Max Verstappen

Ketatnya Persaingan Membuat Peminat F1 Kian Meningkat

BeritaBintang –Popularitas Formula One (F1) kabarnya mengalami peningkatan pesat dalam tiga tahun terakhir. Sebuah surat kabar Jerman menyatakan sekira 5.810.000 penonton menyaksikan pertandingan F1 dalam Grand Prix (GP) seri keenam di Monaco.

Mereka semua tertarik melihat aksi sengit pembalap Mercedes AMG Petronas, Lewis Hamilton dengan pembalap Red Bull Racing (RBR), Daniel Ricciardo yang berjuang memperebutkan tempat pertama di Monte Carlo.

“Formula One, berhasil menawarkan sesuatu yang baru dan dapat dinikmati oleh para pencinta balap. Selain itu kejutan juga terjadi ketika Max Verstappen berhasil memenangkan kejuaraan saat masih berusia 18 tahun,” ungkap pandit F1, Christian Danner, sebagaimana diwartakan Panduan Bermain Judi Online, Kamis (2/6/2016).

Selain itu dengan meningkatnya performa Red Bull yang mampu bersaing dengan Mercedes, membuat pertunjukan semakin seru. Pasalnya juara bertahan dunia saat ini, tengah terancam oleh kehadiran beberapa kompetitor baru pada musim 2016.

Pembalap Muda Red Bull Akui Banyak Belajar Usai Gagal di Monaco

BeritaBintang –Pembalap Tim Red Bull Racing, Max Verstappen, mengaku akan belajar usai gagal finis kala mengaspal di Sirkuit Monte Carlo, Monaco. Ia harus rela kandas usai menghantam pembatas lintasan di putaran ke-35.

Pada pekan sebelumnya, pemuda 18 tahun tersebut tampil gemilang di GP Spanyol dengan keluar sebagai juara pertama. Namun, kejadian tak menyenangkan terjadi saat mengikuti perlombaan di lintasan yang terkenal sulit, Monaco. Alhasil, ia mengaku membuat sebuah kesalahan karena tak mampu mengontrol kendaraannya dengan baik.

Atas insiden tersebut, kini ia melirik race berikutnya yang diadakan di Kanada. Bahkan ia mengaku senang mendapat mesin baru dari Renault. Verstappen mengaku senang, mendapatkan mesin baru, namun ia tetap ingin memperbaiki kemampuannya untuk mengimbangi kecepatan jet daratnya.

“Saya belajar banyak hal tentang kejadian tersebut. Sekarang, kita menganalisa bagaimana dan apa yang salah dan mengapa kita masuk ke situasi ini,” ucap Verstappen mengutip Taruhan Bola Online, Rabu (1/6/2016).

“Saya pikir awal lomba yang sangat baik, kami menunjukkan kecepatan yang besar. Sayangnya, ketika menggunakan ban lunak, saya membuat kesalahan dan menabrak dinding.

 “Saya akhirnya mendapatkan mesin baru, jadi saya akan tetap melihat ke depan. Anda akan memiliki lebih banyak tenaga kuda dan kemampuan membalap yang lebih baik sehingga mendapatkan waktu terbaik,” tuntas pembalap muda berusia 18 tahun tersebut.

Max Verstappen Buat Iri Para Pembalap Muda F1

BeritaBintang – Pembalap muda Red Bull, Max Verstappen, berhasil meraih kemenangan pertamanya pada ajang Formula One (F1) di GP Spanyol. Pencapaian Verstappen tersebut membuat iri para pembalap muda F1.

Salah satu driver muda F1 yang mengaku iri dengan Verstappen adalah pembalap Renault, Kevin Magnussen. Magnussen iri karena di usianya yang lima tahun lebih tua dari Verstappen, ia belum sekalipun meraih kemenangan grand prix.

“Tentu saja ada perasaan iri! Saya juga ingin memenangkan balapan Formula One. Saya sebenarnya iri dengan semua orang yang telah memenangkan F1,” tutur Magnussen, sebagaimana dimuat laman BeritaBintang, Kamis (26/5/2016).

