Lewis Hamilton

Kunci Sukses Hamilton Usai Alami Hari yang Buruk

BeritaBintangLONDON Setiap pembalap pernah mengalami hari yang buruk kala berada di lintasan. Hal tersebut dialami oleh pembalap Tim AMG Mercedes, Lewis Hamilton, lantas ia mampu memacu dirinya untuk bisa tampil lebih baik lagi.

Hamilton sempat tampil tertatih pada awal musim Formula One (F1) 2016. Ia kalah dari rekan setimnya, Nico Rosberg yang sukses mencetak tiga kemenangan grand prix secara beruntun. Bahkan juara bertahan F1 tersebut terpaut 43 angka di papan klasemen balap.

Insiden GP Spanyol menjadi yang terburuk bagi Hamilton. Ia harus menghentikan perlombaan secara prematur akibat terlibat insiden tabrakan bersama Rosberg. Kejadian itu membuat jawara F1 tiga kali tersebut mencoba merenungkan nasibnya untuk tetap bangkit dan berpikir positif.

“Saya melihat kejadian balapan di Barcelona, itu merupakan insiden besar. Keesokan harinya, saya bangun pagi untuk berlari dan mencoba memikirkan hal yang baru, sebab di sisi lain saya berpikir mengejar defisit 43 poin itu sangat gila dan tak mungkin,” ucap Hamilton mengutip dari TaruhanBolaOnlineTerpercaya, Sabtu (16/7/2016).

“Saya hanya manusia biasa, terkadang Anda mendapatkan masalah besar yang harus membuat keputusan untuk berpikir cepat, bahkan butuh waktu lama. Terpenting, kita harus tetap berjalan dan yakin,” tambah pembalap berusia 31 tahun tersebut.

Perlombaan F1 telah memasuki seri ke-10, Hamilton mengumpulkan 167 poin. Kini ia terpaut satu poin dari Rosberg yang berada di posisi pertama dengan 168 angka.

Jelang GP Inggris, Hamilton Tak Ingin Adanya Aturan Team Order di Mercedes

BeritaBintang – Pembalap Tim Mercedes AMG, Lewis Hamilton meminta kebijakan petinggi timnya untuk tak memberlakukan team order jelang balapan seri ke-10 di Sirkuit Silverstone. Menurutnya, kebijakan tersebut membuat balapan tak akan berjalan menarik.

Sebelumnya, bos Mercedes, Toto Wolff, gerah dengan kelakukan kedua pembalapnya yang bisa merugikan tim. Hal tersebut terjadi karena Hamilton dan Rosberg kerap bergesekan seperti di GP Spanyol dan terbaru di GP Austria.

Karena itu, penolakan Hamilton atas aturan tim merujuk pada GP Austria 2002, ketika pembalap Ferrari Rubens Barrichello yang memimpin perlombaan diminta membiarkan Michael Schumacher memenangkan balapan karena aturan team order.

“ Saya akan berdoa dan berharap bukan situasi itu yang terjadi. Pertama untuk diri saya sendiri karena aturan tim akan menghilangkan kenikmatan balap. Dan kedua untuk para penggemar. Harga mahal yang telah mereka bayarkan terampas karena aturan itu,”kata Hamilton menukil Bintangbola.co, Kamis (7/7/2016).

“ Saya kecewa sebagai penggemar ketika itu. Dan kami tidak ingin melihat aturan tim seperti itu terjadi lagi. Hal menarik adalah Toto dan Niki Lauda telah luar biasa bagi kami, karena membiarkan kami bersaing dalam tiga tahun terakhir,” jelas pembalap berusia 31 tahun tersebut.

Perselisihan Dua Pembalap Mercedes Sudah Berakhir

BeritaBintang – Perselisihan dua pembalap Mercedes, Lewis Hamilton dan Nico Rosberg sepertinya sudah berarkhir. Kepastian tersebut didapat setelah pernyataan Lewis Hamilton baru-baru ini yang mengungkapkan hubungannya dengan Rosberg luar biasa baik.

