Movistar Yamaha

Jelang GP Republik Ceko 2017, Lorenzo Nyaman dengan Tunggangannya

BeritaBintangJelang GP Republik Ceko 2017, Lorenzo Nyaman dengan Tunggangannya

Pembalap Tim Ducati Corse, Jorge Lorenzo, sukses menunjukkan penampilan yang cukup menjanjikan di awal MotoGP Republik Ceko 2017. Lorenzo akan memulai balapan dari posisi enam pada Minggu (6/8/2017) malam WIB.

Berdasarkan hasil tersebut, Lorenzo mengakui bahwa dirinya lebih bisa mengontrol saat di atas tunggangannya. Bahkan menurutnya Desmosedici GP17-nya lebih stabil dibandingkan saat balapan sebelumnya.

“Saya sangat senang dengan hasil ini secara keseluruhan. Posisinya lebih baik dibandingkan di Montmelo,” ujar Lorenzo, mengutip dari AGEN BOLA TERBAIK, Minggu (6/8/2017).

[ Baca Juga : ” Hore, Film Terbaru Song Joong Ki Tayang 16 Agustus di Indonesia ” ]

“Saya juga memiliki ritme yang jauh lebih baik. Saya punya cukup banyak perasaan yang baik untuk bisa tampil hingga akhir balapan. Motor ditunggangi dengan stabil dan relatif mudah. Kecepatnnya sangat baik,” tambah pembalap asal Spanyol itu.

Seperti diketahui, X-Fuera –julukan Lorenzo– memang belum menunjukkan penampilan konsistennya di musim ini. Bahkan hingga sembilan seri dilangsungkan, Lorenzo hanya berhasil menempati urutan kesembilan dengan 65 poin.

Raihan tersebut masih jauh dari apa yang telah dilakukannya bersama Movistar Yamaha selama delapan musim. Bahkan bersama pabrikan yang bermarkas di Italia itu, Lorenzo telah membukukan tiga gelar juara dunia MotoGP 2017.

Sempat Meraih Podim, Marquez Nilai Lorenzo Kurang Konsisten

BeritaBintangSempat Meraih Podim, Marquez Nilai Lorenzo Kurang Konsisten

Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, memberikan komentarnya mengenai penampilan rider Ducati Corse, Jorge Lorezno. The Baby Alien –julukan Marquez– menjelaskan, kalau mantan pembalap Movistar Yamaha itu kurang konsisten di musim ini.

Lorenzo memang masih kesulitan untuk bisa bersaing dengan pembalap-pembalap terdepan di musim ini. Meski begitu, bukan berarti rider berkebangsaan Spanyol tersebut sama sekali gagal bersama Ducati.

Buktinya, Lorenzo sukses menunjukkan performa terbaiknya bersama Ducati pada balapan yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol, beberapa waktu lalu. Tampil di depan publik sendiri, X-Fuera –julukan Lorenzo– sukses meraih podium ketiga.

[ Baca Juga : ” RESMI! Wonder Woman 2 Bakal Hadir, Kembali Disutradarai Patty Jenkins? ” ]

“Untuk bisa berjuang meraih titel (juara dunia), Anda harus mengetahui kondisi motor dan perangkat lain, dan semuanya harus 100%. Dari segi konsistensi, ia (Lorenzo) sangat kurang,” ungkap Marquez, seperti disadur dari AGEN MAXBET TERPERCAYA, Selasa (25/7/2017).

Meski begitu, Marquez percaya kalau Lorenzo masih bisa memenangkan beberapa balapan di musim ini. Pasalnya, rider 24 tahun itu merasa kalau pemegang tiga gelar juara dunia MotoGP tersebut sudah berusaha dengan keras.

“Tapi ia sudah membuat usaha yang luar biasa, dan saya yakin kemenangan akan segera datang,” jelas Marquez.

Profil Sirkuit Mugello yang Selalu Lekat dengan Valentino Rossi

BeritaBintang –  Profil Sirkuit Mugello yang Selalu Lekat dengan Valentino Rossi

SERI keenam MotoGP bakal berlangsung di Sirkuit Mugello pada 4 Juni 2017. Trek sepanjang 5.245 kilometer tersebut bisa dibilang sangat lekat dengan nama pembalap legendaris MotoGP, Valentino Rossi.

