Liga Slovenia

Mengenal Playmaker Kidal Terproduktif di Serie A

BeritaBintang –    Fiorentina meraih catatan sensasional pada musim ini. Hingga Serie A 2015–2016 memasuki pekan ke-21, La Viola duduk di posisi tiga mengalahkan tim-tim mapan seperti Inter Milan, AS Roma, dan AC Milan.

Tentu ada sosok di balik kesuksesan Fiorentina. Selain pelatih Paulo Sousa, Josip Ilicic yang merupakan playmaker layak dikedepankan. Bagaimana tidak, meski beroperasi di lini tengah, pemain Timnas Slovenia itu mampu mencetak 10 gol hanya dari 17 pertandingan.

Terlepas dari kehebatannya, Ilicic merayakan hari jadi ke-28 pada hari ini, Jumat 29 Januari 2016. Lahir di Kota Prijedor, Ilicic memulai karier junior bersama Triglav Kranj pada 1995 atau tepatnya ketika berusia tujuh tahun.

Setelah 11 tahun menimba ilmu di Kranj, pemain kidal tersebut hengkang Britof. Namun, baru semusim berada di sana, Ilicic hengkang SC Bonifika sekaligus mencicipi kompetisi profesional pertamanya.

Dalam musim pertamanya membela klub divisi dua Liga Slovenia tersebut, Ilicic bermain di 24 laga dengan raihan dua gol. Performa lumayan itu membuat Ilicic dilirik salah satu kontentan divisi satu Liga Slovenia, Interblock, sekaligus membelinya pada musim panas 2008.

Ilicic bermain di 65 pertandingan dengan raihan 14 gol dan tiga assist selama dua musim membela Interblock. Namun sayang, performa impresifnya tak cukup menolong Interblock dari jurang degradasi pada akhir musim 2009–2010.

Mengetahui Ilicic memiliki kualitas jempolan, Raksasa Slovenia yakni NK Maribor merekrutnya pada musim panas 2010. Namun, baru dua bulan membela Maribor dengan raihan empat gol dari 11 laga, Ilicic dibeli Palermo dengan mahar 1,61 juta pounds atau sekira Rp31 miliar.

Petualangan Ilicic di luar negaranya dimulai bersama Palermo. Pemegang 33 caps bersama Timnas Slovenia itu tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi bersama Rosanero –julukan Palermo.

Pada musim pertamanya, ia berhasil mengemas delapan gol dari 34 pertandingan sekaligus membawa Palermo finis di posisi delapan klasemen akhir Serie A 2010–2011. Saat itu, Palermo hanya terpaut satu tingkat dengan klub raksasa Italia yang tengah terseok-seok, Juventus.

Setelah mendulang 25 gol dan 18 assist dari 147 pertandingan atau tepatnya selama tiga musim membela Palermo, ia dibeli Fiorentina pada musim panas 2013 dengan mahar 6,3 juta pounds atau sekira Rp125 miliar.

Setelah gagal meraih gelar bersama klub-klub terdahulu, Ilicic berpeluang meraihnya bersama Fiorentina. Musim lalu, Ilicic berhasil membawa Fiorentina melaju hingga semifinal Europa League.

Sementara pada musim ini, klub asal Firenze tersebut masih bersang di jalur kampiun Serie A serta masih berpartisipasi di babak 32 besar Europa League. Dengan kualitas Ilicic plus bantuan dari segenap tim, bukan tak mungkin di akhir musim Fiorentina dapat meraih salah satu atau bahkan kedua trofi tersebut.