Marcus Ericsson

Gagal Raih Poin, Rekan Rio Tetap Optimistis

BeritaBintang –Pembalap Manor Racing Team, Pascal Wehrlein, tetap optimistis ingin memetik poin pada musim balap Formula One (F1) 2016. Kendati mengalami hasil mengecewakan dari dua race sebelumnya yakni GP Australia dan GP Bahrain.

Pada seri terakhir di GP Shanghai, Wehrlein berhasil finis di posisi ke-18. Bahkan ia bersaing dengan pembalap Sauber, Marcus Ericsson, yang finis di posisi ke-16; dan pembalap Renault, Kevin Magnusses, mengakhiri balapan di posisi ke-17.

Rekan Rio Haryanto tersebut menambahkan bahwa untuk mencapai target satu poin sangat sulit didapatkan. Meski terlihat mudah namun jalannya lomba sangat sengit karena 22 mobil berhasil mencapai garis finis.

“Kami bisa melupakan GP Australia, sebab dua balapan terakhir kami masih membutuhkan waktu untuk mengetahui kinerja kami,” kata Wehrlein menukil Indowins, Senin(25/4/2016).

“Balapan akan sangat sulit, semua mungkin bisa saja terjadi sebaliknya. Sayangnya target saya gagal mencetak poin di GP China karena 22 mobil berhasil finis dan itu sangat jarang terjadi,” tuntas pemuda berusia 21 tahun tersebut.

Dua Tim F1 yang Patut Diwaspadai Musim Depan

BeritaBintang –    Bos Sauber-Ferrari, Monisha Kaltenborn, menyebut dua nama tim peserta Formula One (F1) yang patut diwaspadai pada musim depan. Dua tim tersebut yaitu tim debutan Haas dan Marussia Manor.

Musim depan Haas akan menggunakan mesin Ferrari yang memiliki kecepatan mumpuni pada musim ini. Sementara Manor musim depan akan menggunakan mesin Mercedes yang juga memiliki kecepatan yang impresif.

“Sebagai seorang pimpinan tim, saya bahagia sebagaimana apa yang kita miliki. Tapi saya pikir musim depan akan banyak tim dengan potensi bagus, jadi sebenarnya saya tak terlalu bahagia,” ujarnya mengutip Sportsmole, Senin (23/11/2015).

“Manor datang dengan mesin baru, dan kompetisi musim depan akan kedatangan tim baru. Kami pelajari dari media tim tersebut memiliki kerja sama yang cukup intensif dengan tim lain. Jadi akan sangat sulit untuk mendapatkan poin musim depan,” tegasnya.

Musim ini saja Sauber tampil jauh dari kata impresif. Dalam tabel klasemen konstruktor, Tim yang berbasis di Swiss tersebut bertengger di posisi delapan dengan 36 poin. Dua driver mereka, Marcus Ericsson dan Felipe Nasr, kesulitan bersaing dengan tim papan tengah lainnya seperti Toro Rosso atau Lotus.

Pembalap Sauber Frustasi dengan Mobilnya

BeritaBintangBARCELONA – Pembalap tim Sauber-Ferrari, Marcus Ericsson mengaku sangat frustrasi dengan kondisi mobilnya saat melakoni sesi kualifikasi di Grand Prix (GP) Spanyol kemarin. Pria 24 tahun tersebut menilai mobil tim Sauber sangat tak layak berada di ajang balap Formula One (F1).

Seperti diberitakan sebelumnya, Ericsson memang gagal memenuhi ekspektasi saat melakoni seri kualifikasi di Sirkuit de Catalunya, Sabtu 9 Mei 2015. Bagaimana tidak, pembalap asal Swedia tersebut hanya mampu menempati urutan ke- 16 untuk dapat memulai balapan nanti.

Melihat kondisi tersebut lantas membuat Ericsson memberikan komentarnya. Ia mengaku kondisi mobilnya saat melangsungkan sesi kualifikasi kemarin sangat buruk, bahkan tak layak untuk ukuran F1.

“Secara keseluruhan, kemarin (saat sesi kualifikasi) merupakan hari terburuk untuk kami. Kami sudah sempat mencatatkan waktu yang positif, tetapi tak tahu mengapa mobil seakan kehilangan dayanya,” beber Ericsson.

“Tetapi, itu bukan alasan untuk tak tampil total saat balapan nanti. Semua orang telah bekerja keras untuk menutupi segala kekurangan kami. Dan saya berharap kami tak lagi menemui permasalahan yang menyulitkan,” tuturnya.

GP Malaysia Terobosan Bagi Ericsson

BeritaBintangSEPANG – Pilar Sauber, Marcus Ericsson, menilai GP Malaysia sebagai suatu terobosan dalam kariernya di ajang Formula One (F1). Meski tidak mampu meraih hasil terbaik, Ericsson tetap melihat sisi positif dari performa yang penampilannya.

Sukses pada serie perdana F1 di Melbourne, Ericsson tidak mampu mengulanginya di Sepang. Posisinya di klasemen pun melorot empat peringkat menjadi urutan 12. Namun pembalap asal Swedia itu tidak khawatir dengan torehan hasil tersebut.

“Hasil race memang mengecewakan, tapi saya merasa sangat kuat. Saya pernah merasa berada di posisi 10 besar saat sesi latihan bebas di GP Malaysia. Saya merasa saya cukup kompetitif di sana. Ini merupakan suatu terobosan untuk saya,” kata Ericsson.

Driver 24 tahun itu yakin dirinya akan mampu menunjukkan potensi terbaiknya dalam balapan-balapan selanjutnya. Ia optimis dirinya akan mampu kembali merebut tempat di posisi 10 besar.

“Saya akan menjadi lebih kuat. Saya yakin saya bisa bersaing untuk posisi tujuh atau delapan. Kami punya kemampuan untuk melakukan itu,” jelasnya.

Demi mencapai targetnya, Ericsson tidak ingin mengulang kejadian yang dialaminya pada saat race di Sepang. Seperti yang diketahui, mantan pembalap Caterham itu gagal melanjutkan balapannya ketika jet darat miliknya tergelincir ke gravel di lap keempat.

“Kejadian itu sangat membuat frustasi. Tapi karena kejadian itu, saya jadi bisa belajar,” tutup Ericsson.