“Saya juga ingin mendapatkan itu! Setiap kali saat melihat seseorang di atas podium, saya merasa iri!” sambung pembalap berusia 23 tahun itu sembari bergurau.

Meski demikian, Magnussen berusaha melihat hal positif dari perasaan iri tersebut. Driver asal Denmark tersebut mengatakan, perasaan iri tersebut memberikan motivasi untuknya agar bisa tampil lebih baik lagi.

“Saya akan ada di atas sana suatu hari nanti jika saya masih bertahan di dalam F1,” jelas pembalap yang pernah membela McLaren tersebut.

Verstappen Sudah Siap Bela Tim Besar di F1 2016

BeritaBintang –Pembalap Tim Toro Rosso, Carlos Sainz, memuji mantan rekannya yakni Max Verstappen. Sainz menilai, Verstappen memang layak membela tim besar Formula One (F1) jika melihat talenta yang dimiliki.

Pembalap berpaspor Belanda pertama kali mentas di ajang F1 2015 dengan membela Tim Toro Rosso. Meski baru berusia 17 tahun musim lalu, mantan anak pembalap F1 yakni Jos Verstappen itu sanggup finis di posisi 12 dengan koleksi 49 poin.

Sementara pada F1 2016, Verstappen hanya membela Tim Toro Rosso di empat race. Sebab, jelang race kelima yang berlangsung di Sirkuit Katalunya, Verstappen dipindahkan dari Tim Toro Rosso ke Red Bull.

Verstappen melakukan pertukaran posisi dengan Daniil Kvyat yang kerap merugikan Red Bull musim ini. Perpindahan tersebut dapat terjadi karena Red Bull dan Toro Rosso dimiliki perusahaan yang sama.

Hebatnya, pada race perdana bersama Red Bull, Verstappen langsung meraih kemenangan dengan mengalahkan pembalap top macam Kimi Raikkonen dan Sebastian Vettel. Pembalap yang kini berusia 18 tahun juga ditahbiskan sebagai driver termuda yang mampu memenangi race F1.

“Saya pikir Max (Verstappen) sudah siap membela tim besar. Saya tidak terkejut dengan pencapaiannya sejauh ini,” jelas Sainz mengutip dari Taruhan Bola Online, Senin  (23/5/2016).

Verstappen Mengaku Sangat Menikmati Perayaan Kemenangan GP Spanyol

BeritaBintang –Pembalap muda baru Red Bull Racing (RBR), Max Verstappen, kabarnya sedang menikmati kemenangan pertamanya, pasca-berlaga di Grand Prix (GP) Spanyol pada Sirkuit Katalunya akhir pekan lalu.

Pembalap berusia 18 tahun tersebut bahkan sempat bingung, apakah dirinya sudah cukup umur saat menenggak sampanye yang disemprotkan saat selebrasi kemenangannya di podium.

Di saat yang sama, ayah Max, Jos Verstappen, menangis haru di bawah podium. Saat itu, ia berlari mencari anaknya, namun ayah Max tidak mampu melihat anaknya karena jumlah pengunjung yang sangat banyak ketika acara selebrasi tersebut.

“Saya bisa mencoba banyak hal yang tidak bisa ditemukan selama balapan. Dan hal itu sangat sempurna bagi saya. Anda pasti selalu menginginkan lebih banyak kekuatan , maka itu kami akan melihat apakah tim akan menggunakannya di Monaco atau tidak,” tutur Verstappen, sebagaimana disadur Taruhan Bola Online, Sabtu (21/5/2016).

“Pokoknya saya tidak sabar untuk berlaga di Monaco di mana terdapat suasana yang sangat khusus di mana Anda akan mendapat waktu yang lebih cepat daripada di tempat lain. Pesta kemenangan kemarin itu sangtlah baik, setidaknya saya akan selalu mengingat hal tersebut,” tandasnya.

Verstappen Juara, Rival Rio Haryanto Sewot

BeritaBintang – Pembalap asal Rusia, Daniil Kvyat, yang terdegradasi ke Toro Rosso, sewot melihat Max Verstappen juara dengan Red Bull pada GP Spanyol di Sirkuit Katalunya, Minggu (15/5/2016). Dia yakin bisa melakukan hal serupa jika tetap dipertahankan di Red Bull.