Hamilton mengungkapkan dengan bertambahnya usia, membuat kedua pembalap terebut kini berpikir lebih dewasa. Bahkan pilot asal Inggris tersebut merasa tidak pernah memiliki hubungan dengan Rosberg sebaik sekarang.

“Saat ini hubungan dengan Nico sangat baik. Benar, benar sangat baik. Anehnya. Saya tidak pernah diharapkan untuk berada di tempat itu,” kata Hamilton, seperti dikutip dari Panduan Judi Online, Senin (27/6/2016).

“Saya kira pertamabahan usia jadi faktor penentu. Ia seorang ayah. Ia punya anak. Ia mungkin sudah tumbuh dalam prose situ dan saya sudah tumbuh. Rasa hormat yang selalu kami bicarakan sekarang lebih besar daripada yang sebelumnya,” jelas juara dunia musim lalu tersebut.

Perselisihan Dua Pembalap Mercedes Sudah Berakhir

BeritaBintangBRACKLEY Perselisihan dua pembalap Mercedes, Lewis Hamilton dan Nico Rosberg sepertinya sudah berarkhir. Kepastian tersebut didapat setelah pernyataan Lewis Hamilton baru-baru ini yang mengungkapkan hubungannya dengan Rosberg luar biasa baik.

Hamilton mengungkapkan dengan bertambahnya usia, membuat kedua pembalap terebut kini berpikir lebih dewasa. Bahkan pilot asal Inggris tersebut merasa tidak pernah memiliki hubungan dengan Rosberg sebaik sekarang.

“Saat ini hubungan dengan Nico sangat baik. Benar, benar sangat baik. Anehnya. Saya tidak pernah diharapkan untuk berada di tempat itu,” kata Hamilton, seperti dikutip dari TaruhanBolaOnline, Senin (27/6/2016).

“Saya kira pertamabahan usia jadi faktor penentu. Ia seorang ayah. Ia punya anak. Ia mungkin sudah tumbuh dalam prose situ dan saya sudah tumbuh. Rasa hormat yang selalu kami bicarakan sekarang lebih besar daripada yang sebelumnya,” jelas juara dunia musim lalu tersebut.

Jelang GP Austria, Pilihan Ban Rio Haryanto dan Pascal Wehrlein Kompak

BeritaBintangJAKARTA – Manor Racing Team yang diperkuat pembalap muda kebanggaan Indonesia, Rio Haryanto, telah menentukan pilihan ban jelang GP Austria yang akan digelar pada 3 Juli 2016. Ia menyiapkan satu set kompon soft, empat set kompon supersoft, dan delapan set kompon ultrasoft.

Seperti diketahui, Rio dan rekan setimnya, Pascal Wehrlein kompak dalam memilih si karet bundar. Keduanya sama-sama memilih delapan set ban berjenis ultrasoft. Jenis tersebut mempunyai kompon terlunak dan berdaya cengkram paling kuat, namun paling cepat aus apabila di lintasan.

Mengutip dari laman resmi TaruhanBolaOnline, Jumat (24/6/2016), Ferrari dan Renault menjadi salah satu tim yang punya pilihan ban paling agresif. Mereka membawa sembilan set ban ultrasoft, baik untuk Sebastian Vettel, Kimi Raikkonen, maupun Kevin Magnussen dan Jolyon Palmer.

Sementara Tim Mercedes, Lewis Hamilton memilih pilihan yang berbeda dibandingkan rekan setimnya, Nico Rosberg. Jawara Formula One (F1) musim lalu itu memilih dua ban tipe soft dan tiga supersoft. Namun keduanya sama-sama memilih jumlah yang sama untuk karet bundar berjenis ultrasoft.

Latihan bebas di Sirkuit Spielberg dilaksanakan pada  Jumat 1-2 Juli 2016. Sedangkan perlombaan diadakan Minggu, 3 Juli 2016 pukul 19.00 WIB.

