Monta Ellis

Bungkam Sixers, Peluang Pacers ke Playoff Terjaga

BeritaBintang – Peluang untuk lolos ke babak playoff tetap terjaga untuk Indiana Pacers setelah menumbangkan Philadelphia 76ers dengan skor 91-75. Salah satu bintang pada laga tersebut adalah Paul George.

Pemain yang sempat absen karena mengalami patah kaki saat berlatih bersama tim nasional Amerika Serikat tersebut mengepak 15 poin dan enam rebound. Ia tidak sendiri, Monta Ellis juga berkontribusi dalam kemenangan tersebut dengan menyumbangkan 13 poin.

“Satu hal yang kami dapatkan adalah kami bisa memanfaatkan keunggulan kandang dengan baik. Kami melakukan hal yang bagus dan memiliki peluang untuk terus menanjak ke posisi enam, lima, empat di wilayah timur,” terang George seperti dikutip dari laman resmi NBA, Kamis (24/3/2016).

Kemenangan atas Sixers membuat rekor Pacers kini menjadi 37 kemenangan dengan 33 kekalahan. Pacers kini duduk di posisi tujuh klasemen Wilayah Timur, di atas Chicago Bulls. Rekor kemenangan di kandang juga semakin kinclong akibat kemenangan tersebut yakni 21 kemenangan dan 13 kekalahan.

Sementara kekalahan dari Indiana semakin menambah catatan buruk mereka di musim ini. Saat ini mereka terbenam di posisi terakhir Wilayah Timur dengan rekor sembilan kemenangan dan 62 kali kekalahan.

Pacers Kedatangan Amunisi Anyar

BeritaBintang –    Bicara tentang tim yang memperlihatkan performa menanjak di NBA musim ini, Indiana Pacers boleh jadi salah satu yang masuk daftar. Sempat kehilangan sang bintang, Paul George, karena patah kaki musim lalu, Pacers tampil dengan skuad terbaik musim ini.

Meski demikian, armada Frank Vogel memang masih belum aman untuk lolos playoff. Pacers masih tertahan di peringkat tujuh klasemen Wilayah Timur. Membutuhkan kekuatan tambahan, mereka akhirnya resmi mendatangkan amunisi anyar, yakni salah satu point guard yang sudah cukup matang di NBA, Ty Lawson. Point guard berusia 28 tahun itu diboyong dari Houston Rockets.

Lawson menjadi salah satu pilar krusial saat bermain enam tahun di Denver Nuggets, sebelum bergabung dengan Rockets pada tahun lalu. Diputus kontraknya, Lawson pun tak perlu waktu lama untuk menemukan klub baru.

Sang pemain memiliki rata-rata 13,3 poin dan 5,8 assists per laga sepanjang kariernya di NBA. Lawson sendiri memang dipercaya bisa menjadi back-up sepadan bagi point guard utama Pacers, Monta Ellis.

“Kami sangat senang bisa mendatangkan Lawson pada sisa musim ini. Dia akan memberikan kecepatan pada sisi backcourt, dia juga  memiliki ciri pantang menyerah dalam bermain. Lawson akan memberi kualitas pada tim ini,” ujar Presiden Pacers, Larry Bird, seperti dimuat laman resmi BintangBoLa, Sabtu (12/3/2016).

Lawson pun sadar dirinya datang bukan untuk menjadi point guard utama di Pacers. Meski begitu, dia sangat bersyukur bisa bergabung dengan tim.

“Ini menjadi kesempatan yang baik untuk saya. Saya akan menolong Pacers agar bisa menembus playoff. Saya siap dimainkan dengan peran apapun. Baik sebagai starter ataupun lapis kedua, saya akan tetap profesional,” tutur Lawson.

Seharusnya Ellis Dipanggil, Nowitzki Di Rumah

BeritaBintangNEW YORK – Pelatih Dallas Maverick, Rick Carlisle, menyatakan bahwa Monta Ellis lebih pantas bermain untuk tim All-Star ketimbang Dirk Nowitzki. Dia pun sangat kecewa dengan kenyataan yang telah terjadi.

Nowitzki, yang memiliki rasio 18.3 poin per pertandingan, dipanggil sebagai pengganti Anthony Davis yang menarik diri karena menderita cedera bahu. Meski pebasket berkebangsaan Jerman itu juga pemain Maverick, namun Carlisle tak segan meragukan kemampuan anak asuhnya tersebut.

“Mari jujur. Seharusnya (Ellis) ada di All-Star dan Dirk (Nowitzki) berada di rumah. Maksud saya, itulah yang sepatutnya terjadi. Saya berasumsi mereka melakukan itu berdasarkan voting, dan Dirk mungkin memiliki satu suara lebih banyak dari Monta (Ellis),” kata Carlisle.

“Monta seharusnya ada di All-Star. Dia adalah pemain yang luar biasa, dan jika terus tampil seperti ini, dia mungkin akan dikenal sebagai pemain terbaik yang tidak pernah ikut dalam All-Star. Tapi, saya percaya dia memiliki peluang lebih banyak untuk pergi ke sana,” lanjutnya.

Nowitzki secara pamor memang lebih dikenal ketimbang Ellis, yang usianya lebih muda tujuh tahun ketimbang sang power forward. Namun, kontribusi Ellis musim ini sulit tergantikan bagi Carlisle.

“Saya sangat kecewa dia (Ellis) tidak di sana, karena musim ini adalah musimnya. Dia memimpin tim, dia tampil lebih meyakinkan dari semua pemain di tim. Dirk juga pantas, tapi ini adalah waktunya Monta berada di sana,” jelasnya.