Menurut Lorenzo

Hijrah ke Ducati, Lorenzo Tak Akan Ikuti Kebiasaan Rossi

BeritaBintang – Pembalap-pembalap MotoGP seringkali memiliki kru yang loyal di belakang mereka. Ketika pembalap- pembalap itu hijrah ke tim lain, para kru tak jarang ikut hengkang mengikuti mereka.

Valentino Rossi menjadi contoh nyata pembalap yang memiliki kru loyal berisikan mekanik-mekanik andal. Salah satu nama yang terus di belakang Rossi adalah Jeremy Burgess, yang ikut hijrah dari Honda, Yamaha, Ducati, hingga kembali lagi ke Yamaha. Rossi punya kebiasaan membawa serta krunya ke tim yang dibelanya.

Rekan setim Rossi di Yamaha, Jorge Lorenzo, mulai tahun depan resmi memperkuat Ducati. Rumor menyebut Lorenzo akan membawa kru andalannya ke Ducati, karena dinilai bisa mendukungnya secara maksimal di pabrikan motor asal Italia itu. Ducati sendiri telah mengonfirmasi siapa yang menjadi kepala mekanik pada 2017.

“Ada sejumlah pembalap yang membawa para kru, seperti yang dilakukan Rossi, selalu ingin membawa seluruh timnya,” kata Lorenzo, seperti dilansir Panduan Judi Online.

“Terkadang Anda cenderung berpikir bahwa orang-orang bekerja dengan Anda adalah yang terbaik di paddock,” ungkap pembalap asal Spanyol ini.

Menurut Lorenzo, dengan membawa para kru yang biasa menanganinya, seringkali bakal berpengaruh positif. Lorenzo berpendapat, kepercayaan diri para pembalap juga dapat meningkat dengan memiliki kru yang loyal di sampingnya. Namun, rider berusia 29 tahun ini mungkin tidak akan mengikuti kebiasaan Rossi.

“Tapi, Anda harus mempertimbangkan terkanda tim Anda tidak selalu yang terbaik. Saya yakin, tim kru saya tahun depan  akan sangat kompetitif dan sangat berpengalaman,” paparnya.

Rossi-Lorenzo Tak Akan Pernah Bisa Satu Tim Lagi

BeritaBintang – Persaingan antara dua pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, semakin panas.

Di lintasan, mereka tengah bersaing memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2015 dengan satu seri tersisa, yakni GP Valencia, 6-8 November.

Persaingan kedua pebalap ini juga memanas di luar lintasan. Percikan perseteruan mereka semakin nyata setelah Lorenzo mengeluarkan pernyataan pedas seputar insiden yang terjadi antara Rossi dan Marc Marquez pada balapan GP Jepang di Sirkuit Sepang, Minggu (25/10/2015).

Race Direction menjatuhi Rossi penalti tiga poin karena telah melakukan manuver yang menyebabkan Marquez terjatuh di tikungan 14 pada lap ketujuh. Menurut Lorenzo, Rossi seharusnya mendapat hukuman lebih berat.

Pernyataan Lorenzo tersebut memang mengejutkan, mengingat bahwa dia dan Rossi berada di tim yang sama. Kini, muncul opini bahwa keduanya tidak akan bisa bekerja sama lagi di satu tim.

“Kejuaraan tidak akan sama lagi mulai sekarang, karena saya tidak melihat bahwa Valentino dan Lorenzo akan bisa bekerja sama lagi,” kata Carlo Pernat, manajer Andrea Iannone (Ducati),

Rossi dan Lorenzo sama-sama masih mengikat kontrak dengan Yamaha hingga akhir 2016. Namun, atas pengakuan bahwa dia tak lagi memiliki rasa hormat terhadap Rossi, telah membuat kursi Lorenzo jadi panas.

“Meskipun ada kontrak, skenario tampaknya akan berubah,” kata Pernat menambahkan.

Sedikit mundur dari waktu sekarang, Rossi dan Lorenzo pernah memiliki hubungan yang tidak harmonis saat pertama berada bersama di Yamaha pada 2008 hingga 2010. Ketidaknyamanan itu berbuntut dengan hengkangnya Rossi ke Ducati.

Dua musim bersama Ducati, Rossi tidak bisa meraih hasil maksimal. Pada 2013, pebalap berjuluk “The Doctor” tersebut kembali ke Yamaha. Pada musim tersebut, Rossi dan Lorenzo bisa bekerja sama dengan baik, secara profesional.

Tahun ini, Rossi dan Lorenzo mengawali musim dengan baik. Pada awal musim, perselisihan justru sudah muncul antara Rossi dan Marquez.

Pada seri ketiga di Argentina, Marquez gagal finis setelah terjatuh akibat bersenggolan dengan Rossi.

“Tahun depan akan jadi persaingan sengit antara Marquez dan Valentino, itu sudah pasti. Untuk Lorenzo, setelah apa yang dia katakan, Yamaha pasti akan mengambil tindakan,” ujar Pernat.

Rossi saat ini unggul tujuh poin atas Lorenzo di klasemen. Dengan tiga poin penalti yang didapat di Malaysia serta satu poin yang didapat di San Marino, Rossi akan memulai balapan di Valencia dari posisi start paling belakang.

Rossi sudah mengajukan banding atas penalti yang dia terima di Malaysia kepada Pengadilan Arbitrase Olaharaga