Menteri Informasi

Nepal Minta Bantuan Dunia Internasional Atasi Dampak Gempa

BeritaBintang – Nepal meminta negara-negara lain mengirim bantuan dalam mengatasi dampak gempa dahsyat yang menewaskan lebih dari 1.100 orang di negeri itu. Gempa terjadi pada Sabtu siang kemarin dengan kekuatan 7,9 SR.

“Kami telah melancarkan rencana aksi penyelamatan dan rehabilitasi masif. Negara kami tengah berada dalam krisis dan kami membutuhkan pertolongan dan bantuan yang luar biasa,” kata Menteri Informasi dan Penyiaran Nepal, Minendra Rijal, kepada televisi India.

Ribuan warga tidur di jalan-jalan, taman, atau lapangan di Kathmandu karena takut kembali ke rumah. Anggota Tim SAR menggunakan tangan kosong untuk menolong para korban yang tertimbun reruntuhan. Alat-alat berat belum dikerahkan.

Sejumlah rumah sakit di seluruh penjuru negeri miskin berpenduduk 28 juta itu berjuang menolong korban tewas dan terluka akibat gempa terkuat di Nepal dalam 81 tahun terakhir itu.

Rumah Sakit Bir di Kathmandu, misalnya, menerima 350 pasien dengan luka serius. Sebagian akhirnya meninggal dunia. “Akan semakin banyak pasien yang datang karena baru sebagian kecil reruntuhan yang bisa dibersihkan,” kata kata paramedis Dinesh Chaudhary seperti dikutip Reuters.

Pusat gempa ini berada di 50 mil dari ibukota Kathmandu dan 50 mil timur dari kota terbesar kedua Nepal Pokhara. Gempa juga dirasakan negara-negara tetangga dan menewaskan sedikitnya 34 orang di India, 12 di Tibet, dan 2 orang di Bangladesh.

Usai gempa menerjang, Nepal masih digoyang 16 gempa susulan, termasuk yang berkekuatan 6,6 SR. Banyak bangunan hancur di pusat Old Kathmandu, termasuk kuil-kuil kuno.

Menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat, gempa di Nepal terburuk terjadi pada 1934 yang menewaskan lebih dari 10.000 orang.