Los Rojiblancos

Soccerpedia: Statistik Pertemuan Membuktikan, Madrid di Atas Atletico

BeritaBintang – Madrid menghadapi Atletico Madrid di final Liga Champions 2015-2016 usai menaklukkan Manchester City di babak semifinal dengan kemenangan agregat 1-0. Partai final kali ini menjadi laga yang paling ditunggu-tunggu para pencinta sepakbola Spanyol, mengingat laga ini mempertemukan wakil dari dua klub Madrid

Ini bukan pertama kalinya Derby Madrid terjadi di final Liga Champions. Sebelumnya, Derby Ibu Kota Spanyol ini juga pernah terjadi di babak final Liga Champions musim 2013-2014. Saat itu, Los Blancos-lah yang keluar sebagai juara, sekaligus meraih gelar La Decima, usai menang dengan skor 4-1.

Apabila dilihat dari catatan head-to-head Madrid dan Atletico, sejauh ini kedua tim telah bertemu sebanyak 54 kali di semua kompetisi. Sebanyak 26 laga tercatat menjadi laga kandang Los Rojiblancos, sementara 28 laga sisanya menjadi laga kandang Madrid.

Dari pertemuan kedua tim, Madrid terlihat jauh lebih unggul daripada Atletico. El Real sejauh ini telah memenangkan 31 dari 54 laga. Kemenangan yang didapat Madrid di laga kandang dan laga tandang jumlahnya tidak jauh berbeda yakni 16 di kandang dan 15 di tandang.

Gol terbanyak yang pernah dicetak Madrid ke gawang Atletico dalam satu laga adalah empat, yakni sebanyak tujuh laga (empat laga berakhir dengan skor 4-1, dua laga berakhir dengan skor 4-2, dan satu laga berakhir dengan skor 4-0). Apabila dihitung secara total, El Real sejauh ini telah mencetak 97 gol ke gawang rival sekotanya.

Sementara bagi Atletico, mereka sejauh ini baru mampu sembilan kali menang dari Madrid, dengan rincian empat kemenangan di kandang dan lima di tandang. Gol terbanyak yang mampu dicetak Los Rojiblancos ke gawang Madrid dalam satu laga adalah empat, yakni sebanyak satu kali. Secara total, Atletico telah mengoleksi 54 gol selama 54 kali bertemu Madrid.

Dengan 31 kemenangan menjadi milik Madrid dan sembilan kemenangan menjadi milik Atletico, maka 14 laga dari total 54 pertemuan berakhir dengan imbang. Skor imbang terbesar yang pernah terjadi di antara keduanya adalah 2-2, yakni sebanyak tiga kali.

Soal Hand Ball, Ini Tanggapan Gabi

BeritaBintang – Barcelona sesungguhnya layak mendapat penalti dalam kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid. Menyusul pengakuan kapten Atletico Gabi yang melakukan hand ball.

Kemenangan tersebut meloloskan Atletico ke semifinal dengan keunggulan aggregat 3-2 atas Barca. Ini merupakan semifinal kedua bagi Los Rojiblancos dalam tiga musim terakhir setelah mencapainya di 2013-14.

Dalam laga perempatfinal leg II di Vicente Calderon dinhari tadi, beberapa keputusan wasit pantas dipertanyakan. Salah satunya insiden hand ball yang dilakukan Gabi saat menahan tembakan Andres Iniesta di menit-menit akhir.

Insiden ini lantas menjadi perdebatan. Namun, dalam tayangan ulang terlihat memang hal itu terjadi di dalam kotak penalti.

“Ya, itu handball. Aku tepat di garis dan bola mengenai tanganku,” ungkap Gabi seusai pertandingan yang dilansir AS. “Wasit memberi tendangan bebas di luar kotak, aku tidak tahu apakah tanganku di dalam atau di luar kotak.”

