Lin Jarvis

Rossi Mampu Naik Podium di Dua Race Perdana MotoGP 2017, Jarvis Tak Percaya!

BeritaBintangRossi Mampu Naik Podium di Dua Race Perdana MotoGP 2017, Jarvis Tak Percaya!

Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mampu menunjukkan penampilan gemilang di dua race perdana MotoGP 2017. Rossi berhasil meraih podium ketiga dan kedua di GP Qatar dan Argentina musim ini.

Berkat hasil tersebut, The Doctor –julukan Rossi– berhasil duduk di posisi dua klasemen sementara pembalap musim ini dengan koleksi 36 poin. Dengan hasil tersebut, Direktur Tim Yamaha yakni Lin Jarvis, memuji kerja keras pembalap asal Italia itu.

[ Baca Juga : ”  5 Film Fast & Furious Terlaris Sepanjang Sejarah ” ]

Sebab, Jarvis menilai bahwa Rossi meraih hasil tersebut tidak dengan mudah. Bahkan pada sesi latihan bebas, Rossi tak tampil baik hingga hanya mengantarkannya menempati urutan ketujuh saat memulai balapan.

“Balapannya sangat luar biasa. Saya sampai tak percaya jika dia mampu memenangkan balapan tersebut,” ujar Jarvis, mengutip dari AGEN BOLA, Jumat (14/4/2017).

“Saya juga tak percaya jika dia bisa meraih dua podium dalam dua race perdana MotoGP. Apalagi dia meraihnya dengan banyak kesulitan yang dia hadapi,” pungkasnya.

Persaingan Pembalap di MotoGP 2016 Terlalu Ketat

BeritaBintang – Pembalap Honda Marc Marquez berhasil unggul di puncak klasemen dengan catatan 170 poin. Dirinya unggul 48 poin dari Jorge Lorenzo yang berada di posisi dua dan 59 poin dari Valentino Rossi yang berada di posisi tiga.

Balapan MotoGP musim ini memang sangat ketat. Marquez dan Lorenzo memang sama-sama mengoleksi tiga kemenangan namun sukses Marquez untuk tetap berada di podium membuatnya mereka berada di posisi puncak klasemen. Sementara duo Yamaha yang meraih secara total lima kemenangan tak mampu mengejar Marquez.

Tak hanya Honda dan Yamaha yang bertarung musim ini. Ducati dan Suzuki juga sukses memberikan perlawanan untuk dua raksasa MotoGP tersebut.

Bos Yamaha, Lin Jarvis mengakui bahwa musim ini adalah musim yang berat. Ia berharap pada paruh kedua musim ini Yamaha dapat tampil lebih maksimal.

“Kompetisi di sini sangat tinggi. Dalam beberapa balapan Ducati sangat cepat. Saa hanya berharap tim kami bisa terus mencoba untuk memenangkan balapan. Kami harus memenangkan sisa balapan yang tak mudah. Namun segala hal masih bisa terjadi,” ujar Jarvis seperti diberitakan Bintangbola.co, Selasa (26/7/2016).

Bos Yamaha Akan Mencari Tahu Penyebab Mesin Motor Rossi Keluarkan Asap

BeritaBintang –Bos Yamaha, Lin Jarvis, menyesalkan insiden yang dialami pembalapnya, Valentino Rossi kala mengaspal di Sirkuit Mugello. Kendati demikian, ia berjanji mencari penyebab mengapa mesin motor YZR M1 milik The Doctor mengeluarkan asap.

Motor yang dikendarai Rossi mengalami masalah mesin saat balapan tersisa 15 lap. Akibatnya ia gagal menyelesaikan balapan di depan pendukung setianya. Lantas Yamaha kemudian mengirimkan motor yang rusak tersebut ke Jepang untuk dilakukan identifikasi.

Tak pelak, Jarvis menilai apa yang terjadi di Sirkuit Mugello tak seperti balapan sebelumnya. Sebab, baru kali ini kuda besi milik Rossi dan Lorenzo bermasalah. Jarvis merasa kecewa karena tim berlogo garpu tala tersebut kehilangan poin, meskipun Lorenzo sukses keluar sebagai pemenang.

