Manor Racing

Komentar Bos Manor soal Vandoorne dan Rio Haryanto

BeritaBintang – Direktur Balap Manor Racing, Dave Ryan, angkat bicara soal dua pembalap yang beberapa hari terakhir ramai dikaitkan dengan timnya, Stoffel Vandoorne dan Rio Haryanto. Ryan mengatakan, Vandoorne merupakan pembalap bertalenta, namun Rio masih bagian dari Manor Racing.

Dalam beberapa hari terakhir, pembalap cadangan McLaren-Honda, Vandoorne, diisukan bakal menggantikan posisi Rio di Manor Racing. Rio dikabarkan bakal terdepak dari jabatannya karena belum melunasi utang kepada Manor sebesar tujuh juta euro atau sekira Rp101 miliar.

Seri ke-12 Formula One (F1) 2016 Jerman yang berlangsung di Sirkuit Hockenheimring, Jerman pada Minggu 31 Juli 2016 disebut-sebut sebagai race terakhir Rio bersama Manor. Selanjutnya atau tepatnya di seri 13 yang berlangsung di Belgia pada Minggu 28 Agustus 2016 malam WIB, posisi Rio bakal digantikan Vandoorne.

“Stoffel (Vandoorne) tanpa diragukan lagi merupakan pembalap muda brilian dan memiliki rekor luar biasa. Namun, kami masih bekerja dengan Rio dan menginginkan Rio tetap bersama kami,” jelas Ryan mengutip dari Panduan Judi Online, Rabu (27/7/2016).

Vandoorne sendiri merupakan pembalap bertalenta. Pembalap berpaspor Belgia itu merupakan kampiun GP2 2015. Sementara itu, pembalap berusia 24 tahun itu merupakan pendulang poin perdana bagi Tim McLaren-Honda di F1 2016.

Turun menggantikan Fernando Alonso di seri kedua F1 2016 yang berlangsung di Bahrain, Vandoorne sukses finis di posisi 10. Hal itu membuatnya berhasil meraih satu poin di debutnya tampil di ajang F1.

Rio Haryanto Senang Jajal Perkembangan Baru Manor

BeritaBintangSILVERSTONEPembalap Indonesia yang bergabung dengan Manor Racing, Rio Haryanto menjalani sesi tes pada Selasa 12 Juli 2016 waktu setempat. Pada sesi tersebut, Rio Haryanto mengaku menjajal aero baru yang dimiliki mobilnya.

Namun Rio Haryanto tak melihat hal tersebut hanya sebagai perkembangan teknologi. Menurut pembalap asal Surakarta tersebut, kesempatan di sesi latihan bisa dimanfaatkan untuk memahami mobil yang dikendarai.

“Kami memang melakukan pekerjaan pengembangan yang sibuk dan saya senang kami bisa menyelesaikan semuanya,” ujar Rio seperti dalam pernyataan resmi yang diterima TaruhanBolaOnlineTerpercaya, Kamis (14/7/2016).

“Hari ini tak sepenuhnya mengenai performa dan kecepatan mobil. Tetapi lebih kepada memahami bagaimana mobil teras dengan mencoba berbagai setelah mekanis dan perkembangan aero baru,” tambah Rio.

Kebanggaan Rio Haryanto Menjadi Pembalap Indonesia Pertama di F1

BeritaBintang – Pembalap kebanggaan Tanah Air, Rio Haryanto berhasil membawa nama Indonesia ke level tertinggi dalam dunia balap. Di balapan Formula One musim ini, Rio Haryanto menjadi pembalap pertama yang berasal dari Indonesia.

Jelas hasil tersebut membuat bangga masyarakat Indonesia karena setelah sekian tahun digelar, Indonesia akhirnya memiliki wakil dalam balapan bergengsi tersebut. Musim ini, Rio Haryanto mengaspal di setiap seri Formula One bersama Manor Racing.

Melalui Panduan Judi Online, Rio Haryanto menautkan video profile yang mengungkapkan kebanggaannya bisa membalap di Formula One. Dalam video tersebut, Rio Haryanto juga mengungkapkan mengapa dirinya sangat menyukai balapan F1.

“Saya menyukai Formula 1 karena ajang tersebut memeiliki level tinggi di motorsport dan banyak sekali pembalap di dunia memiliki mimpi untuk bisa membalap di Formula 1,” uja Rio Haryanto dalam video tersebut.

“Yang saya sukai tentang menyetir mobil Formula 1 adalah kecepatannya. Dalam menyetir mobil Formula 1 dibutuhkan fisik dan stamina yang kuat karena pembalap harus menghadapi g-force tinggi. Selain itu, kita juga harus serbabisa untuk menukar pengaturan yang ada di kemudi,” tambah pembalap yang berasal dari Surakarta tersebut.

