Menurut Hun Sen

PM Kamboja Batal Pecat Jenderal yang Menolak Ditilang

BeritaBintang –   Perdana Menteri (PM) Kamboja Samdech Techo Hun Sen mencopot jabatan Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian Umum Imigrasi dari Letnan Jenderal Mam Srim Vanna pada Kamis 30 Juni 2016, setelah mendapat laporan bahwa dia menolak ditilang saat melakukan pelanggaran lalu lintas. Namun, tidak lama kemudian PM Hun Sen menarik keputusannya tersebut.

“Untuk memberikan kesempatan kepada pejabat, yang telah bekerja keras melayani bangsa dan telah menerima kesalahannya, saya memutuskan untuk membatalkan keputusan yang saya tandatangani pagi ini, terkait kasus Jenderal Mam Srim Vanna,” tulis PM Hun Sen di laman Facebook-nya, seperti dikutip dari BintangBola.Online, Jumat (1/7/2016).

Jenderal Vanna melanggar rambu lalu lintas pada Senin 27 Juni 2016, saat berkendara di jalan raya ibu kota. Tindakannya tersebut lantas mendapat tilang dari polantas yang bertugas. Namun karena pangkat yang disandangnya, dia tidak senang dimintai denda dan balik memarahi polantas yang berkomitmen menegakkan hukum.

Insiden ini direkam oleh pengendara lain yang melintas dan mengunggahnya ke media sosial. Ketika kabar ini sampai ke telinga PM Hun Sen, pria berkacamata itu marah dan langsung memerintahkan jabatannya dicopot.

Akan tetapi, pemecatan itu tidak berlangsung lama karena sang Letjen kemudian mendatangi si polantas yang dicacinya dan meminta maaf.

Vanna diketahui telah mengatai polantas itu hanya petugas bau kencur, yang tidak sebanding dengannya. Menurut Hun Sen, perkataan tersebut tidak hanya merendahkan si polantas, tetapi seluruh unit kepolisian lalu lintas Kamboja.

Sebelumnya, Hun Sen sendiri pernah ditilang polantas Provinsi Koh Kong dan dikenai denda sebesar Rp50 ribu, lantaran tidak memakai helm. Namun, ia menerima sanksi itu dengan lapang dada. Bahkan memuji polantas yang menegakkan hukum tanpa pandang bulu itu.