Monaco

Sergio Perez Bangga Bisa Dikaitkan dengan Ferrari

BeritaBintang – Ferrari tampaknya menjadi tim yang banyak diisukan bakal merekrut pembalap baru. Setelah diakitkan dengan Daniel Ricciardo dan Valtteri Bottas, kini nama Sergio Perez masuk bursa kandidat pembalap anyar Tim Kuda Jingkrak.

Mendengar hal tersebut, Perez mengaku merasa bangga. Menurutnya, meskipun hanya rumor saat ini, hal tersebut menunjukkan dirinya sudah mengalami kemajuan dalam kariernya sehingga bisa dikaitkan dengan tim sekelas Ferrari.

Penampilan pembalap Force India tersebut musim ini bisa dikatakan cukup gemilang. Dari tiga seri terakhir yang sudah dilaksanakan, pilot asal Meksiko tersebut naik podium ketiga sebanyak dua kali yakni di seri Monaco dan Eropa.

“Sebagai pembalap hal itu membuat diri Anda bangga, terutama jika melihat dari bagaimana karier saya dalam beberapa tahun terakhir, hingga akhirnya saya bisa kembali tampil bagus,” ujar Perez, seperti dikutip dari Panduan Judi Online, Jumat (1/7/2016).

“Meskipun hal itu hanya rumor, saya tahu saya sudah melakukan hal yang benar dan baik. Saya tahu saya tampil baik, bekerja dengan baik bersama tim, dan itu adalah hal yang bagus untuk siapa pun di tim,” sambungnya.

Kecelakaan Daniel Ricciardo Dikritik Pedas oleh Pembalap Terburuk F1

BeritaBintang – Pembalap terburuk Formula One (F1) era 1995-an, Taki Inoue, mengomentari kecelakaan yang dialami pembalap Red Bull Racing (RBR), Daniel Ricciardo.

Pada saat sesi free practice (FP) 2, pembalap asal Australia tersebut bersenggolan dengan dinding pembatas di Sirkuit Baku. Kecelakaan tersebut membuat ban belakang kanannya patah hingga lepas.

GP Eropa pada 17-19 Juni 2016 akan digelar di Sirkuit Baku City, sebuah trek yang memiliki 20 tikungan. Para pembalap dapat memacu jet daratnya hingga mencapai 211 km/jam, lebih tinggi dari rata-rata kecepatan di dua sirkuit jalan raya seperti Monaco dan Singapura.

Melihat kejadian tersebut Taki langsung berkicau melalui akun media sosialnya. Ia melemparkan sejumlah sindiran terhadap pembalap nomor satu milik Red Bull itu.

“Mobil F1 terlalu rapi untuk balapan di Sirkuit Baku. Jangan mencoba untuk mencukur dinding, jika tidak ingin dinding mencukur mobil Anda,” tulis mantan pembalap asal Jepang tersebut, seperti dikutip oleh Panduan Judi Online, Minggu (19/6/2016).

Top Sport: Tiga Sirkuit Jalan Raya di Formula One 2016

BeritaBintang – FORMULA One (F1) telah memasuki seri ketujuh pada akhir peKan lalu. Pembalap Tim Mercedes, Lewis Hamilton, sukses meraih kemenangan di seri ketujuh tersebut setelah bersaing ketat dengan pembalap Ferrari, Sebastian Vettel.

Namun, ternyata bukan hanya persaingan antarpembalap yang menjadi daya tarik F1. Keindahan sirkuit juga kerap menjadi buah bibir para pencinta F1 di dunia. Meski begitu, ajang balapan F1 tidak selalu diselenggarakan di atas sirkuit permanen.

Setidaknya terdapat tiga jalan raya yang disulap menjadi sirkuit F1 2016. Bintangbola.co  berhasil merangkum tiga sirkuit jalan raya di F1 2016:

1. Sirkuit Baku di Azerbaijan

Sirkuit jalan raya Baku di Azerbaijan baru ditambahkan ke dalam daftar lintasan yang digunakan untuk balapan F1 pada musim ini. Para pembalap F1 akan bersaing di Sirkuit Baku, Azarbaijan pada 17-19 Juni 2016. Sirkuit ini memiliki panjang 6.006 kilometer dengan jumlah 20 tikungan.

