Magneti Marelli

Kandidat Juara MotoGP 2016 Belum Diketahui

BeritaBintang – Ajang balap MotoGP 2016 belum juga mulai, tetapi sudah banyak orang yang menanyakan siapa pembalap yang akan menjadi kandidat kuat untuk meraih gelar juara dunia. Namun sepertinya itu tidak berlaku bagi pembalap cadangan Tim Ducati, Casey Stoner.

Menurut Stoner, masih terlalu dini untuk membicarakan siapa yang akan menjadi penantang untuk memperebutkan gelar juara dunia musim 2016. Sebab, semua pembalap masih beradaptasi dengan motornya.

Dengan perubahan regulasi balap, praktis membuat semua pembalap kesulitan untuk dapat beradaptasi. Terlebih dengan perangkat elektronik yang dikeluarkan Magneti Marelli serta ban Michelin.

“Untuk menentukan siapa yang akan menjadi pesaing (meraih gelar) maih terlalu dini. Semua orang masih berusaha untuk beradaptasi dengan Magneti Marelli (perangkat elektronik), ban, serta sasis,” kata Stoner, seperti diberitakan Fox Sport, Kamis (17/3/2016).

Stoner menambahkan, para pencinta MotoGP harus menunggu setidaknya hingga seri ketiga untuk dapat melihat siapa kandidat kuat untuk meraih gelar juara dunia. Namun, itu bisa berubah karena masih ada waktu untuk dapat beradaptasi dengan motor.

“Saya pikir kami harus menunggu hingga dua atau tiga balapan di musim ini, baru kami bisa melihat siapa yang mungkin akan jadi penantang gelar juara dunia,” jelasnya.

Dua Komponen yang Terus Dipelajari The Doctor

BeritaBintang – Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mengomentari dua komponen yang terus dipelajari dari motor YZR-M1. The Doctor –julukan Rossi– menyebut masih fokus mempelajari lebih dalam terkait cara mengoptimalkan kemampuan ban Michelin dan perangkat elektronik baru.

Pada MotoGP 2016, Dorna selaku penyelenggara mengubah beberapa aturan. Per musim ini, semua tim akan dipasok Michelin setelah sebelumnya didukung Bridgestone. Sementara itu, perubahan mencolok juga terjadi di perangkat elektronik pengendali motor (baca otak motor).

Sebelumnya, tiga tim besar yakni Movistar Yamaha, Repsol Honda dan Ducati diberi kebebasan untuk mengembangkan perangkat elektronik. Namun, pada musim ini semua tim diwajibkan menggunakan perangkat elektronik baru buatan Magneti Marelli dari Dorna.

Dua perubahan itu membuat pembalap dituntut cepat beradaptasi dengan keadaan. Siapa yang cepat beradaptasi, diyakini akan meraih hasil memukau.

“Selama tes pramusim, kami terus belajar terkait penggunaan ban baru dan perangkat elektronik. Sejauh ini masih ada beberapa hal yang perlu kami perbaiki,” jelas Rossi mengutip dari Speedweek, Rabu (16/3/2016)

Elektronik Baru Bikin Rider Ini Tambah Girang

BeritaBintang –Pembalap Pramac Racing, Scott Redding, menyatakan elektronik baru akan membuat dirinya lebih hebat pada MotoGP 2016. Dia pun mematok target yang cukup tinggi di musim ketiganya berlaga di MotoGP.

Bersamaan dengan pergantian periode dari Bridgestone ke Michelin, MotoGP juga menyeragamkan elektronik mulai musim 2016 dengan memercayakan Magneti Marelli. Awalnya, para pembalap menilai hal penggunaan Magneti Marelli sebagai langkah mundur.

Adapun Pramac Ducati tampil meyakinkan dalam tes-tes pramusim yang sudah digelar. Bahkan, Redding finis kedua di belakang Jorge Lorenzo saat di Doha, Qatar.

“Bahkan saat tes pertama, saya langsung memulai dengan elektronik baru. Saya dan tim mengatakan, ‘benar, kami akan mengalami kerugian di tes ini, tapi saat long run akan membantu’. Apa poinnya mengaspal dengan elektronik lama?” kata Redding, seperti dimuat Autosport, Sabtu (12/3/2016).

“Kami pun memulai tes dengan elektronik baru dan mendapatkan datanya. Sangat bagus, saya tidak memiliki masalah dengan elektronik. Memang ini sedikit lebih agresif dan banyak pembalap yang komplain. Tapi, itu bukanlah saya. Saya merasa ini merupakan sebuah keuntungan (elektronik baru),” jelasnya.

Tim Honda Begadang demi ECU Baru

BeritaBintang –     Regulasi baru MotoGP mengharuskan seluruh tim menggunakan Electronic Control Unit (ECU) anyar Magneti Marelli pada balapan musim 2016. Hal tersebut membuat Honda kewalahan hingga mekanik mereka terpaksa begadang untuk menemukan solusi yang tepat bagi pembalapnya.