Sirkuit kebanggaan warga Italia itu pertama kali digunakan pada ajang grand prix 1976. Tercatat sudah 27 kali ajang balap premier class dilaksanakan di sana.

Rossi membuat tinta emas dengan meraih sembilan kali kemenangan di semua ajang. Pertama kali The Doctor keluar sebagai juara yaitu pada musim 1997 saat di kelas 125 cc.

{ Baca Juga : ” Cristiano Ronaldo Siap Persembahkan Permainan Terbaik Real Madrid}

Untuk di kelas MotoGP, ia merasakan kemenangan dua kali beruntun bersama Repsol Honda (2002 dan 2003). Sementara di Movistar Yamaha, Rossi membuat catatan mengagumkan dengan lima kemenangan beruntun pada 2004 hingga 2008.

Ya menurut AGEN BOLA, karakter Mugello memang cocok dengan gaya membalap Rossi yang lembut serta cepat ketika menakluki tikungan. Memang, sirkuit yang terbilang modern itu memiliki enam tikungan ke kiri dan sembilan tikungan ke kanan dengan lebar lintasan sekira 14 meter.

Banyak yang menilai Sirkuit Mugello menguntungkan pembalap Ducati. Sebab, Desmosedici dikenal sangat cepat di lintasan lurus, namun dengan kombinasi beberapa tikungan lambat dan cepat  tentu menuntut kelihaian dan skill mumpuni para joki.

Lorenzo Merasa Lebih Percaya Diri dengan Desemosedici GP17

BeritaBintangLorenzo Merasa Lebih Percaya Diri dengan Desemosedici GP17

Rider Tim Ducati Corse, Jorge Lorenzo, mampu tampil impresif pada sesi latihan bebas kedua (FP2) yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol, Jumat 5 Mei 2017. Ia merasa kalau motor Desmosedici GP17 miliknya sudah jauh lebih baik.

Tak heran jika Lorenzo merasa lebih percaya diri dalam menggeber motornya tersebut. Dan ternyata, kepercayaan diri tersebut yang membuat pemegang tiga gelar juara dunia MotoGP itu tampil luar biasa di Jerez kemarin.

[ Baca Juga : ” Superhero dari Royal Family Inhumans Hadir dalam Format Serial ” ]

Sempat kesulitan pada FP1, Lorenzo berhasil membalasnya di FP2 yang berlangsung sore hari waktu setempat. X-Fuera –julukan Lorenzo– berhasil menempati posisi empat dengan catatan waktu 1 menit 40,291 detik.

“Saya merasa lebih percaya diri, yang membuat saya merasa lebih aman saat menekan hampir di semua bagian,” ujar Lorenzo, seperti disadur dari AGEN BOLA, Sabtu (6/5/2017).

“Itu adalah apa yang saya rasakan di putaran terakhir dan mungkin apa yang orang rasakan saat menyaksikan saya di TV,” pungkas mantan pembalap Movistar Yamaha tersebut.

Sirkuit Austin Dinilai Sulit, Maverick Vinales Malah Merasa Nyaman

BeritaBintangSirkuit Austin Dinilai Sulit, Maverick Vinales Malah Merasa Nyaman

Setiap sirkuit di ajang balap tentu memiliki tantangan dan kesulitan masing-masing. Tidak terkecuali dengan sirkuit yang akan dipakai untuk berlaga oleh para pembalap MotoGP 2017 pada seri ketiga, yakni Sirkuit Austin, Amerika Serikat.

Di saat banyak pembalap yang mengeluhkan kondisi Sirkuit Austin yang dinilai menyulitkan lantaran terdapat banyak lonjakkan. Nada berbeda justru datang dari pembalap anyar Movistar Yamaha, Maverick Vinales, yang mengaku tidak menemukan kesulitan berarti ketika melintas di sirkuit tersebut.

[ Baca Juga : ” Yeay, One Piece Bangkitkan Tokoh Portgas D Ace ” ]

Pembalap bernomor motor 25 itu menjelaskan bawha sirkuit yang dipenuhi banyak lonjakan cukup sesuai dengan gaya balapannya. Dengan memanfaatkan hal tersebut, Vinales tentu ingin kembali merebut podium utama pada race kali ini, seperti dilakukannya pada dua race sebelumnya.