“Kami memiliki masalah yang sama pada kedua pembalap. Jelas itu sesuatu yang perlu kita selidiki penyebabnya. Karenanya bahan (penelitian) akan dikirim ke Jepang untuk mengidentifikasi masalah tersebut, dan sebelum ke Barcelona kita akan mengetahui penyebabnya, sekaligus dapat mengambil tindakan pencegahan,” kata Jarvis menukil Taruhan Bola Online, Rabu (25/5/2016).

“Kami kehilangan kesempatan emas untuk tetap menjaga posisi satu-dua di Mugello. Tapi nasib buruk dan baik pergi bersamaan. Kami memiliki dua mesin selama balapan ini dan untungnya Lorenzo tidak mengalami masalah selama sesi pemanasan,” tuntasnya.

Bos Yamaha: Jorge Lorenzo Takkan Tergantikan

BeritaBintang  – Bos Tim Movistar Yamaha, Lin Jarvis, mengatakan sulit mengganti sosok Jorge Lorenzo. Lorenzo tercatat telah tiga kali menyumbangkan gelar juara untuk Yamaha sejak bergabung pada 2008.

Mulai musim 2017, Lorenzo akan berseragam Ducati. Kursi kosong yang ditinggalkan oleh pria berjuluk X-Fuera tersebut akan diisi oleh Maverick Vinales. Vinales telah resmi menjadi pembalap Tim Movistar Yamaha selama dua musim, terhitung mulai musim 2017.

Meski Vinales dan Lorenzo sama-sama berpaspor Spanyol, Jarvis menilai sulit untuk menemukan pembalap seperti Lorenzo. Kendati demikian, Jarvis optimis Vinales memiliki potensi besar untuk menjadi pembalap kenamaan di masa depan.

“Sejujurnya saya sangat senang dengan keputusan ini. tentu saja, saat Anda kehilangan sosok pembalap yang pernah juara dunia dan berbakat seperti Jorge maka akan sulit untuk mencari penggantinya,” tutur Jarvis, seperti dikutip dari Bintangbola.co Jumat (20/5/2016).

“Anda tidak akan langsung dapat menemukan sosok penggantinya atau memiliki pengalaman seperti dirinya. Jadi, kami memutuskan memiliki pembalap yang sangat berpotensi untuk menjadi penggantinya,” tambahnya.

Jarvis: Pintu Yamaha Selalu Terbuka untuk Lorenzo

BeritaBintangManaging Director Movistar Yamaha, Lin Jarvis, tidak menutup kemungkinan jika Jorge Lorenzo bisa melakukan comeback ke tim Garpu Tala di masa depan. Hubungan baik menjadi faktor utama yang memengaruhi hal tersebut.

MotoGP 2016 menjadi musim terakhir Lorenzo bersama Yamaha. Rider yang sudah tiga kali merasakan gelar juara dunia tersebut musim depan akan hengkang menuju tim asal Italia, Ducati. Ia akan diikat kontrak selama dua musim.

“Ya, saya pikir kenapa tidak. Pintu terbuka untuknya di waktu yang akan datang. Kami sudah menjalani sembilan musim luar biasa bersama-sama dengan banyak gelar,” ujar pria asal Inggris tersebut seperti dikutip dari laman resmi MotoGP, Senin (25/4/2016).

“Saya pikir semua juga tahu, terutama para media, jika kami akan menjaga hubungan baik kami dengan eks pembalap kami. Oleh karena itu saya tidak akan ragu untuk mengatakan Jorge akan sangat diterima jika dirinya memutuskan untuk kembali ke Yamaha,” jelasnya.

Sejauh ini belum diketahui siapa yang akan mengisi pos yang akan ditinggalkan oleh Lorenzo. Namun berbagai nama mulai bermunculan, salah satunya adalah Maverick Vinales. Pembalap berusia 21 tahun tersebut diprediksi menjadi kandidat kuat untuk mendampingi Valentino Rossi.

Yamaha Tolak ‘Perang Budget’ Dengan Ducati

BeritaBintang – Yamaha nampaknya harus ambil langkah cepat ketika kontrak joki andalan mereka, Jorge Lorenzo berakhir musim depan. Sebab tersiar kabar tim pesaing Yamaha, Ducati sudah siap menampung sang pembalap dengan iming-iming gaji fantastis.