Berikut adalah pilihan ban para pembalap Formula One (F1) di Sirkuit Spielberg, Austria

Jelang GP Austria, Pilihan Ban Rio Haryanto dan Pascal Wehrlein Kompak

Jelang GP Austria, Pilihan Ban Rio Haryanto dan Pascal Wehrlein Kompak

Ferrari Akui Buat Kesalahan kepada Sebastian Vettel

BeritaBintang – Tim Scuderia Ferrari mengaku telah membuat kesalahan kepada pembalapnya Sebastian Vettel. Kesalahan tersebut dilakukan saat meminta Vettel untuk masuk pit hingga akhirnya berdampak buruk pada posisinya.

Ferrari meminta Vettel masuk ke pit untuk mengganti bannya. Akibat masuk ke dalam pit lebih awal daripada pembalap-pembalap lainnya, Vettel harus kehilangan posisi pertama yang sebelumnya sudah direbutnya dari driver Mercedes, Lewis Hamilton.

Team Principal Ferrari, Maurizio Arrivabene, mengakui ia dan tim membuat kesalahan dengan memanggil Vettel. Padahal andai panggilan itu tidak terjadi di awal, Vettel mungkin masih akan tetap berada di posisi pertama.

“Kami memperkirakan penurunan kualitas ban secara berlebihan. Kami pun memanggilnya (Vettel) untuk masuk. Ternyata itu keputusan yang salah,” tutur Arriavebe, sebagaimana dimuat Bintangbola.co, Senin (13/2/2016).

Vettel akhirnya menyelesaikan balapan di posisi dua. Pembalap berkebangsaan Jerman itu kalah dari Hamilton dengan jarak waktu lima detik.

Alonso Sebut Balapan GP Kanada Membosankan

BeritaBintangMONTREAL – Ajang Balap Formula One (F1) baru saja merampungkan seri ketujuhnya yakni GP Kanada, tepatnya di Sirkuit Gilles Villeneuve, Senin (13/6/2016) dini hari WIB. Pembalap Tim Mercedes, Lewis Hamilton keluar sebagai yang tercepat pada balapan kali ini.

Beberapa pembalap menikmati mengaspal di GP Kanada, namun tidak dengan pilot Tim McLaren, Fernando Alonso. Pembalap asal Spanyol tersebut merasa bahwa balapan di GP Kanada sangat membosankan.

Alonso memulai balapan dari tempat 10. Sayang ia sempat mengalami masalah saat masuk pit stop sehingga harus rela disalip oleh beberapa pembalap.

Parahnya, pada lap 55, Alonso sempat meminta izin kepada tim untuk mengakhiri balapan lebih dini karena masalah ban. Meski tidak jadi keluar dari balapan, pemegang dua gelar juara dunia itu hanya mampu finis di tempat 11.

“Kami memiliki masalah dengan pit stop, saat lampu tidak menyala. Saya kehilangan beberapa tempat dan saat saya melihat diri saya di posisi 14, saya yakin tidak akan ada safety car atau apa pun, dan memang tidak ada yang terjadi, dan itu adalah balapan yang sangat membosankan,” kata Alonso, seperti dilansir Taruhan Bola Online, Senin (13/6/2016).

Finis di Urutan Pertama, Lewis Hamilton Puas Kinerja Mekaniknya

BeritaBintang –Pembalap Mercedes AMG Petronas, Lewis Hamilton, sangat senang dengan hasil yang diperoleh saat berlaga di Grand Prix (GP) Monako. Dalam balapan seri keenam tersebut, pembalap berkebangsaan Inggris itu sukses menyelesaikan perlombaan di urutan pertama.

Pada beberapa balapan sebelumnya, pembalap berusia 31 tahun tersebut memiliki sejumlah masalah yang menuntut pertandingannya menjadi tidak optimal. Namun, beberapa mekanik telah berhasil mengatasi masalah kehandalan yang melanda performa mobil Hamilton di musim ini.

