Mike Webb

Potong Jalan seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo Tidak Terkena Penalti

BeritaBintangPotong Jalan seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo Tidak Terkena Penalti

Race Director MotoGP, Mike Webb, mengungkapkan alasan mengapa Jorge Lorenzo tidak terkena penalti, meski sama-sama memotong jalan seperti Valentino Rossi saat tampil di Sirkuit Austin, Amerika Serikat. Webb menilai X-Fuera –julukan Lorenzo– tidak mengambil keuntungan meski memotong jalan.

Pada balapan tersebut, Rossi terkena penalti setelah kedapatan memotong jalan di tikungan ketiga lap ketujuh. Rossi memang tidak sengaja memotong jalan karena menghindari benturan dengan Johann Zarco (Monster Yamaha Tech 3).

[ Baca Juga : ”  Jadwal Tayang X-Men: Dark Phoenix Telah Dirilis, Cek di Sini ” ]

Akan tetapi ketika memotong jalan, Rossi menarik gas sang kuda besi sekencang-kencangnya. Hal itulah yang tidak diizinkan dan akhirnya Rossi mendapatkan hukuman penalti 0,3 detik.

Hal berbeda dialami Lorenzo. Pembalap berpaspor Spanyol itu juga tidak sengaja memotong jalan karena gagal menjaga keseimbangan sang kuda besi. Bedanya, ketika memotong jalan, Lorenzo tidak menarik gas dari Desmosedici GP17 kepunyaannya.

“Setelah kami telisik lebih dalam, Lorenzo juga memotong jalan di tikungan yang sama. Namun, ia tidak mengambil keuntungan saat melakukan hal itu (memotong jalan). Alhasil, tidak ada hukuman yang kami berikan,” kata Webb mengutip dari laman resmi AGEN BOLA, Senin (24/4/2017).

Namun, hasil yang didapat Rossi dan Lorenzo bertolak belakang. Di saat Rossi berhasil finis di posisi dua, Lorenzo yang tiga kali menjadi juara dunia MotoGP hanya menyelesaikan balapan di tangga sembilan.

Perseteruan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo Kembali Dimulai

BeritaBintang –  SEJAK insiden di seri akhir MotoGP 2015, kondisi internal Tim Movistar Yamaha yang melibatkan dua pembalapnya, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, menjadi sangat panas ketimbang musim-musim sebelumnya. Namun begitu memasuki MotoGP 2016, kondisi tim pabrikan asal Jepang itu bisa dibilang tak terlalu bergejolak.

Meski demikian Menurut Agen Bola Terpercaya, semua itu berubah usai balapan GP San Marino, Minggu 11 September 2016, berlangsung. Kondisi internal Tim Movistar Yamaha kembali bergejolak setelah Rossi dan Lorenzo terlibat perseteruan.

Di GP San Marino, posisi pertama menjadi milik pembalap Tim Repsol Honda, Dani Pedrosa. Sementara Rossi finis di posisi dua dan Lorenzo di posisi tiga. Perseteruan pun bermula ketika X-Fuera -julukan Lorenzo- mempermasalahkan gaya balap The Doctor -julukan Rossi.

Jorge Lorenzo Sebut Gaya Balap Valentino Rossi Terlalu Agresif

Saat konferensi pers usai GP San Marino, Lorenzo secara terang-terangan menyebut gaya balap Rossi terlalu agresif. Pembalap berkebangsaan Spanyol bahkan menilai aksi VR46 sangat berbahaya, karena bisa saja menyebabkan pembalap lain kecelakaan.

Mendengar komentar tersebut, Rossi langsung memotong perkataan rekan setimnya. Juara dunia tujuh kali MotoGP itu mengungkapkan ketidaksetujuannya atas ucapan Lorenzo. Menurutnya, apa yang dilakukannya sama dengan yang kerap dilakukan para pembalap lain, bahkan juga yang kerap dilakukan Lorenzo.

“Saya rasa Marc Marquez melakukan yang sama pada saya di Silverstone beberapa kali. Anda juga selalu melakukan salipan dengan agresif,” kata Rossi saat itu.

Disebut seperti itu, Lorenzo kembali memberikan sangkalan. Pembalap berkebangsaan Spanyol itu tidak merasa pernah membalap dengan gaya seperti yang Rossi lakukan. Pada akhirnya, Lorenzo mengakui The Doctor lebih baik ketimbang dirinya di GP San Marino, meski dengan penekanan bahwa tidaklah perlu membalap dengan terlalu agresif.

Disebut Agresif, Valentino Rossi Justru Banjir Dukungan

Rossi bisa dibilang menjadi pihak yang tertuduh dalam insiden ini, sementara Lorenzo adalah “korban”. Meski demikian, dukungan justru banyak mengalir untuk Rossi. Dalam hal ini, banyak yang tak setuju dengan komentar Lorenzo.

Dukungan pertama diberikan oleh rival utama kedua pembalap, yakni Marc Marquez. Menurut Marquez, apa yang dilakukan Rossi kepada Lorenzo bukanlah overtaking yang berlebihan. The Baby Alien menilai, Rossi melalukan itu dengan bersih karena berada di dalam bagian trek.