Cepat di Latihan Bebas, Rio Haryanto Optimistis di GP Baku

BeritaBintang – Peningkatan kecepatan Rio Haryanto, pembalap Manor Racing, terlihat jelas pada latihan bebas pertama dan kedua GP Eropa Formula 1 2016. Ia pun yakin mendapatkan hasil bagus saat melakoni kualifikasi dan balapan.

Rio baru saja melahap dua sesi latihan bebas GP Eropa di Sirkuit Baku City, Jumat (18/6/2016). Dalam dua kesempatan itu, kecepatan MRT05 yang dikendarai Rio terlihat mengalami peningkatan. Sebab, posisi Rio pada latihan bebas kedua jauh lebih baik.

Pada latihan bebas pertama, Rio harus puas dengan posisi paling buncit. Ia hanya mampu mengukir waktu terbaik 1 menit 51,925 detik. Ia pun duduk di bawah rekan setimnya, Pascal Wehrlein, dan pembalap Sauber, Felipe Nasr. Dengan Lewis Hamilton, pembalap Mercedes di posisi pertama, Rio terpaut 5,490 detik.

Untungnya, Rio mampu memperbaiki kecepatannya pada latihan bebas kedua. Kali ini, ia sukses menempati posisi ke-18 dengan catatan waktu terbaik 1 menit 47,487 detik. Hebatnya, ia mampu mempecundangi Marcus Ericsson (Sauber), Jolyon Palmer (Renault), Wehrlein (Manor), dan Nasr (Sauber).

“Latihan bebas itu sangat positif bagi kami. Jika kami membandingkan antara FP1 dan FP2, jelas kami lebih kompetitif pada FP2. Kami sedang menuju arah yang baik. Kami pun mencoba beberapa long run untuk memahami degradasi ban lebih jauh,” kata Rio seperti dikutip Bintangbola.co

Pada latihan bebas kedua, Rio memang lebih fokus pada memahami karakter ban dengan Sirkuit Baku City. Strategi yang diterapkannya adalah menggunakan ban soft dan supersoft. “Ban supersoft lebih rumit, tapi ban soft terasa cukup baik. Saya benar-benar menikmati cara kami menguasai sirkuit. Saya pikir kami dalam kondisi yang bagus untuk kualifikasi dan balapan,” jelas Rio.

Sebelum melakoni dua sesi latihan bebas GP Eropa, Rio memang sudah yakin bahwa kecepatan Manor kini mulai menandingi dua rival, yakni Renault dan Sauber. Hasil pada latihan bebas kedua pun jadi bukti nyata pernyataan Rio.

Terancam di coret manor , rio haryanto fokus ke GP spanyol

BeritaBintang – Tenggat waktu pelunasan utang Rio Haryanto sebesar 7 juta euro kepada Manor Racing semakin mepet. “Jadi nasib Rio tinggal 10 hari lagi. Kalau tidak ada investor yang bisa menalangi 7 juta euro, Rio akan berhenti di race ke-11,” kata Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot S. Dewabroto ditemui saat menjemput Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (23/5/2016).

Seperti diketahui, Rio Haryanto diharuskan membayar 15 juta euro kepada Manor Racing sebagai biaya untuk tampil di Formula 1 (F1) 2016. Akan tetapi, dari total biaya keseluruhan, Rio baru melunasi 8 juta euro.

Manor lalu memberikan tenggat waktu pada Rio hingga akhir Mei untuk melunasi utang tersebut. Jika tidak, Manor akan mencopot Rio dari daftar pembalap mereka dan menggantinya dengan pembalap cadangan.

Gatot mengatakan, usaha mengumpulkan dana untuk melunasi utang tersebut terus dilakukan. Namun, biaya yang terkumpul hingga kini masih jauh panggang dari api.

“APBN kemungkinan hanya Rp 5 miliar dari Kementrian Pariwisata. Kalau dari Kemenpora tidak mungkin. Terus kalau dari sms donasi, seminggu yang lalu saya dapat kabar dana baru terkumpul Rp 87 juta,” ujar Gatot.

“Minggu ini saya ketemu CEO sebuah perusahaan dan semoga semuanya clear,” ucap Gatot menambahkan seperti dikutip oleh Bintangbola.co

Meski tenggat waktu semakin mepet, Gatot mengaku pihaknya telah meminta kepada Manor untuk tidak segera memunculkan nama pembalap pengganti Rio. “Rio jangan dibayangi dengan pembalap pengganti dulu karena secara psikologis itu mengganggu perasaan Rio,” pungkas Gatot.

Rio Haryanto Akui Masih Perlu Penyesuaian

BeritaBintang  – Pembalap Indonesia yang bergabung dengan Manor Racing, Rio Haryanto harus puas finis di urutan 17 pada balapan GP Spanyol, Minggu 15 Mei 2016. Hasil tersebut membuat dirinya berhasil mencapai finis usai sempat mengalami kecelakaan pada GP Rusia.

