Memangnya Prancis

Tolak Presidential Threshold, Margarito: Lihat Prancis, 11 Capres Tak Masalah

BeritaBintangTolak Presidential Threshold, Margarito: Lihat Prancis, 11 Capres Tak Masalah

Pakar hukum tata negara Margarito Kamis dibuat geram dengan simpang siurnya isu presidential threshold. Ambang batas pencalonan presiden berdasarkan kemenangan di pemilihan legislatif, yang menurutnya sudah tidak relevan jika diterapkan dalam pemilu serentak 2019.

Dalam pernyataan sikapnya, mantan staf khusus Menteri Sekretaris Negara tersebut meminta pemerintah dan para penyelenggara negara untuk melihat pemilihan presiden yang baru saja usai di Prancis.

“Anda lihat kan kemarin di Prancis? Ada 11 calon presiden, tidak masalah. Memangnya Prancis belajar demokrasi dari tahun kapan? Sudah dari 1.789 mereka menata diri,” tukasnya beberapa waktu lalu.

[Baca Juga -“Menyoal Dugaan Korupsi Ahok, Amien Rais Sebut Penegakan Hukum Super Diskriminatif“]

Lebih lanjut, ia membandingkan pemilu demokratis di Eropa dan Amerika. Menurutnya, bagaimana negara-negara di kedua benua tersebut sudah lama menerapkan konsep demokrasinya. Namun, mereka tidak pernah berhenti menata sistem pemerintahan di negaranya masing-masing.

Sehingga, pria kelahiran Ternate tersebut menilai setiap gagasan untuk menentukan persentase presidential threshold adalah omong kosong dan mengada-ada. Ia berharap, para wakil rakyat di parlemen bisa mendahulukan kepentingan rakyat di atas golongan dan kelompoknya.