2. Sirkuit Monte Carlo, Monaco

Sirkuit jalan raya Monte Carlo terletak di Monaco. Para pembalap F1 telah bersaing pada 26-29 Mei 2016 di atas Sirkuit jalan raya Monte Carlo, Monaco. Sirkuit ini resmi digunakan pada 1950. Para pembalap bersaing di sepanjang 3.337 km, dengan total panjang 260.286 km.

3. Sirkuit Marina Bay, Singapura

Sirkuit jalan raya Marina Bay terletak di Singapura. Para pembalap F1 akan bersaing di atas Sirkuit Marina Bay pada 16-18 September 2016. Sikruit yang terletak di kawasan Asia Tenggara ini pertama kali digunakan pada 2008. Sirkuit jalan raya Marina Bay memiliki panjang 5.065 km dengan total panjang 308.828 km. Sikruit Marina Bay terdiri dari 61 tikungan.

Pembalap Muda Red Bull Akui Banyak Belajar Usai Gagal di Monaco

BeritaBintang –Pembalap Tim Red Bull Racing, Max Verstappen, mengaku akan belajar usai gagal finis kala mengaspal di Sirkuit Monte Carlo, Monaco. Ia harus rela kandas usai menghantam pembatas lintasan di putaran ke-35.

Pada pekan sebelumnya, pemuda 18 tahun tersebut tampil gemilang di GP Spanyol dengan keluar sebagai juara pertama. Namun, kejadian tak menyenangkan terjadi saat mengikuti perlombaan di lintasan yang terkenal sulit, Monaco. Alhasil, ia mengaku membuat sebuah kesalahan karena tak mampu mengontrol kendaraannya dengan baik.

Atas insiden tersebut, kini ia melirik race berikutnya yang diadakan di Kanada. Bahkan ia mengaku senang mendapat mesin baru dari Renault. Verstappen mengaku senang, mendapatkan mesin baru, namun ia tetap ingin memperbaiki kemampuannya untuk mengimbangi kecepatan jet daratnya.

“Saya belajar banyak hal tentang kejadian tersebut. Sekarang, kita menganalisa bagaimana dan apa yang salah dan mengapa kita masuk ke situasi ini,” ucap Verstappen mengutip Taruhan Bola Online, Rabu (1/6/2016).

“Saya pikir awal lomba yang sangat baik, kami menunjukkan kecepatan yang besar. Sayangnya, ketika menggunakan ban lunak, saya membuat kesalahan dan menabrak dinding.

 “Saya akhirnya mendapatkan mesin baru, jadi saya akan tetap melihat ke depan. Anda akan memiliki lebih banyak tenaga kuda dan kemampuan membalap yang lebih baik sehingga mendapatkan waktu terbaik,” tuntas pembalap muda berusia 18 tahun tersebut.

Pembalap Honda Keluhkan Kecepatan Manor yang Menghalangi Laju Mobilnya

BeritaBintang – Pembalap McLaren Honda, Jenson Button mengeluhkan balapan yang terjadi di Sirkuit Monte Carlo, Monaco. Menurutnya, jet darat miliknya terhalang dengan mobil tim Manor yang dikendarai oleh rekan Rio Haryanto yakni Pascal Wehrlein.

Pada balapan tersebut Button sukses finis di urutan kesembilan. Kendati demikian ia memiliki masalah jelang akhir karena merasa terhalangi dengan mobil yang ada di depannya.

Wehrlein yang berada di urutan ke- 13 di depan Button tak mau mengalah saat ada tanda bendera biru. Alhasil, Button kehilangan waktu empat detik dalam mengemudikan MP4-31 miliknya. Lantas ia juga menyalahkan bahwa ia kurang berkomunikasi dengan baik dengan kru tim.

“Saya memacu mobil saya dengan waktu yang tepat, masalahnya adalah saat membalap kendaraan Anda dibayangi dan itu sangat sakit karena terjebak di belakang Manor,” ucap Button menukil Bintangbola.co, Selasa (31/5/2016).

