Nabi Muhammad

Film ‘Bilal’ Tuai Sukses Sekaligus Kontroversi

BeritaBintang – Menjadi film animasi panjang pertama dari Uni Emirat Arab (UEA), ‘Bilal’ memulai debutnya pemutarannya di Dubai, pada Kamis (1/9).

Film produksi Barajoun Entertainment itu dialih suarakan oleh aktor asal Inggris, Adewale Akinnuoye-Agbaje, yang berperan sebagai Killer Croc di film Suicide Squad. Dalam film ini, ia berperan sebagai karakter utama yang bernama Bilal.

Sebelum diputar reguler, film ‘Bilal’ telah lebih dulu mencuri perhatian saat diputar di Festival Film Cannes, pada Mei lalu, dan mendapat penghargaan sebagai Best Inspiring Movie dalam kategori Animasi.

Dikutip dari Agen Judi Online, produser dan ko-sutradara, Ayman Jamal, mengatakan film ‘Bilal’ sudah ditunggu-tunggu oleh publik UEA.

Setelah pemutaran di negaranya, ‘Bilal’ akan diputar di seluruh dunia mulai pekan depan.

Selain mencuri perhatian di Cannes, kata Jamal, sambutan positif diperoleh saat pemutaran di Festival Film Animasi Internasional Annecy.

Dari awalnya hanya satu kali pemutaran menjadi empat kali berkat banyaknya permintaan.

“Banyak yang mengira ini film Perancis, karena cukup mengejutkan kalau ini dibuat oleh UEA,” ujarnya.

Film ‘Bilal’ mengisahkan sosok Bilal bin Rabah, budak kulit hitam di abad ke-7, yang dimerdekakan dan menjadi salah satu penganut Islam pertama yang mendampingi Nabi Muhammad.

Dalam perjalanannya, Bilal juga menjadi pengumandang azan (muadzin) pertama Islam.

Tuai kontroversi

Dikutip dari Link Alternatif SBOBET, film ‘Bilal’ menuai kontroversi, dan bahkan dituntut oleh masyarakat, agar dilarang penayangannya di Qatar.

Beberapa di antara mereka menilai film ini menghina dan keluar dari konteks Islam. Akan tetapi, ada juga yang berpendapat, kontroversi ini trik agar ‘Bilal’ mendapat sorotan publik lebih banyak.

Menariknya, film ini sebelumnya juga pernah diputar di Ajyal Film Festival di Qatar, dan tanpa insiden sama sekali.

Kontrovesi di Qatar juga dibarengi dengan hashtag dalam bahasa Arab yang dapat diartikan sebagai #CekalBIlal, yang diawali oleh Hamad Al Braidi, yang menyebut dirinya sebagai penyair Qatar.

Menurutnya, film ‘Bilal’ sama sekali tidak menyebut nama Nabi Muhammad. Mereka juga tidak menerima bahwa status Bilal yang terhormat dapat menjadi lebih turun derajatnya lewat film ini.

Komentar ini mendapat dukungan dari sejumlah akun. Beberapa di antaranya menolak ada penayangan film seputar Nabi Muhammad dan para pengkutnya setianya.

Ketakutan lainnya, mereka menilai jika ingin mendapat pemahaman tentang Islam bisa diperoleh lewat buku, bukan film yang salah kaprah.

Namun, tidak semua mengecam film ‘Bilal’. Dukungan juga datang dari sejumlah pihak yang lebih berpikiran terbuka.

Saleh Alhwill, misalnya mengatakan, bagaimana mungkin melarang sebuah film ketika belum menonton seutuhnya, hanya dengan melihat cuplikan adegan saja.

Produser film mengatakan bahwa film ‘Bilal’ dibuat berdasarkan kisah nyata, akan tetapi tidak mengacu pada sejarah utuh sosok Bilal mengingat akan adanya potensi melenceng dari sejarah agama Islam.

MUI Jawa Barat Pelajari Aliran yang Anggap Nabi Tokoh Fiksi

BeritaBintang –Majelis Ulama Indonesia akan melakukan pendalaman dan klarifikasi terhadap ketua Lanterha the Lemurian Meditation berinisial DZA atas dugaan penodaan agama dan menyebarkan aliran sesat.

“Insya Allah, dua hingga tiga hari kami panggil DZA. Saya ingin segera, karena kalau tidak cepat, ini bisa menimbulkan gesekan yang tidak perlu,” kata Ketua MUI Jawa Barat Rachmat Syafei, Selasa 21 Juni 2016.

DZA, telah dilaporkan sejumlah warga pada Senin 20 Juni 2016. Seorang pelapor, Muhammad Yudi Wahyudin, telah mengundurkan diri dari lembaga tersebut sejak tahun 2015, lantaran ada kejanggalan dalam ajarannya.