Berikutnya giliran pengamat MotoGP, Carlo Pernat, yang memberikan dukungan untuk Rossi. Bahkan, Pernat tak segan menyebut Lorenzo sebagai penjahat MotoGP. Pernat menyorot kepada insiden di atas trek yang pernah melibatkan Lorenzo dengan pembalap Ducati, Andrea Iannone, dan mendiang Marco Simoncelli.

Dukungan selanjutnya datang dari legenda MotoGP, Randy Mamola. Menurut Mamola, apa yang dilakukan Rossi kepada Lorenzo adalah hal yang wajar. Sebab, ia menilai sudah banyak overtaking seperti itu yang terjadi pada dunia balap MotoGP saat ini.

Pada akhirnya, agresif atau tidaknya overtaking Rossi kepada Lorenzo ditentukan oleh otoritas MotoGP. Dan Race Director MotoGP, Mike Webb, pun bersuara bahwa manuver yang dilakukan The Doctor kepada X-Fuera adalah sesuatu yang normal.

“Pada kejadian terpisah itu, kedua pembalap yang menyalip mengambil sisi dalam tikungan, sehingga rider lain tak bisa masuk karena ada motor lain. Tak ada masalah dengan overtaking itu. Kasusnya berbeda jika pembalap memotong jalur dan menyenggol motor pembalap lain. Namun menyalip dari samping itu merupakan hal yang normal dalam balapan,” jelas Panduan Judi Online

Bos MotoGP Jelaskan Ketegangan yang terjadi antara Lorenzo dan Iannone

BeritaBintang – Seri ketujuh MotoGP di Sirkuit Catalunya, Barcelona masih menyisakan perdebatan antara Jorge Lorenzo (Yamaha) dengan Andrea Iannone (Ducati). Lantas hal tersebut membuat  Bos MotoGP, Mike Webb turun tangan untuk meluruskan keduanya.

Seperti diketahui, Lorenzo mengalami nasib sial kala menggeber kuda besi miliknya di GP Catalunya pada akhir pekan lalu lantaran ditabrak pembalap Ducati, Andrea Iannone. Alhasil, Iannone pun mendapat penalti berupa start dari grid paling belakang dalam seri selanjutnya di Assen.

Webb menilai tindakan yang dilakukan Iannone tak sepenuhnya salah apabila dilihat dari data yang didapat. Namun, melihat posisinya yang berada di belakang Lorenzo, ia sudah sepantasnya mendapatkan hukuman.

“Ketika saya pertama kali berbicara dengan Iannone hal pertama yang ia katakan adalah bahwa data menunjukkan ia mengerem di tempat yang normal dan yang Jorge sangat lambat. Alhasil ia tak bisa menghindarinya, jadi saya melihat data dari kedua motor,” ucap Webb mengutip Bintangbola.co, Minggu (12/6/2016).

“Sebenarnya, mereka melakukan pengereman pada titik normal. Kami melihat semua lap, dan mereka berdua mengerem secara normal. Iannone mengatakan apa yang sebenarnya, namun Jorge juga melakukan yang sepantasnya. Cukup jelas, ia akan melakukan yang terbaik ke depannya,” tambahnya.

“Iannone membuat kesalahan karena ia lebih cepat dan mengarah ke Lorenzo. Itu merupakan tanggung jawabnya, untuk menghindari orang yang berada di depannya. Maka jelas itu adalah hukuman,” tandasnya.

Lorenzo Takkan Banding Sanksi Ringan Iannone

BeritaBintang –Jorge Lorenzo menyatakan dirinya tidak akan mengajukan banding terhadap FIM soal sanksi yang diterima Andrea Iannone. Pasalnya, pembalap Movistar Yamaha ini ragu jika tetal melakukan banding, sanksi kepada Iannone akan diperberat.

Iannone kembali melakukan kesalahan ceroboh dalam GP Catalunya yang digelar akhir pekan lalu. Pembalap Ducati ini menabrak Lorenzo pada Turn 10 usai gagal mengendalikan motornya saat memasuki tikungan. Iannone pun terkena penalti start di grid belakang dalam GP Belanda.

Ini adalah kali kedua pada musim ini Iannone menerima penalti. Sebelumnya, pembalap berkebangsaan Italia ini bahkan menabrak rekan setimnya sendiri yakni Andrea Dovizioso di final lap GP Argentina.

“Saya tidak akan mengajukan bandung akan penalti yang diterima Iannone karena mereka tidak akan mengubah keputusan. Tapi, saya akan berbicara dengan Mike Webb dan berusaha berbicara kepada komisi keselamatan soal hal ini,” kata Lorenzo, seperti dilansir Taruhan Bola Online, Kamis (9/6/2016).

“Kadang Anda juga harus paham bahwa sesuatunya harus diubah ketika itu menimpa Anda. Mari menunggu jika pembalap lain juga memiliki opini seperti saya. Saya tidak tahu apakah penalti itu cukup untuk membuat Andrea paham agar bisa mengubah diri,