Masjidil Haram

Berebut Lailatul Qadar di Masjidil Haram, 18 Jamaah Umrah Terluka

BeritaBintang –  Setidaknya 18 jamaah umrah dilaporkan menderita luka akibat insiden desak-desakan yang terjadi di dekat Masjidil Haram, Makkah.

Sebagaimana diwartakan oleh media cetak Al-Riyadh, insiden tersebut terjadi pada Jumat 1 Juli 2016.

Dilaporkan, insiden berdesak-desakan itu disebabkan oleh banyaknya muslim yang berbondong-bondong pergi menuju Masjidil Haram untuk berdoa pada malam ganjil bulan Ramadan yang diyakini sebagai Lailatul Qadar.

Sebagaimana dikutip dari BintangBola.Online, Minggu (3/7/2016) semua korban luka langsung diobati di lokasi dan tidak perlu dirawat di rumah sakit sehingga para jamaah dapat kembali menunaikan ibadahnya.

Setiap tahunnya, ribuan muslim datang ke Makkah untuk menjalankan ibadah umrah pada bulan Ramadan. Sehingga insiden desak-desakan bisa saja terjadi.

Dikabarkan, insiden ini terjadi ketika otoritas Arab Saudi terus berusaha meningkatkan keamanan dan kenyamanan di Makkah demi mempersiapkan diri menyambut para jamaah haji yang akan tiba di tanah suci pada September 2016.

Ternyata, Penyebab Crane Masjidil Haram Roboh Bukan Hanya Karena Angin Kencang

BeritaBintang – Tampaknya penyebab robohnya crane di Masjidil Haram tak hanya karena angin kencang dan kekeliruan dalam meletakkan crane.

Hasil investigasi mengatakan bahwa kontraktor proyek tak mengindahkan peringatan dari atasan.

Menurut surat kabar Makkah Daily, 11 hari sebelum kejadian, Gubernur Mekkah dan penasihat Raja Arab Saudi sudah pernah memberi instruksi pada kepala Saudi Binladen Group, perusahaan yang menjalankan proyek konstruksi perbesaran Masjidil Haram, untuk menjamin keamanan crane yang ada di sekitar masjid itu.

Sang gubernur, Khaled Al-Faisal, memerintahkan Saudi Binladen Group untuk mengupayakan keamanan dan keselamatan di sekitar area proyek perbesaran Masjidil Haram.

Beberapa perintah yang diberikan antara lain, memindahkan semua crane yang ada di area pejalan kaki, mengalihkan penggunaan area di mana pekerjaan konstruksi dilakukan, dan mencegah jemaah haji memasuki area konstruksi.

Gubernur Khaled juga memerintahkan agar kegiatan jemaah di sekitar area konstruksi diawasi secara ketat dan dikawal oleh para petugas keamanan.

Namun, perintah itu dikatakan tak diindahkan oleh pengeksekusi proyek konstruksi itu. Padahal, menurut komite yang menginvestigasi kasus crane roboh itu, banyak pihak lain yang mengungkapkan kekhawatiran mereka akan crane-crane itu.

Kontraktor proyek itu juga tak memperhatikan prakiraan cuaca dari badan meteorologi dan lingkungan Arab Saudi.

Meski demikian, komite investigasi menyimpulkan bahwa penyebab insiden tersebut adalah angin kencang, ditambah pelanggaran terhadap standar keselamatan terkait peletakan crane.

Ini Identitas Dua Jemaah Haji Indonesia yang Meninggal Tertimpa Crane

BeritaBintang – Hasil penyisiran ke sejumlah rumah sakit di Arab Saudi menunjukkan jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia akibat insiden jatuhnya crane proyek pembangunan perluasan Masjidil Haram, Mekkah, Jumat (11/9/2015) bertambah menjadi dua orang.

“Hasil identifikasi ada dua orang yang korban meninggal, memang yang meninggal tidak hanya dari Indonesia tetapi dari negara-negara lain yang juga ada jemaah hajinya,” ungkap Direktur Jenderal Pembinaan Haji dan Umroh Abdul Djamil ditemui usai mendamping Amirul Hajj di Madinah.

Dua orang yang meninggal tersebut masing-masing bernama Masnauli Hasibuan dari Embarkasi Medan dan Iti Rasti Darmin dari Embarkasi Jakarta (JKS).

Selain korban meninggal dunia, ada 12 jemaah haji yang harus mendapatkan perawatan yang tersebar di rumah sakit dan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI). Adapun jemaah yang mengalami luka tersebut enam dirawat di BPHI, tiga orang dirawat di Rumah Sakit Annur, dan satu orang dirawat di Rumah Sakit King Abdul Aziz.

“Informasi terbaru ada tambahan dua orang yang luka, jadi semuanya ada 12 orang yang luka,” ucapnya.

Dijelaskan Djamil, kejadian tersebut terjadi menjelang maghrib. Badai yang disertai angin kencang, kilat, serta petir melanda Masjidil Haram. Akit hantaman angin yang begitu kuat crane yang berada di sekitar Masjidil Haram yang terpancang untuk proyek perluasan Masjidil Haram tiba-tiba jatuh dan menimpa bangunan Masbajidil Haram.

“Crane itu jatuh dan kemudian menimpa sejumlah jemaah. Sehingga menimbulkan korban yang jemaah haji dari berbagai negara,” ungkapnya.