“DZA mengaku mendapatkan ilmu dari kerajaan jin mabud dan banyak jin yang bersujud sama dia,” kata Wahyudin.

Tak cuma itu, dari aduan sejumlah pelapor, selain meragukan kitab suci Alquran, DZA juga menganggap semua nabi, baik itu Nabi Muhammad maupun Adam tak lebih sebagai tokoh fiksi. Adam dinilai masih hidup dan sedang terbang di galaksi dengan pesawat super canggih dan Muhammad dianggap sebagai keturunan bangsa Lemurian yang memiliki teknologi tinggi.

“Kami punya banyak rekaman, diskusi di grup whatsapp, internet termasuk audionya,” tambah pelapor lainnya bernama Muhammad Jepi.

Ketua MUI Jawa Barat Rachmat Syafei, memastikan memang akan melakukan konfirmasi dengan DZA yang kini dilaporkan warga. Setelah proses itu, MUI baru kemudian bisa mengambil putusan soal aliran tersebut. “Setelah konfirmasi nanti komisi fatwa yang menyimpulkan. Baru dikeluarkan fatwa,” katanya.

Manuskrip Alquran Berusia Ribuan Tahun Ditemukan di Inggris

BeritaBintang – Diperkirakan berusia ribuan tahun, penggalan Alquran tertua di dunia kemungkinan besar telah ditemukan Universitas Birmingham.

Penanggalan radiokarbon menunjukkan manuskrip itu berusia setidaknya 1.370 tahun, membuatnya menjadi salah satu teks tertua di dunia.

Ahli manuskrip dari British Library, Dr Muhammad Isa Waley, mengatakan, “penemuan menarik” ini akan membuat umat Muslim “bersukacita”.

Manuskrip itu disimpan bersama koleksi buku-buku dan dokumen Timur Tengah lainnya, tanpa diidentifikasi sebagai penggalan Alquran tertua.

Ketika seorang peneliti mengamati halaman-halaman itu lebih lanjut, diputuskan untuk melakukan uji penanggalan radiokarbon dan menghasilkan sebuah temuan yang sangat “mengejutkan”.

Direktur koleksi spesial Universitas Birmingham, Susan Worrall, mengatakan, para peneliti “sama sekali tidak menduga” bahwa usia Alquran tersebut sedemikian tua.

“Mengetahui kita memiliki penggalan salah satu Alquran tertua di dunia sangat menggembirakan,” ujar Susan.

Uji coba untuk menentukan usia penggalan Alquran itu dilakukan oleh unit akselerasi radiokarbon di Universitas Oxford.

Hasil uji coba menunjukkan potongan-potongan itu, yang ditulis di atas kulit domba atau kambing dan merupakan salah satu fragmen Alquran tertua di dunia.

“Ini bisa membawa kita mendekati tahun penemuan Islam,” kata David Thomas, profesor bidang studi Kristen dan Islam Universitas Birmingham.

“Orang yang menulisnya mungkin bahkan kenal dengan Nabi Muhammad. Dia mungkin melihat dan mendengar Nabi berkhotbah. Mungkin dia juga kenal Nabi, dan itu adalah kemungkinan yang luar biasa,” katanya.

Manuskrip itu ditulis dengan aksara Hijazi, yang merupakan aksara Arab kuno. Karena penanggalan radiokarbon menunjukkan rentangan kemungkinan usia, terdapat sejumlah manuskrip koleksi umum dan pribadi yang diperkirakan juga berusia hampir sama.

Jadi tidak mungkin memastikan yang mana merupakan penulisan Alquran paling awal. Namun, penemuan usia paling awal manuskrip di Birmingham ini, yang kemungkinan berasal dari sekitar 645, membuatnya menjadi manuskrip tertua.

“Dua lembaran ini, yang ditulis dengan aksara Hijazi yang indah dan terbaca jelas, hampir pasti berasal dari zaman tiga khalifah pertama,” ujar Isa Waley, kurator manuskrip kuno di British Library.

Tiga khalifah pertama itu merupakan pemimpin komunitas Muslim antara tahun 632 dan 656. “Ketika saya pertama melihat lembaran ini, saya sangat tersentuh. Air mata saya penuh emosi dan kebahagiaan,” tambah Waley.

“Saya yakin Birmingham akan didatangi warga dari sekeliling Inggris yang ingin melihat lembaran-lembaran ini,” kata Muhammad Afzal, dewan masjid pusat Birmingham.

Profesor Thomas mengatakan, penemuan ini akan menunjukkan warga Birmingham bahwa mereka memiliki “harta yang nilainya tidak bisa dibandingkan”.(BBC Indonesia)