Dengan rumor tersebut, banyak pihak menyebut Yamaha wajib menyiapkan dana besar untuk mempertahankan Lorenzo. Namun, Direktur Garpu Tala, Lin Jarvis nampaknya tak mau perang budget dengan Ducati.

Jarvis mengaku tak ambil pusing dan mengingatkan Ducati agar tak mengusik Lorenzo. Dia juga mengaku tidak melakukan penawaran kepada pembalap manapun.

“Ini mudah, kami tahu harga pasar tapi itu bukan permainan kami. Kami selalu bersedia untuk membayar harga untuk rider namun tidak melampaui batas. Kami juga bisa menawarkan kepada pengendara lain,” kata Jarvis, dilansir Speedweek.

“Kami memiliki motor yang kompetitif, tim dan perusahaan kami juga sangat baik. Jadi kami tak harus membuang uang lebih untuk mengalahkan siapapun,” lanjut Jarvis.

Kontrak Lorenzo bersama Yamaha akan berakhir pada akhir musim 2016. Selain Lorenzo ada pembalap lain yang juga kontraknya akan habis diakhir 2016 mendatang, Valentino Rossi.

Lorenzo Beri Lampu Kuning ke Yamaha

BeritaBintang –   Pembalap Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo dikabarkan memberi lampu kuning terkait  perpanjangan kontrak dari pihak tim yang bermarkas di Lesmo tersebut. Ia berharap kesepakatan segera tecapai  sebelum pertengahan musim balap 2016.

Kontrak pembalap asal Spanyol tersebut akan berakhir pada akhir musim ini. Bos Yamaha, Lin Jarvis mengklaim perpanjangan kontrak Lorenzo menjadi prioritas pihak Yamaha.

Kini Lorenzo hanya bisa menunggu kepastian dari pihak pabrikan asal Jepang tersebut. Sebab, menurutnya perpanjangan kontrak tak membebani pikiran pada saat di lintasan meskipun selalu ada tarik ulur dalam negosiasi.

 “Saya siap, dalam arti kami harus menunggu hingga pertengahan musim untuk memperbarui kontrak,” ungkap Lorenzo, mengutip BintangBoLa, Minggu (28/2/2016).

“Proses negosiasi memang seperti itu. Namun, apabila kami bisa memajukan perpanjangan tersebut, maka bakal memberikan ketenangan dan membuat membalap lebih baik. Jika saya tetap bersama Yamaha, itu bagus buat saya,” tuntas pembalap berusia 28 tahun tersebut.

Hal yang Harus Ditunjukkan Rossi-Lorenzo kepada Yamaha

BeritaBintang –    Tim Movistar Yamaha resmi merilis kuda besi yang akan tunggangi Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo pada MotoGP 2016 yakni YZR-M1 pada Senin 17 Januari sore WIB. Pada 2016, kedua pembalap berkelas dunia itu diharapkan dapat membawa Tim berlogo Garpu Tala mendominasi MotoGP layaknya edisi 2015.

Pada MotoGP 2015, X-Fuera –julukan Lorenzo– dan Rossi menduduki posisi satu dan dua klasemen akhir. Hasil itu sekaligus menghapus dominasi Tim Repsol Honda yang berlangsung pada MotoGP 2013 dan 2014.

Selain hasil memukau di atas trek, ada satu hal lain yang diinginkan Yamaha dari Rossi dan Lorenzo. Direktur Umum Yamaha, Lin Jarvis, berharap Rossi dan Lorenzo menunjukkan rasa saling menghormati.

Sebab di akhir MotoGP 2015, hubungan Rossi dan Lorenzo sempat merenggang. Penyebabnya tentu kekesalan Rossi yang tak terima gelar juaranya dirampas Lorenzo secara tidak adil. The Doctor –julukan Rossi– menilai Lorenzo meminta bantuan Marc Marquez untuk menjegal langkahnya.

Hal-hal itu seperti itu yang diharapkan Jarvis dapat dihindari Rossi dan Lorenzo. Sebab sangat disayangkan jika talenta keduanya tertutup komentar-komentar yang tidak mengenakkan.

