakan dia meyakini keberlangsungan dunia modern saat ini sedang mengalami ancaman terbesar sejak Perang Dunia II.

“Dan itu datang dari Rusia, dari kelompok teroris dan dari perbuatan China di Laut China Selatan,” kata Mattis kepada Komite Senat Layanan Militer AS.

Pernyataan ini dilontarkan sehari setelah calon Menteri Luar Negeri Rex Tillerson juga mengatakan akan mengambil sikap keras dengan Rusia.

Baca Juga: ” Ditolak Label, masa kelam Vidi Aldiano di Industri Musik

Mattis mencatat, seperti Trump, dia terbuka akan kemungkinan kerja sama lebih baik dengan Rusia. Namun, dia menekankan, dirinya tidak berharap banyak.

“Saya sangat terbuka untuk bekerja sama. Tapi kita juga harus menyadari kenyataan dan apa yang ingin dilakukan Rusia,” ujarnya.

“Semakin sedikit bidang di mana kita bisa bekerja sama dan semakin banyak bidang di mana kita harus berkonfrontasi dengan Rusia.”

Di luar permasalahan ini, belakangan intelijen AS juga menyebut Rusia campur tangan dalam pemilihan Trump sebagai presiden. Selain itu, dalam laporan yang belum terverifikasi, belakangan mencuat dugaan Moskow lama punya hubungan dekat dengan penasihat Trump.

Ketika berkampanye, Trump mempertanyakan peran NATO dan mengisyaratkan negara-negara mesti berkontribusi besar secara finansial pada organisasi trans-atlantik itu jika ingin diperhatikan.

Mattis mengatakan organisasi itu “penting untuk kepentingan nasional kita” dan mempertegas dengan mengatakan, “jika kita tidak punya NATO, kita harus membuatnya.”

Pengamat: Dunia akan Panik Jika Trump jadi Presiden

BeritaBintang – Donald Trump akan memicu kepanikan di seluruh dunia jika terpilih menjadi presiden Amerika Serikat dalam pemilu 8 November mendatang. Hal ini tidak lain karena Trump telah melancarkan serangan terhadap beberapa negara dunia dalam retorika kampanyenya.

“Saya tidak percaya dia akan menjadi presiden yang buruk, karena tidak ada orang yang seburuk itu. Tapi Trump akan merusak hubungan dengan China dan Meksiko, mitra-mitra dagang terbesar Amerika,” kata pengamat politik lembaga think tank Cato Institute, David Boaz, saat ditemui Bandar Bola Terbaik di Washington DC.

Trump dalam berbagai kampanyenya menyalahkan China karena mencuri lapangan pekerjaan di Amerika, menurunkan nilai mata uang dolar dan melakukan peretasan secara radikal. Jika menjadi presiden, Trump akan mengurangi kerja sama dagang dengan China. Padahal China adalah mitra dagang terbesar AS tahun ini dengan nilai lebih dari US$416 miliar.

Meksiko pun demikian, mitra dagang ketiga terbesar AS setelah China dan Kanada dengan nilai US$390 miliar. Namun Trump menyakiti hati Meksiko dengan mengatakan pendatang dari negara itu adalah pemerkosa dan penjahat, serta berencana membangun tembok tinggi di perbatasan.

Selain itu menurut Boaz Trump jika terpilih presiden akan memicu kepanikan di Eropa. Trump dalam kampanyenya mengatakan bahwa dia akan meninjau kembali hubungan AS dengan negara anggota NATO Linkalternatif.info. Menurut Trump, negara NATO harus membayar uang kepada AS karena telah melindungi mereka.

Trump menyinggung soal kesepakatan NATO yang menyatakan setiap serangan terhadap salah satu negara anggota adalah serangan terhadap semuanya.

Negara NATO seperti Inggris, Perancis dan Italia khawatir keamanan Eropa terancam jika Trump jadi presiden. Ditambah lagi Eropa ketar-ketir setelah Trump disinyalir dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Dia tidak konsisten dengan kebijakan luar negerinya. Saya kira dia akan menyebabkan kekhawatiran besar di seluruh dunia,” kata Boaz.

“Akan ada demonstrasi di Eropa. Negara-negara Eropa yang panik akan menggelar pertemuan darurat di Berlin atau Brussels. Dan rencana Trump mengurangi 45 persen perdagangan dengan China akan memperburuk ekonomi dua negara, karena AS juga butuh China,” lanjut dia.