“Saya merasa baik melewati banyak lonjakan. Namun, saya juga merasakan hal yang sama pada tahun lalu. Mungkin, itu sedikit merupakan gaya balapan saya. Biar bagaimanapun, motor saya benar-benar stabil dari semua sisi. Bahkan pada saat pengereman,” ujar Vinales, seperti diberitakan AGEN BOLA, Sabtu (22/4/2017).

“Saya senang untuk itu. Saya merasa aman berada di atas motor. Saya tidak melampaui batas saat berada di mana pun di lintasan. Hal ini penting untuk merasakan ketika terdapat banyak lonjakan,” tambahnya.

Iannone: Rossi Berjasa Besar bagi Masa Depan Rider Muda Italia

BeritaBintang – Rider Ducati Corse, Andrea Iannone, memuji pembalap gaek Movistar Yamaha yang merupakan sahabatnya, Valentino Rossi, yang belakangan ini mengorbitkan para talenta muda Italia ke kejuaraan balap dunia melalui VR46 Riders Academy. Pernyataan Maniac Joe ini dimuat Panduan Judi Online , Rabu (27/7/2016).

Saat ini memang cukup banyak rider Italia yang berkompetisi di kelas Moto3, yang lima di antaranya merupakan didikan Rossi. Sementara itu, di Moto2 juga ada tiga rider muda Italia yang merupakan murid The Doctor.

“Saat ini Italia punya banyak rider muda yang begitu kuat. Mereka makin baik setiap tahun. Ini langkah besar, banyak rider Italia yang mengalami peningkatan signifikan. Ini penting bagi Italia dan juga saya, karena saya menaruh percaya pada mereka. Saya sangat senang mereka bertarung di papan atas, padahal sekitar empat tahun lalu Italia begitu kesulitan oleh rider-rider Spanyol,” kata Iannone.

“Vale telah bekerja sangat keras, dan ia bekerja di jalan yang tepat demi mempromosikan para rider VR46 Riders Academy. Para rider tersebut bisa memperbaiki performa dengan bekerja sama dengannya, dan mereka semua bertarung dengan para pebalap terdepan. Vale sudah berjasa besar bagi masa depan para rider muda Italia. Ia legenda yang meninggalkan warisan begitu berharga,” urai Maniac Joe.

Marquez Tak Paham soal Keterpurukan Rossi dan Lorenzo

BeritaBintang – Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, tak paham soal keterpurukan yang dialami duo Movistar Yamaha yakni Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo di MotoGP 2016. Baby Alien –julukan Marquez– menilai, hal yang aneh pembalap selevel keduanya dapat melakukan banyak kesalahan sepanjang MotoGP 2016 menggelar sembilan seri.

Pada MotoGP 2016, performa Rossi dan Lorenzo memang jauh dari harapan. Dari sembilan race yang sudah berlangsung, The Doctor –julukan Rossi– tiga kali gagal finis dan dua kali tidak naik podium. Sementara Lorenzo, masing-masing dua kali gagal finis dan tak mampu menaiki podium.

Alhasil, perolehan poin Lorenzo dan Rossi terpaut jauh dari Marquez yang memuncaki klasemen. Saat ini Marquez meraih 170 poin dan unggul 48 angka dari Lorenzo di posisi dua. Sementara dibanding Rossi yang duduk di posisi tiga, Marquez unggul 59 angka.

Terkhusus Rossi, raihan tersebut sangat jauh dibandingkan musim lalu. Pada sembilan race awal MotoGP 2015, Rossi selalu mampu menaiki podium. Berkat raihan itu, Rossi duduk di puncak klasemen sementara MotoGP 2015 dengan koleksi 179 poin.

“Saya tidak tahu alasan pasti mengapa keduanya tampil buruk. Jika karena pergantian ban (Bridgestone ke Michelin) juga tak masuk akal, karena keduanya sama-sama kurang maksimal,” jelas Marquez mengutip dari Bintangbola.co, Rabu (27/7/2016).

Lorenzo Canangkan Kebangkitan di Sachsenring

BeritaBintang – Pembalap andalan Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, siap untuk mentas di trek Sachsenring. Rider asal Spanyol tersebut menekankan balapan nanti bakal jadi balapan yang penting untuknya, sebab di dua race terakhir dirinya banyak kehilangan poin.