Rio Haryanto sebenarnya tampil baik dalam perjalanan GP Spanyol. Berawal dari sesi latihan bebas sampai kualifikasi, Rio Haryanto terus meningkatkan catatan waktu dengan beberapa komponen baru di mobilnya.

Namun sayang, perkembangan yang terjadi selama di Spanyol kurang mampu membantu Rio Haryanto menyalip rekan setimnya, Pascal Wehrlein. Rio pun mengakui hal tersebut dan mengatakan masih perlu penyesuaian dengan mobilnya.

“Setelah balapan di Spanyol, kami terus melakukan evaluasi untuk mencari pengaturan mobil yang lebih bagus lagi untuk Monaco,” ujar Rio Haryanto dalam akun Facebook resminya, Senin (16/5/2016).

Balapan selanjutnya memang akan berada di Monaco. Balapan jalan raya tersebut akan berlangsung pada Minggu 29 Mei 2016. Musim lalu pembalap Mercedes, Nico Rosberg berhasil menjadi yang tercepat dan mengalahkan Sebastian Vettel dari Ferrari.

Rio Haryanto dan Wehrlein Saling Memberi Masukan

BeritaBintang –Pembalap kebanggaan Indonesia, Rio Haryanto, menyebut rekan setimnya di Manor Racing, Pascal Wehrlein sebagai driver yang baik. Bahkan Rio mengaku saling bertukar pikiran dengan pembalap berpaspor Jerman tersebut.

Pada musim ini, Rio dan Wehrlein merupakan pembalap debutan atau rookie di ajang Formula One (F1). Karena itu, saling berbagi pengalaman merupakan sesuatu yang wajib dilakukan.

Rio dapat memberikan masukan soal pengalamannya ketika tampil di GP3 dan GP2. Sementara Wehrlein dapat memberikan teknis lebih mendalam soal pengalaman mengendarai jet darat kepada Rio.

Sebab sebelum ditunjuk menjadi pembalap Tim Manor, Wehrlein sempat didaulat sebagai pembalap cadangan Tim Mercedes. Karena itu, Wehrlein sedikit lebih berpengalaman soal mengendarai mobil F1 ketimbang Rio.

“Pascal (Wehrlein) adalah pembalap baik. Saya akan melakukan terbaik dan tampil secepat saya bisa. Sebagai tim kami berusaha saling memberi masukan dan bekerja sama untuk kemajuan tim,” tegas Rio saat diwawancara eksklusif oleh Indowins, Sabtu 30 April 2016.

Pertamina Segera Bayar Rp22,39 Miliar ke Manor Racing

BeritaBintang – Penampilan pembalap muda Indonesia, Rio Haryanto, di tiga seri pembuka Formula One (F1) 2016 sukses membanggakan publik Tanah Air. Pada tiga seri tersebut, pencapaian terbaik berhasil diraih Rio saat membalap di Bahrain beberapa waktu lalu.

Di atas Sirkuit Internasional Bahrain tersebut Rio berhasil finis di posisi ke-17. Kendati belum berhasil memetik poin, Rio berhasil menunjukkan kemajuan yang cukup signifikan.

Di luar penampilan baik itu, perlu diingat bahwa Rio masih memiliki kekurangan dalam pembayaran dana balapan. Hingga kini pihak Rio masih memiliki kekurangan 10 juta euro dari total pembayaran 15 juta euro atau sekira Rp223,9 miliar.

Pihak Pertamina sendiri sebagai sponsor utama Rio sampai saat ini baru mampu membayar 5 juta euro atau Rp74,6 miliar. Namun dari 5 juta euro tersebut, pihak Pertamina baru membayar sekira 2,250 juta euro atau Rp33,58 miliar.

Vice Presiden Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro, mengatakan bahwa pihak Pertamina akan kembali membayar sekira 1,5 juta euro atau Rp22,39 miliar dalam waktu dekat.

“Kita sudah melakukan setoran pertama, sekira 2,250 juta euro. Kemudian setelah race ketiga, kita melakukan pencairan kedua sejumlah 1,5 juta euro. Kita sedang melakukan pengurusan administrasinya,” ujar Wianda saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Setiap dua atau tiga seri kita bertemu dengan manajemen Rio melakukan evaluasi bersama-sama agar prestasi Rio bisa meningkat. Harapannya setelah seri di Shanghai kita bisa melunasi 1,5 juta euro, hingga komitmen kita untuk Rio sebesar 5 juta euro selesai,” lanjutnya.

GP China: Ekspresi Geram Rekan Rio Haryanto Start di Posisi 21

BeritaBintang  –  Rekan Rio Haryanto di Manor Racing, Pascal Wehrlein mengeluarkan ekspresi geram dan jengkel saat diwawancara televisi usai gagal tuntaskan sesi kualifikasi GP China di Sirkuit Shanghai, Sabtu (16/4/2016). Pembalap muda asal Jerman ini seakan tak mau terima apa yang dialaminya di lintasan.