Sayang, beberapa kesalahan fatal yang dilakukan Kvyat di beberapa seri F1 membuatnya terdegradasi. Kini, Kvyat harus tampil dengan ‘tim B’ Toro Rosso.

“Saya tak peduli dengan torehan Verstappen. Saya hanya fokus kerja dengan mobil baru saya. Tentu saja saya juga berpikir punya potensi untuk melakukan hal serupa (seperti Verstappen langsung juara di debut),” katanya seperti dikutip Kamusjudi.com.

Di GP Spanyol lalu, Kvyat hanya finis di posisi ke-10. Itu artinya dia hanya meraup 1 poin saja.

“Start saya buruk padahal saya mencoba untuk adaptasi dengan rem. Dengan mobil baru pasti selalu sulit,” ujarnya.

“Selain itu, saya juga kehilangan posisi saat safety car masuk. Kami kehilangan banyak waktu di sana. Pada umumnya, ini membuat balapan kami sulit,” ucapnya, menambahkan.

Kvyat Takkan Kembali ke Red Bull dalam Waktu Dekat

BeritaBintang –Principal Team Red Bull Racing (RBR), Christian Horner, mengaku bila pembalap Toro Rosso, Daniil Kvyat tidak akan kembali ke Tim Red Bull dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Dr. Helmut Marko membuat keputusan kontroversial untuk mengirim Pembalap asal Rusia tersebut kembali menuju Toro Rosso yang notabene sebagai tim kasta kedua atau Tim satelit Red Bull tepat sebelum Grand Prix Spanyol.

Dengan perpindahan Kvyat, otomatis membuat Max Verstappen yang sebelumnya merupakan pembalap Toro Rosso langsung dipromosikan ke Tim Red Bull. Hasil mengagumkan terbukti dengan laga perdananya di Sirkuit Catalunya pada Minggu 15 Mei 2016. Ia menjadi pembalap termuda yang sukses naik ke podium sebagai juara dalam penampilan debutnya bareng Red Bull.

“Sangat tidak mudah untuk meyakinkan setiap orang untuk menempatkan dirinya dalam tim RBR. Kami tidak memiliki Sebastian Vettel, namun kami saat ini memiliki Max Verstappen yang sama berbakatnya dengan Vettel,” tegas Marko, melasnir dari Indowins.co, Selasa (17/5/2016).

Serupa dengan pemikiran Marko, Horner juga menyatakan Kvyat membutuhkan waktu untuk mengembangkan bakat dan talentanya bersama Toro Rosso.

“Saya pikir Kvyat tidak akan kembali menuju Red Bull dalam waktu dekat, namun anda tetap tidak dapat memprediksi apa pun yang terjadi. Kvyat memiliki kontrak jangka panjang dan ia akan terus mendapatkan pengalaman di Toro Rosso tanpa harus mendapatkan begitu banyak tekanan,” terang Horner.

Red Bull Ubah Line Up Pebalap, Tukar Kvyat dengan Verstappen

BeritaBintang  –  Tim Red Bull melakukan perubahan line up pebalap jelang GP Spanyol. Mereka melepas Daniil Kvyat kembali ke Scuderia Toro Rosso dan sebagai gantinya mempromosikan Max Verstappen.

Red Bull tidak menyebut dengan jelas apa alasan mereka mengganti Kvyat dengan Verstappen. Namun diyakini pertukaran pebalap itu dilakukan karena penampilan ceroboh Kvyat pada GP Rusia di akhir pekan lalu. Kvyat dua kali menyenggol Ferrari tunggangan Sebastian Vettel di dua tikungan beruntun.

Dengan keluarnya keputusan ini maka Kvyat akan kembali mengendarai Toro Rosso, sementara Verstappen mengisi kekosongan yang dia tinggalkan di Red Bull. Pergantian pebalap ini dimulai pada GP Spanyol (15/5/2016) hingga musim berakhir.

“Max sudah menunjukkan kalau dirinya adalah talenta yang luar biasa. Penampilannya di Toro Rosso impresif sejauh ini dan kami puas bisa memberinya kesempatan untuk membalap di Red Bull Racing,” ucap Tim Principal, Christian Horner.