Namun Boaz mengatakan, “kegilaan” Trump akan sedikit terbendung dan meredam kekhawatiran dunia jika dia memilih menteri luar negeri yang dihargai oleh banyak negara. “Setidaknya dihargai oleh China atau Jepang,” tutur Boaz.

Enemy at the Gates! NATO Kian Mengancam Rusia

BeritaBintangMOSKVA Kedaulatan Rusia di darat, laut dan udara kian terancam eksistensi militer NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara). Enemy at the Gates! Potensi konflik berskala besar kian terasa setelah NATO menegaskan eksistensi mereka di gerbang perbatasan Rusia.

Kecemasan ini diungkapkan Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia, Sergey Shoigu yang mendapat informasi dari intelijen militer Rusia, bahwa NATO terus menggandakan kekuatannya di gerbang perbatasan Rusia.

“Tindakan dari para kolega barat kami mengarah pada pengikisan stabilitas strategis di Eropa dan memaksa kami untuk melakukan tindakan balasan, terutama terhadap operasi negara-negara barat,” cetus Shoigu, dinukil TaruhanBolaOnlineTerpercaya, Jumat (1/7/2016).

Shoigu juga melayangkan peringatan bahwa Rusia takkan tinggal diam dan akan menetralisir potensi ancaman. Jelas hal itu akan membuka prospek konflik berskala besar dan bisa jadi akan memicu pecahnya Perang Dunia III.

“Sekarang NATO dan Amerika Serikat (AS) telah menempatkan sekitar 1.200 peralatan militer, termasuk 30 jet tempur, serta lebih dari 1.000 tentara di wilayah negara-negara Eropa Timur,” sambungnya.

“Kapal-kapal perang Angkatan Laut AS serta anggota-anggota NATO secara rutin juga terus memasuki Baltik dan Laut Hitam,” lanjut Shoigu.

Tentu laporan ini juga sampai ke telinga Presiden Rusia, Vladimir Putin. Mobilisasi dijanjikan Putin akan dilakukan, jika NATO berani “menodai” kedaulatan Ibu Pertiwi Rusia.

Enemy at the Gates! NATO Kian Mengancam Rusia

Enemy at the Gates! NATO Kian Mengancam Rusia

“Angkatan Darat dan Laut yang modern dan dilengkapi peralatan memadai, adalah jaminan bagi kedaulatan Ibu Pertiwi, serta keamanan bagi para warga kami. Mereka siap sedia terhadap upaya apapun yang memprovokasi dan member tekanan pad negara kami,” timpal Putin pada suatu momen. 

Rusia Siap Ladeni Manuver AS di Laut Hitam

BeritaBintang –  Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan pihaknya akan merespons masuknya gugus tempur Angkatan Laut Amerika Serikat di Laut Hitam. Andrei Kelin, pejabat senior Kemenlu Rusia, seperti dikutip dari Reuters, Jumat, 10 Juni 2016, mengatakan, langkah tersebut merupakan upaya yang dirancang untuk meningkatkan ketegangan jelang pertemuan puncak NATO.

Menurut laporan bahwa USS Porter, kapal perusak AL AS, memasuki Laut Hitam beberapa hari lalu melalui sebuah pengerahan. Langkah tersebut “menggusarkan” Moskow karena kapal tersebut telah dilengkapi dengan sistem rudal baru.

Langkah ini sebagai usaha Washington untuk menyeimbangkan kekuatan militer Rusia yang tengah bangkit. “Tentu saja hal ini tidak sesuai dengan persetujuan kami dan tidak diragukan lagi kami akan mengeluarkan tindakan respon,” kata Kelin.

Ia menambahkan pengerahan dua kapal induk AS di Mediterania merupakan bentuk unjuk kekuatan yang akan memperdalam situasi “dingin” dalam hubungan antara Moskow dan Washington.

“Mengenai situasi keseluruhan tentu saja ada peningkatan, yang pasti akan memicu ketegangan dalam hubungan kami. Ini semua dilakukan sebelum pertemuan puncak NATO di Warsawa. Ini adalah unjuk kekuatan,” kata Kelin.

Antisipasi Rusia, Polandia Minta Kekuatan Nuklir NATO

BeritaBintang –  Polandia secara mengejutkan dilaporkan tengah meminta bantuan kepada NATO, untuk mengamankan wilayah perbatasan mereka dan memperkuat kemampuan pertahanan mereka.