Perangkat baru Magneti Marelli menjadi masalah besar Marc Marquez dan Dani Pedrosa selama pramusim di Sirkuit Sepang, Malaysia. Mereka mengaku makin sulit menunggang kuda besinya saat berada di lintasan.

Masalah yang sama juga dikeluhkan tim satelit LCR Honda melalui bos besarnya Lucio Cecchinello. Ia menilai sulit menemukan solusi masalah itu, ditambah kehadiran pembalap baru pada diri Cal Crutchlow.

“Cal butuh waktu sampai ia terbiasa dengan Honda, sama seperti di Yamaha dan Ducati,” ungkap Cecchinello dikutip Speedweek, Rabu (10/2/2016).

“Para teknisi HRC belum sangat terganggu. Anda tak perlu banyak perhatian pada ECU ini untuk beberapa alasan. Tim kami tahu bahwa perangkat lunak 2016 akan di-upgrade dari 2015 software Kelas Terbuka. Sekarang mereka sedang mempelajarinya,” tambahnya.

“Kami sedang melakukan beberapa pemetaan untuk dikembangkan. Para mekanik bekerja tanpa kenal lelah, saya beritahu Anda bahwa saya meninggalkan box di Sepang dua kali pada pukul 4:00 dan 1:30 pagi. Di bengkel HRC saat ini selalu ramai hiruk pikuk,” pungkas pria berusia 46 tahun tersebut.

Semua Pembalap Bisa Mengejutkan pada MotoGP 2016

BeritaBintang –   Pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, meyakini  banyak kejutan muncul pada MotoGP 2016. Bahkan rider berjuluk Baby Alien itu meyakini bukan tak mungkin pembalap yang membela tim satelit mampu mengganggu dominasi tim pabrikan.

Benar saja, sewaktu menjalani sesi tes pramusim di Sirkuit Ricardo Tormo dan Jerez pada November 2015, beberapa tim mampu mengejutkan. Tim Suzuki Ecstar lewat pembalapnya Maverick Vinales mampu menjadi yang tercepat kedua pada hari pertama tes di Ricardo Tormo.

Sementara pembalap Tim Pramac Ducati, Scott Redding, sempat menjadi yang tercepat saat menjalani tes di Jerez. Sekaligus mengasapi Marquez yang harus puas duduk di posisi dua.

Bisa dibilang hal-hal tersebut terjadi karena adanya perubahan regulasi pada MotoGP 2016. Regulasi yang mengalami perubahan yakni bergantinya pemasok ban dari Bridgestone ke Michelin serta kewajiban menggunakan perangkat elektronik buatan Magneti Marelli dari Dorna.

“Semua pembalap bisa membuat kejutan dan sulit mengatakan di mana nantinya kami akan berdiri. Yang pasti, saat ini kami terus melakukan pengembangan,” jelas Marquez seperti mengutip dari Bioskopsemi , Senin (18/1/2016).

Lorenzo Waspadai Kebangkitan Suzuki

BeritaBintang –   Perubahan regulasi pada MotoGP 2016 membuat pembalap Tim Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, mewaspadai Tim Suzuki Ecstar. Rasa waspada X-Fuera –julukan Lorenzo– muncul setelah Suzuki tampil impresif saat menjalani sesi tes pramusim pada 10 hingga 11 November 2015 di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol.

Saat itu dua rider Suzuki, Maverick Vinales dan Aleix Espargaro tampil impresif. Namun, Vinales yang patut menjadi perhatian Lorenzo. Rider muda berpaspor Spanyol sukses menduduki posisi empat pada sesi tes hari pertama dan naik dua tingkat keesokan harinya.

Di saat Vinales berhasil menduduki posisi empat dan dua, Lorenzo berturut-turut hanya menduduki posisi lima. Keberhasilan Suzuki merangsek ke papan atas dinilai Lorenzo karena dua perubahan yang terjadi jelang digulirkannya MotoGP 2016.

Perubahan itu meliputi beralihnya pemasok ban tunggal dari Bridgestone ke Michelin serta diwajibkannya menggunakan perangkat elektronik buatan Magneti Marelli dari Dorna. Perubahan itu belum dipahami betul oleh Yamaha, sementara Suzuki telah menemukan setting-an terbaik.

“Pembalap Suzuki mampu menyaingi kami di Valencia dengan ban Michelin dan perangkat elektronik baru. Mungkin kami harus berjuang lebih keras musim depan,” jelas Lorenzo seperti mengutip dari Bioskop168 , Kamis (17/12/2015).

Dengan bangkitnya Suzuki, besar kemungkinan MotoGP 2016 bakal berjalan lebih sengit. Tim-tim seperti Ducati, Yamaha dan Honda tak lagi bisa digdaya karena Suzuki siap menyerang ketiga tim itu di saat ada kesempatan.