MPV

Toyota Alphard Limousine dengan Interior Casino Hadir di IIMS

BeritaBintang –Rumah Modifikasi Kupu-Kupu Malam (Kumal) menampilkan Toyota Alphard limousine yang memiliki panjang bodi hingga 5 meter. Ruang interiornya didesain seperti casino.

Penambahan panjang bodi kendaraan yang mencapai 1 meter merupakan tantangan tersendiri bagi para builder karena memiliki tingkat kesulitan tinggi. Pasalnya, Alphard merupakan mobil MPV premium dengan sasis monocoque.

“Kesulitannya membuat center penambahan bodi yang menggunakan monocoque karena jenis ini berbeda dengan sasis rangka yang terpisah dengan bodi,” ungkap Kunto, modifikator Kumal, kepada Indowins, di lokasi IIMS, JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin.

Selain itu, bagian depan Alphard model 2004 itu di-upgrade menjadi model 2010. Headlamp serta grille menggunakan perangkat dari original equipment manufacturer (OEM). Perubahan tersebut juga menjalar hingga bagian belakang.

Di kabin, nuansa casino yang menjadi konsep modifikasi utamanya langsung terlihat di bagian lantai yang menggunakan gambar kartu remi. Kabin juga dilengkapi dengan minibar dan fasilitas infotainment yang dilengkapi layar lebar.

Mobil modifikasi yang waktu pengerjaannya membutuhkan tiga pekan ini mendapat perhatian dari banyak pengunjung IIMS 2016.

Suzuki New Ertiga Varian Tertinggi Tinggal Tunggu Waktu Diluncurkan

BeritaBintang – Sedikitnya 1.915 unit Suzuki New Ertiga sudah dipesan konsumen. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menilai banyaknya penyegaran low MPV andalannya diterima pasar.

“Jumlah pesanan yang mencapai ribuan unit sejak diluncurkan pada Gaikindo Indonesia International Auto Show ini membuktikan antusias yang tinggi terhadap New Ertiga,” terang Susanto Winarto Kepala Diler Roda Empat Nasional SIS di sela test drive New Ertiga di Cawang, Jakarta Timur, Rabu (9/9/2015).

Varian GL tercatat yang paling dominan dipesan. Hal ini beralasan mengingat rentang harganya yang terjangkau pasar. “Boleh dibilang porsinya mencapai 60 persen dibanding varian lainnya,” sambung Susanto.

Di tempat yang sama, Makmur, Direktur Pemasaran Roda Empat SIS menambahkan angka penyerapan pasar low MPV sedang turun signifikan. Dia mengakui rendahnya daya beli membuat masyarakat cenderung memilih low cost and green car (LCGC).

Situasi ini tak menyurutkan Suzuki untuk menambah varian tertinggi seperti New Ertiga Elegant dan Sporty. Sayang, belum diungkap pasti kapan varian tersebut meluncur ke pasaran.

Honda Freed Punya Tampang Baru

BeritaBintang – Honda Freed akan punya tampang baru. Foto ilustrasi yang diterbitkan media Jepang Carsensor, akhir Agustus lalu, menunjukan rupa generasi terbaru MPV kakak Mobilio di Indonesia ini berubah mengikuti arah desain mobil-mobil Honda lainnya seperti HR-V dan BR-V.

Bila dilihat dari sketsa, Freed terbaru punya gril tebal seperti BR-V. Bentuk lampu depan, kap mesin, dan bemper depan juga berubah. Terlihat lampu kabut berganti dari bulat menjadi seperti sabit.

Pilar A terlihat sedikit melandai dinilai dari bentuk kaca yang berubah. Sementara pilar C kini menghitam, mengesankan atap melayang.

Freed terbaru rencananya mendebut di semester kedua 2015. Setelah itu ekspektasi peluncuran akan terlaksana pada pertengahan 2016.

Indonesia merupakan negara pertama yang meluncurkan Freed setelah Jepang pada pada 2009. Model kedua Honda di dalam negeri dengan pintu geser ini –setelah Odyssey- memiliki kapasitas 7 penumpang dan menggunakan transmisi otomatis.

Berita tentang desain baru ini bisa jadi menepis rumor yang mengatakan Freed akan segera berhenti diproduksi. Di Indonesia, Freed dapat penyegaran dalam balutan facelift telah diperkenalkan pada 2014.

MPV Asal Negeri China ini Bakal Gunakan 80 Persen Komponen Lokal Indonesia

BeritaBintang – Produsen asal China, PT Sokonindo Indonesia (SI) serius buat menggarap bisnisnya di Tanah Air. Tidak hanya akan memproduksi mobil di Indonesia, SI menyatakan akan menggunakan banyak komponen lokal.

SI bakal merakit MPV Sokon di Modern Cikande Industrial Estate, Desa Barengkok, Serang, Banten, mulai November 2015 mendatang. Sebagai penanda dimulainya produksi, Sokon mengajukan permohonan pada Menteri Perindustrian Saleh Husin untuk ikut meresmikan produksi perdana di Indonesia.

Sokon siap merakit MPV dengan dua pilihan mesin berbeda, pertama berkapasitas 1.300 cc diesel dan bensin 1.500 cc. Tahap pembangunan pabrik sudah mencapai 40 persen, bergulir sejak 2014 lalu.

“MPV (ukurannya) lebih besar sedikit dari jenis mobil Avanza. (Pabrik) untuk Indonesia investasinya 150 juta dollar AS dengan kapasitas 50.000 unit per tahun. Targetnya, menjadi pusat assembling (perakitan) di ASEAN,” ujar Alexander Barus, Komisaris SI, di Jakarta, Kamis (23/7/2015).

Sebagai tahap awal, perakitan masih mengandalkan impor komponen dari China. Namun ke depan, dengan target lima tahun, kandungan lokal MPV China ini ditargetkan bisa mencapai 80 persen dari Indonesia, sedangkan 20 persennya diimpor.

Saat ini, jelas Alex, SI masih terus mempersiapkan finalisasi rencana perakitan MPV Sokon secara lokal di Banten. Kedua mesin andalan kendaraan yang mau dirakit lagi dipersiapkan. “Semua perizinan sudah, mesin-mesin tinggal di ‘pruk’, mesin utama sedang di tes di China, dengan kualitas satu tingkat lebih baik dari Sokon China,” ucap Alex lagi.