“Saya pikir komunikasi dengan tim juga tak baik, karena kami harus berada di belakang Manor. Anda tak bisa benar-benar menyalip di sini bahkan dengan perbedaan waktu empat detik saja.  Untungnya kami berhasil mendapatkan poin,” pungkas pembalap berusia 36 tahun tersebut.

Masalah Ban, Pembalap Ini Mengaku Kesulitan di GP Monaco

BeritaBintang – Pembalap Tim Haas Esteban Gutierrez mengaku mengalami kesulitan di seri keenam balap Formula One (F1) di Sirkuit Monte Carlo, Monaco. Menurutnya, penggunaan ban ultrasoft membuatnya kurang percaya diri mengendarai jet daratnya.

Kondisi Sirkuit yang diguyur hujan sebenarnya tak membuat Gutierrez pesimis. Namun, ketika mobilnya menggunakan ban yang memiliki daya cengkeram paling kuat tersebut, membuatnya kesusahan mengendalikan. Alhasil ia finish di urutan ke-12, dan berharap ada bisa beradaptasi dalam mengenal karakter ban.

“Ini adalah balapan yang cukup sulit. Awalnya saya memiliki perasaan yang baik,karena kami memiliki kecepatan yang benar-benar hebat dalam trek basah,” ucap Gutierrez mengutip Panduan Judi Online, Selasa (31/5/2016).

“Ketika kami mengubah ke Ultrasoft, saya berjuang untuk mendapatkan kepercayaan dari mobil. Ini mulai menjadi agak sulit kemudian Anda tidak memiliki kepercayaan diri lagi,” tambahnya.

“Secara keseluruhan, saya pikir ada banyak hal yang dapat kita pelajari sebagai sebuah tim untuk mencoba dan menemukan lebih banyak konsistensi dan memahami ban yang lebih baik, yang merupakan fokus utama dari hari ini,” pungkas pembalap berusia 24 tahun tersebut.

Bos Manor Racing Puji Debut Rio Haryanto dan Wehrlein di GP Monaco

BeritaBintang –Pembalap kebangaan Indonesia, Rio Haryanto berhasil finis di posisi ke-15 dalam seri keenam di Monte Carlo, Monaco, Minggu, 29 Mei 2016 malam WIB. Seri keenam tersebut menjadi kali pertama bagi Rio dan rekan setimnya, Pascal Wehrlein mengaspal di Monaco.

Meski kembali gagal meraih poin, Rio telah berhasil menunjukkan penampilan cukup baik. Bos Tim Manor Racing, Dave Ryan memuji debut Rio dan Wehrlein di GP Monaco.

Di tengah kondisi lintasan yang cukup sulit, Ryan menilai Rio dan Wehrlein telah berhasil menginjak garis finis dengan baik. Kendati demikian, Ryan tidak menampik bahwa dirinya sempat berharap baik Rio maupun Wehrlein dapat meraih hasil lebih manis di GP Monaco.

“Kedua pembalap kami telah melakukan tugasnya dengan baik di debut mereka di sini. Namun Anda pasti selalu berharap hasil yang lebih baik,” ujar Ryan, sebagaimana dikutip dari Panduan Judi Online, Senin (30/5/2016).

“Mereka telah berhasil menjalani balapan dengan baik. Mereka juga telah berhasil menyentuh garis finis,” tambahnya.

Duo Mercedes Insecure dengan Kecepatan Pembalap Red Bull

BeritaBintang – Dua pembalap Mercedes AMG, Lewis Hamilton dan Nico Rosberg, merasa terancam dengan kemampuan jet darat milik Daniel Ricciardo pada latihan bebas hari pertama (FP1), Kamis 26 Mei 2016. Driver asal Australia tersebut sukses memperbaiki waktunya dan menjadi yang tercepat di FP2.

Sebelumnya, Hamilton dan Rosberg mampu mendominasi latihan bebas pertama dengan mengisi posisi terdepan. Namun, pada kesempatan kedua, Ricciardo menggeber RB12 miliknya dengan menjadi yang tercepat di sesi terakhir.