Tak tanggung-tanggung, Polandia meminta NATO mengerahkan senjata nuklir mereka untuk ditempatkan di wilayah perbatasannya, sekaligus untuk mengantisipasi perkembangan militer Rusia yang semakin tak terbendung.

“Saya berpikir untuk meminta NATO agar memungkinkan senjata nuklirnya digunakan di wilayah kami,” ujar Wakil Menteri Pertahanan Polandia, Tomasz Szatkowski dalam sebuah wawancara dengan media setempat, sebagaimana dikutip Bioskop168 , Senin (7/12/2015).

Ini adalah pertama kalinya seorang pejabat tinggi Polandia membuat pernyataan mengenai keinginan mereka untuk menjadi negara yang menjadi lokasi penempatan senjata nuklir NATO.

Di antara 28 negara anggota NATO, diketahui hanya Amerika Serikat (AS), Prancis, dan Inggris yang memiliki teknologi dan kekuatan senjata nuklir. Namun, dilaporkan hanya AS-lah yang mampu menyediakan senjata nuklirnya bagi sekutu-sekutunya di NATO.

Negara-negara anggota NATO yang tidak memiliki teknologi nuklir sendiri memang dibolehkan untuk meminjam senjata nuklir dari negara anggota NATO lainnya. Selain itu, mereka juga boleh meminta bantuan kepada AS.

Militer Rusia Tingkatkan Ketegangan di Wilayah Baltik

BeritaBintang –   Ketegangan di wilayah Baltik semakin meningkat karena mendadak Rusia mengirimkan tentara di wilayah yang dekat dengan daratan Lithuania.

Menteri pertahanan (Menhan) Lithuania Juozas Olekas mengatakan, pihak militer Rusia menurunkan tentara di dekat wilayah Lithuania dan mendadak Negeri Beruang Merah tersebut mengadakan latihan militer di sekitar wilayah Baltik, sehingga meningkatkan ketegangan di regional tersebut.

Kekhawatiran ini dilaporkan berdasarkan apa yang dilakukan Rusia tahun lalu ketika mendadak mendukung separatis pro-Rusia di wilayah Ukraina, sehingga negara di wilayah Baltik seperti Estonia, Latvia, Lithuania dengan Polandia merasa ‘ketar-ketir’ bila ada indikasi agresi militer dari Rusia.

“Keamanan di regional Baltik tidak meningkat semenjak Rusia melakukan Intervensi di Suriah. Kami masih melihat aktivitas militer Rusia di perbatasan kami,’ kata Olekas ketika kunjungannya ke London, Inggris,” sebagaimana dilansir dari Reuters, Kamis (3/12/2015).

Olekas juga mengatakan bahwa tindakan Presiden Putin mendukung pembangunan pangkalan udara di Belarus merupakan bagian dari strategi Rusia dalam menunjukkan kapabilitas militer mereka.

“Kita tidak bisa mengecualikan bahwa apa yang dilakukan Rusia adalah untuk melihat reaksi negara kami serta reaksi dari NATO,” ujarnya.

Hingga kini pejabat Rusia menolak untuk memberikan komentar atas hal ini.

Pesawat Hercules Jatuh di Afghanistan, 11 Tewas

BeritaBintang – Sebuah pesawat Hercules milik militer Amerika Serikat jatuh di wilayah Afghanistan, Jumat (2/10/2015), pagi waktu setempat, menewaskan sedikitnya 11 orang.

Menurut Kementerian Pertahanan AS, enam dari korban merupakan anggota militer AS, sementara sisanya merupakan warga sipil.

Belum diketahui penyebab kecelakaan pesawat yang terjadi di Bandara Jalalabad Airport dekat perbatasan Afghanistan-Pakistan tersebut. Tidak ada indikasi bahwa pesawat tersebut telah ditembak oleh milisi bersenjata.

“Kami yakin, pesawat itu jatuh bukan karena tembakan musuh. Tim kami sedang melakukan operasi evakuasi di lokasi kecelakaan,” ujar Mayor Tony Wickman, juru bicara militer AS, seperti dikutip dari CNN.

Dia mengatakan penyelidikan jatuhnya pesawat itu tengah dilakukan.

Bandara Jalalabad merupakan pangkalan dari Pasukan Bantuan Keamanan Internasional yang dipimpin NATO.

Lockheed C-130 Hercules, telah digunakan sejak tahun 1950-an, untuk mengangkut kargo berukuran besar.