“Pembalap-pembalap terbaik dunia ada bersama kami. Secara otomatis Rossi dan Lorenzo memiliki harapan yang besar pada MotoGP 2016,” jelas Jarvis seperti mengutip dari Bioskopsemi , Selasa (19/1/2016).

“Kami jelas berharap keduanya mampu meraih hasil terbaik. Namun pada dasarnya, kami meminta Rossi dan Lorenzo untuk saling menghormati,” urai pria berpaspor Inggris itu.

Alasan Rossi dan Lorenzo Tampil ‘Gila’ di MotoGP 2015

BeritaBintang –  Penampilan gemilang rider Repsol Honda, Marc Marquez yang memenangi dua titel MotoGP beruntun pada 2013-2014 membuka mata duo Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi.

Akibat peforma ganas Baby Alien tahun lalu yang meraih 10 kemenangan beruntun, baik Rossi dan Lorenzo tampil gila tahun ini. Pada MotoGP 2015 keduanya bahkan bersaing berdua dalam perebutan titel yang akhirnya dimenangi Lorenzo.

Motivasi kedua pembalap yang berasal dari performa Marquez diungkapkan oleh Managing Director Yamaha, Lin Jarvis.

“Salah satu hal yang membuat saya terkesan adalah cara kedua rider kami menjalani musim ini. Marquez benar-benar menyudutkan kami di awal musim lalu. Hal itu menimbulkan reaksi dari segi teknik, dan mekanik kami banyak mengembangkan solusi baru,” terang Jarvis diberitakan Bioskop168 , Senin (21/12/2015).

“Dan para rider kami paham untuk menang melawan Marquez, mereka harus sangat fokus, terlatih dan penuh dedikasi. Itulah yang kami lihat dari kedua rider kami. Mereka memulai musim dengan sebuah misi,” paparnya.

Meski lebih baik dari Honda musim ini. Jarvis menegaskan bahwa rivalnya itu, terutama Marquez akan mencoba bangkit tahun depan dan menyulitkan Yamaha untuk kembali mendominasi.

“Tahun depan akan jadi kompetisi yang intens dan akan sangat sulit. Di masa lalu kami memiliki Valentino dan Jorge bersama saat memenangi tiga titel beruntun, hal itu tak mudah dan kami mampu melakukannya,” imbuh Jarvis.

“Kami punya tim dan mekanik terbaik dunia dan kami akan coba sangat keras untuk melakukannya lagi tahun depan,” tungkasnya.

Tangani Rossi dan Lorenzo di Yamaha Memang Sulit

BeritaBintang –  Bos Yamaha, Lin Jarvis, mengakui sulit menjaga keharmonisan tim yang diisi dua bintang sekaligus yakni Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Terlebih lagi The Doctor dan X-Fuera saling sikut secara sengit memperebutkan gelar juara MotoGP 2015.

Meski diiringi tensi tinggi lantaran dua pembalapnya bersaing memperebutkan juara dunia, Yamaha terbukti melaju dari ujian tersebut. Lorenzo menjadi pemenang MotoGP 2015, sementara Yamaha merajai klasemen manufaktur setelah unggul jauh dari rival abadinya Honda.

Jarvis juga menyatakan situasi paddock saat itu sama sekali tak ada pengotak-kotakan seperti berpihak ke pembalap tertentu. Telah beberapa kali mengalami situasi serupa selama terjun di MotoGP membuat Jarvis paham apa yang mesti dilakukan ketika level persaingan dalam tim sangat tinggi.

“Saya netral dan tak membantu salah satu di antara pembalap Italia atau Spanyol. Terus berusaha netral sangatlah penting. Tapi jika Anda orang Spanyol, Anda harus mendukung pembalap Spanyol, pun begitu jika Anda orang Italia,” kata Jarvis, seperti diberitakan Bioskop168 , Sabtu (19/12/2015).

“Saya memiliki banyak pengalaman di MotoGP, baik itu hal positif atau negatif. Hal ini membantu Anda untuk tetap kalem di situasi yang membuat stres. Anda harus menjadi diri sendiri dan tidak panik, lalu berusaha mencari solusi,” lanjutnya.