London Biru

Conte Resmi ke Chelsea

BeritaBintang – Terjawab sudah teka-teki siapa yang akan menduduki kursi pelatih Chelsea musim depan. London Biru mengumumkan pada Senin (4/4/2016) malam WIB bahwa pelatih Timnas Italia, Antonio Conte, akan menduduki kursi panas tersebut.

Dalam beberapa pekan terakhir nama Conte memang selalu dikaitkan dengan Chelsea. Isu itu semakin kuat setelah mantan pelatih Juventus tersebut enggan menangani Timnas Italia usai Piala Eropa 2016.

Conte pun sepakat menandatangani kontrak berdurasi tiga musim dengan Chelsea. Pelatih berusia 46 tahun tersebut pun tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya untuk segera duduk di kursi pelatih The Blues –julukan Chelsea.

“Saya antusias bertemu orang-orang di klub dan menghadapi tantangan di Premier League. Chelsea dan sepakbola Inggris selalu ditonton kemana pun Anda pergi. Fans mereka sangat bergairah, dan ambisi saya adalah meraih kesuksesan seperti yang saya raih di Italia,” kata Conte, seperti dimuat laman resmi Chelsea, Senin (4/4/2016).

“Saya bahagia mengumumkan hal ini sehingga sekarang semua sudah jelas. Saya bisa meneruskan fokus terhadap tugas di Timnas Italia dan akan mulai berbicara tentang Chelsea mulai Piala Eropa 2016,” jelasnya.

Tampil Pandai, Kunci Chelsea Juarai Premier League

BeritaBintangLONDON – Thibaut Courtois mengomentari perjalanan timnya hingga sampai ke posisi puncak dan mengklaim gelar juara Premier League musim 2014-2015. Untuk mencapai itu semua, Courtois mengatakan timnya tampil pandai, baik saat menyerang maupun bertahan.

Kemenangan tipis atas Crystal Palace di Stamford Bridge mengukuhkan London Biru sebagai penguasa daratan Inggris musim ini. Perjalanan Chelsea juga terbilang impresif, dengan catatan 17 clean sheet dan 27 kebobolan. Chelsea sendiri hanya menelan dua kekalahan dari 38 pertandingan.

Akan tetapi, penampilan Chelsea sempat mengundang pro dan kontra. Di awal kompetisi, John Terry dan kawan-kawan menunjukkan permainan menyerang yang luar biasa, akan tetapi menjelang musim berakhir, mereka justru tampil bertahan.

Salah satunya di laga kontra Arsenal di Emirates Stadium. Permainan sang juara baru terlihat begitu monoton dan membosankan. Tak ayal, kritik dan kecaman pun menghampiri pasukan Jose Mourinho itu.

“Saya pikir di awal musim ini, kami sungguh ofensif, dan terkadang kami rentan pada counter-attack. Kemudian pada tiga bulan pertama, kami kemasukan terlalu banyak gol. Apabila Anda ingin menjadi juara, maka penting untuk Anda mempertahankan penampilan dengan baik,” kata Courtois.

“Anda juga juga harus memenangkan banyak pertandingan, tetapi Anda perlu tahu kapan bertahan dan menyerang. Anda harus menyerang sebagai tim besar dan bertahan layaknya tim kecil yang berjuang dari zona degradasi,” sambung kiper yang tiga musim dipinjamkan ke Atletico Madrid itu.

“Beberapa pertandingan terakhir, melawan Arsenal, Crystal Palace, dan QPR, ketika kami sulit menemukan celah untuk mencetak gol, kami masih bisa menang,” tuntas andalan di bawah mistar gawang Timnas Belgia itu.