Pada seri Catalunya, rider bernomor 99 tersebut gagal mendapatkan poin usai terjatuh. Lalu pada seri berikutnya di Assen, Lorenzo hanya mampu meraup enam poin saja karena finis di posisi ke-10. Maka tak heran jika ia mencanangkan kebangkitan pada seri Jerman.

Kemenangan yang diraih oleh rider berjuluk X-Fuera tersebut terakhir kali terjadi pada seri Mugello, Italia. Kini Lorenzo masih bertengger di posisi kedua klasemen sementara dengan raihan 121 poin, terpaut 24 poin dari pemuncak klasemen Marc Marquez.

“Ini adalah akhir pekan yang penting karena di dua race terakhir kami banyak kehilangan poin. Akan jadi hal yang bagus jika kami bisa finis di zona podium,” terangnya seperti dikutip dari Bintangbola.co, Jumat (15/7/2016).

“Kami akan menganalisis cuaca, feeling dengan ban Michelin, dan perangkat elektronik baru. Lalu baru kita akan lihat apakah kami bisa lebih kompetitif ketimbang musim lalu,” tegasnya.

Rossi Tak Sabar Bayar Kegagalannya di Sirkuit Sachsenring

BeritaBintangSACHSENRINGJelang balapan MotoGP seri kesembilan di Sirkuit Sachsenring, Jerman, Valentino Rossi tak sabar untuk mengaspal. Menurut pembalap Movistar Yamaha tersebut, dirinya ingin menebus kesalahannya dengan memberikan yang terbaik.

Pembalap asal Italia tersebut harus mengalami nasib buruk ketika berlomba di Sirkuit Assen, Belanda. Ia harus mengalami kecelakaan tunggal yang mengakibatkan posisinya tertinggal 42 angka dari pemuncak klasemen, Marc Marquez (Repsol Honda).

Kini VR46 memiliki ambisi untuk tampil baik di trek sepanjang 3,7 kilometer tersebut. Sebab, Rossi menilai persiapan yang dilakukan timnya sudah sangat baik sepanjang musim ini.

 “Saya benar-benar ingin kembali ke lintasan. Dalam beberapa hari terakhir saya beristirahat di rumah. Namun saya akhirnya akan ke Sachsenring,” ucap Rossi mengutip dari TaruhanBolaOnlineTerpercaya, Kamis (14/7/2016).

“Kami bekerja sangat bagus di Assen dengan tampil sangat cepat, baik di trek basah ataupun kering. Sayangnya, balapan berbuah petaka. Di Sachsenring kami harus bekerja dengan lebih baik lagi, seperti yang telah kami jalani sepanjang balapan musim ini. Saya menyukai treknya dan berharap lakukan yang terbaik nantinya,” tuntas sosok berusia 37 tahun tersebut.

Valentino Rossi Khawatirkan Peluangnya Menjuarai MotoGP 2016

BeritaBintangLESMO –  Puncak klasemen MotoGP 2016 kini dikuasai jagoan Repsol Honda, Marc Marquez. Rider gaek Movistar Yamaha, Valentino Rossi, pun mulai cemas targetnya kembali jadi juara dunia musim ini bisa sirna.

Kegagalan Rossi finis di MotoGP Belanda beberapa waktu lalu membuat The Doctor memang makin tertinggal dari Marquez di klasemen. Saat ini keduanya terpaut 42 poin. Selain itu, Rossi juga masih tertinggal 18 poin dari sang tandem, Jorge Lorenzo.

“Jujur, jarak yang cukup besar (di klasemen) dengan Marc (Marquez) membaut saya cukup cemas,” buka Rossi, seperti dilansir TaruhanBolaOnlineTerpercaya, Minggu (10/7/2016).

“Saya pikir satu kesalahan saya di Austin bisa dimaklumi, tapi di Belanda itu sulit diterima. Ini bisa jadi masalah terhadap peluang saya jadi juara dunia musim ini, terutama ketika Anda menambahkan kesalahan di Mugello akibat mesin meledak,” keluh The Doctor lagi.

“Tapi, saya takkan menyerah. Itu pasti! Kami hanya perlu coba yang terbaik di setiap trek, coba untuk jadi kompetitif setiap akhir pekan, dan kita akan lihat apa yang terjadi,” tegasnya.