Seperti diketahui, mobil MRT05 yang dikendarai Wehrlein tergelincir akibat melindas tonjolan di Sirkuit Internasional Shanghai.Dalam video yang dilansir situs resmi Formula 1, terekam detik-detik mobil Wehrlein tergelincir hingga akhirnya menabrak dinding pembatas.

Wehrlein sedang memacu kencang mobil MRT05 di trek lurus Sirkuit Internasional Shanghai. Tiba-tiba, mobil pembalap asal Jerman itu oleng usai menginjak bagian seperti tonjolan yang ada di tengah trek. Akibat kegagalan ini, Wehrlein harus rela start dari posisi 21.

Awalnya diduga genangan air di lintasan lurus sebagai penyebab mobil Wehrlein melintir. Namun belakangan baru diketahui jika lintasan lurus di sirkuit Shanghai tidak rata.

“Balapannya bakal digelar besok,” kata Pascal, ketus kepada wartawan televisi yang mewawancaranya, seperti dilansir akun twitter Manor Racing.

Jawaban singkat Wehrlein menyiratkan kekecewaan mendalam dari pembalap binaan Mercedes ini. Sebelumnya, Wehrlein minta maaf kepada Rio Haryanto karena gagal maksimalkan kualifikasi.

“Maafkan saya, tapi itulah. Saya tidak punya kesempatan untuk melakukan apapun,” ujarWehrlein kepada rekansetimnya lewat sambungan radio yang terdapat di mobilnya.

Penjelasan Resmi

Setelah menenangkan diri, Wehrlein baru berbicara banyak soal kegagalannya tuntaskan kualifikasi GP China. Wajar jika Wehrlein kecewa karena pembalap asal Jerman itu tampil bagus di latihan bebas.

Hanya gara-gara masalah di lintasan yang membuat Wehrlein keluar dari trek, sesuatu yang sangat dihindarinya.

“Di awal kualifikasi, trek cukup kering jadi kami gunakan ban botak. Ada benjolan di lintasan lurus start dan finis, lalu ada pula genangan air. Setelah lewati genangan air, cengkeraman ban di belakang hilang dan saya melintir. Ini sangat tak terduga karena saya baik-baik saja di bagian lain lintasan, ini sulit karena tak terlihat,” ujarnya seperti dilansir laman facebook Manor Racing.

“Saya pikir saya tak beruntung karena tak bisa lakukan apa-apa. Untunglah saya tak mendinding pembatas terlalu keras, sehingga pekerjaan kami untuk benarkan mobil tidak terlalu berat. Saya kecewa tapi balapan besok. Kecepatan saya cukup baik di latihan kemarin,” katanya.

“Tentu sulit start dari posisi belakang tapi itu yang kami lakukan di Australia. Kita lihat apa yang terjadi.”

Rio Haryanto Berharap Hujan Warnai GP China

BeritaBintang  –  Rio Haryanto sudah melewati sesi latihan bebas pertama dan kedua di Sirkuit Internasional Shanghai, Tiongkok, Jumat (15/4/2016). Dalam sesi latihan bebas ini, pembalap Manor Racing itu menguji ban yang bakal digunakannya di balapan nanti.

Pada sesi latihan bebas pertama, Rio Haryanto menggunakan ban medium, posisinya pun berada di urutan ke-16. Di sesi kedua, dia memakai ban medium dan soft. Hasilnya, pembalap asal Solo itu berada di posisi ke-17.

“Dalam 40 menit terakhir (saat sesi latihan bebas), kami mendapatkan data yang baik, terutama untuk mempersiapkan diri mengikuti balapan. Kami telah memahami ban yang cocok untuk balapan di Shanghai,” ucap Rio, dikutip dari laman resmi Formula 1.

Untuk sesi latihan bebas ketiga dan babak kualifikasi GP China pada Sabtu (16/4/2016) waktu setempat, Rio akan mengkombinasikan data yang didapatnya pada hari ini dengan hasil balapan di GP Bahrain, dua pekan silam. “Sangat bagus untuk mencampur data dengan hasil di Bahrain,” katanya.

Pria berusia 23 tahun itu rupanya berharap hujan mewarnai balapan di GP China. Rio ingin menguji nyalinya di lintasan yang basah. Dia belum pernah balapan di sirkuit basah sepanjang balapan F1.

“Sepertinya besok bakal turun hujan. Ini adalah hal yang kami belum rasakan sejak di Australia. Sepertinya menarik karena ban akan sedikit bergoyang. Mudah-mudahan, kami bisa menemukan cara yang tepat (bila turun hujan),” ujar Rio mengakhiri.