Sementara rekan setimnya, Nico Rosberg, telah menikmati banyak kesuksesan selama musim ini. Ia berhasil memenangkan seluruh balapan keculai saat berlaga di GP Barcelona. Saat itu ia harus gugur setelah mobilnya bersenggolan dengan Hamilton.

“Saya tidak percaya saya bisa memenangkan perlombaan Formula One (F1). Begitu banyak kerja keras dalam seluruh karier saya untuk mencapai titik ini,” tutur Hamilton, sebagaimana diberitakan Taruhan Bola Online, Rabu (8/6/2016).

“Saya harus mengatakan betapa saya berterima kasih kepada seluruh mekanik saya, setelah melewati awal musim yang sangat sulit. Rasanya sangat hebat ketika saya mamu kembali ke posisi puncak. Saya akan terus memberikan kepercayaan dan dorongan agar mereka dapat melakukan pekerjaan besar sepanjang musim ini,” tandasnya.

Bos Mercedes: Kemenangan Hamilton Redakan Keretakan Tim

BeritaBintang –Bos Mercedes, Toto Wolff menilai kemenangan yang didapatkan Lewis Hamilton sangat dibutuhkan oleh timnya. Sebab, tim yang berbasis di Brackley, Inggris tersebut sempat mengalami keretakan karena kedua drivernya gagal finis pada seri kelima di GP Katalunya.

Memang hubungan petinggi Mercedes memanas ketika jet darat milik Hamilton menabrak mobil rekan setimnya, Nico Rosberg. Pembalap asal Inggris tersebut memaksakan laju kendaraan untuk menyalip, alhasil kecelakaan keduanya tak bisa dihindari.

Kini jawara Formula One musim lalu itu, sukses meraih podium pertamanya pada musim ini. Alhasil, Wolff mengatakan kemenangan Hamilton merupakan kesuksesan sebuah tim. Bahkan mereka menempatkan Nathan Divey di atas podium untuk menerima trofi kontruktor.

“Beberapa minggu ini ia memperkuat dirinya dari insiden yang terjadi sebelumnya. Bahkan dengan kemenangannya kini, membuat hubungan tim ini semakin kuat,” ucap Wolff menukil Taruhan Bola Online, Selasa (31/5/2016).

“Kami memiliki banyak diskusi dan saat-saat yang sulit. Sebab itu, kami membutuhkan kemenangan itu, dan kami menaruh Nathan di podium – sebagai mekanik nomor satu kami,”

Tak Ingin Gagal Lagi, Rosberg Minta Tim Mercedes Selidiki Faktor Kegagalannya di Monaco

BeritaBintang –Pembalap Tim Mercedes, Nico Rosberg gagal memetik hasil manis di GP Monaco pada Minggu, 29 Mei 2016 malam WIB. Pria asal Jerman itu harus puas finis di posisi ketujuh. Sementara pembalap Tim Mercedes lainnya, Lewis Hamilton berhasil mengukuhkan kemenangan pertamanya musim ini.

Rosberg mengaku dirinya mengalami masalah yang cukup menghambat dirinya sejak awal balapan. Kendati demikian, hingga saat ini dirinya masih belum mengetahui faktor utama kegagalannya di GP Monaco.

Ia berharap timnya segera mencari tahu faktor kegagalannya di Monaco. Sebab, ia mengaku tidak ingin mengalami hal yang serupa untuk kedua kalinya.

“Kami akan mencari tahu dan mencoba memahaminya. Ada beberapa hal yang menjadi pemicunya. Saat ini kami hanya tahu bahwa tempratur cukup memengaruhi,” tutur Rosberg, sebagaimana dilansir dari Taruhan Bola Online, Senin (30/5/2016).

“Tentu saja itu dapat menyebabkan masalah, tetapi masih terlalu cepat untuk mengatakannya atau masih ada faktor lainnya yang dapat memengaruhi. Kami butuh waktu untuk menganalisis lagi,” pungkasnya.