“Hal ini sangat jelas mengejutkan seberapa cepat mereka, kami mengharapkan untuk tetap bersaing. Namun saat ini kami memiliki pekerjaan rumah untuk bisa lebih baik lagi,”ucap Rosberg mengutip Panduan Judi Online , Jumat (27/52016).

Sementara Hamilton yang memiliki waktu terbaik di FP1 dengan 1 menit 15,537 detik mengatakan tak memiliki jarak begitu jauh. Menurutnya, ia  hanya memiliki perbedaan waktu +0,93 detik dari Ricciardo.

“Saya tak merasa seperti memiliki jarak yang besar, masih ada waktu untuk memperbaikinya. Mereka ancaman yang nyata kali ini,” tuntas pembalap berusia 31 tahun tersebut.

Latihan bebas ketiga akan kembali tersaji di Sirkuit Monte Carlo, Monaco, Sabtu 28 Mei 2016.

Verstappen Mengaku Sangat Menikmati Perayaan Kemenangan GP Spanyol

BeritaBintang –Pembalap muda baru Red Bull Racing (RBR), Max Verstappen, kabarnya sedang menikmati kemenangan pertamanya, pasca-berlaga di Grand Prix (GP) Spanyol pada Sirkuit Katalunya akhir pekan lalu.

Pembalap berusia 18 tahun tersebut bahkan sempat bingung, apakah dirinya sudah cukup umur saat menenggak sampanye yang disemprotkan saat selebrasi kemenangannya di podium.

Di saat yang sama, ayah Max, Jos Verstappen, menangis haru di bawah podium. Saat itu, ia berlari mencari anaknya, namun ayah Max tidak mampu melihat anaknya karena jumlah pengunjung yang sangat banyak ketika acara selebrasi tersebut.

“Saya bisa mencoba banyak hal yang tidak bisa ditemukan selama balapan. Dan hal itu sangat sempurna bagi saya. Anda pasti selalu menginginkan lebih banyak kekuatan , maka itu kami akan melihat apakah tim akan menggunakannya di Monaco atau tidak,” tutur Verstappen, sebagaimana disadur Taruhan Bola Online, Sabtu (21/5/2016).

“Pokoknya saya tidak sabar untuk berlaga di Monaco di mana terdapat suasana yang sangat khusus di mana Anda akan mendapat waktu yang lebih cepat daripada di tempat lain. Pesta kemenangan kemarin itu sangtlah baik, setidaknya saya akan selalu mengingat hal tersebut,” tandasnya.

Rio Haryanto Akui Masih Perlu Penyesuaian

BeritaBintang  – Pembalap Indonesia yang bergabung dengan Manor Racing, Rio Haryanto harus puas finis di urutan 17 pada balapan GP Spanyol, Minggu 15 Mei 2016. Hasil tersebut membuat dirinya berhasil mencapai finis usai sempat mengalami kecelakaan pada GP Rusia.

Rio Haryanto sebenarnya tampil baik dalam perjalanan GP Spanyol. Berawal dari sesi latihan bebas sampai kualifikasi, Rio Haryanto terus meningkatkan catatan waktu dengan beberapa komponen baru di mobilnya.

Namun sayang, perkembangan yang terjadi selama di Spanyol kurang mampu membantu Rio Haryanto menyalip rekan setimnya, Pascal Wehrlein. Rio pun mengakui hal tersebut dan mengatakan masih perlu penyesuaian dengan mobilnya.

“Setelah balapan di Spanyol, kami terus melakukan evaluasi untuk mencari pengaturan mobil yang lebih bagus lagi untuk Monaco,” ujar Rio Haryanto dalam akun Facebook resminya, Senin (16/5/2016).

Balapan selanjutnya memang akan berada di Monaco. Balapan jalan raya tersebut akan berlangsung pada Minggu 29 Mei 2016. Musim lalu pembalap Mercedes, Nico Rosberg berhasil menjadi yang tercepat dan mengalahkan Sebastian Vettel dari Ferrari.