“Kami memiliki posisi yang unik untuk memiliki keempat pebalap di Red Bull Racing dan Toro Rosso dengan kontrak panjang di Red Bull, jadi kami memiliki fleksibilitas untuk memindahkan pebalap kedua tim,” lanjut Horner di situs resmi Red Bull Racing.

Red Bull dan Scuderia Toro Rosso saat ini berada di bawah satu pemilik, yakni Red Bull Racing. Jika (Team) Red Bull bertindak sebagai tim utama, maka Scuderia Toro Rosso menjalani fungsi sebagai tim junior dengan peran tempat pengembangan pebalap sebelum masuk ke tim senior. Namun begitu, sejak tahun 2010 kedua tim itu telah berjalan mandiri sebagai ‘sister team’.

“Dany akan bisa melanjutkan pengembangannya di Toro Rosso, di tim yang sangat dia kenak. Itu akan memberi dia kesempatan mendapatkan lagi performa dan potensinya,” tuntas Horner.

Lewat Babak Overtime, Raptors Bungkam Miami Heat di Semifinal

BeritaBintang  – Toronto Raptors membuat kejutan dengan mengalahkan Miami Heat di pertandingan kedua babak semifinal playoff NBA, Jumat (6/5/2016). Lewat babak overtime, Raptors menundukkan Heat dengan skor 96-92.

Tampil di hadapan pendukungnya sendiri di Air Canada Centre, Raptors langsung tampil mendominasi di kuarter pertama. Tuan rumah merebut kemenangan di kuarter pembuka dengan selisih sepuluh poin, 29-19.

Namun Heat berhasil bangkit di kuarter dua dan tiga dengan mengalahkan tuan rumah, 19-22 dan 15-24. Di kuarter keempat, Heat menyamakan skor menjadi 86-86 sehingga kedua tim harus melanjutkan pertandingan di babak overtime.

Di babak tambahan tersebut, Heat takluk setelah Raptors menutup overtime degan kemenanangan 10-6. Hasil akhir 96-92 sudah cukup mengantar Raptors pada kemenangan pertama mereka di semifinal playoff NBA musim ini.

Dengan hasil tersebut, Heat dan Raptors sama-sama memenangkan satu pertandingan dan kalah satu pertandingan. Pada laga sebelumnya, 3 Mei 2016, Heat menang 102-96.

Kedua tim akan kembali tampil pada lanjutan babak semifinal playoff NBA, Minggu (8/5/2016) di AmericanAirlines Arena

Daniil Kvyat Kehilangan Posisinya di Red Bull

BeritaBintang –Pembalap Tim Red Bull, Daniil Kvyat, merupakan salah satu sosok muda yang sangat menjanjikan. Namun kala mengaspal di Sirkuit Sochi Autodrom pada Minggu 1 Mei 2016, keadaan yang terjadi justru bagai sebuah bencana.

Ya, belum sampai menghabiskan putaran pertamanya, pembalap asal Rusia tersebut menabrak jet darat Ferrari yang dikendarai Sebastian Vettel. Bahkan, Vettel harus menahan geram lantaran race-nya berakhir di tembok pembatas sirkuit setelah diseruduk dua kali oleh Kvyat.

Tak ayal, atas kejadian tersebut mobil rekannya Ricciardo harus masuk pit untuk perbaikan mobil. Alhasil, kedua driver Red Bull tetap bisa finis namun gagal mendapat poin.

Penasihat Tim Red Bull, Helmut Marko, menyebut cara mengemudi Kvyat tak bisa diterima. Marko memastikan timnya akan meminta keterangan Kvyat soal insiden tersebut.

“Telat mengerem dan menabrak pembalap lain di depan pendukunganya sendiri mungkin masih bisa diterima. Namun jika melakukannya sampai dua kali, itu tak bisa diterima,” kata Marko, menukil  dari Motorsport, Kamis (5/5/2016).

Dengan kejadian insiden tersebut, posisi Kvyat digantikan pembalap muda, Max Verstappen. Sedangkan Kvyat akan mengemudikan jet darat Toro Rosso hingga akhir musim ini.