“Terkadang keputusan-keputusan memihak Anda dan terkadang tidak. Kalau memang di dalam, ya di dalam tapi kami tidak bisa bergantung pada satu momen. Kami pantas menang.”

Di semifinal Atletico berpeluang berjumpa dengan rival sekotanya, Real Madrid, Bayern Munich, ataupun Manchester City. Gabi belum mau membicarakan soal titel juara.

“Masih terlalu dini dibicarakan, kami masih di semifinal bukan final,” lanjut Gabi. “Kami harus terus bekerja dan menunggu undiannya. Siapapun yang kami dapatkan, mestinya akan jadi lawan yang tricky.”

Pujian Selangit Simeone untuk Para Gladiator Atletico

BeritaBintang – Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, merasa sangat puas dengan kemenangan yang diraih timnya atas Real Madrid di Santiago Bernabeu, Sabtu 27 Februari 2016. Simeone menilai kemenangan Atletico kali ini tak terlepas dari kerja keras para pemainnya.

Dalam laga tadi, Atletico bermain di bawah tekanan Madrid. Namun, para penggawa Los Rojiblancos tetap bermain sabar.
Mereka rela menunggu Madrid untuk masuk ke sektor tengah hingga pertahanan. Saat Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan sampai di wilayah tersebut, para pemain Atletico pun melakukan pressing ketat.
“Saya memang sudah menyangka kami akan tersiksa. Namun, kami mulai merasa nyaman setelah 20 menit dan intensitas permainan mulai ditemukan,” kata Simeone seperti dilansir AS.
Antoine Griezmann, Fernando Torres, dan Saul Niguez, disebut Simeone, menjadi aktor-aktor utama kemenangan Atletico. Torres dan Saul berhasil memenangkan perebutan bola di beberapa kesempatan, bahkan dalam situasi yang sulit.
Sedangkan, daya juang Griezmann menjadi sorotan Simeone. “Bagus bagi Griezmann sudah mencetak gol kembali. Apakah ini pertandingan yang saya impikan, ya memang. Sekarang fans Atletico bisa bangga kepada pemain mereka,” terang pelatih asal Argentina tersebut.
Kemenangan ini membuat marjin poin antara Atletico dan Barcelona terpangkas. Sementara, Atletico tertinggal lima poin dari Barca yang ada di puncak klasemen La Liga.

Atletico Mandul di 2 Laga, Ini Kata Simeone

BeritaBintang –Atletico Madrid gagal meraih hasil maksimal saat menghadapi PSV Eindhoven di leg 1 babak 16 besar Liga Champions, Rabu 24 Februari 2016 (Kamis dini hari WIB). Los Rojiblancos harus puas dengan skor imbang tanpa gol di Philips Stadion.

Padahal, Atleti punya banyak peluang untuk mencetak gol tandang. Luciano Vietto, Koke, Antoine Griezmann, dan Fernando Torres tak mampu untuk membobol gawang PSV yang bermain dengan 10 orang sejak menit 68.

Untuk kali kedua secara beruntun, Atleti tak mampu mencetak gol. Sebelumnya, mereka bermain imbang 0-0 melawan Villarreal. Namun, pelatih Atleti, Diego Simeone tetap bersikap tenang.

“Gol akan datang. Saya pria yang sabar. Mereka lawan yang kuat dan bermain cepat. Namun, kami punya banyak peluang. Saya pulang dengan bahagia,” ujar Simeone seperti dilansir Soccerway.

Leg 2 akan berlangsung di Vicente Calderon pada 15 Maret mendatang. Atleti butuh kemenangan dalam laga itu untuk memastikan tiket ke perempat final. Sementara itu, PSV cukup dengan hasil imbang 1-1, 2-2, dan seterusnya.

“Saya tenang karena faktanya, kami akan bermain di kandang di leg 2. Anak-anak bermain dengan brutal. Mereka lawan yang sangat menyulitkan,” ucap Simeone.