Mexico City

10 Museum Terbaik di Dunia, Ini Daftarnya!

BeritaBintangSITUS perjalanan TripAdvisor merilis 10 Museum Terbaik di Dunia versi Travelers’ Awards 2016. Museum Seni Metropolitan di New York berada dalam peringkat pertama.

Ini adalah kedua kalinya Museum Seni Metropolitan dinobatkan sebagai museum terbaik di dunia oleh TripAdvisor. Dikutip Agen Judi Online Terpercaya, Kamis (15/9/2016), museum ini dibuka pada 1870.

Museum Seni Metropolitan mengalahkan Institut Kesenian Chicaho dan Museum State Hermitage dan Istana Musim Dingin yang masing-masing berada di peringkat kedua dan ketiga.

Dalam daftar tahun ini, nama Museum de Louvre di Paris tidak ada. Posisinya di nomor 5 tahun lalu kini digantikan oleh Museum Nasional Antropologi di Mexico City.

Begitu pula dengan Museum Nasional Rijksmuseum di Amsterdam yang keluar dari top 10. Posisinya di peringkat ke-8 diganti dengan Museum British di London.

Berikut 10 Museum Terbaik di Dunia versi Travellers’ Choice Awards 2016:

1. Museum Seni Metropolitan, New York City, New York

2. Institut Kesenian Chicago, Chicago, Illinois

3. Museum State Hermitage dan Istana Musim Dingin, St. Petersburg, Rusia

4. Museum d’Orsay, Paris, Prancis

5. Museum Nasional Antropologi (Museo Nacional de Antropologia), Mexico City, Meksiko

6. Memorial 9/11, New York, Amerika Serikat

7. Museum Prado, Madrid, Spanyol

8. Museum British, London, Inggris

9. Museum Acropolis, Athena, Yunani

10. Museum Vasa, Stockholm, Swedia.

Kaleidoskop Lifestyle 2015: Kisah Wanita Diperkosa 43.000 Kali

BeritaBintang –   Selama tahun 2015, banyak peristiwa terjadi. Menjelang akhir tahun 2015, Liputan6.com telah merangkum beberapa berita hits setiap bulannya dalam sebuah kaleidoskop 2015. Berikut berita terpopuler pada bulan November.

Pemerkosaan tentu membuat korbannya terluka baik secara fisik dan mental. Namun, bagaimana jika seseorang menjadi korban pemerkosaan lebih dari sekali bahkan hingga ribuan kali?

Seorang wanita bernama Karla Jacinto (23) mengaku telah diperkosa 43.000 kali. Ketika usianya 12 tahun, ia menjadi korban perdagangan orang dan dijadikan buruh seks.

Kisah itu berawal ketika ia sedang menunggu teman-temannnya di stasiun kereta di Mexico City. Kemudian ia diculik oleh sekelompok orang. Awalnya, ia dibanjiri oleh hadiah seperti pakaian, bunga, dan cokelat. Namun, beberapa minggu kemudian, ia justru dipaksa melayani 30 pria untuk berhubungan seksual.

“Pria itu mulai menyetirku ketika aku dipaksa berhubungan dengannya, baik itu posisi, bagaimana aku harus bersikap, dan lamanya aku harus melayani mereka, bagaimana aku harus bicara kepada mereka,” ungkapnya seperti dikutip dari Bioskop168 , Minggu  (20/12/2015).

Wanita itupun harus melayani dari pukul 10.00 hingga tengah malam. Ia pun tak tahan untuk menangis, tetapi bukannya dikasihani, para pria itu malah menertawainya.

“Aku harus menutup mataku sehingga aku tak tahu apa yang mereka lakukan padaku dan aku tak merasa apapun,” ucapnya.

Bahkan para pria itu tak hanya meminta Karla melayani nafsu birahi mereka. Karla juga disakiti dan direndahkan, seperti diikat dengan rantai, ditendang, dipukul, rambutnya ditarik, dan diludahi wajahnya. Namun Karla tak menyerah, ia terus bertahan, sampai akhirnya ia bisa terbebas. Selama empat tahun ia mengalami itu sehingga bila dikalikan setiap hari melayani sekitar 30 kali, sama saja ia perkosa 43.000 kali.